RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kebenaran Yie Gu


Keadaan saat ini di luar perkiraan Yie Laingfu, seharusnya ia mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah agar tak membuat masalah dengan Xiao Ziya. Pria itu kini mendekam di dalam penjara bawah tanah Kerajaan Bulan, bagaimana respon ayah dan anak anaknya nanti saat mengetahui hal ini.


Xiao Ziya keluar dari ruang makan dan bergegas pergi ke ruang kerjanya, gadis itu akan membuat surat resmi mengenai pemenjaraan Yie Laingfu dan kesalahan apa yang telah pria itu perbuat. Setelah selesai menulis surat, Xiao Ziya memberikan stempel resmi Kerajaan Bulan dengan tanda tangan dari Xiao Ziya. Gadis itu meminta seorang prajurit untuk masuk kedalam ruang kerjanya, ia memberikan gulungan surat tersebut pada prajurit itu.


"Kirimkan surat ini ke pemimpin Klan Yuang Yie, lalu segeralah kembali jangan dengar apapun alasan yang mereka katakan." ucap Xiao Ziya pada prajurit tersebut dengan raut wajah serius. Meskipun Yie Laingfu adalah pamannya, tindakan yang telah pria itu lakukan kali ini sudah sangat keterlaluan.


"Baiklah saya mengerti nona besar, saya akan segera mengirimnya ke Klan Yuang Yie." ucap prajurit tersebut. Prajurit itu keluar dari ruang kerja Xiao Ziya dan bergegas pergi menuju Klan Yuang Yie.


Xiao Ziya sudah cukup lelah dengan tingkah beberapa anggota Klan Yuang Yie, gadis itu berdiri dari tempat duduknya dan melesat keluar dari Istana Kerajaan Bulan. Xiao Ziya pergi menuju markas utama untuk meminta bantuan pada Ratu Min Xunzi, kemungkinan besar pagi pagi buta nanti kakeknya akan membawa beberapa anggota Klan Yuang Yie untuk negosiasi mengenai penangkapan Yie Laingfu.


Dengan kecepatan Xiao Ziya saat ini, ia tiba di markas utama dalam waktu yang sangat singkat. Prajurit Iblis milik Xiao Ziya menyambut kedatangan nona besar mereka dengan membungkukkan badan, mereka senang karna nona besar baik baik saja.


"Anda sudah kembali?." ucap salah satu pasukan Kerajaan Hitam yang melihat kedatangan Xiao Ziya.


"Saya datang untuk menemui Ratu Min Xunzi dan menyampaikan pesta perayaan kemenangan akan dilakukan besok pagi. Sebaiknya seluruh pasukan bersiap untuk pergi agar tak terlambat datang ke pesta." ucap Xiao Ziya dengan senyuman hangat, gadis itu berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kekesalannya.


"Baiklah saya akan memberitahu yang lain, saya permisi terlebih dahulu nona Ziya." ucap prajurit itu.


Setelah sang prajurit pergi Xiao Ziya langsing bergegas masuk kedalam rumah kayu tempat para pemimpin tinggal, ia mengetuk sebuah pintu kamar tempat Ratu Min Xunzi beristirahat. Setelah menunggu beberapa saat pintu kamar itupun dibuka, terlihat Raja Min Lunxi menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung. Mungkin Raja Min Lunxi sedang berfikir kapan keponakannya itu datang, bukankah seharusnya Xiao Ziya berada di Istana Kerajaan Bulan untuk menyiapkan pesta perayaan?.


"Kapan kau datang?." tanya Raja Min Lunxi dengan wajah polosnya yang terlihat lucu. Xiao Ziya tersenyum tipis melihat eskpresi pamannya itu, karna sudah sangat malam tak mungkin Ziya tertawa dengan lepas dan mengganggu waktu istirahat yang lain.


"Saya baru tiba beberapa saat yang lalu paman. Bisakah anda memanggilkan bibi Min Xunzi, ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan bibi." ucap Xiao Ziya dengan sopan, pria yang ada di hadapannya adalah sosok paman yang sangat baik.


"Tunggulah sebentar, paman akan membangunkan bibi mu yang tertidur seperti kerbau itu." ucap Raja Min Lunxi yang langsung menutup pintu dan membangunkan sang istri.


Xiao Ziya menunggu dengan sabar di luar kamar. Saat gadis itu sedang menunggu, tiba tiba kamar di sebelah kamar Ratu Min Xunzi terbuka dan terlihat kedua kakak sepupu Xiao Ziya yang keluar dari sana.


"Apa yang sedang kau lakukan di situ adik?." tanya Tuan Muda Min Xome pada Xiao Ziya.


"Saya sedang menunggu bibi Min Xunzi, gege ingin pergi kemana malam malam begini?." tanya Xiao Ziya lada Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi.


"Kami berdua ingin membeli sesuatu di pasar, apakah kau sudah cukup lama menunggu ibu?." tanya Tuan Muda Min Xome.


"Tidak, saya baru saja tiba di markas." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah.


Min Xome dan Min Wungi saling bertatapan satu sama lain, mereka berdua yakin adik sepupunya telah menunggu cukup lama dan sang ibu belum bangun juga. Kedua pemuda itu tersenyum dengan sangat mencurigakan, Min Xome meminta Xiao Ziya minggir dari depan pintu kamar ibunya. Tiba tiba saja Min Xome dan Min Wungi mengetuk kamar Ratu Min Xunzi dengan sangat kencang, untung saja rumah kayu yang dibuat oleh Xiao Ziya sangatlah kuat hingga tak mudah hancur.


"Ibu bangunlah, jangan membuat adik sepupu kami yang cantik menunggu lama." triak Min Xome dengan sangat kencang, beberapa orang yang tinggal di rumah kayu itu sampai terbangun dari tidur mereka.


Raja Artur dan Ratu Rexuca keluar dari kamar dan melihat apa yang sedang terjadi, mereka bergegas menghampirinya Xiao Ziya setelah melihat gadis itu. Raja Artur menatap Xiao Ziya cukup lama dengan tatapan ingin meminta penjelasan, jawaban dari Ziya hanya sebuah gelengan kepala saja.


"Maaf karna kami berdua mengganggu waktu istirahat kalian, ibu kami sangat susah dibangunkan dan adik sepupu Ziya sudah menunggu cukup lama." ucap Min Xome pada Raja Artur dan Ratu Rexuca, pemuda itu membungkukkan badan sebagai tanda permintaan maaf yang tulus.


"Ada masalah apa sampai nona ingin bertemu dengan Ratu Min Xunzi?." tanya Ratu Rexuca, wanita itu khawatir ada pihak lain yang berusaha mengganggu Xiao Ziya.


"Pamanku datang belum lama ini, dia membawa seorang wanita. Paman mengatakan bahwa wanita itu adalah ibu kandung saya, namun saya tau bagaimana ibu saya dan lingkungannya. Karna paman berani membohongi saya, akhirnya saya memasukkannya ke dalam penjara serta mengirim surat pada pemimpin Klan Yuang Yie. Saya memerlukan bantuan bibi untuk mengurus orang orang dari Klan Yuang Yie yang akan datang." jawab Xiao Ziya dengan wajah lelah, ia hanya ingin beristirahat dengan tenang dan menikmati waktu santainya saja.


Ratu Min Xunzi yang awalnya enggan untuk terbangun langsung membelalakkan mata, ia terlihat sangat marah mengetahui fakta salah satu adik laki lakinya berani menipu keponakan kesayangannya itu. Ratu Min Xunzi memperkirakan bahwa Yie Laingfu adalah dalang dibalik semua kejadian ini, menyewa seseorang untuk berpura pura menjadi ibu kandung dari Xiao Ziya merupakan kejahatan besar. Gadis cantik itu tak pernah bertemu ataupun mendapatkan kasih sayang dari sang ibu sejak ia lahir, berani sekali pria sialan itu membuat masalah. Dengan segera Ratu Min Xunzi mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian yang lebih formal.


"Tenanglah istriku, jangan membuat keributan saat bertemu dengan anggota Klan Yuang Yie nanti." ucap Raja Min Xunzi, sang raja berusaha menenangkan hati istrinya yang sedang kalut.


"Kali ini jangan hentikan saya, bagaimana bisa laki laki bodoh itu membuat hati keponakanku hancur." jawab Ratu Min Xunzi dengan genggam tangan kuat.


"Dia tetap adik laki laki mu." ucap Raja Min Lunxi.


"Yie Laingfu hanyalah sampah yang bersembunyi di belakang bahu ibunya, saya akan memberikan pelajaran pada pria itu." ucap Ratu Min Xunzi yang sudah membulatkan tekadnya.


Ratu Min Xunzi keluar dari kamar dan segera mengajak Xiao Ziya serta kedua putranya untuk pergi ke Kerajaan Bulan, Raja Min Lunxi menghela nafas panjang ia bisa melihat amarah yang meluap luap dari istrinya.


"Istri anda terlihat sangat marah." ucap Raja Artur dengan sedikit perasaan cemas, wanita itu tak akan bisa mengendalikan emosinya dengan baik.


"Dia benar benar marah saat ini, anda juga tau bahwa keponakan saya tak pernah melihat wajah ibunya. Kali ini hal yang dilakukan oleh Yie Laingfu sudah melewati batas." ucap Raja Min Lunxi dengan tatapan sedih. Ia tak bisa membayangkan betapa menyakitkan hidup yang dijalani keponakannya selama tiga belas tahun.


"Gadis itu sudah lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Sebaiknya kita kembali ke kamar masing masing dan bersiap berangkat ke Istana Kerajaan Bulan esok pagi." ucap Raja Artur yang langsung berjalan menuju kamarnya begitupun dengan Ratu Rexuca.


Raja Min Lunxi ingin menyusul istrinya pergi ke Istana Kerajaan Bulan, namun ia tak ingin menghentikan sang istri kali ini. Akhirnya Raja Min Lunxi masuk kembali ke dalam kamar, ia berharap hukuman yang diberikan istrinya bukanlah kematian.


Di sisi lain prajurit yang diutus oleh Xiao Ziya untuk pergi ke Klan Yuang Yie telah tiba di tempat tujuannya, beberapa prajurit penjaga gerbang masuk Klan Yuang Yie menghentikan langkah prajurit Kerajaan Bulan itu.


"Apa yang ingin anda lakukan di Klan Yuang Yie malam malam seperti ini?." tanya salah seorang prajurit penjaga gerbang Klan Yuang Yie.


"Saya datang untuk menyampaikan surat resmi dari Nona Besar Xiao Ziya, nona mengatakan surat ini harus disampaikan pada pemimpin klan." jawab prajurit Kerajaan Bulan tersebut dengan sorot mata tenang, kali ini ia datang hanya untuk mengirim surat saja.


"Baiklah saya akan mengantar anda ke ruang kerja pemimpin klan." jawab salah seorang prajurit penjaga gerbang masuk, ia memandu jalan prajurit Kerajaan Bulan menuju ruang kerja Yie Gu. Setelah sampai di depan pintu ruang kerja Pemimpin Klan Yuang Yie sang prajurit mengetuk pintu.


"Silahkan masuk." ucap Yie Gu dari dalam ruang kerjanya, ia tak tau siapa yang berkunjung malam malam begini.


Prajurit Kerajaan Bulan masuk kedalam, ia tak lupa memberikan salam hormat pada pemimpin Klan Yuang Yie. Yie Gu menatap prajurit itu dengan tatapan tajam, mengapa ada prajurit Kerajaan Bulan di Klan Yuang Yie nya ini? mungkinkah telah terjadi hal buruk pada cucu kesayangannya.


"Maaf mengganggu waktu anda di malam hari seperti ini, saya datang membawa titah langsung dari Nona Besar Xiao Ziya." ucap sang prajurit Kerajaan Bulan, ia memberikan gulungan surat pada Yie Gu.


"Surat apa ini?." tanya Yie Gu dengan tatapan bingung, beberapa saat setelahnya ia memiliki pemikiran bahwa Xiao Ziya mengundang beberapa anggota Klan Yuang Yie ke pesta perayaan kemenangannya.


"Silahkan tuan membacanya sendiri, saya pamit karna ada banyak hal yang harus dipersiapkan di istana." ucap sang prajurit Kerajaan Bulan yang langsung keluar dari ruang kerja Yie Gu, prajurit itu tak ingin mendengar keluhan dari pemimpin Klan Yuang Yie setelah membaca surat tersebut.


Prajurit itu pergi meninggalkan Klan Yuang Yie kembali menuju Wilayah Kerajaan Bulan, di sisi lain Yie Gu membuka surat pemberian dari cucunya itu dan mulai membaca perlahan dari awal hingga akhir. Ekspresi senang yang Yie Gu tunjukkan di awal saat menerima surat itu berubah menjadi ekspresi marah bercampur kesal, Yie Gu meremas surat itu dengan kuat dan melemparnya ke dinding.


"Apa yang telah anak itu lakukan hingga membuat cucuku memenjarakannya, jangan bilang pria bodoh itu benar benar melakukan rencana konyolnya." ucap Yie Gu dengan raut wajah frustasi, ia harus membebaskan Yie Laingfu dari penjara Kerajaan Bulan.


Yie Gu keluar dari ruang kerjanya dengan tatapan kesal, ia meminta beberapa ketua Klan Yuang Yie untuk berkumpul di aula utama. Selain mengumpulkan ketua Klan Yuang Yie ia juga meminta anak anak dari Yie Laingfu untuk ikut serta dalam rapat darurat malam ini. Saat ini aula utama Klan Yuang Yie dipenuhi oleh beberapa orang yang sedang menatap bingung ke arah pemimpin mereka, ada masalah apa hingga mereka semua dibangunkan dari tidur nyenyak?.


"Mengapa pemimpin klan mengumpulkan kami malam malam begini?." tanya Yie Fufu dengan mata yang sedikit terpejam, ia baru tertidur beberapa saat yang lalu namun seorang prajurit mengetuk pintu kamarnya dengan kencang.


"Yie Laingfu saat ini berada di penjara Kerajaan Bulan, beberapa saat yang lalu ada seorang prajurit yang datang untuk mengantarkan titah dari pemimpin baru mereka. Saya tak menyangka Yie Laingfu membuat masalah disaat Xiao Ziya sedang menyiapkan pesta perayaan kemenangannya." ucap Yie Gu dengan sorot mata sedih, saat ini pria tua itu tak tau harus memihak pada Yie Laingfu ataukah pada Xiao Ziya.


"Gadis itu selalu membuat masalah untuk Klan Yuang Yie, mengapa kakek sangat menyayanginya!." triak Yie Munha dengan sangat kencang, ia benci segala hal yang dilakukan oleh Xiao Ziya. Bukankah selama ini ayahnya susah sangat baik pada gadis itu, lalu mengapa gadis itu malah memenjarakan sang ayah?.


"Kejahatan apa yang telah dilakukan oleh ayah kami?." tanya Yie Junghwa dengan tenang, meskipun ia belum lama mengenal Xiao Ziya ia tau gadis itu tak akan mengambil tindakan tanpa alasan yang jelas.


"Sepertinya ayah kalian benar benar menjalankan rencana konyolnya, kakek sudah berusaha menghentikan namun ayah kalian tak mau mendengarkan perkataan kakek." jawab Yie Gu pada ketiga cucunya.


"Memang kesalahan sebesar apa yang telah dilakukan ayah, tak mungkin ayah berencana menghancurkan pesta gadis itu." ucap Yie Munha dengan tatapan sinis.


"Kami ingin tau kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Yie Laingfu hingga ia dipenjarakan seperti itu?." tanya Yie Jungso, ketua kedua Klan Yuang Yie. Sejauh yang ia ketahui Xiao Ziya adalah gadis ceria dengan kepribadian yang baik, gadis itu selalu melakukan sesuatu dengan pertimbangan yang tepat.


"Yie Laingfu menyewa seorang perempuan yang mirip dengan Ratu Junyi Zu dan membawanya ke Istana Kerajaan Bulan, ia berencana membuat wanita yang ia sewa dekat dengan Xiao Ziya kemudian membuat gadis itu mau menyerahkan pil darah untuk menyembuhkan Yie Weinje." ucap Yie Gu dengan menundukkan kepalanya, sebagai seorang ayah ia merasa malu karna gagal mendidik putranya dengan benar.


"Ini tindakan yang keterlaluan!! anda tau bahwa Xiao Ziya tak pernah bertemu dengan ibu kandungnya. Mengapa putra anda membuat gadis tak berdosa itu merasakan sakit hati." ucap Yie Fufu dengan nada bicara yang cukup kasar.


"Tindakan putra anda memang tak bisa dimaafkan, seorang anak yang baru lahir seharusnya mendapat kasih sayang dari sang ibu. Bukankah anda sendiri yang datang menjemput Ratu Junyi Zu dan memaksanya meninggalkan suami serta anak yang baru ia lahirkan? saat itu kami sudah mengatakan pada anda untuk memberikan waktu satu atau dua tahun agar Junyi Zu merawat putrinya terlebih dahulu, namun anda tak mendengar saran sari kami. Anda sudah gagal menjadi ayah ataupun seorang kakek yang baik." ucap Yie Mingha, sebagai ketua ketiga dari Klan Yuang Yie sekaligus sebagai seorang wanita yang mengerti kesedihan Junyi Zu saat itu.


"Mengapa kalian memojokkan ayah dan kakek seperti itu!!." triak Yie Munha.


"Gadis yang dibesarkan dengan banyak kasih sayang dan pengorbanan dari sepupu yang lain tak akan mengerti semenderita apa Xiao Ziya saat ini!." triak Yie Fufu dengan kemarahan yang memuncak, Xiao Munha langsung terdiam melihat wakil pemimpin Klan Yuang Yie sedang membentaknya.


"Jangan menyalahkan gadis itu atas kejadian ini." ucap Yie Gu dengan nada gemetar.


"Sudah sangat beruntung karna Xiao Ziya tak menghancurkan Klan Yuang Yie untuk membalaskan dendamnya, mungkin semua ini karna didikan sang ayah yang sangat baik pada gadis itu. Lihatlah salah satu anakmu membuat masalah pada Xiao Ziya, kami tak bersedia membantu dalam pengadilan Istana Kerajaan Bulan. Ini adalah masalah keluarga anda pemimpin, dan anda harus menyelesaikannya sendiri." ucap Yie Fufu yang langsung pergi dari aula utama Klan Yuang Yie, pria itu tak ingin mendengar lebih banyak omong kosong dari Yie Gu.


"Raja Yongling Zu yang anda percaya dapat menjaga Junyi Zu dengan baik malah menghancurkan kehidupan wanita itu, anda juga membiarkan istri anda menghancurkan hidup anak anda yang lain. Hal apa yang bisa dibanggakan dari seorang ayah yang gagal menyelamatkan anak anaknya sendiri?." ucap Yie Lungmin yang ikut pergi dari aula utama, ia tak peduli dengan posisinya sebagai ketua pertama Klan Yuang Yie.


"Yie Laingfu dan anak anaknya bisa hidup tenang di Kastil Klan Yuang Yie hingga saat ini karna kami hanya diam saja. Jika sesuatu terjadi pada Xiao Ziya lagi maka kami akan menendang mereka pergi dari klan ini, ingatlah salah satu putra yang anda usir dari sini karna menampar Yie Laingfu telah tumbuh menjadi seseorang yang sangat berpengaruh pada dunia. Saya mendengar kabar bahwa putra anda Lee Brian sangat mencintai keponakannya yaitu Xiao Ziya." ucap Yie Jungso.