RATU IBLIS

RATU IBLIS
97


Seharian ini Dimas menemani Hermione dirumah sakit, yang lain tidak muncul seharian itu karena tidak mau mengganggu Dimas dan Hermione.


"Sayang" panggil Dimas.


"Hmm" balas Hermione.


"Sayang" panggil Dimas lagi.


"Iya sayang" jawab Hermione menoleh menatap Dimas.


"Eh aku ngomong apa, sayang" batin Hermione. Dimas tersenyum mendengar Hermione memanggilnya sayang.


"Cie panggil sayang-sayangan" ucap Andre yang baru datang bersama iblis lain dan para manusia lain kecuali Sarah dkk.


"Ganggu aja" ucap Dimas.


"Ngobatin rindunya nanti aja cuman 5 bulan gak ketemu" ucap Evan.


"Cuman he'em cuman, 1 hari gak ketemu aja berasa 1 tahun apalagi ini 5 bulan rasanya sedang menunggu kiamat datang" ucap Dimas.


"Hus sembarangan" ucap Hermione mengusap wajah Dimas gemas.


"Maaf maaf" ucap Dimas.


"Eh Sarah dkk mana kok gak ikut tumben?" tanya Dimas pura-pura tidak tau.


"Gak tau juga hpnya gak aktif" jawab Sani.


"Sibuk belajar kali kan kalian mau ujian bentar lagi" ucap Julio.


"Mungkin" balas Dani.


"Gimana keadaan kakak udah sehat?" tanya Fadil.


"Udah" jawab Hermione.


"Belum" jawab Dimas, mereka berdua lalu saling tatap.


"Udah nih liat aku udah sadar" ucap Hermione.


"Iya udah sadar tapi masih belum sembuh sepenuhnya" ucap Dimas.


"Udah Dimas" ucap Hermione.


"Belum Dara" ucap Dimas memegang pipi Hermione.


"Ihh aku bilang udah sembuh yang punya tubuhkan aku jadi aku yang ngerasain" ucap Hermione memegang pundak Dimas.


"Belum, yaudah kasih tubuh kamu keaku biar aku bisa rasain juga" ucap Dimas.


"Udah Dimas ih" ucap Hermione.


"Belum Dara" ucap Dimas.


"Udah Dimas" ucap Hermione.


"Belum" ucap Dimas, yang lain saling tatap hanya karena pertanyaan udah sehat mereka malah berantem.


"Udah sayang" ucap Hermione karena geram dengan Dimas jadi menyebut kata sayang, sambil menggoyangkan tubuh Dimas.


"Ok udah sembuh, bagus deh" ucap Dimas mencium kening Hermione.


"Hehehe iya udah sembuh ya" ucap Fadil menggaruk tengkuknya.


"Cuman karena itu kalian berantem terus karena kata sayang kau mengalah Dimas, sunggung menganeh" ucap Andre.


"Bukan menganeh tapi mengbucin" ucap Drew.


"Nah itu" ucap Andre. Dela menghidupkan televisi untuk melihat berita.


"Terjadi kecelakaan dijalan xxx mobilnya masuk kedalam jurang dan ditemukan ada 3 remaja perempuan didalam mobil tersebut, kondisi mereka saat ditemukan sudah meninggal ditempat, diketahui kecelakaannya terjadi pada siang hari dan baru ditemukan sekarang. Saat ini jenazah 3 remaja itu sedang diperjalanan menuju rumah sakit terdekat, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan" suara televisi membacakan beritanya.


"Kasian banget" ucap Reno.


"Iya mana masih muda lagi" ucap Ariel. Para iblis dan Dimas saling lirik lalu mereka bersikap seperti tak terjadi apa-apa.


Hermione merasakan hal aneh ditubuhnya tapi dia menahannya. Mereka semua mengobrol sampai lupa waktu. Hermione sedari tadi menahan sakit didalam tubuhnya, dia tidak mau membuat yang lain khawatir. Dimas merasa ada hal aneh dari Hermione, dia sebenarnya mau bertanya tapi mengurungkan niatnya.


"Kita pamit dulu ya udah malam" ucap Ariel melihat jam tangannya.


"Iya" jawab Drew.


"Kakak cepat sembuh" ucap Ariel melihat Hermione, Hermione tersenyum sambil mengangguk pelan.


"Ayo, eh lo gimana masih mau disini atau ikut gue pulangnya?" tanya Fadil.


"Ikut aja, bang Dimas pasti mau jagain kak Darakan" ucap Reno.


"Hmm iya" ucap Dimas.


"Yaudah kita pulang dulu" ucap Dani.


"Iya" jawab mereka. Reno, Fadil dan Ariel dkk keluar dari ruang rawatnya.


"Kamu kenapa?" tanya Dimas melihat Hermione.


