RATU IBLIS

RATU IBLIS
Terungkap 2


Meiya mulai bercerita apa yang ia ketehui tentang insiden beberapa tahun yang lalu, kejadian yang menewaskan seorang wanita bernama Yuan Ana.


"Saat itu rumah bordil dalam keadaan ramai kemudian datang seorang wanita cantik yang mengatakan bahwa ia adalah pelayan dari Klan Xiao. Mendengar nama Klan Xiao beberapa orang yang ada di sini tertawa apalagi saat mendengar nama Xiao Ziya, wanita itu sangat marah dan berkata bahwa gadis yang mereka tertawakan adalah seorang gadis yang hebat dan pekerja keras. Wanita yang bernama Yuan Ana itu juga mengatakan bahwa nonanya yaitu Xiao Ziya akan sampai di puncak kultivasi jadi tak ada yang boleh menertawakan nonanya. Namun para tamu dan beberapa wanita yang bekerja di sini tetap menertawakan anda hingga wanita itu semakin kesal dan marah." ucap Meiya yang sedang mengingat ingat kejadian setelah itu.


"Pelan pelan saja anda mengingatnya." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuat Meiya terlalu memaksakan diri walau ia sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Lalu Yuan Ana melempar beberapa kursi yang ada di sini kepada orang orang yang menertawakan anda, tak berapa lama kemudian beberapa murid dari Akademi Kekaisaran Qiyu mereka terlihat seperti bukan murid biasa. Salah seorang dari kelima pemuda itu tertarik dengan kecantikan yang dimiliki oleh Yuan Ana waktu itu Bibi Lee Sun mengatakan bahwa Yuan Ana adalah salah satu wanita yang bekerja di rumah bordil ini. Yuan Ana berteriak dengan keras dan mengatakan bahwa ia adalah seorang pelayan dari Klan Xiao. Saya berusaha untuk berbicara pada Bibi Lee Sun agar membebaskan gadis itu, Bibi Lee Sun tak mendengar apa yang saya katakan ia membiarkan pemuda itu membawa masuk wanita bernama Yuan Ana kedalam sebuah bilik kamar. Saya mendengar jeritan dan triakam dari wanita itu saya berusaha mendobrak pintu kamar namun Bibi Lee Sun menancapkan sebuah belati di punggung kiri saya dan mengancam agar saya tetap diam." ucap Meiya yang membuka kain yang menutupi punggung kirinya, disana Xiao Ziya bisa melihat dengan jelas sebuah luka yang masih membekas walau sudah bertahun tahun.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?." tanya Xiao Ziya yang sangat penasaran dengan cerita selanjutnya.


"Lalu saya jatuh tersungkur dan pasrah karna tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan wanita itu, tiba tiba suara dari wanita itu menghilang dan saya semakin khawatir. Tak lama kemudian saya melihat pemuda itu menyeret tubuh Yuan Ana yang bersimbah darah. Lalu pemuda itu memasuki ruangan khusus dan mengatakan beberapa hal pada Bibi Lee Sun saat saya ingin menguping tiba tiba saja tubuh saya tumbang. Beberapa hari setelah itu saya sudah membaik dan ingin pergi ke Klan Xiao untuk menyampaikan apa yang terjadi pada Yuan Ana ada beberapa orang yang menghalangi saya dan saya di culik. Mereka mengancam akan membunuh saya jika saya menceritakan hal ini pada orang lain. Walaupun saat itu rumah bordil sangat ramai namun hanya sedikit yang ada di ruang VIP. Saya meminta maaf pada Nona Xiao Ziya karna tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan pelayan anda tolong maafkan saya." ucap Meiya yang merasa sangat bersalah karna ia tak bisa membantu saat itu.


Sudah bertahun tahun Meiya diselimuti oleh perasaan bersalah, apalagi saat Xiao Ziya pertama kali datang ke rumah bordil beberapa tahun lalu Meiya ingin mengatakan apa yang terjadi namun dengan cepat Bibi Lee Sun menemui Xiao Ziya Sehingga Meiya tak bisa melakukan apapun. Dan akhirnya setelah penantian yang sangat lama Meiya dapat mengungkapkan apa yang telah menjadi bebannya selama bertahun tahun.


"Trimakasih telah mengatakan semuanya dengan jujur, kematian Yuan Ana bukan kesalahan anda dan saya juga sangat berterimakasih karna anda sudah berusaha untuk membantu pelayan saya yang sudah saya anggap seperti keluarga saya itu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah Meiya, ia tak menyangka di tempat seperti ini masih ada orang yang peduli dan khawatir tentang pelayannya.


