RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membutuhkan Izin Masuk


Setelah pertarungan itu selesai dan di menangkan oleh Xiao Ziya semua orang yang berkumpul di sana kembali ke tempat mereka masing masing, Yie Gu mengantar Xiao Ziya menuju kamarnya ia ingin membicarakan tentang adik laki laki Ziya yang di culik oleh Raja Anling Zee. Sedangkan di sisi lain Yie Laingfu membawa putra pertamanya ke ruang perawatan untuk diobati, ia harus mendidik anak anaknya dengan lebih keras lagi agar mereka bisa bersikap lebih baik ke depannya.


"Ini salahku karna tak bisa mendidik mereka dengan benar, untung saja gadis itu memberi muka pada ayah sehingga membatalkan niatnya untuk membunuh Yie Junghwa." ucap Yie Laingfu dengan perasaan lega, niat membunuh yang keponakannya keluarkan itu bukanlah omong kosong belaka. Seandainya keponakan perempuannya tak bisa mengontrol emosi mungkin semua berakhir dengan pemakaman yang tragis.


Setelah di obati oleh tabib yang bekerja untuk Klan Yuang Yie kondisi Yie Junghwa mulai membaik, sang tabib mengatakan pemuda itu mengalami luka dalam yang cukup serius dan membutuhkan tanaman obat khusus untuk penyembuhan lebih lanjut.


"Jika saya boleh tau tanaman obat apa yang perlu dipersiapkan?." tanya Yie Laingfu, ia akan mengusahakan apapun demi kesembuhan putranya.


"Bunga Kristal biru sangat sulit di temukan di wilayah ini, anda perlu pergi ke dunia para peri untuk mendapatkannya. Satu hal yang perlu anda ingat bahwa peri sangat sulit menerima orang luar masuk ke wilayah kekuasaan mereka." ucap sang tabib dengan wajah pasrah. Jika bunga kristal biru tak didapatkan maka Yie Junghwa tak akan pernah bisa melanjutkan kultivasinya.


"Bukankah putra saya hanya terkena satu pukulan saja?." tanya Yie Laingfu yang tak mengerti mengapa ia memerlukan tanaman langka seperti itu untuk penyembuhan putranya.


"Kondisi putra anda memang sudah membaik, namun ada sebuah retakan di titik dantiannya. Satu pukulan telak dari orang hebat bisa menyebabkan kondisi kritis seperti ini, sebaiknya putra anda tak menyinggung orang itu di masa depan." ucap sang tabib yang memberikan nasehat pada Yie Laingfu.


"Putra saya terlahir di dunia manusia abadi dia tak akan mati hanya dengan satu pukulan, bukankah begitu?." tanya Yie Laingfu yang belum memahami bagaimana kondisi saat ini.


"Putra anda memang tak bisa mati sepenuhnya namun saya yakin orang yang membuat luka pada putra anda dapat membuatnya mati suri atau bisa di bilang kelumpuhan total." ucap sang tabib, ia menganalisa bahwa orang yang memukul putra pertama dari Yie Laingfu memiliki kekuatan dan energi qi yang sangat besar. Di masa depan orang itu akan menjadi pemimpin yang tak terkalahkan.


"Seorang gadis bisa melakukan hal semengerikan ini." ucap Yie Laingfu dengan wajah pasrah, tak banyak hal yang bisaa ia lakukan untuk menyelamatkan putranya.


"Seorang gadis?." ucap sang tabib dengan ekspresi terkejut, bagaimana bisa seorang anak perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa hebat?.


"Dia adalah putri dari kakak perempuan saya dengan seorang pria dari dunia bawah, gadis itu baru datang malam tadi." ucap Yie Laingfu, ia memberi sedikit penjelasan pada sang tabib.


"Apa yang gadis itu katakan setelah membuat putra anda terluka seperti ini?." tanya sang tabib lagi.


"Dia mengatakan agar saya bisa mendidik anak anak saya dengan lebih baik lagi." ucap Yie Laingfu dengan heran mengapa tabib menanyakan hal yang tak penting seperti itu.


"Pergilah menemui gadis itu, kemungkinan besar ia bisa membantu anda mendapatkan bunga kristal biru." ucap sang tabib penuh dengan harapan, gadis itu masih memiliki sisi baik untuk membiarkan pemuda yang ia lukai untuk tetap hidup.


Tanpa bertanya apapun Yie Laingfu langsung pergi mencari Xiao Ziya, jika yang dikatakan oleh tabib adalah sebuah kebenaran maka nyawa dan masa depan putranya terselamatkan.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan kakeknya sedang berada di dalam kamar milik Ziya, mereka tengah membahas penculikan Zoe beberapa waktu yang lalu.


