
Raja Artur menelan ludahnya dengan kasar, ia tak tau harus mengatakan apa lagi pada Xiao Ziya agar gadis itu tak mengalahkannya atas kejadian yang terjadi pada kelompok Kalajengking Iblis lima puluh tahun yang lalu. Xiao Ziya masih menatap ke arah Raja Artur seperti sedang meminta penjelasan.
"Baiklah saya memang bersalah atas kejadian lima puluh tahun yang lalu dan saya sengaja tak menceritakannya pada Anda karna saya takut akan kemarahan Anda." ucap Raja Artur dengan jujur pada Xiao Ziya. Ia tau semenyeramkan apa ketika Xiao Ziya sedang marah, selain itu Raja Artur sudah pernah merasakan hukuman dari gadis itu.
"Anda takut pada saya? bagaimana bisa seorang Raja dari Alam Neraka takut pada seorang gadis manusia seperti saya ini. Tolong jangan membuat saya tertawa geli." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring yang menghiasi wajah cantiknya itu.
"Wangyan Lu memberikan banyak bukti mengenai kecurangan yang dilakukan oleh Yanze Xu, saat itu saya percaya dengan semua bukti bukti tersebut. Tadinya saya ingin tetap membiarkan Yanze Xu dan pengikutnya untuk tinggal di Alam Neraka namun karna jumlah pasukan Wangyan Lu lebih banyak dan mereka terus mendesak saya untuk mengurusi Yanze Xu, akhirnya saya menuruti permintaan mereka." ucap Raja Artur dengan raut wajah pasrah. Meski dulunya ia adalah Raja Neraka yang sangat ditakuti oleh bangsa iblis namun ada beberapa hal yang membuat Raja Artur merasa tertekan misalnya pemberontakan secara besar besaran yang ingin dilakukan oleh Wangyan Lu bersama dengan sembilan puluh ribu kelompok Kalajengking Iblis yang berada di bawah kepemimpinannya.
Xiao Ziya mengangguk anggukkan kepala sembari mendengar cerita dari Raja Artur, ia harus menggabungkan banyak versi cerita menjadi satu untuk mendapatkan kebenaran dari kejadian itu. Dari penjelasan Raja Artur, Xiao Ziya dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa kakek tua itu tak ingin terlalu repot mengurusi pemberontakan yang akan terjadi jika ia tak segera mengusir Yanze Xu dan pengikutnya dari Alam Neraka. Mendengar hal itu membuat Xiao Ziya merasa kesal dan memberikan sebuah jitakan mendarat tepat di kepala Raja Artur hingga pria itu meringis kesakitan.
"Jika saya mengenal Anda sejak lama, mungkin saat ini Anda hanyalah sebuah nama yang dikenang oleh penduduk Alam Neraka." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius. Raja Artur hanya bisa menundukkan kepalanya dihadapan gadis itu, ia memang melakukan kesalahan yang cukup besar dan telah menyesalinya sejak lama.
"Lalu apa yang akan Anda lakukan sekarang, apa yang akan anda lakukan sebagai Pemimpin Alam Neraka? ataukah saya harus turun langsung dalam masalah ini juga?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan datar. Terkadang Raja Artur menunjukkan sifat sebagai pemimpin yang baik, bijaksana, dan dapat mengayomi seluruh iblis yang tinggal di Alam Neraka namun terkadang ia juga menunjukkan sisi dimana ia tak bisa menyelesaikan beberapa masalah secara adil. Karna itulah Xiao Ziya merasa sangat geram pada Raja Artur dan ingin memberikan bimbingan mengenai pendidikan karakter pada pria tua itu.
"Ada beberapa masalah yang terjadi di Alam Neraka akhir akhir ini dan saya harus menyelesaikannya terlebih dahulu, saya harap Anda bisa ikut membantu sebagai calon penerus dari Alam Neraka." ucap Raja Artur yang menginginkan bantuan dari Xiao Ziya namun ia enggan untuk mengatakannya secara terang terangan.
"Bukankah saat ini Alam Neraka sedang dalam keadaan stabil, hanya beberapa iblis yang kabur dan beberapa hari yang lalu sudah ditangkap oleh para Jenderal Neraka?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, jangan mengira hanya karna gadis itu tak berada di Istana Kerajaan Neraka sehingga tak mengetahui apapun yang sedang terjadi.
Di sisi lain saat ini Yie Laingfu telah sampai di perbatasan Kerajaan Bulan, beberapa prajurit penjaga perbatasan menghentikan langkah pria itu untuk menanyakan maksud kedatangannya ke wilayah Kerajaan Bulan. Para prajurit penjaga gerbang tau bahwa pemimpin mereka bersitegang dengan anggota Klan Yie sehingga tak akan membiarkan Yie Laingfu masuk ke dalam dengan mudah.
"Saya ingin bertemu dengan putri saya, kabarnya saat ini ia tinggal di Istana Kerajaan Bulan." ucap Yie Laingfu dengan tatapan sedih seperti seorang ayah yang sangat merindukan anaknya.
"Maksud Anda Nona Yie Munha? saat ini putri Anda baik baik saja dan diperlakukan seperti keluarga sendiri oleh anggota Kerajaan Bulan. Satu hal yang perlu Klan Yie ketahui, kami tak akan menerima anggota Klan Yie selain Nona Yie Munha untuk masuk ke wilayah Kerajaan Bulan." ucap beberapa prajurit penjaga perbatasan dengan tatapan sinis.
Yie Laingfu menatap para penjaga gerbang itu dengan tatapan kesal, lagipula mengapa Xiao Ziya mengeluarkan aturan yang sangat aneh. Seharusnya gadis itu membalas saja Klan Yie yang telah menerima kehadirannya dan meminjamkan wilayah perbatasan ketika gadis itu sedang berperang dengan Kerajaan Bulan. Yie Laingfu berdecak kesal dan memaksa para penjaga perbatasan agar mereka membiarkannya masuk ke dalam sana, salah seorang penjaga meminta Yie Laingfu untuk menunggu karna ia akan meminta izin pada Ratu Min Xunzi ataupun Raja Min Lunxi.
"Baiklah saya akan menunggu di sini, saya harap kalian kembali dengan cepat." ucap Yie Laingfu sembari menyilangkan kedua telapak tangannya.
Salah seorang prajurit perbatasan masuk ke dalam kemudian menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke Istana Kerajaan Bulan, untunglah karna hari sudah sangat larut tak banyak penduduk Kerajaan Bulan yang sedang melakukan aktivitas mereka sehingga prajurit itu bisa menunggangi kuda tanpa merasa cemas. Setelah beberapa saat akhirnya prajurit itu sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, para prajurit penjaga gerbang segera memberi jalan pada prajurit wilayah perbatasan itu.
Sang prajurit dengan segera masuk ke dalam istana dan mencari keberadaan Ratu Min Xunzi ataupun Raja Min Lunxi. Beberapa pelayan istana mengatakan bahwa keduanya sedang beristirahat di kamar masing masing, jika sang prajurit ingin melaporkan sesuatu maka ia bisa menemui Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi yang saat ini berada di perpustakaan istana. Prajurit itu dengan segera berlari menuju perpustakaan istana, dengan nafas tersengal sengal ia masuk ke dalam perpustakaan kemudian menghadap kedua tuan muda.
"Apa yang membuatmu datang dengan nafas berantakan seperti itu?." tanya Min Wungi dengan tatapan bingung, bukankah prajurit itu ditugaskan untuk menjaga perbatasan? mungkinkah sedang terjadi sesuatu di wilayah perbatasan Kerajaan Bulan.
"Pelayan tolong ambilkan minum untuk prajurit ini." ucap Min Xome yang meminta seorang pelayan yang berada di luar perpustakaan untuk mengambilkan minuman.
"Baik Tuan Muda Min Xome." ucap pelayan itu yang langsung pergi menuju dapur, untunglah jarak antara dapur dengan perpustakaan sangat dekat hingga sang pelayan hanya perlu waktu singkat untuk mengambil satu gelas besar minuman dingin.
"Silahkan diminum." ucap pelayan itu sembari menyerahkan gelas dengan ukuran besar pada sang prajurit perbatasan.
"Terimakasih." jawab prajurit perbatasan itu kemudian langsung meminumnya sampai habis karna merasa kehausan.
"Katakan secara perlahan apa yang sedang terjadi di wilayah perbatasan hingga kau datang terburu buru seperti itu." ucap Min Xome dengan sorot kata datar.
"Tuan Yie Laingfu ingin masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan, tujuan utamanya untuk menemui Nona Yie Munha. Kami para prajurit perbatasan berusaha sebaik mungkin untuk menahannya agar tak masuk tanpa izin anggota Kerajaan Bulan." ucap prajurit itu dengan raut wajah cemas, para prajurit tak menginginkan perselisihan terjadi saat pemimpin baru mereka sedang tak ada di istana.
"Baiklah kami berdua akan segera pergi ke wilayah perbatasan, kau bisa beristirahat di sini sampai tenaga mu puluh. Setelah itu kau bisa kembali ke wilayah perbatasan untuk melanjutkan tugas." ucap Min Xome yang meminta sang prajurit untuk beristirahat karna prajurit itu terlihat sangat lelah.
"Terimakasih Tuan Muda Min Xome, saya akan berisitirahat sebentar." ucap prajurit itu yang langsung menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Mengapa ayah datang mencari saya? jangan sampai ayah membuat masalah untuk Nona Besar Xiao Ziya." ucap Yie Munha yang menyusul kedua tuan muda itu menuju wilayah perbatasan. Entah mengapa Yie Munha merasa tak rela jika sang ayah sampai menginjakkan kaki di Istana Kerajaan Bulan, biarlah istana tersebut tetap dalam keadaan tenang tanpa ada masalah di dalamnya.
Sedangkan di tempat lain saat ini Raja Artur tengah kebingungan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Xiao Ziya, ia tak tau darimana gadis itu mendapat semua informasi mengenai semua hal yang terjadi di Alam Neraka.
"Ya Anda memang benar saya berbohong pada Anda. Saya malu untuk mengakui bahwa saya membutuhkan bantuan Anda untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Raja Artur secara terang terangan karna ia tak memiliki alasan lain untuk mengelak.
"Baiklah saya akan datang ke Alam Neraka setelah masalah saya di Dunia Manusia Abadi ini selesai." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah tenang, ia merasa tak masalah jika harus turun langsung dalam masalah tersebut karna itu sudah menjadi tanggung jawabnya.
"Terimakasih karna telah bersedia membantu saya." ucap Raja Artur dengan canggung.
"Perlu diingat bahwa saya tak akan melepas Anda dengan mudah, Anda harus mempertanggungjawabkan apa yang telah Anda lakukan. Xiao Ziya mengeluarkan sebuah cambuk berwarna hitam pekat dengan api hitam yang menyelimuti.
Sepetinya Xiao Ziya ingin memberikan hukuman cambuk pada pria tua itu, Raja Artur sedikit merinding ketika melihat cambuk berwarna hitam yang sedang dipegang dengan erat oleh Xiao Ziya.
"Apa yang akan Anda lakukan dengan cambuk itu?." tanya Raja Artur dengan gelagapan, akan sangat menyakitkan jika tubuhnya terkana cambuk tersebut.
"Bukankah saya sudah mengatakan untuk memberi hukuman pada Anda Yang Mulia Raja Artur." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar dan ekspresi bahagia.
Yanze Xu yang tadinya masih pingsan lambat laun mulai tersadar dan membuka matanya secara perlahan, pemuda itu melihat ke segala arah dan matanya berhenti pada Raja Artur yang sedang menatap ketakutan ke arah Xiao Ziya. Apa yang sedang terjadi? mengapa Yang Mulia Raja Artur ada di wilayah Hutan Pasir Hitam? dan mengapa Raja Artur terlihat sangat takut pada Xiao Ziya?.
"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Artur." ucap Yanze Xu tetap dalam posisi tidur karna tubuhnya masih sangat lemas.
"Tetaplah berbaring di sana dan jangan melakukan apapun. Jika tidak saya akan mematahkan semua tulang rusuk Anda." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam yang ia berikan pada Yanze Xu.
"Baiklah saya mengerti Nona Besar Xiao Ziya." ucap Yanze Xu kemudian diam tak melakukan apapun selain melihat apa yang akan terjadi antara Nona Besar Xiao Ziya dengan Yang Mulia Raja Artur.
Xiao Ziya meminta pada Raja Artur untuk berbaring di lantai karna ia akan memberikan hukuman sekarang juga pada pria tua itu, dengan enggan Raja Artur berbaring di atas lantai sebenarnya pria itu merasa malu karna harus dihukum di hadapan Lunzie Xu dan Yanze Xu. Xiao Ziya memejamkan mata sebentar dan menghela nafas panjang, gadis itu tak tega harus menghukum Yang Mulia Raja Artur seperti itu namun ia harus melakukannya agar Raja Artur tak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Xiao Ziya mulai mencambuk Raja Artur dengan suara yang kencang hingga menimbulkan rasa ngilu pada Lunzie Xu dan Yanze Xu yang sedang melihat kejadian itu secara langsung, Raja Artur memejamkan matanya dan mencoba untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan. Xiao Ziya mencambuk Raja Artur sebanyak seratus kali hingga menimbulkan bekas cambukan yang terlihat dengan jelas, kulit Raja Artur sobek dan menunjukkan daging dipenuhi dengan darah segar.
"Saya harap Anda tak mengulangi kesalahan yang sama, saya juga tak tega bila terus menerus harus memberi hukuman seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan mata berkaca kaca, bagaimanapun juga Raja Artur sangat sering membantu gadis itu.
Raja Artur mendongakkan kepala dan melihat ke arah Xiao Ziya dengan senyuman lebar, ia tau gadis nakal itu tak tega memberikan hukuman yang cukup kejam padanya. Apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya hari ini adalah tugas yang harus ia lakukan sebagai Junjungan Muda dari Alam Neraka, jika Raja Artur melakukan kesalahan maka ia satu satunya orang yang diizinkan untuk menghukumnya. Dengan segera Xiao Ziya mengambil sebuah botol kaca berisi ramuan berwarna merah darah, gadis itu menuang ramuan merah itu ke punggung Raja Artur. Dalam sekejap bekas luka yang ada di punggung Raja Artur sembuh namun masih meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat.
"Hanya ini yang dapat saya lakukan, Anda harus menahan rasa sakit itu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi keluar dari kamar milik Yanze Xu.
Beberapa saat setelah Xiao Ziya pergi meninggalkan kamar milik Yanze Xu, Raja Artur pingsan karna tak sanggup menahan rasa sakit dari bekas cambukan yang diberikan oleh Xiao Ziya. Entah cambuk jenis apa yang digunakan oleh gadis itu hingga dapat membuat Raja dari Alam Neraka pingsan. Dengan sigap Lunzie Xu mengangkat tubuh Raja Artur dan meletakkannya tepat di samping Yanze Xu, kakak beradik itu saling bertatapan satu sama lain dan memiliki bayangan yang sama tentang seberapa mengerikan kekuatan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.
"Jika Yang Mulia Raja Artur saja tak mampu melawan perintah gadis itu bagaimana dengan saya?." ucap Yanze Xu dengan raut wajah ketakutan, pemuda itu ingin tau bagaimana kondisi Jeinza Lee yang sempat membuat Xiao Ziya marah. Kemungkinan besar pelayan wanita itu telah menjadi mayat dan sudah di buang kesebuah tempat.
"Sekarang kau sudah mengerti mengapa menjadi pengikut Nona Besar Xiao Ziya adalah pilihan yang baik." ucap Lunzie Xu dengan senyuman di dingin, dengan segera Yanze Xu menganggukkan kepalanya.
"Saya tak akan pernah membuat masalah dengan Nona Besar Xiao Ziya lagi. Saya sangat beruntung karna masih hidup hingga sekarang." ucap Yanze Xu yang langsung memejamkan matanya untuk beristirahat karna sebentar lagi pagi akan datang.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di atas atap Istana Kerajaan Kalajengking Iblis, gadis itu menatap langit malam kemudian tersenyum tipis. Xiao Ziya merasa cukup lelah dengan apa yang terjadi hari ini, perlahan lahan gadis itu memejamkan mata dan mulai terlarut dalam tidurnya.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kalian kangen ga sama authornya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.