"Saya harap nona tak menghukum saya." ucap Meiya yang sepertinya takut jika Xiao Ziya akan marah padanya dan memberikan hukuman yang berat.


"Itu tak akan pernah terjadi namun apakah kau ingat dengan wajah pemuda itu?." tanya Xiao Ziya yang berharap bahwa Meiya masih mengingat wajah pemuda yang telah membunuh pelayan setianya itu.


Meiya menganggukkan kepalanya wanita itu masih mengingat dengan sangat jelas wajah pemuda itu. Jika ia bertemu lagi dengan pemuda itu Meiya sangat ingin memukulnya berkali kali.


"Baiklah ikut dengan saya anda akan saya jadikan saksi atas kejadian itu." ucap Xiao Ziya yang ingin membawa Meiya ke Akademi Kekaisaran Qiyu untuk melihat wajah So Min, jika pemuda itu benar benar bersalah maka Xiao Ziya tak akan pernah mengampuninya.


"Bawa mereka semua ke Akademi Kekaisaran Qiyu, biarkan yang tak bersangkutan untuk pergi. Mari Meiya ikut dengan saya." ucap Xiao Ziya yang mengajak Meiya untuk naik ke atas punggung Zier tadinya Meiya ingin menolak namun karna takut membuat Xiao Ziya tersinggung akhirnya Meiya menurut.


Xiao Ziya beserta ketiga binatang pengikutnya berjalan di depan sedangkan para prajurit kekaisaran beserta orang orang yang bersangkutan dengan kejadian itu berjalan di belakang Xiao Ziya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Xiao Ziya dan rombongannya yang lain sampai di Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya membawa mereka semua masuk menuju lapangan utama Akademi Kekaisaran Qiyu.


So Min yang melihat Bibi Lee Sun yang merupakan pemilik Rumah Bordil Mawar merasa sangat ketakutan bagaimana bisa Xiao Ziya tau bahwa ia telah bersekongkol dengan wanita paruh baya itu untuk menutupi kematian Yuan Ana.


"Baiklah kalian bisa masuk ke dalam cincin semesta." ucap Xiao Ziya yang memasukkan ketiga naganya dan banteng hitam besar miliknya kedalam cincin semesta.


Meiya melihat keseluruh penjuru untuk mancari si pembunuh itu akhirnya mata Meiya bertemu dengan mata So Min, dengan badan yang gemetaran Meiya menunjuk ke arah So Min. Xiao Ziya langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Meiya dan benar dugaanya bahwa So Min lah yang bertanggung jawab atas kematian pelayan setianya.


"Jadi benar kau adalah pelakunya." ucap Xiao Ziya yang tersulut lagi emosinya kini pedang merah yang dipegang oleh Xiao Ziya mengeluarkan api berwarna merah menyala.


"Apa yang ingin kau lakukan menjauhlah dariku, aku tak melakukan apa yang kau tuduhkan." ucap So Min yang semakin merasa takut namun ia berusaha menyangkal agar hidupnya bisa terselamatkan.


"Bibi Lee Sun jika anda masih sayang dengan nyawa anda cepat katakan apakah pemuda itu yang membunuh Yuan Ana??." tanya Xiao Ziya dengan aura membunuh yang sangat kental dan mengerikan.


So Min menggelengkan kepalanya dengan kuat berusaha memberi isyarat pada Bibi Lee Sun agar tak membocorkan apa yang telah mereka rahasiakan selama ini. Namun Bibi Lee Sun tentu saja sangat menyayangi nyawanya sendiri sehingga ia menganggukkan kepalanya yang berarti So Min lah yang telah membunuh Yuan Ana.


"Jadi pembelaan apa lagi yang ingin kau katakan sebelum saya membelah tubuhmu menjadi dua." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk membalaskan apa yang So Min lakukan pada pelayan setianya yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya sendiri.


"Hentikan kau tak boleh membunuh So Min, ia adalah amggota dari murid lencana emas." ucap Xu Menji yang mulai membela sahabatnya itu. Menurut Xu Menji walaupun So Min bersalah atas apa yang telah terjadi beberapa tahun lalu namun gadis yang ada di hadapannya tak memiliki hal untuk membunuh So Min.


"Jadi apakah kau akan menggantikan nyawanya dengan nyawamu?." tanya Xiao Ziya yang sudah tak tahan lagi dengan semua sandiwara yang orang orang itu mainkan di depannya.