"Kakek tau siapa pelaku penculikan itu?." tanya Xiao Ziya, ia akan sangat senang jika sang kakek memiliki informasi yang ia butuhkan. Zoe harus segera di selamatkan karna banyak kemungkinan yang akan terjadi jika gadis itu menunda nunda terlalu lama.


"Menurut informasi yang kakek dapat, beberapa hari yang lalu Raja Anling Zee meminta jenderal jenderalnya untuk datang ke dunia bawah dan menyerang sebuah wilayah. Setelah kembali mereka membawa seorang anak laki laki untuk dijadikan sandera." ucap Yie Gu dengan jujur tanpa menutupi apapun dari cucunya itu.


"Raja Anling Zee? apakah dia ayah tiri saya?." tanya Xiao Ziya dengan kebingungan.


"Bukan dia bukan ayah tiri mu. Raja Anling Zee adalah raja dari Kerajaan Bulan sedangkan ayah tiri mu adalah Raja dari Kerajaan Bintang Barat." ucap Yie Gu.


"Lalu mengapa Raja Anling Zee memusuhi saya dan menculik Zoe?." tanya Xiao Ziya yang semakin bingung, ia tak pernah membuat masalah dengan Raja Anling Zee mengapa pria itu memprovokasinya terlebih dahulu.


"Kemungkinan besar Raja Anling Zee menganggap mi sebagai penghalang baginya untuk meruntuhkan Kerajaan Bintang Barat. Raja Anling Zee adalah musuh dari ayah tiri mu, jadi ia beranggapan bahwa kau akan membantu ayah tiri mu saat peperangan antara keduanya berlangsung." ucap Yie Gu, ia menjelaskan secara rinci tentang permusuhan yang terjadi antara kedua belah pihak.


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya sebagai pertanda ia paham dengan semua penjelasan sang kakek, malam ini Xiao Ziya akan beristirahat sebentar kemudian pergi menuju Kerajaan Bulan untuk menyelamatkan adik laki lakinya.


"Sebelum kau memutuskan sesuatu coba pikirkan lagi, melawan Raja Anling Zee bukanlah pilihan yang baik." ucap Yie Gu, ia sangat khawatir dengan keselamatan cucunya itu. Sebagai salah satu pemimpin di dunia manusia abadi, Raja Anling Zee memiliki kekuatan yang mengerikan ia bisa membunuh musuhnya dengan tatapan mata saja.


"Saya akan menyematkan Zoe bagaimanapun caranya." ucap Xiao Ziya dengan tekad bulat.


Yie Gu tak bisa melakukan apa apa jika cucunya sudah memiliki keyakinan yang sangat kuat seperti itu, ia hanya berharap agar Xiao Ziya lebih berhati hati saat berhadapan dengan Raja Anling Zee. Karna hari sudah sangat malam Yie Gu keluar dari kamar cucunya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri, setelah Yie Gu keluar kini Yie Laingfu yang masuk kedalam kamar Xiao Ziya untuk meminta tanaman obat yang ia butuhkan.


"Selamat malam keponakanku, maaf paman datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." ucap Yie Laingfu dengan menundukkan kepala, ia bingung harus mengatakan apa ketika berada di hadapan Xiao Ziya.


"Ada apa paman menemui saya malam malam seperti ini?." tanya Xiao Ziya dengan santai dan ekspresi yang biasa biasa saja seperti tak terjadi apapun sebelumnya.


"Paman ingin meminta tolong padamu." ucap Yie Laingfu dengan ragu ragu, ia berfikir bagaimana jika keponakannya itu menolak untuk membantunya mendapatkan bunga kristal biru.


"Membantu paman melakukan apa? ah, paman ingin mendapatkan bunga kristal biru." ucap Xiao Ziya yang langsung tau maksud kedatangan sang paman. Karna Xiao Ziya yang memberikan luka pada Yie Junghwa jadi ia tau tanaman apa saja yang diperlukan untuk menyembuhkan pemuda itu.


"Bagaimana kau bisa tau?." tanya Yie Laingfu dengan tatapan terkejut, mungkinkah semua ini sudah direncanakan sejak gadis itu menantang putranya untuk bertarung. Jika ia tak Xiao Ziya sekuat ini pasti ia tak akan membiarkan putranya bertarung dengan gadis itu.


"Tentu saya tau karna saya yang membuatnya terluka." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring khas miliknya.


