
Pria bernama Lee Brian itu mengajak Xiao Ziya untuk berjalan jalan di villa tua miliknya, mereka sampai di sebuah ruangan yang pria itu gunakan sebagai gudang. Disana ada tumpukan berbagai jenis spirit stone, senjata dengan tingkatan yang tak bisa di baca, dan berlian yang sangat banyak. Xiao Ziya menatap ke arah Lee Brian mengapa pria itu mengajaknya kesini?.
"Ini semua adalah milikmu, ambillah." ucap Lee Brian yang membuat Xiao Ziya kebingungan bagaimana bisa semua harta itu menjadi miliknya??.
"Ini semua milikku? bagaimana bisa menjadi milikku?." ucap Xiao Ziya yang kebingungan. Harta yang ada di cincin semesta dan cincin penguasa mutlaknya saja sudah sangat banyak hingga ia bingung bagaimana cara menghabiskannya. Lalu pria yang ada di sampingnya itu ingin menambahnya lagi?.
"Saya tak menerima penolakan." ucap Lee Brian yang memaksa Xiao Ziya untuk mengambil semua yang ada di gudang itu.
Dengan terpaksa Xiao Ziya memasukkan semua harta itu kedalam cincin penguasa mutlak miliknya, di dalam cincin semesta sudah terlalu banyak gunungan koin emas yang bercampur dengan banyak hal lainnya. Setelah selesai mengosongkan gudang itu Lee Brian mengajak Xiao Ziya keruangan lain yang berisi tamaman tamaman langka yang bahkan tak tumbuh di wilayah peri, wilayah neraka, wilayah dewa. Seperti sebelumnya Lee Brian meminta Xiao Ziya untuk mengambil semua tanaman berharga itu. Hah Xiao Ziya sangat kelelahan mengambil semua barang barang berharga yang diberikan oleh Lee Brian.
"Paman cukup paman saya sudah lelah mengambil semua ini." ucap Xiao Ziya yang sudah mengisi cincin penguasa mutlaknya dengan banyak hal.
"Baiklah baiklah, sekarang kau istirahatlah pasti kau sangat lelah." ucap Lee Brian yang mengantarkan Xiao Ziya kesebuah kamar yang sangat mewah. Xiao Ziya membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sangat empuk sama dengan tempat tidurnya di zaman moderen dulu.
"Hah disini sangat nyaman." ucap Xiao Ziya yang memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.
Sedangkan Lee Brian saat ini sedang berada di ruangan khususnya, sebuah ruangan tersembunyi yang bahkan Xiao Ziya tak akan bisa masuk kesana tanpa izin dari pria itu.
"Putrimu tumbuh dengan baik, kau tenang saja aku pasti akan mengawalnya hingga ia bisa bertemu denganmu. Ini adalah bentuk dari tanggung jawabku yang telah memisahkanmu dari putri terkasihmu." ucap Lee Brian yang menatap sebuah lukisan wanita yang sangat cantik, wanita itu sangat mirip dengan Xiao Ziya. Lalu apa hubungannya Lee Brian dengan berpisahnya Xiao Ziya dengan ibunya? mengapa ia yang bertanggung jawab atas terpisahnya ibu dan putrinya itu.
Di dalam hutan penyihir hitam suasananya sangat sunyi para penjaga hutan terlihat sedang sibuk menjaga wilayah mereka masing masing. Mereka sengaja membuka jalan untuk Xiao Ziya agar gadis itu sampai di villa lebih cepat karna mereka merasakan aura kegelapan yang samar samar dari tubuh gadis itu.
"Untunglah kita tak menghalangi jalan gadis itu." ucap seekor serigala iblis yang sedang berjaga di luar villa.
"Sepertinya dia ada hubungannya dengan tuan kita." jawab seekor harimau salju yang menjaga paviliun itu juga.
Hari telah berganti, empat orang yang setia menunggu Xiao Ziya dari Hutan penyihir hitam merasa sangat khawatir karna sudah lebih dari sehari gadia itu ada di dalam sana dan mereka tak bisa melihat apapun yang sedang terjadi. Raja Artur yang berusaha untuk memecahkan pembatasnya saja merasa sangat kewalahan, ia belum tau siapa pemilik hutan penyihir hitam itu yang ia tau siapapun pemiliknya jelas kedudukannya lebih tinggi dari Raja Artur.
