
Xiao Ziya pergi menuju rumah seorang alkemis yang jaraknya tak jauh dari penginapan temannya tinggal, di sana terlihat sangat ramai dipenuhi oleh para penduduk yang sedang mengantri untuk diobati. Xiao Ziya meminta izin menyerobot antrian untuk bertemu dengan sang alkemis.
"Permisi Tuan Alkemis." ucap Xiao Ziya ketika berada di hadapannya seorang Alkemis berusia dua puluh lima tahun.
Sang alkemis yang awalnya sedang sibuk menangani beberapa penduduk langsung terkejut ketika melihat kedatangan Nona Muda Xiao Ziya. Ia ingin berdiri untuk memberikan salam pada sang nona muda akan tetapi posisinya saat ini sangat tidak memungkinkan.
"Maaf jika kedatangan saya kemarin mengganggu proses pengobatan yang sedang Anda lakukan. Tolong berikan penanganan tebaik untuk para penduduk, saya yang akan menanggung biayanya nanti." ucap Xiao Ziya. Gadis itu langsung mengatakan apa tujuannya menemui alkemis itu.
"Baik saya akan melakukannya sesuai dengan permintaan Anda. Untuk pasien sebanyak ini mungkin Anda harus membayar mahal Nona Ziya." jawab sang alkemis secara terang terangan pada nona mudanya.
"Itu bukan masalah yang besar bagi saya, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." tiba tiba Xiao Ziya menghilang dari hadapan semua orang. Gadis itu sengaja menggunakan teleportasi karna ada sebuah tempat yang ingin ia kunjungi.
Xiao Ziya sedang melintasi dimensi ruang dan waktu selama kurang lebih dua menit, dalam sekejap mata ia sudah berada di depan gerbang utama Klan Xiao. Para prajurit yang tadinya sedang berjaga dengan santai langsung dikejutkan oleh kedatangan Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada Nona Muda Xiao Ziya. Senang bertemu dengan Anda lagi setelah beberapa hari." ucap semua prajurit yang sedang menjaga gerbang saat itu, mereka membungkuk penuh rasa hormat pada Xiao Ziya.
"Terimakasih untuk sambutanya, saya datang untuk bertemu ayah dan kakak pertama. Apakah mereka berdua saat ini sedang berada di dalam Klan Xiao?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman ramah.
"Sepertinya saat ini Tuan Xiao Ciyun dan Tuan Muda Xiao Yan sedang berada di ruang rapat. Saya mendapatkan kabar bahwa Nona Xiao Yungha melayangkan tuduhan pada Tuan Muda Xiao Yan atas tindakan tidak senonoh yang telah tuan muda lakukan." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang sedang menjelaskan secara singkat bagaimana kondisi di dalam klan saat ini.
"Terimakasih untuk informasinya, saya masuk ke dalam terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya. Tanpa berlama-lama gadis itu melesat masuk ke dalam Klan Xiao menuju aula utama.
Saat ini perdebatan yang sangat panas tengah terjadi antara pihak pemimpin klan dengan beberapa anggota Klan Xiao yang lain. Satu jam sebelum Xiao Yungha mengadu pada ayah angkatnya bahwa ia telah dinodai oleh Xiao Yan semalam, Yungha mengatakan bahwa Xiao Yan kembali ke Klan Xiao dalam keadaan mabuk dan saat itu ia sedang berada di taman belakang. Tiba tiba saja Xiao Yan menarik tangannya dan membawa Xiao Yungha menuju gudang yang ada di taman belakang untuk melakukan tindakan tidak senonoh padanya.
Mendengar cerita palsu yang dikarang oleh putri angkatnya itu membuat Xiao Ciyun sangat murka. Ia memerintahkan beberapa prajurit untuk menyeret dan membawa Xiao Yan ke aula utama untuk menerima hukuman. Karna itulah aura mencekam terasa sangat pekat di dalam aula utama Klan Xiao.
