Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Putri Tidur


"Mas Harris.. Ayolaah luangkan waktu sebentar saja. Kita ke venue sama-sama.." Keara menelepon Harris pagi ini.


Dua minggu lagi mereka akan menikah. Mengingat waktunya sudah semakin dekat. Pihak WO menginginkan meeting terakhir bersama dengan semua vendor yang terlibat sebelum benar-benar bekerja cepat mewujudkan wedding dream sesuai request kliennya. Sepasang calon pengantin. Keara dan Harris.


Sepasang.


Bukan hanya Keara.


Tapi nyatanya semua keputusan harus Keara ambil sendiri karena Harris selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk menemui bahkan hanya untuk berbincang dengan orang WO. Saat Keara meminta pertimbangan pun Harris sangat sulit dihubungi, kalaupun bisa ditelepon, pasti Harris hanya bilang terserah - terserah saja.


Lelaki itu memang tidak pernah protes apapun pilihan Keara. Dia selalu menerima dan bilang menyukai apapun yang disukai Keara.


Tapi bukan itu poinnya.


Keara merasa semua urusan pernikahan dibebankan padanya. Dari memilih venue, menentukan tema, memilih dekorasi, memilih gaun dan setelan jas, undangan pernikahan, souvenir, menu catering, semua diputuskan sendiri tanpa ada teman bicara.


Tidak ada seseorang di sampingnya untuk bertanya mana yang lebih bagus. Tidak ada bahan pertimbangan atau usulan untuk diperdebatkan. Semuanya ia pilih sendiri tanpa campur tangan Harris. Dan itu membuatnya jengkel setengah mati.


"So sorry, sweetheart.. Hari ini aku ada meeting di Jakarta. Sore baru balik ke Surabaya lagi.."


"Tapi mas Harris sibuk terus... Aku sendirian terus yang mutusin..."


"Iya, maaf sayang... Aku percaya sama pilihan kamu. Aku suka semua yang kamu pilih, K..."


"Yang mau nikah tuh kita berdua. Bukan cuma aku aja.. Masa mas Harris gak ikut andil apa-apa sih buat persiapan ini..."


"Aku juga mau ikut sayang.. Next time ya.. Kalau hari ini beneran gak bisa..."


"Tapi ini final meeting, mas. Final. Kalau final tuh artinya terakhir. Next time kapan lagi sih..?"


"Ehmm.." Harris berpikir sejenak. "Apa aku suruh pending aja yaa meetingnya..?" gumam Harris tidak jelas. Tidak jelas juga meeting mana yang akan ia pending.


"Ya sudah. Terserah mas Harris aja." Keara mendengus kesal.


"Nanti setelah ijab kabul, mas Harris pergi kerja lagi aja.. Biar aku duduk sendiri di pelaminan!!"


*Tuutt.. Tuuttt..


Keara memutus sambungan teleponnya secara sepihak. Terdengar dari suaranya kalau gadis itu sangat kesal padanya.


Harris menarik nafas dalam. Ia tersenyum lebar mendengar gadis itu merajuk sepagi ini.


Mungkin memang benar dirinya terlalu sibuk sampai mengabaikan urusan persiapan pernikahannya. Membiarkan Keara seorang diri menentukan pilihan pada semua hal bahkan sampai perintilan sekecil apapun.


Tapi keinginannya untuk mengebut pekerjaannya agar tidak mengganggu acara pernikahan dan bulan madunya tetap kuat. Dia akan mengosongkan schedule selama dua minggu mulai dari H-1 pernikahannya. Jadi sudah pasti kesibukannya akan bertambah padat sekarang.


Bahkan weekend kemarin pun ia menahan rindunya dan tidak bertemu dengan Keara.


Dia harus terbang ke Korea Selatan untuk meeting lanjutan mengenai project kerja sama yang sudah disepakati sebelumnya.


Pertemuan terakhirnya dengan Keara sudah seminggu yang lalu, ketika bertemu dengan Tante Martha di restoran.


Hari ini pun ia harus meeting ke Jakarta. Bersama para vendor jasa kirim yang bekerja sama dengan e-commerce miliknya, untuk membahas kesepakatan baru.


Tidak mungkin dibatalkan.


Harris menelepon Angel, orang Wedding Organizer yang bertanggung jawab atas pernikahannya. Kalau meetingnya tidak bisa dibatalkan, lebih baik meeting WOnya yang dipending. Ide bagus, kan..?


"Angel..." sapa Harris begitu panggilannya dijawab pemilik nomor.


"Iya, selamat pagi Pak Harris.."


"Pagi." jawab Harris singkat. "Angel, saya mau final meeting persiapan acara wedding saya di-reschedule, bisa?"


"Bisa. Kapan pak?"


"Lusa jam 10 pagi."


"Baik pak.." jawab Angel. "Biar nona cantiknya gak sendirian lagi ya pak..?" ledek Angel. Tapi tentu saja dibalas datar oleh Harris,


"Iya. Begitulah. Kamu atur aja ya.. Jangan sampai ada missed komunikasi.."


