RATU IBLIS

RATU IBLIS
Berbelanja


Xiao Ziya berjalan keluar dari Klan Xiao, meski wajahnya menunjukkan ekspresi dingin namun banyak orang yang menatap lekat ke arah gadis itu terutama para pemuda yang sangat kagum dengan kecantikan dan keanggunan yang ia miliki. Ziya memasuki area pasar yang tak jauh dari Klan Xiao, gadis itu ingin membeli beberapa baju baru agar ia dapat memaknai nanti saat berada di lapisan dunia lain. Saat sedang berjalan sembari memperhatikan beberapa toko baju mata gadis itu tertuju pada sebuah toko yang memajang beberapa gaun panjang dengan gaya yang susuai dengan selera Xiao Ziya. Tanpa basa basi gadis itu langsung masuk ke dalam untuk membeli gaun yang ia inginkan, baru saja suasana hatinya membaik namun dibuat berantakan lagi setelah melihat kehadiran Xiao Yungha di dalam toko baju itu juga.


"Salam hormat saya pada Nona Xiao Ziya, ada yang bisa saya bantu nona?." tanya seorang wanita dengan senyuman ramah, sepertinya wanita itu adalah pemilik toko baju tersebut.


"Saya ingin melihat lihat koleksi gaun yang ada di toko Anda, sepertinya ada beberapa gaun yang cocok dengan selera saya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


"Silahkan Anda melihat lihat terlebih dahulu, jika ada gaun ataupun baju yang Anda inginkan panggil saja saya ataupun pelayan toko yang lain. Senang bisa melihat Nona Muda datang ke toko kecil saya ini." ucap wanita itu. Setelah selesai menyambut kedatangan Xiao Ziya ia langsung menemui pelanggan yang lain, Xiao Ziya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan senang. Sang pemilik toko sangat adil dalam melayani setiap pengunjung yang datang, ia tak membeda bedakan sesuai dengan status yang mereka miliki.


"Wah untuk apa kau datang ke toko baju ini, gaun yang dijual di sini sangatlah mahal. Saya takut Anda tidak sanggup membayarnya." ucap Xiao Yungha dengan senyuman mengejek.


"Saya memiliki uang yang saya dapatkan sendiri bukan seperti Anda yang hanya bisa meminta pada orang lain." jawab Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Cih, pasti kau hanya sanggup membeli gaun gaun murah saja." ucap Xiao Yungha, gadis itu pergi ke sisi toko yang lain agar tak berdekatan dengan Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengambil beberapa gaun dengan harga rata rata di atas seribu koin emas, setelah selesai memilih gaun yang ingin ia beli gadis itu langsung pergi menuju kasir untuk membayarnya dan lagi lagi ia bertemu dengan Xiao Yungha yang sedang bertengkar dengan beberapa pelayan toko.


"Apa kalian serius ingin menjual gaun putih polos dengan jahitan bunga melati ini dengan harga delapan ratus lima puluh koin emas? apa kalian ingin memeras pembeli!." bentak Xiao Yungha yang merasa tak terima dengan harga yang dipasang oleh pemilik toko pada gaun pilihannya itu.


"Maaf Nona Yungha, semua gaun yang ada di toko kami terbuat dari bahan bahan berkualitas tinggi dan dibuat secara terbatas karna itulah memiliki harga yang cukup tinggi dari toko yang lain. Jika Anda merasa tidak cocok dengan harga yang ada di toko kami ini silahkan pergi ke toko lainnya." jawab seorang pelayan toko dengan tatapan datar.


"Kau mengusir ku? beraninya wanita rendahan seperti mu mengusir putri dari pemimpin Klan Xiao !." bentak Xiao Yungha dengan suara yang cukup kencang hingga menarik perhatian pengunjung lainnya.


"Bukankah Anda sendiri yang mengatakan bahwa harga gaun di toko kami sangat mahal, jika Anda tak mau membelinya maka silahkan pergi karna masih banyak pengunjung lain yang harus kami layani." balas pelayan toko itu dengan geram. Apa yang sedang dibanggakan oleh gadis yang ada di hadapannya itu, ia hanyalah anak angkat dari pemimpin Klan Xiao.


"Permisi bisakah kalian menghitung berapa yang harus saya bayar untuk gaun gaun ini, maaf karna saya sedikit terburu buru." ucap Xiao Ziya pada para pelayan toko yang sedang bertengkar dengan Xiao Yungha.


"Ah maafkan kami Nona Muda, kami sampai mengabaikan keberadaan Anda karna masalah ini. Mari ikut saya ke meja kasir untuk membayar belanjaan Anda." ucap salah seorang pelayan, ia berjalan bersama dengan Xiao Ziya menuju meja kasir. Pelayan itu melihat harga harga gaun yang di pilih oleh Ziya kemudian mulai menghitung berapa biyaya yang harus dibayarkan.


"Keenam gaun ini totalnya sepuluh ribu dua ratus tiga puluh koin emas." ucap pelayan itu sembari menunjukkan sebuah kertas pada Xiao Ziya.


"Harganya sangat terjangkau untuk kain sutra kualitas terbaik, saya sangat puas dengan detail penempatan beberapa hiasan pada setiap gaunnya. Nah ini ambillah dan sisanya Anda bisa bagi pada pelayan yang lain." ucap Xiao Ziya sembari mengeluarkan sebuah kantung dengan ukuran sedang, kantung itu berisikan dua belas ribu koin emas.


"Terimakasih Nona Ziya, Anda bisa memilih sebuah hiasan rambut sebagai bonus dari toko kami. Nyonya pemilik toko sudah memberitahukan pada kami agar memberikan bonus pada Anda." ucap pelayan itu sembari menunjukkan beberapa hiasan rambut dengan harga tiga ratus koin emas.


"Baiklah saya tidak akan menolak kenaikan pemilik toko ini, tolong ambilkan hiasan rambut berbentuk beruang salju itu untuk saya." ucap Xiao Ziya.


Setelah selesai membayar si pelayan toko merapikan semua gaun yang dibeli oleh Xiao Ziya serta membungkusnya dengan rapi. Dari kejauhan Xiao Yungha mendengar berapa jumlah koin emas yang dikeluarkan Xiao Ziya hanya untuk membeli beberapa gaun saja, apakah gadis itu sanga kaya hingga dapat mengeluarkan uang dengan sangat mudah. Xiao Yungha tersenyum miring kemudian datang menghampiri Xiao Ziya yang masih berada di kasir, gadis itu meletakan beberapa gaun yang ia ambil di atas meja


kemudian tersenyum lebar.


"Semua gaun ini dibayar oleh saudari Xiao Ziya, tolong total berapa jumlah yang harus ia bayar." ucap Xiao Yungha dengan tak tau malu. Xiao Ziya menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan datar, mengapa ia harus mengeluarkan uang untuk orang yang tidak ia sukai itu? yang benar saja.


"Maaf sedari awal Anda bukanlah saudari saya, jika tidak mampu membayarnya lebih baik Anda memilih gaun dengan harga yang lebih murah." jawab Xiao Ziya.


"Mengapa saudari Xiao Ziya berkata demikian,saya adalah putri dari paman Anda tentu saja kita berdua adalah saudari." ucap Xiao Yungha dengan tatapan mata sedih, gadis itu sedang berakting dihadapan pelanggan yang lain.


"Jangan bercanda dengan saya, jika Anda ingin membeli semua ini mintalah uang lebih banyak pada ayah Anda. Mengapa saya harus mengeluarkan uang pribadi milik saya untuk seseorang yang baru saya kenal? lagipula sejak awal pertemuan kita, tidak ada hubungan darah ataupun persaudaraan di dalamnya." ucap Xiao Ziya. Gadis itu mengambil beberapa kantung belanjaan berisi gaun gaun yang telah ia bayar kemudian bergegas pergi dari toko baju itu.


Pelanggan lain memandang ke arah Xiao Yungha dengan tatapan jijik, mereka sudah tau watak gadis itu dan tentu saja kehadirannya di Klan Xiao tidak akan pernah diterima oleh Nona Muda Xiao Ziya. Yungha mengendus nafas kesal, rencananya untuk mendapat gaun gratis gagal karna keangkuhan Xiao Ziya, gadis itu langsung pergi begitu saja dan meninggalkan gaun gaun yang telah ia pilih di atas meja kasir.


Saat ini Xiao Ziya sedang berkeliaran di sekitar pasar, ia mencari toko daging dengan kualitas terbaik. Setelah berkeliling cukup lama akhirnya gadis itu menemukan sebuah toko daging yang cukup ramai pengunjung, ia melangkahkan kaki masuk ke dalam dan secara diam diam Xiao Yungha mengikuti kemana Xiao Ziya pergi.


"Gadis itu membeli daging? apakah dia memasak sendiri setiap makanan yang ingin ia makan?." tanya Xiao Yungha pada dirinya sendiri. Ia pernah mendengar kabar bahwa paviliun Xiao Ziya tidak memiliki seorang pelayan setelah kematian pelayan setia gadis itu. Namun anehnya paviliun itu selalu bersih dan rapi, para prajurit yang bekerja di sana sangat rajin meskipun membersihkan bagian dalam paviliun bukanlah tugas mereka.


Saat ini Xiao Ziya sudah berada di dalam toko daging, ia sedang mengantri seperti pengunjung yang lain. Setelah menunggu selama dua puluh menit akhirnya giliran gadis itu yang mendapatkan pelayanan dari pekerja yang ada di toko daging.


"Saya ingin membeli sepuluh kilo daging sapi, lima kilo daging best tingkat menengah, dan lima kilo daging ayam bagian paha." ucap Xiao Ziya.


Si pekerja yang seharusnya mencatat dan mengambilkan pesanan Xiao Ziya hanya terdiam menatap ke arah gadis itu dengan senyuman cerah. Apa yang sedang mereka fikiran? mengapa mereka melamun di saat saat seperti ini.


"Astaga mengapa kalian hanya menatap Nona Muda saja, cepat ambilkan semua pesanannya!." bentak sang pemilik toko daging pada para pekerjanya itu. Akhirnya keempat pemuda itu tersadar dan langsung pergi ke gudang penyimpanan untuk mengambil peranan Xiao Ziya.


"Maaf atas kelancangan para pekerja saya, mungkin mereka merasa kagum melihat Nona Xiao Ziya yang terlihat sangat anggun. Saya dengar Anda berhasil membuat ramuan penawar untuk wabah yang menghantui Dunia Bawah selama beberapa bulan ini, apakah saya boleh membeli beberapa botol dari Anda?. Satu Minggu yang lalu saat istri dan anak saya pergi ke perbatasan Kekaisaran Qiyu mereka tertular oleh para prajurit dan saat ini sedang menjalani pengasingan di kamar masing masing, saya bersedia membayar berapapun untuk kesembuhan mereka." ucap pemilik toko daging dengan tatapan memohon. Xiao Ziya dapat merasakan ketulusan hati dari pria paruh baya itu, ia tidak sedang berbohong pada Ziya hanya untuk mendapatkan ramuan penawar.


Xiao Ziya mengeluarkan dua botol ramuan penawar dari dalam cincin semesta miliknya, gadis itu meminta sang pemilik toko daging untuk mengulurkan tangannya setelah itu Xiao Ziya menyalurkan sedikit energinya pada pria itu.


"Ambillah dan Anda tidak perlu membayarnya, Anda juga tidak perlu merasa takut tertular saat ingin meminumkan penawar ini pads istri serta putra Anda karna saya telah menyalurkan sedikit energi saya pada tubuh Anda." ucap Xiao Ziya, ia tak berniat menjual ramuan penawar yang ia buat. Gadis itu akan memberikannya secara gratis pada orang orang yang membutuhkan.


Pria paruh baya pemilik toko itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan air mata yang mengalir dengan deras, sungguh seorang Nona Muda yang sangat baik dsn dermawan. Jika orang lain yang berhasil membuat ramuan penawar wabah ini maka mereka akan menjualnya dengan harga selangit, sedangkan Nona Xiao Ziya memberikannya secara gratis.


"Terimakasih Nona Ziya, terimakasih banyak. Saya akan meminta para pekerja untuk menambahkan beberapa kilo daging sapi untuk Anda." ucap pria pemilik toko daging.


"Tidak perlu paman, sudah menjadi kewajiban saya menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Setelah pulang nanti segera minumkan ramuan penawar itu pada istri dan putra Anda, mereka akan muntah darah dan mengeluarkan sejenis cacing parasit. Anda harus membakar cacing itu hingga mereka menjadi abu, apakah Anda mengerti paman?." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sedikit arahkan pada pria pemilik toko daging.


"Saya mengerti Nona Ziya, sekali lagi terimakasih atas bantuan Anda." ucap pria pemilik toko daging sembari membungkukkan badannya.


Tak berselang lama keempat pemuda keluar dari gudang dengan membawa beberapa peti kayu berisikan daging kualitas terbaik yang dipesan oleh Xiao Ziya, gadis itu memasukkannya ke dalam cincin semesta kemudian membayar senilai tuju ribu enam ratus lima koin emas.


"Saya permisi terlebih dahulu, sampai jumpa semua." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari toko daging itu.


"Sampai jumpa nona cantik." jawab para pekerja di toko tersebut sembari menatap ke arah Xiao Ziya yang lama kelamaan menghilang dari pandangan mereka.


"Kira kira pemuda mana yang beruntung menjadi pasangan Nona Xiao Ziya di masa depan? apakah ia akan lebih kuat dan berkuasa daripada Nona Ziya." ucap salah seorang pekerja yang merasa penasaran dengan masa depan Xiao Ziya.


"Yang pasti itu bukan dirimu, sudah kembali bekerja. Masih banyak pelanggan yang harus dilayani." ucap pria pemilik toko daging sembari tertawa pelan.


Setelah selesai membeli daging Xiao Ziya mampir ke beberapa toko buah dan sayur untuk membeli beberapa sayuran dan buah buahan. Waktu terus berjalan hingga malam pun datang, Xiao Ziya telah selesai berbelanja beberapa bahan bahan yang ia butuhkan. Saat ini gadis itu berjalan menuju Klan Xiao, saat sedang melewati beberapa lorong yang cukup gelap gadis itu merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan Nona Yungha?." tanya Xiao Ziya sembari membalikkan badannya. Mata gadis itu bertemu langsung dengan mata Xiao Yungha yang tampak terkejut karna keberadaannya ditemukan oleh Xiao Ziya.


"Ti.. tidak saya hanya ingin kembali ke klan saja. Wajar bila jalan yang saya ambil sama dengan jalan Anda." jawab Xiao Yungha dengan alasan yang cukup masuk akal namun tak menurunkan rasa curiga Xiao Ziya. Banyak jalan lain yang bisa diambil untuk sampai di Klan Xiao, jalan yang sedang Xiao Ziya lewati adalah jalan pintas dan tembus di bukit belakang paviliunnya.


"Ah ternyata begitu, sampai jumpa Nona Yungha jangan sampai tersesat ya." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Xiao Yungha sendiri di jalan yang sepi dan gelap itu.


Xiao Yungha menoleh ke kanan dan ke kiri, tiba tiba ia merinding dan langsung berlari ke arah yang berlawanan untuk menemukan titik awal sebelum ia masuk ke jalanan gelap itu. Saat Xiao Yungha masih berusaha mencari jalan keluar, Xiao Ziya telah sampai di bukit belakang paviliunnya. Ziya dengan segera berjalan masuk ke dalam paviliun melewati gerbang bagian belakang, beberapa prajurit sempat terkejut dan mengira ada penyusup yang masuk namun mereka langsung lega karna ternyata itu adalah Nona Muda Xiao Ziya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.