"Kenapa apanya? Gak kenapa-kenapa nih" ucap Hermione.


"Apasih" ucap Hermione mengalihkan pandangannya.


"Ra bilang aja kalau ada yang sakit" ucap Iliana.


"Nggak ada yang sakit beneran" ucap Hermione.


"Gimana malam ini jadi?" tanya Evan.


"Serah" ucap Dimas.


"Jadi apa?" tanya Hermione.


"Makan kamu" jawab Dimas.


"Serius ih jangan bercanda" ucap Hermione.


"Kagak bercanda Dara" ucap Mona.


"Kamu harus tidur bareng Dimas supaya racun ditubuhmu menghilang sepenuhnya, kalau sekarang racunnya masih belum sepenuhnya hilang dari tubuhmu" ucap Dela.


"Hah kok gitu sih aneh banget" ucap Hermione.


"Memang itu obatnya" ucap Drew. Hermione mengerjapkan matanya berkali-kali merasakan sakit lagi.


"Kenapa?" tanya Andre.


"Tuh kan kamu bohong" ucap Dimas. Para iblis saling pandang. Hermione mencengkeram sprai menahan sakit.


"Dara mana yang sakit? Bilang jangan ditutupi kalau sakit" ucap Dimas melepaskan cengkeraman Hermione disprai lalu menggenggam tangan Hermione.


"Lakukanlah kami akan pergi" ucap Evan lalu para iblis itu menghilang menyisakan Hermione dan Dimas diruangan itu, sebelum menghilang Andre mengunci pintunya lalu membuat ruangannya kedap suara.


"Aaa Dimas sakit" ucap Hermione. Dimas memegang dagu Hermione lalu mencium bibir Hermione lembut supaya Hermione melupakan rasa sakitnya.


"Gimana masih sakit?" tanya Dimas setelah ciumannya dilepas.


"Nggak awh sttt hehehe nggak kok" ucap Hermione.


"Bohong" ucap Dimas. Hermione tersenyum, bibirnya kembali pucat.


"Dara bibirmu pucat lagi" Dimas mengusap bibir Hermione.


"Aku tidak apa-apa" ucap Hermione matanya sangat berat untuk dibuka.


"Dara jangan tidur lagi aku mohon buka matamu" ucap Dimas. Hermione berusaha terus membuka matanya tapi semakin dipaksa matanya semakin berat.


"Mas akuhhh, aku mphhh" Dimas langsung mencium bibir Hermione dia tidak mau mendengar perkataan Hermione.


Dimas naik keatas ranjang queen size, dia memindahkan Hermione kepangkuannya lalu kembali mencium bibir Hermione. Dimas membuka perlahan kancing baju pasien rumah sakit yang digunakan Hermione tanpa melepaskan ciumannya.


"Mashhhh sakithhh" ucap Hermione saat ciumannya dilepas.


"Tahan sayang kita lakukan sebentar aja" ucap Dimas memegang pipi Hermione. Hermione tak sadarkan diri kembali, Dimas menahan tubuh Hermione.


"Yahhh Dara, Dara" Dimas menepuk pipi Hermione.


"Lakukan cepat racunnya menyebar kembali, aku dan yang lain akan mencari energi manusia untuk pemulihan kak Dara" suara Andre terdengar diruangan tersebut.


"Baiklah" ucap Dimas melihat Hermione yang pucat dia mencium leher Hermione.


***


Reno, Fadil dan Ariel dkk keluar dari rumah sakit. Saat diluar mereka melihat ada mobil ambulans yang membawa 3 jenazah remaja yang kecelakaan.


"Eh kok ada ortu Sarah dkk" ucap Sani saat melihat orang tua Sarah dkk keluar dari mobil ambulans. Mereka saling pandang sepertinya pemikiran mereka sama. Mereka lalu menghampiri mobil ambulans tersebut.


"Tante om kenapa ada disini?" tanya Ariel.


"Sarah, Wawa dan Santi kecelakaan Riel" jawab ayah Sarah.


"Jadi yang diberita itu, astaga" ucap Dani.


Tubuh Sarah dkk dikeluarkan dari mobil, wajah dan tubuh mereka dipenuhi darah.


"Astagfirullah" ucap Fadil.


"Nggak nyangka ternyata mereka" ucap Reno.


Sarah dkk dibawa menggunakan ranjang masuk kedalam rumah sakit.


"Kami kesana ya" ucap ayah Wawa.


"Iya" jawab Sani. Orang tua Sarah dkk ikut masuk kedalam sana.


"Kirain siapa ternyata Sarah dkk" ucap Dani.


"Umur gak ada yang tau" ucap Ariel.


"Pulang yok" ucap Sani.


"Ayo" balas Fadil.


Bersambung...