"Ah sebelum itu tangkap orang orang yang saya tunjuk." ucap Xiao Ziya yang menunjuk beberapa petinggi di Akademi Kekaisaan Qiyu mereka adalah orang orang yang menutupi kejahatan So Min.


"Mengapa kami juga di tangkap." ucap salah satu guru murid dalam yang sepertinya belum menyadari bahwa kini Xiao Ziya sudah tau siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan pelayannya.


"Apa yang harus kita lakukan pada mereka semua?." tanya Jenderal Liu Anzo yang menunggu perintah selanjutnya dari Xiao Ziya.


"Masukkan mereka semua kepenjara, berikan hukuman penjara seumur hidup dan ingat ini adalah perintah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengar alasan apapun.


Jenderal Liu Anzo dan seratus prajuritnya pergi menuju istana Kekaisaran Qiyu untuk membawa para tahanan ke penjara yang ada di sana.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah mengikat bibi Lee Sun dan So Min dengan sulur hitam miliknya.


"Maaf nona bolehkah saya melakukan sesuatu?." tanya Meiya yang sepertinya ingin melakukan sesuatu.


"Silahkan." ucap Xiao Ziya yang memberikan kesempatan pada Meiya untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan.


Meiya berjalan mendekat ke arah So Min dan menatap tajam ke arah pemuda itu. Dengan perasaan marah dan kesal Meiya menampar dan memukul tubuh So Min sekuat tenaganya. So Min hanya bisa meringis kesakitan meskipun pukulan dari Meiya tak begitu keras namun kemarahan dari gadis itu membuat pukulannya terasa sangat menyakitkan.


"Hentikan cukup hentikan." ucap Liu Yungha yang sudah tak tahan melihat salah satu temannya dipukuli seperti itu.


Liu Yungha ingin menyerang Meiya namun dengan cepat Xiao Ziya menendang gadis itu hingga terpental jauh.


"Jangan ikut campur dalam masalah ini." ucap Xiao Ziya yang tak ingin bersabar lagi karna percuma saja mereka tak akan mendengar apa yang ia katakan.


Yu Wangzo berlari ke arah kekasihnya yang sedang tersungkur di tanah itu. Liu Yungha sedang memegangi perutnya yang terasa sangat sakit akibat tendangan dari Xiao Ziya tadi.


"Dasar biadap dan tak berperasaan." ucap Liu Yungha yang sedang mengata ngatai Xiao Ziya. Zier dan kedua srigala Xiao Ziya yang masih ada di sana merasa tak terima dan ingin menyerang Liu Yungha namun nona mereka melarangnya.


"Biarkan saja dia menggonggong seperti itu." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan apa yang dikatakan Lee Yungha.


Xiao Ziya berjalan ke arah Bibi Lee Sun ia menatap ke arah wanita itu. Xiao Ziya tak menyangka bahwa waktu itu ia ditipu dengan mudahnya oleh wanita paruh bahwa yang ada di hadapannya itu. Namun sekarang wanita paruh baya itu tak bisa lagi membohonginya. Xiao Ziya juga merasa Bibi Lee Sun juga bertanggung jawab atas kematian Yuan Ana, jika bukan karna wanita paruh baya itu mengatakan bahwa Yuan Ana adalah salah satu wanita yang bekerja di rumah bordilnya pasti So Min tak akan membawa pelayan setianya itu dan menodainya.


"Bukankah kau tadi mengatakan akan membenaskanku mengapa aku juga terikat?." tanya Bibi Lee Sun yang merasa Xiao Ziya sudah memaafkan kesalahannya namun Bibi Lee Sun salah karna Xiao Ziya tak akan pernah mengampuni perbuatannya.


"Apa yang akan master Ziya lakukan pada wanita tua itu?." tanya Mue Xi yang sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Entahlah mungkin kematian." ucap Zo Bixun yang memprediksi apa yang akan terjadi nantinya.


Benar apa yang di duga sebelumnya, Xiao Ziya mengangkat pedang merahnya itu ke arah Bibi Lee Sun dan menebaskannya. Seketika tubuh wanita paruh baya itu terbelah menjadi dua darah berceceran dimana mana. Para murid akademi yang melihat keganasan dari Xiao Ziya langsung terganga karna mereka samgat terkejut.


"Master Ziya sangatlah keren." ucap Ruo Yogi yang malah terpesona dengan ketegasan dan kekuatan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


"Lalu apa yang akan ia lakukan pada So Min?." tanya Ling An yang kini menjadi pemasaran ia sangat senang ketika melihat Xiao Ziya memulai aksinya yang sangat luar biasa.


Hai hai semuanya aku update lagi nih jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips