RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kematian Anggota Klan Yin


Mereka hanya bisa menunggu Xiao Ziya pulang saja, karna mencaripun mereka tak akan menemukan gadis itu. Sedangkan saat ini kondisin Klan Yin masih sangat tegang. Xiao Ziya masih menodongkan belati, dan panatua Klan Yin tak bisa memutuskan nyawa siapa yang harus ia korbankan. Apakah nyawanya sendiri atau nyawa kedua cucu kembarnya.


"Mohon nona besar bisa mengampuni nyawa kami bertiga, saya berjanji di masa depan tak akan lagi ada masalah seperti ini." ucap Yin Migu yang memohon pada Xiao Ziya. Hai yang dilakukan panatua Klan Yin belum bisa menggerakkan hati Ziya untuk mengampuninya.


Panatua Klan Yin salah jika menganggap Xiao Ziya sama seperti gadis seusianya yang polos dan juga pemaaf. Gadis itu sering sekali tak bisa mentolerir orang orang yang mengusik hidupnya dan lebih memilih untuk memusnahkannya. Walau terdengar sangat kejam bukankah itu adalah hukum alam. Lagipula itu salah mereka sendiri yang berani beraninya mengusik Xiao Ziya.


"Aku tidak pernah percaya dengan ucapan rubah tua sepertimu, aku sangat yakin dimasa depan kau dan kedua cucumu akan membuat masalah yang lebih besar." ucap Xiao Ziya yang menebaknya dengan sangat tepat.


Waktu Xiao Ziya benar benar terbuang sia sia hanya untuk bernegosiasi dengan panatua Klan Yin. Dan kini ia harus segera mengakhirinya agar Ziya bisa cepat kembali ke istana kekaisaran dan tidur.


Xiao Ziya mengibaskan tangannya, tiba tiba tubuh panatua Klan Yin terbelah menjadi dua. Panatua Klan Yin benar benar berakhir hari ini. Dan kematiannya membuat semua anggota Klan Yin yang menyaksikannya terkejut.


"Apa yang kau lakukan pada nenekku, beraninya kau membunuh panatua Klan Yin yang begitu dihormati." triak Yin Zinxi yang merasa marah karna Xiao Ziya dengan sadis membunuh neneknya dengan sangat sadis.


"Terlalu banyak omong kosong." ucap Xiao Ziya yang langsung menancapkan belati itu tepat di leher Yin Zinxi. Pemuda itu merasa sangat kesakitan. Dia ingin berbicara namun pita suaranya tertusuk belati Xiao Ziya.


"Ini benar benar sangat kejam, bukankah lebih baik dibunuh saja daripada di siksa seperti itu." ucap Yin Quren yang merupakan ketua ke empat Klan Yin. Dia merasa sangat kasihan pada Yin Zinxi, walau pemuda itu salah namun siksaan dari Xiao Ziya benar benar kejam.


Darah mulai keluar dari leher Yin Zinxi, bahkan setiap kali pemuda itu ingin berbicara darah menyembur dari celah celah belati yang masih tertancap dilehernya itu.


"Lainkali jika ada anggota Klan Yin yang memprovokasiku, nasib kalian akan lebih menyedihkan dari dia." ucap Xiao Ziya sambil menunjuk ke arah Yin Zinxi yang sangat kesakitan. Karna merasa sedikit tidak tega akhirnya Xiao Ziya langsung membunuh pemuda itu dan mengakhiri penderitaanya.


Semua yang ada di sana jelas melihat betapa kejamnya Xiao Ziya, gadis itu terlihat seperti pembunuh berdarah dingin. Para pangeran yang melihat itu juga merasa tak percaya. Xiao Ziya yang biasanya tersenyum dengan manis itu biss membunuh orang lain tanpa perasaan bersalah.


"Kami tak akan berani menyinggung Klan Xiao lagi, jika hal itu terjadi kami siap keluar dari wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap Yin Wungzo yang mewakili anggota Klannya.


Karna merasa urusannya di Klan Yin sudah selesai, Xiao Ziya langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun lagi.


"Ingat, jangan pernah menyinggung gadis itu dan orang orang yang dekat dengannya, jika tidak Klan Yin kita akan berakhir. Apakah kalian semua mengerti!!!." triak Yin Wungzo pada anggota Klan Yin yang lain agar tak melakukan hal yang sama.


"Siap kami akan mendengarkan perintah pemimpin." ucap mereka secara serempak yang mengikuti perintah dari pemimpin klan mereka.


"Urus kedua mayat ini." ucap Yin Wungzo lagi, kemudian ia meninggalkan ruangan itu.


Ditempat lain, Xiao Ziya sudah hampir sampai di istana kekaisaran. Namun karna Ziya merasa lapar, akhirnya Xiao Ziya mampir kesebuah kedai yang menjual mie.


"Paman aku pesan semangkuk mie ditambah daging dan juga satu gelas air putih." ucap Xiao Ziya yang memesan makanannya. Seorang pria yang merupakan pelayan dari kedai itupun segera membuatkan pesanan Xiao Ziya.


