
Setelah beberapa jam dijalan akhirnya Hermione dan yang lainnya sampai di Bali. Hermione keluar dari mobil menggunakan kacamata hitam, dia melihat sekeliling sambil membenarkan rambutnya yang menutupi wajahnya karena terkena angin, yang lain juga ikut keluar.
"Akhirnya sampai" ucap Sani.
"Pegel aku" ucap Sarah.
"Villanya besar banget" ucap Wawa.
"Enak nih nyantai diteras depan sambil liatin pantai" ucap Santi.
"Eh iya ya" Wawa baru menyadari.
"1 kamar bisa berapa orang?" tanya Andre.
"Sendiri boleh berdua boleh bertiga juga boleh, 1 kamar muat bertiga" jawab Dimas.
"Gue sendiri" ucap Andre.
"Sebelah kamar kak Dara pastinya" batin Andre yang hanya didengar para iblis disitu.
"Aaa otak lo selalu begituan" batin Evan.
"Lo berdua dengan Ana karena bilang udah nikah jadi bisa puas mau ngapain aja, lah gue harus menyelinap kayak maling" batin Andre.
"Sabar Dre" batin Drew.
"Kasian gue sama lo Dre" batin Julio.
"Kita bertiga bareng" ucap Sani menunjuk Ariel dan Dani.
"Kita juga bareng" ucap Santi.
"Bareng Reno" ucap Fadil.
"Sendiri" ucap Dimas.
"Kita sih pasti sama pasangan kita sendirilah" ucap Julio.
"Kamar banyak kalian pilih aja yang mana dilantai 2 atau 1" ucap Dimas.
"Kamar gue paling pojok dilantai 2" ucap Hermione.
"Sebelah kamar ni orang" ucap Andre menunjuk Hermione.
"Kita belum tau seluk beluk villanya jadi mau keliling dulu liat kamarnya" ucap Wawa.
"Ayo masuk pilih kamar capek nih" ucap Sarah.
"Ayo" ucap Wawa dan Santi. Sarah dkk pergi masuk kedalam villa.
Hermione mengikat rambutnya sedikit acak-acakan menjadi kuncir kuda memperlihatkan leher putih bersihnya, dia menyimpan kacamata diatas kepalanya. Hermione melempar kunci mobil kepada Andre lalu berjalan mendekati pantai.
Evan dan yang lainnya masuk kedalam villa kecuali Andre dia mengekori kakaknya itu sebelum mengikuti Hermione Andre mengambil minuman terlebih dahulu dari dalam mobil.
Hermione berbaring dikursi santai yang disebelahnya ada payung besar supaya tak terkena sinar matahari, Andre ikut berbaring disebelah kursi yang digunakan Hermione. Keadaan pantai tidak terlalu ramai karena tengah hari.
"Minum" ucap Andre setelah menyimpan beberapa minuman dimeja bundar diantara kursi mereka berdua lalu kembali berbaring, Hermione mengambil 1 kaleng soda membukanya lalu meminumnya.
"Rasanya tenang kalau diam disini sambil liat ombak laut" ucap Andre yang melihat jauh kearah laut.
"Iya" sahut Hermione. Andre langsung duduk kakinya sudah menginjak pasir pantai dia melihat Hermione, Hermione heran melihat Andre dia ikut duduk, mereka saling berhadapan dan saling pandang.
"Apalagi liatin kakak hati tuh tenang banget" ucap Andre tersenyum.
"Emang kamu ada masalah apa?" tanya Hermione.
"Nggak ada masalah kalau sekarang" ucap Andre.
"Berarti nanti ada" ucap Hermione.
"Ntahlah tapi pasti adalah gak mungkin gak ada" ucap Andre.
"Masalah terbesar dalam hidup aku saat liat kakak sama cowok lain dan mesra apalagi kalau kakak suka sama cowoknya beh masalah banget itu" ucap Andre, Hermione tersenyum dia lalu mengusap pipi Andre.
"Aku sayang kakak" ucap Andre memegang tangan Hermione yang ada dipipinya.
"Kakak juga sayang Andre" balas Hermione.
"Aku cinta kakak" ucap Andre.
"Kakak juga cinta Andre" balas Hermione tersenyum manis.
"Tapi kita gak bisa bersatu kak" ucap Andre.
"Tapi kita bisa bersamakan" ucap Hermione.
"Janji sama aku kakak gak bakal tinggalin aku" Andre menunjukkan jari kelingkingnya, Hermione langsung mengaitkan kelingkingnya.
"Kakak janji gak akan tinggalin Andre sampai kapanpun" ucap Hermione menatap mata Andre.
"Kapanpun" ucap Andre seperti bertanya.
"Kapanpun" sahut Hermione, Andre langsung memeluk Hermione.
"Andre juga gak akan tinggalin kakak" ucap Andre, Hermione membalas pelukan Andre.
Para sahabat iblis mereka yang ada divilla balkon kamar Evan dan Iliana melihat dan mendengar itu semua, jika dengan manusia biasa itu tak akan terdengar dan terlihat karena mereka sangat jauh tapi bagi mereka yang iblis ini terlihat dan terdengar jelas jika mereka ingin melihat dan mendengarnya jika tidak mau yasudah.
"Kita semua akan selalu bersama sampai kapanpun" ucap Evan yang ada ditengah-tengah, mereka semua saling merangkul pundak.
"Kapanpun" sahut Julio, Drew, Iliana, Mona dan Dela.
"Sekali lagi kita semua akan selalu bersama sampai" ucap Evan dengan suara sedikit berteriak.
"KAPANPUN" teriak mereka semua kompak, Hermione dan Andre ikut berteriak juga.
Evan dan yang lain saling pandang dan tersenyum lalu mereka melihat kearah Hermione dan Andre yang tersenyum kearah mereka semua walaupun jauh tapi dengan mata ibis mereka itu terlihat sangat jelas.
Andre lalu melihat kearah Hermione yang ada dihadapannya, Hermione ikut melihat Andre pandangan mereka berdua terkunci.
"Apa selama ini aku mencintai adikku sendiri, perasaanku masih sama seperti dulu saat pertama kali merasakan sentuhan Andre, sebelum kejadian itu aku tak seperti ini tapi setelah kejadian dimana Andre mengambil apa yang selama ini aku jaga perasaan aku berubah drastis" batin Hermione yang tak didengar siapapun bahkan para iblis sekalipun.
"Aku mencintaimu kak" ucap Andre pelan, Hermione hanya tersenyum. Andre mendekat kewajah Hermione lalu mencium bibir Hermione lembut, Hermione membalas ciuman Andre.
"Andre adalah adikku satu-satunya yang mencintaiku kakak kandungnya sendiri, Dimas adalah manusia yang mencintaiku apa adanya dia bahkan tak peduli jika aku adalah seorang iblis, Reno dan Ariel sama seperti Dimas manusia yang mencintaiku tapi apa mereka akan terima aku jika mengetahui kalau aku ini iblis, aku menebaknya kalian tak akan menerimaku seperti Dimas. Evan, Julio dan Drew adalah sahabat iblis laki-laki yang paling dekat denganku tanpa melihat kedudukanku sebagai ratu iblis dineraka mereka menerima aku dari aku dulu yang selalu membuat kesalahan sampai menjadi ratu iblis yang sama sekali tak pernah membuat kesalahan sedikitpun itu semua berkat dukungan mereka, dukungan Iliana, Mona dan Dela juga apalagi Andre dia selalu mendukung aku sampai sekarang" batin Hermione yang hanya diketahui olehnya saja.
Tangan Andre meraba tubuh Hermione tanpa melepaskan ciumannya. Evan dan yang lainnya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Hermione dan Andre.
Rasa aman dan damai yang mereka rasakan disana bisa sedikit melupakan masalah tentang musuh iblis mereka, villanya sudah dipasang pagar gaib yang tak akan bisa ditembus oleh siluman seperti Phoenix ayah Hermione dan Andre.
Andre mengangkat tubuh Hermione, dia berbaring dengan Hermione diatas tubuhnya. Andre memeluk tubuh Hermione erat dan dibalas oleh Hermione, kepalanya dia simpan didada Andre. Para turis yang sedang melihat-lihat sambil berfoto-foto memfotokan Hermione dan Andre saat berpelukan seperti itu, mereka tersenyum melihat pasangan muda disana yang sedang romantis. Setelah itu mereka melanjutkan langkah mereka menjauhi Hermione dan Andre.
Tak terasa Hermione malah tertidur pulas diatas tubuh Andre, Andre tersenyum melihat kakaknya tertidur dia mengecup kepala Hermione beberapa kali. Dia lalu pindah posisi menjadi berdiri dengan kekuatannya, Hermione sudah berada digendongannya dia membawa Hermione hati-hati sebelum itu Andre melihat kanan kiri terlebih dahulu setelah merasa aman dia langsung melakukannya.
Bersambung...