"siap Pak Harriss.."


Case closed!


...----------------...


Pukul sepuluh malam Harris baru saja selesai mandi. Ia baru sampai rumah dan belum makan malam. Terakhir dia makan siang di kantor rekanan tempat ia meeting di Jakarta tadi siang. Seketika dia ingat omelan Keara di restoran seminggu yang lalu.


"Makan yang banyak, mas.. Masa sampe jam segini Mas Harris belum makan nasi sih.. Kayak orang susah aja..."


"Mas Harris kan sudah dewasa.. Masa gak bisa ngatur jadwal makannya sendiri? Apalagi Mas Harris tuh sibuk.. dan banyak pekerjaan.. Ya harus banyak makan juga.. Biar ada energinya.. Emang gak ngerasa laper gitu?"


Senyumnya spontan terkembang. Mengingat gadis cerewet kesayangannya.


Tidak kebayang bagaimana Keara akan sering mengomel kepadanya nanti, karena Harris memang sering melupakan urusan mengisi perut. Apalagi kalau sudah sibuk bekerja. Makan bukan lagi prioritasnya.


Harris sangat merindukan Keara.


Tadi sepulangnya dari Bandara, ia sempatkan mampir ke rumah Keara. Tapi gadis itu sudah tidur dan sulit dibangunkan. Ibunya bahkan bilang kalau Keara tidur sejak usai adzan maghrib. Gadis itu sedang kedatangan tamu bulanan, jadi tidak ada kewajiban menunaikan sholat.


'Pantas saja tadi pagi sewot banget.. Lagi PMS rupanya..' batinnya dalam hati. Harris tertawa tanpa suara. Lantas segera turun ke meja makan untuk mengambil beberapa suap nasi.


Di meja makan ternyata tidak ada makanan yang tersaji. Bik Santi memang tidak pernah memasak karena tuannya tidak pernah makan malam sepulang dari perjalanan dinas luar kota atau luar negeri. Ia sudah hafal kebiasaan tuannya. Jadi Bik Santi hanya akan memasak jika diminta saja.


"Mau dimasakkan apa tuan?"


"Apa saja Bik.. Asal yang bisa dimakan sama nasi." tutur Harris.


Ia duduk tenang sdi meja makan. Menunggu Bik Santi memasak makan malam untuknya. Ia pun memainkan ponselnya untuk membunuh waktu.


Iseng, Harris mengirimkan pesan chat kepada Keara. Gadis itu seharian seperti mendiamkannya. Tidak banyak chat yang dikirim. Tidak seperti biasanya. Mungkin masih terbawa atmosfir kesalnya tadi pagi


"Putri tidur, mimpi indah ya... Tadi pangeran datang kesana. Maunya sih cium tuan putri biar bangun.. Tapi ibu suri gak ngasih ijin. Belum halal katanya.. Ya sudah, pangeran dan kuda putihnya pulang lagi deh.."


Ia meletakkan ponselnya di meja. Begitu Bik Santi menghidangkan capcay seafood di hadapannya. Aroma lezat mengepul mengundang selera makan. Harris menyendok nasi dan melahap makanannya tanpa suara.


Tidak sampai sepuluh menit makanan di piringnya habis tak bersisa. Bik Santi dengan sigap membereskan bekas makan tuannya. Memindahkannya ke bak cuci piring.


Harris mengusap perutnya yang kekenyangan. Mengambil ponsel dan bersiap naik kembali ke kamar.


Sampai bunyi dering ponselnya menghentikan langkahnya. Pukul 22.56. Siapa yang meneleponnya semalam ini?


*Keara calling


Senyum Harris merekah. Si putri tidur sepertinya baru saja terbangun. Ia mungkin langsung menelepon setelah membaca chat darinya.


"Assalamualaikum calon istriku yang cantik jelita.. Sudah bangun?" sapa Harris.


"Waalaikumsalam.." jawab Keara dengan suara parau. Samar terdengar gadis itu sesenggukan.


"Sayang.. Ada apa? Kamu nangis?"


Keara tidak menjawab. Tapi suara isakannya semakin terdengar jelas.


"K.. Ada apa?? Kamu mimpi buruk..? Kok bangun-bangun nangis sih...?"


"Mas Harriis.. Huhuhuuu... Maaass..." tangis Keara semakin menjadi. Membuat Harris semakin panik.


"Sayang.. Kamu kenapa sih? Tenang dulu, K.. Aku video call yaa.."


Harris mengubah panggilan suara menjadi panggilan video. Dan Keara mengijinkan lelakinya itu melihat keadaannya sekarang.


"K, DIMANA KAMU SEKARANG??"


Harris panik. Begitu ia lihat latar di belakang Keara bukanlah di rumah. Melainkan di taman dengan banyak pohon besar yang kurang penerangan. Sehingga kesan remang dan seram membuat Harris takut terjadi sesuatu pada gadisnya.


...----------------...


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih