
Kini semua anggota keluarga Yungha telah mati di tangannya sendiri dan ia bisa merasa sedikit lega. Tiba tiba saja Yungha membalikkan badan dan tersenyum miring sembari melihat ke arah Xiao Ziya, dengan cepat Yungha berlari ke arah Ziya dan ingin membunuh gadis itu juga. Bagi Yungha kehadiran Xiao Ziya merupakan bencana besar dalam kehidupan yang ia jalani, ia kehilangan semua harta serta kebahagiaannya karna ulah gadis itu.
Belum sempat pedang yang ada di tangan Yungha mengenai tubuh Xiao Ziya, sebuah sulur hitam menembus jantungnya terlebih dahulu. Akhirnya Yungha tumbang ke tanah sembari menatap tajam ke arah Xiao Ziya, Yunha sangat tidak terima karna ia selalu kalah jika melawan gadis itu.
Ziya tersenyum puas, ia memasukkan kembali pedang miliknya itu ke dalam cincin semesta kemudian berjalan mendekat ke arah Yungha. Xiao Ziya berjongkok kemudian mencengkram wajah Yungha dengan kuat hingga gadis itu meringis kesakitan.
"Saya tidak tau bahwa Nona Yungha sangat suka bercanda. Anda ingin membunuh saya menggunakan kekuatan yang saya pinjamkan? itu terdengar sangat menggelikan." ucap Xiao Ziya.
Ziya kembali berdiri, ia menginjak punggung Yungha hingga terdengar suara tulang yang patah. Tubuh Yungha benar benat hancur, karna tak kuat menahan sakit yang teramat sangat akhirnya iapun menghempaskan nafas terakhir.
"Tugas untuk menyingkirkan hama telah selesai, kini saatnya untuk kembali ke Klan Xiao dan menjemput Yan Gege." gumam Xiao Ziya dengan suara pelan disertai senyuman lebar. Ziya berjalan pergi meninggalkan halaman depan rumah Yungha, setelah berjarak cukup jauh Ziya menjentikkan jarinya dan kobaran api yang sangat besar membakar seluruh bagian rumah.
Xiao Ziya membaca mantra teleportasi dan ia sedang dalam perjalanan melintasi dimensi ruang dan waktu, sebenarnya jarak antara rumah Yungha dengan wilayah kekuasaan Klan Xiao tidak terlalu jauh namun ia sangat malas untuk berjalan kaki.
Dalam waktu kurang satu menit akhirnya gadis itu muncul di depan paviliun kakak laki lakinya. Beberapa prajurit yang berjaga di depan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk ke dalam.
"Silahkan masuk Nona Muda Xiao Ziya. Saat ini Tuan Muda Xiao Yan sedang berada di dalam." ucap beberapa prajurit dengan senyuman ramah.
"Terimakasih, saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk ke dalam halaman paviliun kakak pertamanya.
Tok tok tok..
Suara pintu paviliun Xiao Yan yang sedang diketuk oleh Ziya. Dari dalam paviliun itu terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu, beberapa saat setelah pintu terbuka dan menunjukkan wajah Xiao Yan dengan ekspresi bingung.
"Ku kira kau datang kembali ke Klan Xiao untuk bertemu dengan ayah, ternyata untuk mencari ku. Silahkan masuk ke dalam adik Ziya." ucap Xiao Yan.
"Terimakasih Gege."jawab Xiao Ziya yang masuk ke dalam paviliun kakak pertamanya itu.
Xiao Ziya duduk di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan kakak laki lakinya itu. Suasana hening sempat terjadi beberapa saat kemudian Ziya langsung memberitahukan maksud kedatangannya mencari Xiao Yan.
"Saya telah membangun sebuah kerajaan baru di wilayah selatan Kekaisaran Binzo. Wilayah itu telah resmi menjadi milik saya setelah kesepakatan yang terjalin dengan Kaisar Yuzang Yanglang, Gege pasti tau bahwa saya tidak bisa menatap di dunia bawah terlalu lama karna masih banyak hal lain yang harus saya lakukan. Kemarin malam saya mengadakan pertemuan dengan para kepala desa dan perwakilan penduduk, mereka setuju menjadikan Gege sebagai raja yang baru. Kali ini Gege akan diawasi agar tidak tergoda oleh rayuan wanita ular manapun karna mereka hanya akan menghancurkan masa depan Gege. Jika Gege ingin segera menikah maka saya akan mencarikan beberapa calon yang layak." ucap Xiao Ziya yang berterus terang di hadapan Xiao Ziya.