"Tolong bantu paman untuk mendapatkan bunga itu." ucap Yie Laingfu.


"Pergi ke dunia peri bukanlah hal mudah, akan tetapi bunga kristal biru bukan hal sulit untuk di dapat. Apa yang akan saya peroleh jika saya memberikan bunga kristal biru pada anda?." tanya Xiao Ziya dengan serius, meskipun pria itu adalah pamannya sendiri Xiao Ziya tak akan membiarkan semua masalah berlalu dengan mudah.


"Saya akan berikan anda semua harta yang saya miliki." ucap Yie Laingfu dengan penuh semangat, ia akan berikan semua harta miliknya demi kesembuhan Yie Junghwa.


"Saya sudah sanga kaya dan tak memerlukan hal itu, tawarkan hal lain." ucap Xiao Ziya dengan tegas, perkataan gadis itu membuat Yie Laingfu tak bisa mengatakan apapun lagi. Baru kali ini Yie Laingfu bertemu dengan gadis seperti Xiao Ziya yang mengakui bahwa dirinya sendiri sudah sangat kaya.


"Apa yang bisa saya berikan pada anda?." tanya Yie Laingfu dengan kebingungan.


"Sebuah bantuan, mari membuat kesepakatan dengan saya maka kesembuhan putra anda akan menjadi sebuah kepastian." ucap Xiao Ziya dengan sungguh sungguh, ia akan membantu pamannya agar putranya itu sembuh sepenuhnya.


"Baik saya akan membuat kesepakatan dengan anda selama anda bisa menyembuhkan putra saya." ucap Yie Laingfu dengan penuh semangat, kini ia tak perlu mengkhawatirkan kesembuhan Yie Junghwa.


"Pergi dan cari tau dimana Raja Anling Zee menyekap seorang anak laki laki yang ia tahan beberapa hari lalu, jangan kembali jika belum menemukan informasi apapun." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan nada bicara tegas tanpa bantahan.


"Baik saya akan menemukan informasi itu dengan cepat, saya pergi dulu." ucap Yie Laingfu, ia langsung bergegas menuju Kerajaan Bulan untuk mencari informasi. Jarak antara Kerajaan Bulan dan Klan Yuang Yie tak terlalu jauh mungkin memakan waktu satu hari dengan berjalan kaki dan enam jam jika menggunakan teknik meringankan tubuh.


Setelah sang paman pergi Xiao Ziya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, gadis itu memejamkan mata dan mulai terlelap dalam tidurnya. Di tempat lain tepatnya Kerajaan Neraka, Raja Artur sedang mengerjakan beberapa tugas yang menumpuk di atas meja hingga seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Masuklah." ucap Raja Artur dengan nada dingin, ia sangat sibuk dan ada orang yang menggangu.


"Maaf membuat Yang Mulia Raja terganggu, saya datang untuk melapor bahwa junjungan muda sudah pergi ke Dunia Manusia Abadi." ucap salah seorang Jenderal Neraka yang ditugaskan untuk mengawasi Xiao Ziya selama di Dunia Semesta Tingkat Rendah.


"Penjaga gerbang masuk Wilayah Dunia Manusia Abadi meminta token sebagai pertanda bahwa saya memiliki izin dari salah satu pemimpin dari sana, karna hal itu saya kembali dan melapor pada anda." ucap Jenderal Neraka itu dengan raut wajah bersalah, ia tak bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh Rajanya.


"Baiklah kau bisa kembali sekarang, saya akan memikirkan cara lain untuk mengawasi gadis nakal itu." ucap Raja Artur, setelah jenderal itu pergi Raja Artur langsung memijat kepalanya.


"Bagaimana aku bisa menembus keamanan yang ada di sana." ucap Raja Artur, ia rasa kepalanya akan meledak jika tak menemukan sebuah cara untuk mengikuti Xiao Ziya. Ia khawatir jika malaikat kematian datang dan menghancurkan wilayah neraka jika ia gagal melindungi Xiao Ziya.


"Aku harus meminta bantuan wanita itu." ucap Raja Artur yang ingin menemui bibi dari Xiao Ziya, siapa lagi jika bukan Ratu Sihir Hitam, mungkin wanita itu memiliki token khusus untuk masuk ke wilayah Dunia Manusia Abadi.


Raja Artur segera menyelesaikan beberapa berkas penting yang ada di hadapannya itu, setelah semuanya selesai ia segera pergi menuju dunia atas untuk mencari dimana bibi dari Xiao Ziya tinggal. Butuh waktu yang lumayan lama bagi Raja Artur untuk keluar dari hutan penuh dengan monster, setelah berhasil ia langsung tiba di wilayah para penyihir hitam.


Melihat kedatangan pria asing tentu membuat para penyihir tak suka, tempat mereka tinggal bukanlah tempat orang biasa bisa masuk sesuka hati. Beberapa anggota Sekte Sihir Hitam menghadang Raja Artur, mereka membangkitkan tengkorak dari dalam tanah untuk menghadang pria itu.


"Pergilah ini bukan tempat manusia biasa seperti mu." ucap salah seorang pria dengan nada kasar, pria itu dengan berani meludah di depan Raja Artur.


"Kalian ingin mati?." tanya Raja Artur dengan emosi yang memuncak, ia baru saja datang kesana namun mendapat sambutan buruk dari penduduk setempat.


Beberapa penyihir tertawa mendengar perkataan dari Raja Artur, bagaimana mungkin pria itu bisa membunuh seorang penyihir tingkat atas seperti mereka. Lagipula wilayah ini di pimpin oleh Ratu MinXunzi yang sangat kuat jadi mereka tak perlu takut pada orang asing.


"Saya datang untuk menemui ratu kalian." ucap Raja Artur yang berhasil menekan emosinya, ia menjelaskan maksud kedatangannya.


"Kau tak layak bertemu dengan ratu kami." ucap beberapa penyihir hitam dengan nada angkuh.


Kabut berwarna hitam pekat keluar dari tubuh Raja Artur, semua tengkorak hidup yang menghalangi jalannya meleleh tanpa sebab yang jelas. Para penyihir mulai panik, mereka bingung mengapa manusia biasa seperti itu memiliki kekuatan yang mengerikan.


Ratu Min Xunzi saat ini sedang berada di tempat latihan para penyihir muda, ia ingin melihat bagaimana perkembangan generasi sekarang. Saat sang ratu sedang serius dengan pelatihan tiba tiba ada beberapa penjaga yang datang dan melaporkan kekacauan.


"Hormat kami pada Yang Mulia Ratu, maaf mengganggu waktu anda. Saat ini para penyihir sedang berusaha menghadang seorang pria yang ingin menerobos masuk kedalam." ucap sang penjaga dengan wajah khawatir.


Tanpa basa basi Ratu Min Xunzi keluar dari tempat pelatihan, ia melesat ke luar kastilnya dan mencari di mana pria itu berada. Akhirnya Ratu Min Xunzi sampai, ia melihat pria yang tak asing baginya Ratu Min Xunzi terkejut melihat Raja Artur sedang melawan beberapa penyihir hitam.


"Hentikan, mengapa kalian menyerang pria itu!." triak sang ratu dengan tegas, ia tak pernah mengajarkan pengikutnya untuk sombong di hadapan orang lain.


"Dia bersikeras untuk bertemu dengan anda, namun bagaimana bisa manusia lembah sepertinya layak menemui ratu kami." ucap para penyihir hitam itu, mereka masih memandang rendah Raja Artur tanpa mengetahui status pria itu.


"Diam kalian tak tau siapa pria ini, segeralah meminta maaf." ucap Ratu Min Xunzi dengan tegas ia tak ingin terjadi peperangan antara wilayah neraka dengan wilayah para penyihir hitam. Jika peperangan itu terjadi sudah bisa dipastikan bahwa wilayah sihir hitam akan kalah.


"Kami tak ingin melakukan hal rendahan seperti itu." ucap para penyihir hitam, mereka membuang muka dan tak ingin melihat ke arah Raja Artur.


"Dia bukanlah pria biasa, dia Raja dari Alam neraka. Apakah kalian ingin sekte yang sudah ku bangun sejak lama hancur begitu saja akibat keangkuhan kalian?." ucap Ratu Min Xunzi dengan wajah pasrah, mengapa penduduk penyihir hitam memiliki temperamen dan sikap yang buruk.


Para penyihir hitam yang sempat menghina dan menyerang Raja Artur diam mematung, mereka tak bisa mengatakan apapun lagi. Ternyata pria yang mereka anggap sebagai pria biasa merupakan Raja dari Alam Neraka, akhirnya para penyihir itu berjalan mendekat ke arah Raja Artur dan meminta maaf.


"Maaf karna telah menghina anda, kami siap mendapat hukuman yang setimpal asal anda tak menghancurkan sekte ini." ucap para penyihir hitam, mereka menyingkirkan keegoisan dan kesombongan agar permintaan maaf itu di terima.


"Baiklah kalian bisa berdiri sekarang, berdirilah di sini dengan satu kaki hingga utusan saya dan ratu kalian selesai." ucap Raja Artur, ia memberikan hukuman ringan pada para penyihir tak tau diri itu.


Ratu Min Xunzi mengajak Raja Artur untuk masuk kedalam Kastilnya, sang ratu ingin tau mengapa orang seperti Raja Artur datang menemuinya saat malam malam seperti ini.


"Ada keperluan apa anda mencari saya?." tanya Ratu Min Xunzi dengan raut wajah serius.


"Anda kenal dengan Tuan malaikat kematian?." tanya Raja Artur dengan tatapan penuh selidik. Jika pria yang pernah menemuinya adalah paman dari Xiao Ziya, besar kemungkinan wanita yang ada di hadapannya ini adalah adik dari sang malaikat kematian.


Ratu Min Xunzi diam beberapa saat, ia menatap ke arah Raja Artur dengan tatapan bingung. Bagaimana bisa pria itu kenal dengan kakak laki lakinya? apakah Lee Brian pernah menemui Raja Artur?.


"Ah maksud anda Lee Brian Gege?." ucap Ratu Min Xunzi dengan santai.


"Ternyata benar kalian memiliki hubungan darah, hah sungguh hubungan yang membingungkan." ucap Raja Artur yang tak memahami silsilah keluarga dari Xiao Ziya.


"Ya pria itu berhasil melampaui banyak orang dan menjadi malaikat kematian, berkatnya orang orang yang dahulu memandang rendah kami mulai memberikan wajah." ucap Ratu Min Xunzi, ia ingat bagaimana usaha dari Lee Brian selama ini untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang.


"Singkat saja saya datang untuk meminta bantuan mu." ucap Raja Artur tanpa basa basi lagi.


"Katakan bantuan seperti apa yang kau inginkan?." ucap Ratu Min Xunzi, mengapa seorang Raja dari alam neraka memerlukan bantuannya?.


"Saya ingin pergi ke dunia Manusia Abadi, tentu anda sudah tau beberapa persyaratan agar bisa masuk kesana." ucap Raja Artur secara terang terangan.


Ratu Min Xunzi menganggukkan kepalanya faham, wanita itu meminta Raja Artur untuk menunggu sebentar di ruangan itu. Ratu Min Xunzi pergi menuju kamarnya, ia membuka sebuah laci dan mengambil token berwarna perak dengan ukiran khusus setelah itu ia kembali menghampiri Raja Artur.


"Silahkan ambil ini." ucap Ratu Min Xunzi, ia menyerahkan token itu pada Raja Artur.


"Terimakasih, saya akan menjaga keponakan anda dengan baik." ucap Raja Artur dengan raut wajah lega.


"Sepertinya Kamilah yang membutuhkan bantuan anda, terimakasih telah menerima kehadiran keponakan saya. Tanpa bantuan dari anda mungkin kepingan jiwa dari Xiao Ziya tak akan pernah bersatu." ucap Ratu Min Xunzi dengan air mata yang menetes.


Raja Artur pamit karna masih ada beberapa berkas yang harus ia selesaikan agar bisa pergi ke Dunia Manusia Abadi dengan tenang. Di tempat lain Yie Laingfu sudah sampai di wilayah kekuasaan Kerajaan Bulan, pria itu masuk ke sebuah kedai dan mendengar pembicaraan beberapa orang.


"Apakah kau sudah mendengar bahwa Putri Jifana membawa tawanan sang raja kabur dari Istana?." ucap salah seorang pengunjung kedai, Yie Laingfu keheranan mendengar berita itu. Mengapa Putri Jifana mau membantu tawanan dari ayahnya? bukankah itu tindakan yang sangat berbahaya. Bagaimana jika Raja Anling Zee membunuh putrinya sendiri karna di anggap sebagai pemberontak kerajaan?.


"Itu bukan hal yang mengejutkan, Putri Jifana memiliki sifat yang sangat baik jauh berbeda dari Raja Anling Zee." jawab pengunjung lain yang ada di kedai itu.


"Kira kira kemana sang putri membawa tawanan itu pergi?." ucap pengunjung lain yang merasa penasaran.


"Kesebuah tempat yang tak akan pernah di datangi oleh Raja Anling Zee tentunya." ucap salah seorang pengunjung dengan tatapan mencurigakan, Yie Laingfu menatap ke arah pengunjung itu sepertinya ia akan mendapat informasi yang bagus.


Hai hai semua aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan ujan ujanan ya guys biar ga pilek. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.