RATU IBLIS

RATU IBLIS
Permasalahan Kerajaan Barat


Saat ini Xiao Ziya sedang berjalan menuju perbatadan Kekaisaran Qiyu, ia harus menyelesaikan urusannya dengan cepat agar bisa makan dan tidur dengan leluasa. Namun gadis itu juga tak pernah tau apakah setelah ia menyelesaikan masalah ini tak akan datang masalah yang lain.


"Pulang pergi, pulang pergi, aku merasa seperti anak rantauan." ucap Xiao Ziya sembari tersenyum tipis.


Sebagai satu satunya adik perempuan dari Kaisar Yan sebenarnya Xiao Ziya bisa saja datang ke Kekaisaran Lungzo dengan dekrit yang ia minta dari sang kakak namun itu tak akan seru karna sesampainya ia di sana pasti semua anggota kekaisaran akan menyambutnya dengan ramah.


Xiao Ziya telah keluar dari perbatasan Kekaisaran Qiyu kini ia telah menyusuri hutan rimbun yang menjadi pembatas mungkin perjalananya akan sedikit lama karna Xiao Ziya memang tak berniat menggunakan mantra teleportasinya. Hingga akhirnya Xiao Ziya tiba di Kerajaan Barat.


Kerajaan Barat adalah salah satu kerajaan yang harus ia lalui untuk tiba di Kekaisaran Lungzo. Saat akan memasuki wilayah Kerajaan Barat ada beberapa penjaga gerbang masuk yang menahan Xiao Ziya.


"Mohon nona berhenti sebentar tolong tunjukkan kartu identitas anda." ucap penjaga itu yang tengah melakukan pekerjaanya.


Xiao Ziya mengeluarkan token misi yang ia dapatkan, ia tak sungkan atau marah pada penjaga itu karna sang penjaga menanyainya dengan halus dan murni untuk melakukan prosedur saja.


Melihat token emas milik Xiao Ziya dan di sana tertulis Master Ziya sedang menjalanlan misi tingkat S dari akademi Kekaisaran Qiyu. Sang penjaga langsung mempersilahlan Xiao Ziya untuk masuk.


"Maaf bukan maksut saya meragukan master namun ini hanya prosedur." ucap penjaga itu yang merasa tak enak setelah mengetahui bahwa gadis yang ada dihadapannya adalah seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu.


Saat masuk kedalam wilayah Kerajaan Barat terlihat beberapa camp prajurit yang tengah dibangun di perbatasan. Xiao Ziya merasa ada yang aneh karna mereka tidak sedang berperang lalu untuk apa camp camp itu ada di sana.


"Permisi paman apakah telah terjadi sesuatu?." tanya Xiao Ziya pada seorang pria yang ia tebak adalah jenderal yang mungkin akan mengenalinya, karna jenderal itu dulunya juga ikut berperang bersama dengan Xiao Ziya.


Pria yang tadinya sedang berbincang bincang dengan rekannya yang lain langsung mengalihkan pandangan pada Xiao Ziya, dia terlihat seperti sedang mengingat ingat sesuatu hingga wajahnya berubah menjadi terkejut.


"Ah bukankah ini nona Ziya, ada keperluan apa hingga nona ada di wilayah barat." ucap pria itu yang tersenyum ramah pada Xiao Ziya.


"Saya hanya sedang lewat saja kebetulan saya ada misi yang rute jalannya melewati Kerajaan Barat." ucap Xiao Ziya dengan jujur. Menurut berita yang pria itu dengan terakhir kali Xiao Ziya adalah murid luar kelas satu dari Akademi Kekaisaran Qiyu lalu misi apa yang sedang ia jalani.


"Jika saya boleh tau misi apa yang sedang nona jalani." ucap pria itu yang penasaran ia tau bahwa gadis kecil yang ada dihadapannya itu tak bisa dianggap remeh.


Xiao Ziya menunjukkan token misi miliknya, pria itu terkejut hingga ia mundur beberapa langkah kemudian terduduk sambil menatap Xiao Ziya.


"Maaf atas kelancangan saya Master Ziya." ucap pria itu yang tak pernah menduga bahwa Xiao Ziya kini menjadi seorang master.


"Bangunlah paman apa yang sedang kau lakukan, apakah saya boleh tau apa yang sedang terjadi di sini?." tanya Xiao Ziya sekali lagi.


Pria itu berkata bahwa akhir akhie ini Kerajaan Barat mengalami kejadian aneh beberapa anak tiba tiba hilang dengan sendirinya selain itu hewan hewan ternah milik warga juga hilang dan sampai saat ini mereka belum mengetahui siapa pelakunya.


"Apa Pangeran Qi Enso ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang ingin membantu mereka karna saat Xiao Ziya dalam kesulitan mereka juga membantunya.


"Pangeran sedang rapat dengan beberapa jenderal tinggi yang lain." ucap pria yang ada dihadapannya yang hanya menjabat sebagai jenderal biasa.


"Tolong sampaikan pada Pangeran Qin Enso saya datang untuk berkunjung." ucap Xiao Ziya.


Pria itu langsung pergi kesalah satu camp saat ia masuk ke camp itu ia langsung menjadi pusat perhatian dan bahkan ada yang menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Apa kau tak tau kami ini sedang rapat." triak salah seorang jenderal tingkat tinggi yang marah pada pria itu.


"Keluarlah kau hanya mengganggu saja." triak jenderal yang lainnya.


"Ada apa hingga anda datang kesini?." tanya Pangeran Qin Enso yang menanyainya dengan baik baik.


"Saya ingin menyampaikan bahwa nona Xiao Ziya datang untuk berkunjung." ucap pria itu yang langsung membuat Pangeran Qim Enso berdiri dari kursinya dan meminta pada pria itu untuk mengantarnya pada Xiao Ziya.


Terlihat seorang gadis yang tengah berdiri diantara camp camp prajurit dengan baju yang terbilang cukup aneh, saat melihat Xiao Ziya tentu saja Pangeran Qin Enso merasa sangat senang karna ia pernah jatuh hati pada gadis itu, namun sekarang Pangeran Qin Enso menganggapnya sebagai seorang adik.


"Mengapa kau tak mengabariku jika ingin berkunjung." ucap Pangeran Qin Enso yang terlihat kesal pada Xiao Ziya dia hanya sedang menutupi kegembiraanya saja.


"Aku kan kebetulan cuma lewat wilayah kerajaanmu saja." ucap Xiao Ziya yang tak ingin kalah dengan Pangeran Qin Enso.


"Jadi apa yang sedang kau lakukan sekarang?." tanya Pangeran Qin Enso yang sangat penasaran.


"Aku akan pergi ke Kekaisaran Lungzo untuk menjalanlan misi, jadi kerajaanmu ini tengah mengalami hal yang aneh apa aku boleh membantu?." tanya Xiao Ziya yang ingin membantu untuk membalas kebaikan para prajurit yang dulu pernah membantunya.


"Tentu saja, lakukan apapun yang kau mau di sini tak ada yang bisa menghalangimu." ucap Pangeran Qin Enso yang kemudian mencubit pipi Xiao Ziya dengan sangat gemas.


"Mengapa yang hilang hanya anak dari rakyat biasa dan ternak mereka bukankah ini sangat aneh?." ucap Xiao Ziya yang mulai melakukan penyelidikannya sendiri.


Mendengar Xiao Ziya yang mulai berpendapat tentang kasus ini tentu saja Pangeran Qin Enso mendengarkannya dengan baik.


"Jika ini ulah iblis maka mereka akan mengincar anak anak para bangsawan, jika ini ulah binatang buas maka mereka akan langsung memakannya di tempat tanpa perlu menculiknya. Kasus ini sangat jelas pasti pelakunya adalah seorang manusia." ucap Xiao Ziya yang sudah mendapatkan kesimpulannya sendiri entah Pangeran Qin Enso percaya atau tidak namun Xiao Ziya yakin pelakunya adalah manusia.


"Jika begitu apa yang akan kau lakukan sekarang?." tanya Pangeran Qin Enso.


"Tentu saja memancingnya jangan lupa saya juga seorang gadis kecil." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum kemudian ia pergi ke sebuah rumah penduduk yang tak jauh dari sana.


"Ayah ibu siapa gadis itu?." ucap Miume yang merupakan nama dari anak perempuan pasangan suami istri yang Xiao Ziya sewa untuk menjadi keluarga palsunya dalam satu hari.


"Ah dia nona muda Ziya akan tinggal di rumah kita semalam saja." ucap ibu dari Miume yang sedang menjelaskan pada putrinya agar mau bersikap ramah pada tamu merek.


Keluarga itu tak mengenal siapa Xiao Ziya namun seorang gadis yang mampu mengeluarkan sepuluh koin emas tanpa berfikir panjang pastilah seorang anak orang kaya ataupun anak bangsawan.


"Baju nona muda itu sangat cantik." ucap Miume yang memang selama ini hanya menggunakan gaun dengan kain kualitas rendah. Orang tuanya tak mampu membelikan gaun gaun cantik untuk putrinya.


"Jadi apakah Miume mau menerima hadiah pertemuan pertama kita yang akan saya berikan?." tanya Xiao Ziya pada gadis itu.


Miume menjawab dengan anggukan penuh semangat, Xiao Ziya mengeluarkan dua buah gaun yang sangat indah yang satu berwarna ungu dan yang satunya lagi berwarna merah muda, gaun dengan kualitas tinggi dan dijahit dengan benang emas itu ia berikan pada Miume.


"Kau memberikan dua gaun cantik ini untukmu?." tanya Miume yang tak percaya dan merasa begitu senang dengan apa yang Xiao Ziya berikan.


"Tentu saja dua gaun cantik itu kini menjadi milikmu." ucap Xiao Ziya dengan tulus.


"Trimakasih karna nona sangat baik pada putri saya, sedari dulu saya ingin membelikannya gaun mewah namun karna kondisi keuangan keluarga kami yang tak memungkinkan maka kami hanya bisa membeli gaun seadanya, trimakasih nona trimakasih." ucap sang ayah yang begitu terharu saat melihat putrinya yang begitu senang menerima gaun cantik dari nona muda yang baru saja ia temui itu.


"Baiklah saya akan mengantar nona ke kamar, nona perlu istirahat." ucap ibu Miume yang mengantarnya ke kamar Miume. Rumah mereka tak begitu besar sehingga hanya ada dua kamar tidur saja namun rumah mereka begitu bersih sehingga bukan masalah untuk Xiao Ziya tinggal disana.


Miume masuk kedalam kamarnya dan melihat Xiao Ziya yang sedang tertidur dengan pulas.


"Wah nona itu sangat cantik pasti dia putri dari seorang bidadari." ucap Miume yang memuji kecantikan Xiao Ziya dengan tulus, karna Miume juga mengantuk ia tertidur disamping Xiao Ziya.


Malampun tiba suasana rumah itu begitu sepi namun Xiao Ziya sudah bangun dari tempat tidurnya ia merasakan pergerakan seseorang di rumah itu. Xiao Ziya bersembunyi di sudut kamar dan menutupi dirinya dengan kain karna ia yakin penjahat itu akan masuk tanpa memastikan kondisi sekelilingnya terlebih dahulu.


Benar saja terlihat seorang wanita yang menggunakan cadar tengah masuk ke kamar Miume dan hendak menculik gadis itu namun Xiao Ziya langsung memukul pundaknya dengan sangat keras sehingga sang wanita pingsan ditempat.


Miume yang terbangunpun merasa terkejut dan berteriak hingga ayah dan ibunya datang.


"Apa yang sedang nona lakukan?." tanya ayah dari Miume yang sedang memeluk putrinya yang ketakutan.


"Saya sedang menangkap penculik anak anak yang ada di desa ini. Kalau begitu saya permisi untuk membawanya ke istana." ucap Xiao Ziya yang segera pergi dengan membawa wanita itu. Xiao Ziya mengangkatnya dengan kedua tangan seperti tanpa beban padahal wanita itu memiliki tubuh yang lebih besar darinya.