Sebenarnya Xiao Ziya tidak memiliki niatan untuk terlalu ikut campur dalam kehidupan yang dijalani oleh saudara saudaranya itu, namun entah mengapa mereka sering kali terjerumus ke jalan yang salah. Demi masalah depan para saudaranya akhirnya dengan sangat terpaksa Xiao Ziya ikut campur dalam urusan pribadi mereka.
"Aku telah mengecewakan mu dan gagal menjadi seorang kaisar yang baik, mengapa kau masih memberiku kesempatan untuk memimpin sebuah kerajaan baru?. Bagaimana jika aku mengulang kesalahan yang sama?." tanya Xiao Yan dengan rasa khawatir yang menyelimuti hatinya.
"Kali ini jangan kecewakan saya lagi. Jika Gege sedang dekat dengan seorang gadis ataupun wanita tolong perkenalkan terlebih dahulu pada ayah ataupun saya sebelum kalian masuk ke jenjang yang lebih serius." pesan Xiao Ziya pada sang kakak.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keinginan mu maka Gege akan melakukannya dengan baik dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama." jawab Xiao Yan, ia memenuhi permintaan adik perempuannya itu.
"Persiapkan semua barang barang yang ingin Gege bawa ke Istana Kerajaan Binglin nanti. Saya harus pergi untuk mengurus masalah kekosongan jabatan pemimpin Klan Xiao, saya akan kembali untuk menjemput Gege saat makan malam selesai nanti." ucap Xiao Ziya, ia langsung pamit pada Xiao Yan dan keluar dari paviliun milik kakaknya itu.
"Aku akan bersiap sekarang, sampai jumpa adik." jawab Xiao Yan dengan suara yang cukup kencang.
Di sisi lain saat ini Kaisar Yuzang Yanglang tidak bisa tenang setelah melihat kemewahan kerajaan baru yang dibangun oleh Xiao Ziya, ia ingin merebut kembali wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo dari tangan gadis itu akan tetapi tidak akan mudah jika harus bertarung dengan Ziya. Kaisar Yuzang Yanglang sedang memikirkan cara lain agar gadis itu menyerahkan kerajaan barunya secara sukarela.
"Apa yang sedang ayah pikirkan?." tanya Pangeran Yuzang Xin dengan tatapan bingung.
"Apakah kau sudah melihat bagaimana penampakan dari wilayah bagian selatan saat ini?. Istana yang mereka miliki jauh lebih besar dan lebih megah dari Istana Kekaisaran Binzo, hal semacam ini tidak boleh terjadi putraku." ucap Kaisar Yuzang Yanglang sembari menepuk pundak Pangeran Yuzang Xin beberapa kali.
"Ayah ingin merebut wilayah itu dari tangan Nona Ziya?. Bukankah kita kalah telak saat memaksakan diri untuk melawannya? saat ini Kekaisaran Binzo sedang mengalami krisis pangan ayah. Akan lebih baik jika ayah menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu sebelum membuat rencana untuk merebut kerajaan baru yang dibangun oleh Nona Xiao Ziya." saran Pangeran Yuzang Xin. Para penduduk sedang dalam kesulitan mendapatkan bahan makanan pokok, tidak ada lagi suplai pangan yang dikirim pada mereka oleh beberapa pihak yang ternyata di bawah kepemimpinan Xiao Ziya.
"Ck masalah kecil seperti itu tidak perlu terlalu difikirkan. Ayah telah mengirimkan beberapa orang untuk pergi ke beberapa kerajaan dan meminta bantuan pada mereka. Jika ayah berhasil merebut kembali wilayah itu maka krisis pangan yang sedang terjadi akan segera teratasi." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang tetap keras kepala pada pendiriannya.