"Malam itu Xiao Yan sedang bersama saya dan ketua kedua, kami sedang bermain catur hingga larut pagi. Bagaimana mungkin putri Anda menuduh putra saya tanpa adanya barang bukti!!." ucap Xiao Cunyu dengan kemarahan yang meluap luap. Semakin lama masalah yang diciptakan oleh anak angkat pemimpin klan semakin besar dan kali ini sangat kelewatan.
"Hiks hiks saya melihat dengan jelas wajah Tuan Muda Xiao Yan malam tadi. Tidak mungkin jika saya salah mengenai orang, paman Cunyu jangan berbohong hanya untuk menutupi kesalahan yang telah putra Anda lakukan." ucap Xiao Yungha dengan air mata yang mengalir dengan sangat deras. Gadis itu memperlihatkan sisi lemahnya pada sang ayah angkat.
"Sudah cukup!! apakah kalian semua tidak bisa melihat bahwa putri sayalah yang paling tersakiti atas kejadian ini. Jika Tuan Xiao Cunyu tidak ingin putra Anda mendapatkan hukuman maka nikahkan saja Xiao Yan dengan Xiao Yungha." tegas Xiao Ciyun yang mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin Klan Xiao.
Bruak...
Duar........
Suara pintu aula utama Klan Xiao yang dipikul dengan sangat kencang oleh Xiao Ziya, pintu itu sampai hancur menjadi debu. Sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam aula, Xiao Ziya sempat mendengarkan perdebatan yang terjadi di dalam. Ia sangat yakin sang ayah sengaja membela Xiao Yan hanya untuk membebaskannya dari hukuman, lagipula semua orang juga tau betapa gilanya Yungha saat ingin mendapatkan perhatian.
"Siapa yang ingin memiliki seorang kakak ipar gila sepertinya. Apakah Anda kira saya akan setuju jika Yan Gege menikah dengan gadis ular itu." kritik Xiao Ziya dengan tatapan tajam. Ia berjalan menuju ke depan aula dan menghadap langsung Xiao Ciyun.
"Ini sudah menjadi keputusan saya sebagai pemimpin Klan Xiao, orang luar seperti Anda dilarang untuk ikut campur dalam masalah ini." bentak Xiao Ciyun tanpa rasa takut.
Mata Xiao Ziya seketika berubah warna menjadi merah, rambut gadis itu juga terbakar dengan aura membunuh yang membuat Xiao Ciyun merasakan tekanan yang sangat kuat.
"Katakan sekali lagi, akan saya pastikan hari ini adalah hari terakhir Andah hidup di dunia." ucap Xiao Ziya dengan tatapan membunuh, perkataanya itu bukanlah bualan semata.
"Berhenti jangan menyakiti ayah saya. Bukankah Nona Ziya juga seorang perempuan, Anda pasti akan sangat terpukul bila berada di posisi saya saat ini." ucap Xiao Yungha yang sedang memberi pembelaan.
Xiao Ziya menatap ke arah Yungha dari ujung kaki hingga bertatapan langsung dengan mata gadis itu, Xiao Ziya langsung menunjukkan ekspresi jijiknya pada Xiao Yungha.
"Siapa yang ingin Anda bodohi Nona Yungha?? apakah saya perlu memanggil prajurit yang menjaga gerbang malam tadi. jika yang Anda katakan benar pasti mereka melihat Yan Gege masuk dalam kondisi mabuk seperti yang katakan tadi. Umm ataukah saya harus menampilkan apa yang terjadi semalam di hadapan semua orang??." tanya Xiao Ziya dengan seringai yang sangat menakutkan.
Tubuh Xiao Yungha gemetaran setelah mendengar perkataan dari Xiao Ziya, ia lupa menyuap para prajurit yang berjaga malam itu dan ia takut jika Xiao Ziya benar benar mampu memperlihatkan apa yang terjadi malam tadi.
"Anda sedang memojokkan putri saya Nona Ziya?. Lebih baik Anda pergi dari aula ini sebelum saya meminta para prajurit untuk menyeret Anda keluar." ancam Xiao Ciyun.
"Malam itu saya terus berada di paviliun ayah, entah mengapa tiba tiba gadis itu menuduh ku melakukan sesuatu seperti itu." ucap Xiao Yan. Saat ini ia sangat kesal pada Yungha, hanya karna di masa lalu ia seorang pemuda brengsek bukan berati ia akan melakukan tindakan menjijikkan seperti yang dituduhkan.
Xiao Yungha terus menangis, ia berusaha keras untuk menarik simpati dari petinggi klan yang lain namun tak ada yang pedih dengan kebohongannya itu. Xiao Ziya bersiul beberapa kali dan Aron langsung turun dari atas atap menuju ruang aula utama.
"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, saya datang untuk memenuhi panggilan dari Anda." ucap Aron sembari membungkukkan badannya.
"Siapa pemuda itu?." tanya Yungha dengan tatapan penuh minat yang membuat dirinya semakin menjijikkan di hadapan semua orang.
"Saya tidak perlu memberitahukan pada Anda mengenai identitas pemuda ini. Saya khawatir Anda akan menggodanya nanti." jawab Xiao Ziya.
"Ayah dengar itu? mengapa Nona Xiao Ziya sangat membenci saya." ucap Xiao Yungha.
Xiao Ziya mengeluarkan sulur sulur hitam dari telapak tangan kirinya, ia mengarahkan sulur itu pada Xiao Ciyun. Dalam sekejap tubuh Xiao Ciyun terlilit oleh sulur hitam milik Xiao beberapa, saat ini ia tidak dapat bergerak ataupun berbicara.
"Diamlah dan jangan mengganggu, jika tidak akan saya hancurkan tubuh Anda dalam sekejap." ucap Xiao Ziya setelah berhasil membungkam mulut Xiao Ciyun. Kini saatnya bagi gadis itu untuk membongkar apa yang dilakukan oleh Xiao Yungha semalam.
Aron memberikan sebuah batu berwarna putih keemasan pada Xiao Ziya, batu itu dapat merekam beberapa kejadian dan kerap digunakan oleh para penyihir. Di dunia bawah batu sihir semacam ini belum beredar di pasaran luas, Xiao Ziya sempat membeli beberapa lusin saat ia masih berada di Dunia Manusia Abadi untuk berjaga-jaga jika ia membutuhkannya suatu hari nanti.
Xiao Ziya tersenyum miring sembari menatap serius ke arah Xiao Yungha, Ziya menggenggam batu itu hingga pecah menjadi kepingan kecil kemudian muncul sebuah layar transparan dengan ukuran yang cukup besar di tengah tengah aula utama. Perhatian semua orang saat ini tertuju pada layar itu, beberapa saat setelahnya muncul Xiao Yungha yang baru saja keluar dari paviliun Xiao Ciyun. Awalnya gerak girik gadis itu biasa saja, semua orang menyaksikan Xiao Yungha keluar dari Klan Xiao saat malam hari.
"Kemana gadis itu akan pergi?." tanya Xiao Yuza dengan rasa penasaran.
"Hust perhatian saja apa yang ditunjukkan oleh Nona Xiao Ziya pada kita." tegur Xiao Anmi yang sedang fokus memperhatikan setiap tayangan ulang apa yang dilakukan oleh Yungha tadi malam.
Semua orang yang berada di dalam aula membelalakkan mata mereka saat melihat Yungha masuk ke dalam sebuah rumah bordil yang letaknya tak terlalu jauh dari Klan Xiao. Gadis itu memberikan beberapa koin emas pada pemilik rumah bordil kemudian memesan arak dengan kualitas menengah, saat sudah menghabiskan empat cangkir arak Xiao Yungha mulai mabuk dan menari nari dengan tidak jelas.
"Ck gadis murahan itu berani memfitnah ku atas tindakan yang ia lakukan sendiri? sungguh tak tau malu." gerutu Xiao Yan yang sangat kesal pada Yungha.
