
Xiao Ziya berkeliling di sekitar akademi, dia ingin menghafal letak bangunan bangunan yang ada di Akademi Kekaisaran. Gadis itu terlalu asik berkeliling hingga tak sadar menabrak seseorang yang sedang berdiri di depannya.
"Ah maaf aku tak sengaja." ucap Xiao Ziya yang langsung meminta maaf pada pemuda yang tak sengaja ditabraknya.
"Siapa kau? aku belum pernah melihatmu. Jangan jangan kau penyusup dari akademi lain." ucap pemuda itu dengan seenak jidatnya.
Xiao Ziya menatap pemuda itu dengan malas, bagaimana bisa masih ada orang sebodoh itu di dunia ini. Jika Ziya adalah penyusub dia pasti sudah lari saat tak sengaja menabrak pemuda itu bukannya malah meminta maaf.
"Saya Xiao Ziya murid baru di sini, lain kali jika ingin menuduh orang lain fikirkan dulu baik baik." ucap Xiao Ziya kemudian hendak pergi namun tangannya ditahan oleh pemuda itu.
"Aku belum mempersilahkanmu untuk pergi." ucap pemuda itu dengan angkuhnya.
"Memang kau siapa? bisa mengatur ku." ucap Xiao Ziya dengan nada yang lebih angkuh dan sombong.
Pemuda itu menatap Xiao Ziya dengan heran karna belum ada yang seberani ini dengan dirinya. Nama pemuda itu adalah Xu Yuan salah satu murid tingkat misteri yang ada di Akademi Kekaisaran dan pemuda itu juga merupakan satu satunya murid dari seorang master tingkat tinggi yang ada di akademi.
"Aku ingin kembali ke paviliun dan tidur sebaiknya senior tak menghalangiku." ucap Xiao Ziya yang berusaha menekan emosinya, jika tidak dia bisa membuat pemuda yang ada di hadapannya itu terluka parah.
"Cih dasar gadis sombong kau itu hanya murid baru." ucap Xu Yuan yang terus memojokkan Xiao Ziya.
Karna tak ingin tersulut emosi dan menghajar pemuda itu akhirnya Xiao Ziya memilih untuk melesat pergi. Akhirnya Xiao Ziya sampai di paviliunnya tempat itu cukup nyaman dan sedikit mirip dengan paviliunnya yang ada di Klan Xiao. Pohon persik yang ada di halaman paviliun sangatlah banyak dan menyejukkan.
"Ini sangat mirip dengan paviliun yang ada di Klan Xiao, mungkin aku akan betah tinggal di sini." ucap Xiao Ziya yang sangat senang.
Saat ini Xiao Yan sedang sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di depannya. Menjadi seorang raja membuat Xiao Yan sangat sibuk dan jarang memiliki waktu untuk beristirahat.
"Huft bisa gila kalau terus terusan seperti ini." ucap Xiao Yan sambil menandatangani beberapa berkas.
Saat membaca berkas berkas itu Xiao Yan sempat terkejut karna banyaknya laporan mengenai penyerangan binatang buas di beberapa desa yang ada di perbatasan.
"Mungkin aku harus meminta bantuan pada pihak Akademi." ucap Xiao Yan yang sedang memikirkan sebuah cara untuk menangani masalah itu.
Xiao Yan meminta prajurit untuk memanggil pangeran kegelapan dan menyuruhnya untuk datang keruang kerjanya. Tak lama kemudian pangeran kegelapan datang dengan wajah malasnya, mengapa ada tugas disaat ia sedang beristirahat.
"Ada keperluan apa kaisar muda memanggilku." ucap Pangeran Kegelapan sambil menguap.
Xiao Yan menatap Pangeran Kegelapan dengan jengah, mengapa adiknya memilih orang seperti ini untuk dijadikan jenderal utama. Saat Xiao Yan menjadi seorang jenderal dulu ia sangat tegas dan disiplin.
"Besok pergilah ke Akademi Kekaisaran untuk menyerahkan surat ini pada kepala akademi." ucap Xiao Yan yang menyerahkan sebuah surat pada Pangeran Kegelapan.
"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri terlebih dahulu." ucap Pangeran Kegelapan yang segera pergi dari ruang kerja kaisar.
Hari sudah mulai pagi, semua murid Akademi Kekaisaran sudah terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk pergi ke kelas masing masing begitu juga dengan Xiao Ziya yang kini sudah memakai seragam yang lumayan keren.
"Seragam ini tak begitu buruk, sedikit mirip seperti di masaku." ucap Xiao Ziya yang ingat saat ia masih ada di dunia moderen.
"Baiklah mari lihat seperti apa kelasku nanti." ucap Xiao Ziya yang mulai berjalan menyusuri beberapa gedung dan juga asrama putra dan putri.
Sangat banyak murid yang berlalu lalang, mungkin ada sepuluh ribu murid yang menempati akademi ini.
"Aku ada di kelas yang mana." ucap Xiao Ziya yang kebingungan pasalnya ia belum memiliki kartu siswa yang menunjukkan identitas dan juga kelasnya.
Saat gadis itu tengah kebingungan tiba tiba ada sesrorang yang menepuk punggungnya dari belakang dan membuat Xiao Ziya sedikit terkejut.
"Astaga Xun gege kau mengagetkanku." ucap Xiao Ziya.
"Mengapa adiku yang cantik ini teihat kebingungan." ucap Xiao Xun yang sudah mengamati adik perempuannya itu sedari tadi.
"Dimana kelasku? aku tak tau ada di kelas yang mana." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk bertanya pada kakak laki lakinya itu.
Dengan senang hati Xiao Xun mengantar Xiao Ziya kesebuah ruangan yang khusus untuk para murid baru yang diterima tahun ini.
"Ini kelasmu, lainkali jangan tersesat lagi. Ada banyak srigala yang menatapmu tadi." ucap Xiao Xun yang mengingatkan adik perempuannya.
Walau adiknya masih berusia sebelas tahun dan terlihat seperti gadis kecil namun kecantikannya tak perlu diragukan lagi. Untuk itu Xiao Xun akan menjaga adiknya itu dari pemuda pemuda tak baik yang ada di akademi.
"Baiklah trimakasih telah mengantarku." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam kelasnya. Di sana sudah ada saudara saudaranya yang lain.
Kedatangan Xiao Ziya membuat seisi kelas menjadi gaduh, pasalnya mereka masih ingat bahwa gadis itu adalah gadis yang telah menyelamatkan mereka semua saat di hutan kematian.
"Wah bukankah itu nona Ziya." ucap salah seorang murid.
"Sekarang dia adalah anggota kekaisaran, mengapa ia mau ada di kelas yang sama dengan kita?." ucap salah seorang murid yang merasa heran, karna di akademi tersedia kelas khusus untuk para orang kaya maupun para bangsawan.
Xiao Ziya berhenti di depan kelas dan melihat se isi kelas yang sedang menatapnya dengan tatapan yang beragam.
"Hai semua saya Xiao Ziya sebelas tahun mohon bimbingannya." ucap Xiao Ziya yang berinisyatif untuk memperkenalkan dirinya kesemua orang.
"Selamat datang di kelas ini." sambut mereka dengan semangat. Mereka kira Xiao Ziya akan semenyebalkan anak anak bangsawan yang lain.
"Bukankah dia sangat cantik." Yomin salah satu murid yang berasal dari luar Kekaisaran Qiyu.
"Hey jangan bermimpi dia adalah seorang bangsawan." ucap seseorang yang duduk di sampingnya.
Xiao Ziya berjalan dan duduk di salah satu bangku yang masih kosong. Untung saja teman sebangkunya adalah Xiao Yuna, Ziya kira saudara perempuannya itu akan memilih duduk dengan kekasihnya.
Jangan lupa vote, like, rate, share and komen.