"Sejak kapan hutan penyihir hitam ini ada di sini." ucap Raja Artur yang merasa sangat kesal karna tak bisa menyelamatkan gadis nakal kesayangannya.
"Entahlah hutan ini sudah ada sejak lama." ucap Ratu Rexuca yang juga tak mengetahui kapan hutan itu muncul di wilayah peri.
"Apa tak ada cara lain untuk masuk kedalam sana, bagaimana jika sesuatu terjadi pada nona Ziya." ucap Raja Richal yang sangat ingin masuk kedalam.
"Semoga takdir berpihak padamu gadis nakal." ucap Raja Artur yang tak bisa melakukan apapun.
Sebagai raja dari neraka ia merasa sangat tak berguna karna tak bisa menyelamatkan pewaris tahtanya, jika sesuatu terjadi pada Xiao Ziya ia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri. Ini kedua kalinya Raja Artur merasa sepasrah ini yang pertama saat kerajaannya hancur beberapa ratus tahun yang lalu namun ia berhasil bangkit lagi dan menjadi lebih kuat daripada sebelumnya, dan yang kedua adalah saat ini, ia merasa sangat tak berguna karna tak bisa masuk ke dalam hutan penyihir hitam hanya untuk menyelamatkan Xiao Ziya.
"Sudahlah ini juga salah kami yang tak mampu mencehahnya untuk masuk kesana." ucap Raja Richal yang mengerti bahwa saat ini Raja Artur sedang merasa sedih karna tak bisa berbuat apapun.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah terbangun dari tidur nyenyaknya. Gadis itu tengah mencari Lee Brian yang tak bisa ia temukan di dalam villa tua yang ia tempati. Akhirnya Xiao Ziya keluar dari villa untuk mencari pria itu, saat membuka pintu ada seekor srigala iblis dan harimau salju yang menyambutnya dengan ramah.
"Selamat pagi nona muda, apa yany sedang anda cari hingga keluar dari villa?." tanya harimau salju yang ditugaskan untuk mengawal Xiao Ziya saat keluar dari villa.
"Apa kalian melihat paman Brian?." tanya Xiao Ziya yang ingin berpamitan pada Lee Brian karna ia memang harus segera kembali ke dunia bawah untuk menyelesaikan pembentukan pasukan khusus miliknya.
"Tuan Lee Brian sedang pergi sebentar, nona muda diminta untuk menunggu sebentar." ucap srigala iblis yang menatap Xiao Ziya dengan tajam karna ingin memastikan apakah gadis itu memang ada hubungannya dengan tuannya atau tidak.
"Ada yang salah denganku?." ucap Xiao Ziya yang merasa heran ketika sang srigala iblis menatapnya dengan sangat tajam.
"Tidak hanya saja saya merasa heran mengapa tuan sangat baik pada anda." ucap srigala iblis yang sebenarnya sedikit tak suka pada gadis yang ada di hadapannya.
Srigala iblis itu tersenyum licik kemudian mengantar Xiao Ziya kesuatu tempat, karna merasakan firasat yang tak enak akhirnya harimau salju mengikuti mereka secara diam diam. Benar saja srigala iblis itu mengantar Xiao Ziya ke bagian paling berbahaya di hutan penyihir hitam.
Harimau salju sangat terkejut saat rekannya itu tiba tiba menyerang Xiao Ziya.
"Hentikan apa yang kau lakukan pada nona muda." triak sang harimau salju yang merasa sangat marah pada srigala iblis itu.
"Gadis ini pasti hanya membual saja tak mungkin gadis biasa sepertinya ada hubungannya dengan tuan kita." ucap srigala iblis yang meminta agar harimau salju tak ikut campur dalam permasalahannya kali ini.
"Tenanglah paman harimau putih saya akan baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa harimau putih itu tengah khawatir padanya karna srigala iblis itu adalah binatang yang kuat di golongan binatang iblis.
Xiao Ziya membentuk pedang hitamnya dari aura membunuh yang ia miliki, Xiao Ziya menatap tajam ke arah srigala iblis yang juga menatapnya dengan tajam. Gadis itu tau untuk mendapatkan pengakuan bukanlah hal yang mudah sehingga ia harus membuktikan pada srigala iblis itu bahwa ia memang layak menjadi nona muda mereka walau Xiao Ziya tak tau apa hubungannya dengan pria yang bernama Lee Brian itu.
Srigala iblis itu mulai menyerang Xiao Ziya dengan jurus jurus kuat miliknya, Xiao Ziya bertahan dan menyerang balik srigala iblis itu. Kekuatan srigala iblis lebih kuat daripada banteng hitam besar yang Xiao Ziya temu sebelumnya.
"Hah ternyata kau masih bisa bertahan hingga sekarang." ucap srigala iblis yang lebih bersemangat untuk menyerang Xiao Ziya dan melukai gadis itu..
Xiao Ziya mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya karna cakar tajam sang srigala iblis, Xiao Ziya terus berusaha mengimbangi kekuatan sang srigala hingga tiba tiba dalam tubuh gadis itu terjadi ledakan energi berwarna biru dan juga merah. Bunga mawar api dan mawar es yang ada di dalam lautan spiritual Xiao Ziya menyatu membentuk mawar emas besar yang sangat agung. Cahaya keemasan itu perlahan keluar dari tubuh Xiao Ziya, cahaya yang sangat menyilaukan membuat kegelapan yang ada di hutan penyihir hitam lenyap begitu saja.
Lee Brian yang saat itu baru saja kembali ke hutan penyihir hitam merasa sangat terkejut ketika melihat cahaya emas yang begitu menyilaukan.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu." ucap Lee Brian yang sesegera mungkin mencari Xiao Ziya, semoga bukan hal buruk yang terjadi padanya.
Raja Artur, Raja Richal, Ratu Rexuca, dan Xiliu yang ada di perbatasan juga sangat terkejut saat hutan penyihir hitam yang biasanya hanya berwarga gelap saja tiba tiba memancarkan cahaya emas misterius.
"Dari mana cahaya emas itu berasal?." ucap Raja Richal yang sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi di sana.
"Ini pertanda baik atau pertanda buruk." ucap Raja Artur yang berharap bahwa semua itu adalah pertanda baik.
Lee Brian akhirnya menemukan Xiao Ziya yang sedang mengeluarkan cahaya emas dari dalam tubuhnya, ledakan energi yang sangat luar biasa namun juga berbahaya jika itu terlalu berlebihan.
"Apa yang terjadi padanya mengapa bisa seperti ini?." tanya Lee Brian pada harimau salju yang sedang terdiam mematung.
"Srigala iblis menyerang nona muda karna ia tak percaya seorang manusia lemah seperti nona muda memiliki hubungan dengan tuan." ucap harimau salju yang menceritakan apa saja yang terjadi selama tuannya itu pergi.
Lee Brian dengan segera menghampiri Xiao Ziya dan mencoba menghentikan ledakan energi emas dari gadis itu, untung saja Lee Brian berhasil menghentikan ledakan energi emas dari dalam tubuh Xiao Ziya sehingga gadis itu aman sekarang.
"Kau baik baik saja?." tanya Lee Brian pada Xiao Ziya yang tampak baik baik saja itu. Lee Brian sangat takut jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada gadis itu.
"Saya baik baik saja paman, hanya sedikit lelah saja. Biarkan saya bersila di sini sebentar." ucap Xiao Ziya yang langsung bersila dan langsung mengumpulkan energi qi yang ada di sekitarnya untuk memulihkan energinya yang sudah berkurang sangat drastis.
Saat Xiao Ziya sedang mengumpulkan energi qi, Lee Brian menatap tajam ke arah srigala iblis yang kini hanya bisa menunduk ketakutan karna ialah yang harus bertanggung jawab karna telah membuat Xiao Ziya menjadi seperti itu.
"Kau tau apa yang kau lakukan membuatnya dalam bahaya, jika sesuatu terjadi padanya maka akan ku habisi semua srigala iblis yang ada." ucap Lee Brian yang sangat marah pada srigala iblis, untung saja gadis yang ada dihadapannya itu lumayan kuat sehingga bisa bertahan.
"Maaf atas keegoisan saya tuan." ucap srigala iblis itu yang sangat takut dan tak tau harus mengatakan apa agar tuannya tak marah padanya.
Hai hai semua aku update lagi, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.