RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 01


Wi Xume menjerit dengan sangat keras ia memanggil manggil nama Kaisar Zue hingga membuat tahanan lain kesal. Para prajurit penjaga penjara bawah tanah juga sangat geram dengan suara berisik gadis itu, mereka masuk kedalam sel tahanan Wi Xume dan mencambuk wanita itu agar segera diam.


"Sialan, aku adalah calon ratu kalian. Beraninya kalian mencambukku seperti ini." ucap Wi Xume yang masih saja bermimpi ingin menjadi ratu dari wilayah Kekaisaran Qiyu. Tentu para prajurit tak mendengar apa yang ia katakan, karna faktanya Kaisar Zue tak tertarik sedikitpun pada Wi Xume.


"Berhentilah bermimpi, lagipula siapa yang ingin di pimpin oleh wanita hina sepertimu, bahkan kau lebih menjijikan daripada wanita yang ada di rumah bordil." ucap salah seorang prajurit dengan tatapan matanya yang tak bersahabat. Seketika Wi Xume terdiam baru kali ini ada prajurit yang berani menghinanya secara terang terangan.


Saat berada di Kerajaan Barat dan berkumpul bersama keluarga besarnya, meski gadis itu diperlakukan dengan buruk dan tak mendapat kasih sayang namun tak ada seorang prajurit atau pun pelayan yang berani menghinanya. Sang ayah selalu menghukum kaum rendahan yang berani menghina Wi Xume.


"Mengapa saya bisa berakhir seperti ini." ucap Wi Xume dengan nada suara yang pelan dan pasrah.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya masih dalam perjalanan melintasi ruang dan waktu, ia sedikit tak menyangka bahwa jarak antara dunia bawah dan dunia semesta tingkat rendah sangatlah jauh, butuh waktu lebih dari setengah hari untuk sampai di sana. Setelah melalui berjalanan yang cukup panjang akhirnya Xiao Ziya tiba di sebuah tempat yang asing baginya namun familiar untuk kehidupannya yang lalu.


"Bukankah ini bangunan bangunan yang ada di dunia moderen?." ucap Xiao Ziya yang merasa bingung, bagaimana orang orang di zaman ini bisa mengetahui dengan detail infrastruktur bangunan pada zaman moderen.


Beberapa orang dengan jas hitam dan celana hitam datang menghampiri Xiao Ziya, penampilan mereka sangat mirip dengan orang kantoran. Para pria itu dengan serempak menodongkan pistol ke arah Xiao Ziya.


"Ah jadi seperti inikah cara kalian menyambut saya?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datarnya, seperti ia sudah menebak tak akan ada perjalanan mulus yang akan ia lalui.


"Siapa kau, mengapa kau bisa sampai di sini? ini bukanlah tempatmu." ucap seorang pria dengan tubuh yang atletis.


"Saya juga tak ingin datang kesini, namun beberapa hari yang lalu ada sekelompok orang yang datang pada saya dan memberikan undangan." ucap Xiao Ziya dengan santai walau ada satu pistol yang ditodongkan ke kepalanya.


"Jika benar anda mendapat undangan maka tunjukkan pada kami." ucap salah satu dari mereka dengan sangat tegas.


Xiao Ziya membakar telapak tangannya dengan api hitam lalu muncul sebuah undangan berwarna emas, ia memberikan undangan itu pada salah seorang pria. Pria itu membaca undangan milik Xiao Ziya dengan teliti, ia sedang memastikan keaslian dari undangan tersebut.


"Baiklah silahkan masuk kedalam dan maaf atas kelancangan kami." ucap pria itu yang mengizinkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


Xiao Ziya melangkah masuk kedalam wilayah dunia semesta tingkat rendah,sejauh ini ia sangat kagum dengan gedung gedung tinggi dan bangunan bangunan mewah yang mereka miliki. Bahkan di tempat ini ada mall yang menjual berbagai macam kebutuhan.


"Wow, bukankah ini cukup mengejutkan. Apakah saya harus berpenampilan seperti orang moderen agar tak ditatap sinis oleh mereka?." ucap Xiao Ziya yang menyadari bahwa sepanjang perjalanan banyak orang yang menatap kearahnya dengan sinis. Gadis itu masuk kesebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar ia berkeliling dan tak sengaja menabrak seorang pemuda.


"Maaf karna saya kurang berhati hati." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf terlebih dahulu pada pemuda yang ada di hadapannya itu.


Sang pemuda yang terjatuh menerima uluran tangan dari Xiao Ziya. Setelah berdiri kembali pemuda itu melihat Xiao Ziya dari bawah hingga atas, sungguh penampilan yang sangat aneh.


"Bukan masalah yang besar, apakah kau dari dunia luar?." tanya pemuda itu yang penasaran dengan siapa gadis yang ada di hadapannya.


"Saya Xiao Ziya dari dunia bawah datang untuk memenuhi undangan dari pemimpin kalian." ucap Xiao Ziya dengan jujur tanpa menambah nambahkan.


Pemuda itu terdiam sejenak, ia memang pernah mendengar beberapa nama lapisan dunia dan dunia bawah adalah lapisan dunia terendah yang ada di alam semesta. Jadi mengapa pemimpin mereka mengundang seorang gadis dari dunia bawah?.


"Perkenalkan saya Anzo Yu salah satu bangsawan yang ada di wilayah ini senang bisa bertemu dengan anda." ucap Anzo Yu yang tak ingin menatap rendah gadis yang ada di hadapannya itu karna memiliki aura bangsawan yang sangat kuat.


"Bolehkah saya bertanya sesuatu?." tanya Xiao Ziya.


"Silahkan saya dengan senang hati akan memandu anda untuk berkeliling mall ini." ucap Anzo Yu dengan senyuman yang cukup menawan.


"Mata uang apa yang kalian gunakan untuk berbelanja? apakah itu dolar?." tanya Xiao Ziya dengan belak belakan.


Anzo Yu memberi penjelasan bahwa mereka memang menggunakan dolar saat melakukan transaksi jual beli, pemuda itu juga menjelaskan beberapa hal yang tak penting bagi Xiao Ziya karna ia sudah mengetahuinya.


"Apa ada toko emas di sini?." tanya Xiao Ziya yang ingin menukar beberapa emas dan juga permata miliknya untuk ditukar menjadi dollar.


"Saya akan mengantar anda." ucap Anzo Yu yang berjalan di depan Xiao Ziya.


Setelah berjalan beberapa saat dan naik ke eskalator mereka sampai di lantai dua mall itu, di sana ada beberapa toko emas dan juga toko yang menjual barang barang branded.


"Bukankah ini sungguh luar biasa, akhirnya saya merasakan rasa hidup yang sesungguhnya." ucap Xiao Ziya dengan pelan, ia memang sedikit rindu dengan kebiasaan berbelanjanya yang sangat fantastis saat masih berada di dunia moderen.


"Selamat datang tuan muda Anzo." ucap pemilik toko emas itu yang menyambut kedatangan Anzo Yu dengan sangat baik. Namun ia memberikan tatapan sinis pada Xiao Ziya.


"Saya ingin menjual emas." ucap Xiao Ziya.


"Benda apa yang bisa dijual oleh orang rendahan sepertimu." ucap pemilik toko itu yang merendahkan Xiao Ziya.


"Ah baiklah saya akan menjualnya di toko lain, setidaknya sebuh toko yang memiliki etika." ucap Xiao Ziya yang meninggalkan toko emas pertama dan masuk kedalam sebuah toko emas yang sangat besar. Sedangkan Anzo Yu masih berdiri di tempatnya yaitu toko emas pertama.


"Selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu." ucap seorang wanita paruh baya dengan senyum manis dan sambutan hangat pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya tersenyum karna mendapat perlakuan baik wanita itu.


"Sebelumnya perkenalkan saya Xiao Ziya dari dunia bawah, saya ingin menjual beberapa emas dan permata yang saya miliki karna saya tak mempunyai uang dollar." ucap Xiao Ziya dengan jujur.


"Ah ternyata seorang nona muda dari lapisan dunia lain. Selamat datang di dunia semesta kami, anda bisa memanggil saya dengan sebutan bibi Wungli. Tolong perlihatkan emas dan berlian yang ingin anda jual agar kami bisa memperkirakan harganya." ucap wanita paruh baya itu yang senang hati menyambut kedatangan semua pengunjungnya dengan baik.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah emas batangan dengan ukuran yang sangat besar, ia juga mengeluarkan sebuah permata berwarna merah yang sangat indah. Pemilik toko emas itu sangat terkejut dengan permata yang dimiliki oleh Xiao Ziya karna itu adalah permata yang sangat langka.


"Nona tunggu di sini sebentar kami akan mempersiapkan uangnya untuk anda." ucap Wungli dengan ekspresi bahagia.


"Ini yang dapat kami berikan, mungkin jika anda menjualnya di toko berlian yang ada di pusat kota anda akan mendapat lebih banyak dollar." ucap Bibi Wungli yang memberikan dua koper besar berisi uang dollar. Mungkin jika dirupiahkan akan seharga lima belas miliar rupiah.


"Terimakasih karna anda sudah jujur pada saya, saya datang kesini karna terkesan dengan pelayanan yang anda miliki. Uang ini sudah lebih dari cukup, dan berlian itu saya masih punya banyak jadi anda tenang saja." ucap Xiao Ziya yang tak merasa masalah dengan harga yang diberikan oleh toko emas itu. Ia segera pergi dari sana dan ingin membelanjakan uang yang baru saja ia dapat.


Anzo Yu dengan segera menghampiri Xiao Ziya, pemuda itu menatap dengan kagum kearah Xiao Ziya. Seorang gadis muda memiliki uang lebih dari satu miliar rupiah merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.


"Bukankah kau sangat hebat." ucap Anzo Yu secara terang terangan.


"Dalam hal apa?." tanya Xiao Ziya dengan singkat.


"Dalam hal berbisnis." ucap Anzo Yu.


"Ini adalah hal yang biasa, lagipula bibi itu sangat baik." ucap Xiao Ziya dengan sangat puas.


"Sepertinya saya harus pergi sekarang karna akan ada pertemuan nanti. Selamat tinggal." ucap Anzo Yu yang berpisah dengan Xiao Ziya.


Setelah Anzo Yu pergi gadis itu masuk kedalam beberapa toko yang menjual merek baju ternama, ia membeli beberapa baju lengan panjang dan celana panjang, Xiao Ziya juga membeli gaun, tas, sepatu, dan barang barang lainnya.


"Apakah gadis itu bisa membayar semua yang ia bawa?." tanya salah satu karyawan toko yang curiga jika Xiao Ziya hanya ingin melihat lihat saja tanpa membeli.


"Bersikaplah lebih sopan lagi, semua pelanggan perlu dihormati." ucap pelayan toko yang lain.


Setelah selesai memilih Xiao Ziya langsung pergi ke kasir, kali ini ia menghabiskan kurang lebih dua miliar rupiah untuk barang barang yang ia beli.


"Anda ingin membayar menggunakan kartu kredit atau langsung?." tanya sang kasir.


"Saya akan membayar langsung." ucap Xiao Ziya yang membuka kopernya dan memberikan sejumlah uang. Untunglah nominalnya pas dengan harga yang perlu dibayar.


"Terimakasih telah berbelanja di toko kami." ucap beberapa pelayan.


Xiao Ziya pergi dari mall tersebut, ia perlu menemukan tempat tinggal selama berada di dunia semesta tingkat rendah ini. Xiao Ziya sempat berfikir akan sangat disayangkan jika ia menghancurkan dunia yang indah ini, mungkin jika para pemimpin itu membuat masalah dengannya ia bisa menghabisi mereka semua dan menjadi pemimpin yang baru.


Entah mengapa Xiao Ziya merasa bahwa ada beberapa orang yang sedang mengikutinya, ia tak ambil pusing jika mereka menyerang maka ia akan menebas kepala mereka semua.


"Hey gadis kecil berhenti di sana dan serahkan semua uang yang kau punya." ucap seorang pria dengan tubuh besarnya. Sepertinya mereka kelompok perempok yang cukup terkenal di wilayah ini karna para warga sekitar langsung berlari menyelamatkan diri mereka masing masing.


"Saya??." tanya Xiao Ziya yang menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Jika bukan kau siapa lagi yang membawa uang sebanyak itu tanpa pengamanan sedikitpun. Serahkan semuanya pada kami." ucap para perampok itu, mereka mengancam akan melukai Xiao Ziya jika ia tak menyerahkan semua uang yang ia miliki.


"Ambillah jika kalian bisa." ucap Xiao Ziya yang menantang kelompok perampok itu.


Mereka mengeluarkan pisau, pistol, linggis, dan beberapa benda tajam lainnya. Para perampok menyerang secara bersamaan, dengan cepat Xiao Ziya mengambil sebilah pedang dari cincin semesta miliknya.


"Sepertinya gadis itu bukan orang biasa." ucap salah satu anggota perampok yang menyadari Xiao Ziya mengeluarkan pedang dari ruang hampa.


"Sudah terlambat untuk menyesalinya." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menakutkan. Gadis itu bergerak dengan sangat cepat dan menebas kepala para perampok dengan mudah.


Jarak antara kultivator dan manusia biasa memang sangat jauh. Karna itu orang orang dari dunia semesta tingkat rendah mengembangkan berbagai teknologi agar biasa bersaing dengan para kultivator. Mereka melakukan semua ini hanya untuk melindungi wilayah mereka saja, namun ada beberapa oknum yang ingin mengambil keuntungan dari hal ini.


"Lihatlah kelompok perampok angin malam habis di tangan gadis itu." ucap salah seorang warga dari balkon apartemennya.


"Mungkin gadis itu berasal dari lapisan dunia lain, lihatlah gaun kuno yang ia kenakan." ucap warga lain.


Xiao Ziya tak mempedulikan apa yang orang orang katakan, karna siapapun yang menyinggungnya berarti mereka sudah siap mendapat hukuman berat. Xiao Ziya masuk kedalam sebuah gedung apartemen yang sangat mewah.


"Adik kecil apakah kau tersesat?." tanya seorang pria, sepertinya ia pekerja di gedung apartemen itu.


"Bisakah saya melihat berapa harga yang harus dibayar jika ingin tinggal di sini selama beberapa bulan?." tanya Xiao Ziya pada pria itu. Tanpa ragu ragu sang pria mengajak Xiao Ziya kedalam sebuah ruangan ia meminta pada gadis itu untuk duduk di kursi yang telah disediakan.


"Kami memiliki beberapa tipe apartemen dari kelas biasa hingga VVIP. Fasilitas untuk ruang biasa sangatlah standar, dan untuk ruang VVIP dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang pribadi, bioskop kecil, satu kamar utama dan dua kamar tamu, ruang makan dengan kichen set yang lengkap, kamar mandi yang luas, Serta fasilitas lainnya. Untung biaya sewa perbulannya dari lima puluh juta perbulan hingga tiga ratus juta perbulan." ucap pria itu yang memberikan beberapa penjelasan pada Xiao Ziya.


"Saya ingin ruang diatas VVIP yang memiliki satu kamar utama dan satu kamar tamu dengan fasilitas paling lengkap yang kalian miliki. Saya ingin menyewa selama empat bulan." ucap Xiao Ziya yang memberikan gambaran ruangan apartemen seperti apa yang ingin ia sewa.


"Baik jika itu yang anda inginkan, anda bisa memberikan uang pembayaran utama terlebih dahulu sebanyak lima ratus juta untuk satu bulan." ucap pria itu dengan sangat ramah.


Xiao Ziya mengambil uang dua miliar dari kopernya dan memberikan pada pria itu. Sang pria langsung terkejut karna gadis yang ada di hadapannya memiliki uang yang cukup banyak. Sang pria memberikan sebuah kunci apartemen pada Xiao Ziya dan mengantar gadis itu menggunakan lift ekslusif.


"Sepertinya nona muda bukanlah orang biasa. Jika saya boleh tau darimana nona berasal?." ucap pria itu.


"Saya dari dunia bawah." jawab Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas.


Sedangkan ditempat lain kabar mengenai datangnya Xiao Ziya ke dunia semesta tingkat rendah sudah sampai ke telinga Fenzu Zee, ia merasa sangat senang karna gadis itu menyanggupi undangannya. Dengan begini penelitian mereka tak akan terhenti karna mendapat objek uji coba yang sangat luar biasa.


"Segera cari tau dimana gadis itu berada sekarang, berikan fasilitas yang memadai untuknya." ucap Fenzu Zee dengan senyum jahatnya, tentu pria itu memiliki niatan yang tak baik pada Xiao Ziya.


Hai hai semua author back lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum follow aku, vote ya karna wajib banget, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak , rate bintang lima, share juga ke temen teman kalian ya guys. Love you guys.