Beberapa saat setelahnya muncul seorang pemuda yang menghampiri Xiao Yungha, pemuda itu mengajak Yungha minum minum lagi hingga benar benar mabuk. Setelah itu mereka pergi kesebuah kamar yang ada di rumah bordil dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh, layar transparan itu menghilang setelah menampilkan tubuh Yungha dan si pemuda tanpa busana. Untunglah Aron yang saat itu berada di dekat Xiao Ziya langsung menutup mata nona mudanya agar tak ternodai karna melihat adegan itu.
"Bukankah tayangan nya sudah selesai, mengapa kau terus menutup mataku!" protes Xiao Ziya dengan kesal. Tanpa bantuan dari Aron dia juga mengerti bahwa hal hal semacam itu tak pantas untuk ia lihat.
"Maafkan saya Nona Ziya." ucap Aron yang langsung menyingkirkan telapak tangannya.
Yungha berdiri di tempatnya tanpa berkedip sedikitpun, ia sangat terkejut karna Xiao Ziya benar benar memiliki bukti atas apa yang ia lakukan semalam. Reputasinya benar benar hancur di mata para petinggi klan karna ulah Xiao Ziya, padahal rencana yang ia siapkan sangat sempurna agar bisa menikah dengan Xiao Yan. Sialan tiba tiba saja Xiao Ziya datang dan menggagalkan semuanya, lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? apakah ayah angkatnya akan percaya padanya?.
"Itu tidak benar, semua yang kalian lihat adalah kebohongan yang dibuat oleh Nona Xiao Ziya untuk menyingkirkan saya dari Klan Xiao dan menjauhkan saya dari ayah. Bukankah ayah tau bahwa putrimu ini tidak pernah keluar klan tanpa meminta izin terlebih dahulu." bantah Yungha atas kebenaran yang telah Xiao Ziya ungkap dihadapan banyak orang.
"Untuk apa saya merekayasa semua ini? saya memiliki banyak urusan dan tidak sempat melakukan hal hal konyol seperti yang Anda katakan Nona Yungha." jawab Xiao Ziya atas pernyataan Yungha.
"Ayah pasti lebih percaya pada saya daripada gadis seperti mu. Kau hanya ingin mengambil keuntungan dari retaknya hubungan kami berdua!!." bentak Yungha.
Plak....
Xiao Cunyu menampar Yungha dengan sangat kencang. Sebagai ayah dari Xiao Yan dan Xiao Ziya ia sangat marah atas tindakan Yungha. Mengapa gadis itu ingin menghancurkan keluarganya? Yungha dengan tega memfitnah putra pertamanya kemudian menghina putri kesayangannya.
Xiao Ziya menarik kembali sulur hitam miliknya, gadis itu ingin melihat bagaimana reaksi Xiao Ciyun setelah mengetahui semua itu. Apakah Xiao Ciyun akan menutup mata dan menganggap Xiao Yan yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putrinya, ataukah ia mulai sadar bahwa Yungha bukanlah anak perempuan yang baik?.
"Jangan sakiti putriku, aku lebih percaya dia daripada kalian semua. Keputusan ku sudah bulat Xiao Yan harus menikahi Yungha minggu depan." ucap Xiao Ciyun. Setelah mendengar reaksi dari Ciyun, Ziya langsung tertawa dengan sangat kencang. Ternyata pemimpin Klan Xiao tak lebih dari orang bodoh yang mudah untuk dimanipulasi orang lain.
"Aron sebarkan semua batu putih itu ke penjuru negri perlihatkan pada seluruh penduduk Dunia Bawah bagaimana wajah asli dari putri angkat pemimpin Klan Xiao. Lakukan itu jika Xiao Ciyun tetap memaksakan adanya pernikahan." ucap Xiao Ziya yang langsung membungkam mulut Xiao Ciyun beserta putri angkatnya.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.