Saat Xiao Ziya melihat kesekeliling kedai itu Ziya menemukan seseorang yang familiar. Entah Xiao Ziya merasa pernah bertemu dengan pemuda yang ada di meja pelanggan sebelah kanan Ziya.


"Mengapa wajahnya terasa tak asing." gumang Xiao Ziya yang berusaha untuk mengingat ingat. Dan akhirnya Xiao Ziya ingat, pemuda itu bernama Lian yang pernah ia lindungi saat seleksi murid baru Akademi Kekaisaran. Lian yang merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannyapun langsung menoleh.


Saat melihat Xiao Ziya, Lian terlihat sangat senang. Karna setelah acara seleksi pemilihan murid baru Akademi Kekaisaran berakhir, Lian mencari Xiao Ziya untuk mengucapkan trimakasih namun ia tak dapat menemukannya.


"Nona Ziya, anda ada di sini." ucap Lian yang langsung menghampiri Xiao Ziya.


"Bolehkah aku bergabung denganmu di sini nona?." tanya Lian yang ingin satu meja dengan Xiao Ziya, dan gadis itu mengiyakan permintaan Lian.


Pesanan Xiao Ziyapun datang begitupula dengan pesanan Lian. Akhirnya mereka makan bersama, Xiao Ziya tampak sangat lahap. Mungkin ia masih kelaparan karna makan malamnya yang terganggu tadi.


"Sekarang apa yang kau lakukan? apa sudah menemukan akademi atau sekte lain yang ingin kau jadikan tempat belajar ilmu beladiri?" tanya Xiao Ziya pada Lian. Xiao Ziya tau bakat pemuda yang ada dihadapannya sangat baik namun nasibnya saja yang buruk.


"Aku tak memiliki biyaya untuk melakukan hal itu." jawab Lian dengan guratan sedih di wajahnya.


"Kalau begitu jadilah murid dari Klan Xiao, setelah ini ikutlah denganku untuk bertemu ketua klan." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa melihat Lian yang tersedak mie akibat ucapan Xiao Ziya.


"Apakah nona Ziya sedang bercanda." ucap Lian yang masih belum bisa percaya dengan apa yang dia dengar tadi.


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?." tanya Xiao Ziya dengan wajah serius. Lian yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya dan meminta maaf pada Xiao Ziya karna sudah tak percaya dengan niat baik gadis itu.


"Mari ikut denganku sekarang." ucap Xiao Ziya yang meninggalkan dua koin emas di atas meja makannya. Sebenarnya makanan yang Xiao Ziya pesan tak sampai seharga satu koin emas. Melihat koin emas yang ditinggalkan Ziya membuat sang pelayan mengucapkan terimakasih.


Saat ini Xiao Ziya dan Lian sudah sampai di depan gerbang istana kekaisaran. Lian bingung, bukankah Xiao Ziya menawarkannya untuk menjadi murid Klan Xiao? lantas mengapa ia malah dibawa ke istana.


"Hormat kami pada nona besar." ucap para penjaga gerbang sambil menundukkan kepalanya.


Lian benar benar tak tau hal apa yang sudah ia lewatkan? bagaimana bisa Xiao Ziya menjadi nona besar, mungkin Lian belum mendengar kabar tentang kekalahan pihak kekaisaran atas peperangan dengan Klan Xiao.


"Ikuti saja aku, nanti kau juga akan mengerti." ucap Xiao Ziya yang masih terus berjalan diikuti Lian dibelakangnya. Akhirnya Xiao Ziya sampai di depan ruangan milik Xiao Ciyun, pemimpin Klan Xiao.


Tok tok tok


Suara pintu ruangan Xiao Ciyun yang diketuk. Xiao Ciyunpun dengan segera membuka pintu. Dan alangkah terkejutnya ia karna yang datang adalah Xiao Ziya dengan seorang pemuda yang tidak dikenal.


"Silahkan masuk nona Ziya, ada keperluan apa hingga nona datang menemui saya selarut ini." tanya Xiao Ciyun yang ingin tau maksud dan tujuan Ziya.


"Aku tak akan lama jadi di luar saja, aku hanya ingin menyampaikan bahwa mulai sekarang temanku ini akan menjadi murid Klan Xiao. Apakah pemimpin klan setuju?." tanya Xiao Ziya pada Xiao Cunyu.


"Tentu saya setuju, teman nona bisa mulai belajar di Klan besok, dan teman nona juga bisa tinggal di sana." ucap Xiao Ciyun yang tak berani menolak keinginan Xiao Ziya.


"Trimakasih paman Ciyun, aku dan temanku pamit terlebih dahulu. Maaf sudah menggangu waktu istirahat anda." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik tangan Liyan untuk pergi.


**Hai hai semua makasih udah setia nunggu updateanku. Jangan bosen bosen mampir ke novelku ya.


Jangan lupa vote, komen, like , rate, dan share ya.


Love You Guys**