"Baiklah terserah pada ayah ingin melakukan apa, jika ayah membutuhkan bantuan maka saya dan adik akan siap membantu." ucap Pangeran Yuzang Xin. Sang pangeran segera pergi meninggalkan ayahnya yang masih menatap penuh kekaguman ke arah bangunan Istana Kerajaan baru milik Xiao Ziya dari atas menara Kekaisaran Binzo.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang berada di dalam ruang kerja para Ketua Klan Xiao, ia ingin membahas masalah pemimpin baru pada mereka semua. Para ketua Klan Xiao memposisikan kursi mereka menghadap ke arah Xiao Ziya, sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan oleh gadis itu.
"Apakah semuanya sudah berjumlah di sini?." tanya Xiao Ziya sembari menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan semua ketua klan ada di sana.
"Baiklah karna para ketua klan sudah berkumpul maka saya akan memulai pembahasan kali ini. Dengan tiadanya Xiao Ciyun sebagai pemimpin klan maka otoritas Klan Xiao secata penuh akan kembali menjadi milik saya, setelah ini semua pihak yang sempat memutuskan kerjasama dengan Klan Xiao akan memulai kontrak bisnis yang baru. Selain itu saya sudah memutuskan siapa yang akan mengisi posisi pemimpin klan, mau tidak mau kalian harus mematuhi keputusan saya ini. Jika ada yang merasa keberatan silahkan katakan langsung pada saya beserta alasan yang logis. Ketua klan yang akan mengisi jabatan sebagai pemimpin Klan Xiao yang baru tak lain dan tak bukan adalah ayah saya sendiri. Saya telah mempertimbangkannya dengan matang, saya hanya tidak ingin ada penghianat lagi seperti Xiao Ciyun. Jadi bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini?." tanya Xiao Ziya pada para Ketua Klan Xiao yang telah berkumpul di tengah tengah ruang kerja.
Para ketua klan saling berpandangan satu sama lain, mereka merasa lega karna otoritas Klan Xiao kembali berada di tangan Xiao Ziya artinya krisis yang sedang dialami akan segera berakhir.
"Saya tidak keberatan atas keputusan Anda. Tuan Xiao Cunyu memang seharusnya menjadi pemimpin Klan Xiao sejak awal ketika pemimpin yang lama mati." ucap Xiao Yuza yang menyampaikan pendapatnya pada Xiao Ziya.
"Saya rasa itu saran yang sangat bagus, saya segini jika Tuan Xiao Cunyu menjadi pemimpin klan yang baru karna beliau akan selalu berada di pihak Nona Muda Xiao Ziya." jawab Xiao Zuen dengan senyuman lebar.
"Saya juga setuju dengan ketua klan yang lain." jawab Xiao Anmi.
Diantara semua Ketua Klan Xiao hanya Xiao Xiling saja yang diam tanpa memberikan tanggapan apapun mengenai keputusan Xiao Ziya itu. Mungkinkah ia merasa keberatan atau memiliki pendapat yang lain?.
"Bagaimana dengan Tuan Xiao Xiling, mengapa sedari tadi Anda hanya diam saja?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung.
"Ah maaf saya tidak fokus dengan apa yang Nona Muda Xiao Ziya sampaikan. Apapun keputusan Anda saya akan selalu mendukung dengan segenap hati." jawab Xiao Xiling agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Lalu apa yang membuat Anda melamun seperti tadi?." tanya Xiao Ziya.
"Saya sedang memikirkan bagaimana kabar Zoe saat ini. Bukankah Anda meninggalkannya di Dunia Manusia Abadi? kapan Anda akan menjemput Zoe?." tanya Xiao Xiling sembari menunjukkan senyuman canggung. Jujur saja ia sangat dekat dengan anak angkat Xiao Cunyu itu, Xiao Xiling sangat merindukan Zoe yang sudah lama tidak berada di Klan Xiao.
"Setelah masalah dengan Kaisar Yuzang Yanglang selesai saya akan meminta seseorang untuk menjemput Zoe." jawab Xiao Ziya. Untuk saat ini Zoe sudah berada di tempat yang aman.
"Baiklah kalau begitu. Maaf karna membuat Anda dan ketua yang lain salah faham." ucap Xiao Xiling.
"Baik pembahasan kali ini telah selesai, saya sangat senang karna kalian semua setuju dengan keputusan saya. Ah iya saya akan mengangkat Xiao Yan sebagai raja dari kerajaan baru yang saya dirikan di wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo. Besok malam saya akan mengadakan pesta jamuan makan malam, kalian semua harus hadir." ucap Xiao Ziya.
"Wah lihatlah putri mu itu Tuan Xiao Cunyu. Baru saja dia kembali dari perjalanan jauh namun sudah membangun sebuah kerajaan baru." ucap Xiao Yuza sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"Nona Ziya selalu melakukan hal hal luar biasa kemanapun ia pergi. Kami pasti akan datang menghadiri peta jamuan makan malam itu." jawab Xiao Anmi dengan antusias tinggi.
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu. Maaf telah mengganggu waktu kerja kalian semua. Sampai jumpa saah jamuan makan malam esok hari." ucap Xiao Ziya yang langsung berdiri kemudian bergegas pergi meninggalkan ruang kerja para ketua Klan Xiao.
Setelah kepergian Xiao Ziya semua orang kembali ke posisi mereka masing masing dan melanjutkan pekerjaan yang tunda. Hari ini sepertinya mereka semua akan lembur agar bisa datang ke pesta jamuan makan malam dengan tenang.
Hari mulai sore dan Xiao Ziya masih berada di sekitar Klan Xiao, gadis itu melakukannya banyak hal seperti melihat lihat barang apa saja yang dimiliki oleh mendiang Xiao Ciyun di dalam paviliunnya, berapa banyak uang pribadi yang ia milik serta berapa banyak uang Klan Xiao yang sempat ia gelapkan tanpa sepengetahuan ketua klan yang lain.
Setelah selesai Xiao Ziya langsung pergi dari paviliun Xiao Ciyun menuju tempat berlatih para murid Klan Xiao di sana ia bertemu dengan kelompok Xiao Zuen dan membicarakan beberapa hal dengan mereka dan melihat bagaimana perkembangan pelatihan mereka semua. Xiao Ziya sangat puas dengan ketekunan kelompok Xiao Zuen yang terus berlatih hingga menguasai jurus yang mereka ingin kuasai.
Saat kembali dari tempat latihan hari sudah mulai sore karna itu Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke paviliunnya yang sedang di jaga oleh Mongi dan Yoongi.
"Salam hormat kami pada Nona Muda Xiao Ziya." ucap para prajurit yang berjaga di depan gerbang masuk milik gadis itu. Mereka membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.
"Terimakasih atas sambutannya saya permisi masuk ke dalam terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang masuk ke dalam halaman depan paviliunnya dan ia langsung disambut dengan pemandangan yang lucu.
Xiao Ziya melihat Mongi dan Yoongi sedang dalam wujud serigala es dan serigala api. Keduanya sedang berlarian di sekitar halaman depan seperti sedang bermain kejar-kejaran. Setelah menyadari kedatangan nona muda mereka, dengan segera Mongi dan Yoongi berubah wujud menjadi manusia lagi, mereka pun berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada Nona Muda Xiao Ziya. Senang bisa melihat Anda lagi." ucap Mongi sembari membungkukkan badannya.
"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya. Bagaimana kabar Anda? apakah Yungha dan ayah angkatnya sudah Anda lenyapkan?. Saya tidak bisa merasakan kehadiran mereka berdua." ucap Yoongi sembari menunjukkan senyuman jahat. Sepertinya Yoongi sangat kesal karna harus berhadapan dengan tingkah absurd dari Xiao Yungha.
"Pengganggu seperti mereka berdua tidak boleh dibiarkan hidup terlalu lama. Sekarang kalian bisa masuk kembali ke dalam cincin semesta dan berkumpul dengan yang lain, terimakasih karna telah menjalankan tugas dengan baik." ucap Xiao Ziya yang ingin memasukkan kedua serigalanya itu ke dalam cincin semesta.
"Kami juga merasa senang bisa membantu Nona Ziya, sampai jumpa Nona." ucap Mongi dan Yoongi, keduanya langsung dihisap masuk ke dalam cincin semesta milik Nona Muda mereka.
Hai hai semua author balik lagi, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.