"Nona tadi telah menyelamatkan putri kita." ucap ibu Miume yang merasa tak enak hati karna sempat berprasangka buruk pada Xiao Ziya.


Para penjaga gerbang masuk istana Kerajaan Barat terkejut melihat seorang gadis kecil yang sedang mengangkat seorang wanita biasa.


"Apa yang sedang kau lakukan nak, ini sudah malam kembalilah ke rumahmu." ucap sang penjaga gerbang masuk Istana Barat.


"Kalian tak tau bahwa wanita yang ku bawa ini adalah dalang dari hilangnya anak anak di desa dekat perbatasan bukakan pintu saya ingin bertemu Pangeran Qin Enso." ucap Xiao Ziya yang ingin segera masuk. Para penjaga gerbangpun gelagapan dan segera membukakan gerbang masuk.


Xiao Ziya masuk kedalam istana dan langsung pergi ke aula utama. Disana ada raja, Pangeran Qin Enso, dan beberapa petinggi kerajaan yang lain.


"Siapa kau?." tanya sang raja yang sepertinya lupa pada Xiao Ziya karna mereka sudah lama tak bertemu.


Pangeran Qin Enso membisikkan sesuatu pada sang ayah, sehingga ayahnya yang merupakan seorang raja itu langsung berdiri dan menyambut kedatangan Xiao Ziya.


"Perempuan yang nona bawa ini siapa?." tanya Pangeran Qin Enso yang bingung mengapa Xiao Ziya mau repot repot mengangkat wanita itu.


"Dia adalah wanita dibalik hilangnya anak anak dan juga ternak warga yang ada diperbatasan." ucap Xiao Ziya yang melempar tubuh wanita itu kelantai aula utama.


"Darimana nona tau dia adalah pelakunya?." tanya sang raja yang hanya ingin memastikan saja.


"Karna saya menyamar sebagai anak dari salah satu keluarga yang ada di sana, dan saya melihat ia akan menculik anak perempuan dari keluarga itu sehingga saya dengan segera memukulnya dari belakang." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan mengapa cara seperti itu tak pernah terlintas di otak mereka.


"Trimakasih atas bantuan nona, kami akan segera menindak lanjuti kasus ini." ucap sang raja yang merasa sangat terbantu.


"Baiklah saya harus berpamitan, lain kali saya akan berkunjung lagi. Oh ya Pangeran Qin Enso ini hadiah untukmu." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah kotak kayu panjang pada Pangeran Qin Enso.


"Trimakasih apakah aku boleh membukanya sekarang?." tanya Pangeran Qin Enso yang penasaran dengan hadiah yang Xiao Ziya berikan.


"Tunggu sampai saya pergi terlebih dahulu. Kalau begitu sampai jumpa dilain waktu." ucap Xiao Ziya yang pergi dengan cara melesat secepat kilat ia menggunakan ilmu meringankan tubuh tinkat tinggi untuk mempercrpat perjalananya.


Melihat Xiao Ziya yang sudah pergi Pangeran Qin Enso membuka kotak kayu panjang yang Xiao Ziya berikan, ternyata isinya adalah sebuah pedang berwarna hijau tua yang sangat indah dan merupakan senjata tingkat tinggi.


"Luar biasa kau mendapat hadiah yang begitu mahal." ucap sang raja yang juga tak menyangka putranya akan mendapat sebuah senjata spiritual tingkat tinggi.


"Nona Ziya selalu baik pada siapapun yang baik padanya." ucap Pangeran Qin Enso yang senang menerima hadiah itu.


Saat ini Xiao Ziya sudah keluar dari Wilayah Kerajaan Barat gadis itu akan melanjutkan perjalananya yang masih sangat panjang itu. Walau begitu dengan kemampuan yang ia miliki mungkin satu atau dua hari lagi ia sudah sampai di Kekaisaran Lungzo.


Hai hai semuanya aku sengaja update lebih awal hari ini karna emang ada waktu jam segini. Kalian gimana kabarnya semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote ya yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapu, like like like, like juga game ganti ganti bajuku satu orang bisa sepuluh like, komen yang banyak buat ninggalin jejak, rate, share, tips.