RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ternyata Dia Pelakunya


Sang iblis hati tak menyangka bahwa gadis yang ia singgung adalah perwujutan iblis sejati yang derajatnya jauh lebih tinggi daripada dia, iblis hatipun menatap Xiao Ziya dengan ketakutan.


"Kau seorang iblis sejati, bagaimana bisa di dunia bawah ada iblis sejati sepertimu." ucap iblis hati yang masih belum mengetahui dengan jelas posisi Xiao Ziya.


"Aku tentu saja manusia, dan dunia iblis adalah wilayah kekuasaanku dan juga kakek tua itu." ucap Xiao Ziya yang melihat ke arah Raja Artur.


Iblis hati itu benar benar kebingungan dengan apa yang dikatakan Xiao Ziya, belum sempat ia berfikir tiba tiba saja ada sebuah rantai hitam yang sangat panas melilih tubuh fana iblis itu.


"Kau... kau." ucap sang iblis hati yang merasa terkejut. Orang yang bisa memakai rantai itu adalah orang orang yang memiliki ke kuasaan di neraka yang merupakan junjungan para iblis.


"Ya apa yang kau tebak itu benar, sepertinya tuanmu berhadapan dengan orang yang salah." ucap Xiao Ziya.


Rantai neraka adalah rantai yang dulu pernah melilit tubuh Xiao Ziya saat peperangan melawan pihak kekaisaran yang lama, sekarang rantai neraka menjadi miliknya dan rantai neraka itu berpasangan.


"Cari tuan dari iblis rendahan ini." ucap Xiao Ziya pada sebuah rantai yang masih ia genggam. Dengan secepat kilat rantai itu pergi untuk memenuhi keinginan Xiao Ziya.


"Tolong lepaskan tuanku dan hukum saja aku." ucap sang iblis hati yang mencoba untuk mempengaruhi Xiao Ziya, karna jika hanya dirinya yang hancur dan tuannya selamat. Maka tuannya itu bisa menciptakannya kembali.


"Kau tak layak memohon padaku." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengarkan omong kosong dari si iblis hati.


Tak beberapa lama kemudian rantai neraka itu membawa seseorang yang sangat dikenali ole Xiao Ziya, dia adalah Pangeran Yin Jinyi, pangeran kelima Kekaisaran Qiyu pada masa pemerintahan kaisar lama.


"Pantas saja aku tak melihatmu saat semua saudara saudaramu terbakar." ucap Xiao Ziya yang menatap Pangeran Yin Jinyi dengan dingin.


Pada saat itu Xiao Ziya memang membakar semua orang yang berada di dalam klan, termasuk mantan permaisuri dan juga putra putrinya. Xiao Ziya sudah mengetahui rencana konspirasi yang akan mereka lakukan sehingga gadis itu memilih untuk membinasahkan semuanya, ia hanya tak menyangka Pangeran Yin Jinyi tak ada di Klan Yin saat itu.


"Kau sudah membunuh ibuku dan juga saudaraku yang lain. Dasar iblis kejam." triak Pangeran Yin Jinyi sambil menahan sakit akibat lilitan rantai neraka.


"Aku kejam? lalu bagaimana dengan kalian yang sedang merencanakan konspirasi, kalian kira karna aku hanyalah seorang gadis kecil sehingga tak menyadari hal itu?." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum meremehkan dan berjalan mendekati Pangeran Yin Jinyi.


"Kau pasti membual." ucap Pangeran Yin Jinyi yang berusaha untuk mengelak.


Xiao Ziya hanya menatap pemuda itu dengan tajam, lalu ia mulai mengencangkan lilitan rantai nerakanya.


"Aaaaargh lepaskan aku dasar iblis kecil." ucap Pangeran Yin Jinyi dengan berteriak.


Sang iblis hati tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan tuannya karna saat ini ia juga sedang terlilit rantai yang sama.


"Baiklah cukup bicaranya dan selamat tinggal." saat Xiao Ziya menjentikkan tangannya sebanyak dua kali tubuh Pangeran Yin Jinyi terlumat oleh rantai neraka hingga hancur tak berbentuk, daranya mengotori beberapa dinding pagar istana.


"Sekarang giliranmu iblis kecil, kalian bawa iblis ini ke tempat penyiksaan yang ada di neraka pastikan ia berteriak kesakitan hingga memilih untuk dilenyapkan." ucap Xiao Ziya pada kedua rantai neraka miliknya, rantai rantai neraka itupun pergi.


Raja Artur dan Pangeran Kegelapan hanya bisa menelan ludah mereka dengan kasar, Xiao Ziya jauh lebih menyeramkan saat ia sedang dalam tampilan iblis.


"Bukankah penerusmu itu begitu bengis dan tak berperasaan saat melenyapkan nyawa orang lain." ucap Pangeran Kegelapan dengan senyum yang sulit diartikan.


"Ya sudah sewajarnya ratu dari para iblis bersikap demikian." ucap Raja Artur yang sudah terbiasa dengan hal hal semacam itu.


Karna orang yang telah mengganggu kakaknya telah lenyap Xiao Ziya merasa lega dan kini kembali dalam penampilan normalnya. Gadis itu segera berlari kedalam istana untuk melihat kondisi Xiao Yan.


Saat tiba di kamar Xiao Yan, ia melihat pemuda itu sedang bercengkrama dengan ayahnya dan juga adik laki lakinya.


"Huh kau memang harus diberi hukuman." ucap Xiao Ziya yang masuk ke kamar Xiao Yan dengan ekspresi ngambeknya yang sangat lucu.


"Putriku apakah kau baik baik saja?." tanya Xiao Cunyu yang sangat khawatir pada putrinya.


"Aku baik baik saja ayah, tapi bukankah ayah perlu menjewer telinga Yan gege." ucap Xiao Ziya yang masih kesal pada kakak laki lakinya itu.


Xiao Yan yang ingat apa yang telah ia lakukan pada adiknya merasa sangat bersalah, dan wajar jika adik perempuannya itu akan merajuk dan marah padanya.


Xiao Cunyu yang melihat putrinya sedang merajuk tak bisa menahan tawanya, ia langsung menjewer telinga Xiao Yan agar putri kecilnya itu merasa sedikit terhibur.


"Aduh ayah nanti telingaku lebar sebelah." kuh Xiao Yan pada ayahnya.


"Yan gege tak boleh begiti lagi pada Ziya." ucap Xiao Ziya dan tentu saja Xiao Yan menyetujuinya.


Hari itu semua kembali berjalan dengan normal, Xiao Yan telah kembali menjadi dirinya sendiri. Namun apakah masalah yang mereka hadapi hanya sampai di sini? tentu saja tidak karna menjadi kaisar di wilayah yang besar akan membuat Xiao Yan diterpa masalah terus menerus. Namun ia beruntung banyak yang mendukungnya termasuk adik perempuan kesayangannya yaitu Xiao Ziya.


Setelah semua sudah sedikit stabil seperti semula besok rencananya Xiao Ziya akan pergi ke akademi dengan yang lain, sudah banyak materi yang ia lewatkan. Walau gadis itu sudah lumayan kuat untuk sekarang namun Xiao Ziya tak pernah lupa bahwa di atas langit masih ada langit.


Semoga saja kehidupannya di akademi nanti bisa sedikit lebih tenang, agar gadis itu bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualivitasinya.


**Hai semuanya maaf ya hari ini aku cuma update satu chapter aja. Soalnya lagi sibuk di real dari pagi tuh guys, mohon pengertiannya ya. Autor juga ga bisa terus terusan mikirin novel. Walau dikit yang penting novel ini bakalan jalan terus sampe tamat kok. Makasih kalian udah suport aku selama ini, tanpa kalian aku ga akan bisa jadi kaya sekarang.


Jangan lupa vote yang banyak, like, Komen tapi jangan spam promo, dan rate bintang lima**.