RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kerajaan Daun Telah Selesai


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Xiao Ziya langsung turun ke lantai satu untuk menemui Mo Anhi yang sedang menunggunya. Di lantai bawah sudah ada wanita paruh baya pemilik penginapan, wanita paruh baya itu sedang berbincang bincang dengan Nyonya Mo Anhi.


"Selamat pagi semuanya, maaf karna membuat kalian menunggu lama." sapa Xiao Ziya yang baru saja sampai di lantai satu penginapan itu.


"Pagi Nona Xiao Ziya, apakah Anda tidur dengan nyenyak semalam?." tanya wanita pemilik penginapan dengan senyuman cerah.


"Saya tidur dengan pulas, terimakasih karna Anda mengizinkan kami berdua untuk tinggal di penginapan ini. Kami harus pergi sekarang, banyak penduduk Kerajaan Daun Perak yang masih membutuhkan bantuan." ucap Xiao Ziya, gadis itu berterimakasih atas kebaikan wanita pemilik penginapan sekaligus pamit karna ia harus membantu penduduk lain.


"Baiklah kalau begitu, saya jiga tidak dapat menahan Nona Muda Xiao Ziya dan Nyonya Mo Anhi untuk tetap berada di sini. Semoga kalian tetap baik baik saja hingga tugas itu selesai, jangan lupa mampir lagi ketika saya sudah mengoperasikan penginapan ini seperti biasa. Sampai jumpa Nona Xiao Ziya dan Nyonya Mo Anhi." ucap wanita pemilik penginapan.


"Saya pasti akan datang lagi, sampai jumpa bibi." ucap Xiao Ziya sembari berjalan keluar dari penginapan diikuti Nyonya Mo Anhi di belakangnya.


Mereka berdua keluar dari penginapan dan langsung pergi ke beberapa tempat yang belum mendapat penanganan, di sana sudah ada beberapa penduduk yang sedang menunggu kedatangan Xiao Ziya. Gadis itu tersenyum hangat saat melihat antusias penduduk yang telah sembuh membantu Ziya memberikan ramuan penawar pada penduduk yang masih terjangkit wabah cacing parasit.


"Salam hormat kami pada Nona Xiao Ziya, selamat datang Nona. Kami telah menunggu kedatangan Anda, kami siap membantu Anda untuk meringankan tugas ini walau tak seberapa." ucap ratusan penduduk Kerajaan Daun Perak secara bersamaan, mereka juga tidak lupa membungkukkan badan ketika menyapa Nona Ziya.


"Terimakasih atas sambutan hangatnya, bantuan yang kalian berikan sangatlah bermakna bagi saya. Jujur saja saya kesulitan jika harus memberikan ramuan penawar ini hanya berdua saja dengan Bibi Anhi. Mari kita mulai proses penyembuhannya sekarang juga." jawab Xiao Ziya dengan perasaan senang. Gadis itu mengeluarkan ratusan botol ramuan penawar, masing masing orang membawa sepuluh ramuan penawar kemudian pergi mencari penduduk yang masih terjangkit wabah dan langsung meminumkannya.


Saat penduduk lain sedang sibuk perhatian Xiao Ziya teralihkan pada beberapa orang yang baru saja masuk ke dalam wilayah Kerajaan Daun Perak. Xiao Ziya menatap orang orang itu dengan tatapan penuh selidik, siapa mereka dan apa yang ingin mereka lakukan di tempat ini?. Xiao Ziya melihat orang orang itu mendekati salah seorang penduduk yang sedang meminumkan ramuan penawar pada penduduk lain.


"Apa yang sedang Anda minumkan pada orang itu? mengapa Anda tidak bersembunyi!." bentak salah satu orang asing yang baru saja masuk ke wilayah Kerajaan Daun Perak.


"Maaf Tuan, saya sedang memberikan ramuan penawar pada dia sesuai dengan instruksi Nona Muda. Anda juga tidak perlu khawatir tentang keselamatan saya ataupun penduduk lain karna ada Nona Muda di sini." ucap seorang gadis muda dengan tatapan berani.


"Penawar? apakah ada tabib yang berhasil membuat ramuan penawar wabah ini? berhentilah bercanda gadis muda." ucap laki laki itu dengan tatapan tidak percaya.


Penduduk yang tadi sudah diberikan ramuan penawar mulai menunjukkan reaksi, tubuhnya mengejang beberapa saat kemudian ia memuntahkan darah berisi beberapa cacing parasit. Setelah semua cacing keluar dari tubuhnya orang itu langsung berdiri kemudian mengucapkan terimakasih pada si gadis yang telah membantunya.


"Saya tidak melakukan apapun paman, semua ini berkat Nona Muda yang berhasil membuat ramuan penawar." ucap si gadis yang tak ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.


" Nona Muda? Nona Muda telah kembali?." tanya penduduk yang baru saja sembuh.


"Paman benar, Nona Muda telah kembali. Ah iya Nona berpesan agar para penduduk yang baru sembuh untuk kembali ke rumah mereka masing masing dan beristirahat, tolong paman lakukan nasehat dari Nona Muda agar cepat pulih." ucap si gadis yang menyampaikan pesan dari Xiao Ziya dengan baik.


Pria yang baru saja sembuh itu segera berjalan menuju rumahnya untuk beristirahat sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh si gadis. Beberapa orang asing yang menyaksikan hal itu secara langsung sangatlah terkejut, siapa sosok yang disebut dengan Nona Muda? mengapa ia sangat dihormati dan disegani oleh penduduk Kerajaan Daun Perak?.


"Bolehkah saya meminta beberapa botol ramuan yang sedang kau pegang?." tanya salah satu dari ketiga orang asing itu, sepertinya mereka datang untuk melihat bagaimana kondisi wilayah Kerajaan Daun Perak namun mereka malah mengakses sesuatu yang menarik.


"Maaf jika kalian ingin meminta ramuan penawar lebih baik datang langsung pada Nona Muda, saya tidak bisa memberikannya tanpa meminta izin terlebih dahulu." jawab si gadis dengan senyuman tipis.


Dua pemuda diantara tiga orang asing itu saling bertatapan satu sama lain, sepertinya mereka berdua tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh gadis itu. Kedua pemuda mencekal tangan si gadis dan hendak merebut ramuan penyembuh dari tangannya, Xiao Ziya yang tadinya hanya diam memantau apa akan terjadi langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Bugh bugh bugh...


Suara beberapa pukulan yang Xiao Ziya layangkan pada kedua pemuda yang ingin menyakiti salah satu penduduk Kerajaan Daun Perak.


"Bersikaplah dengan baik saat berada di wilayah kerajaan lain, apakah kalian berdua tuli hingga tidak bisa mendengar apa yang gadis ini katakan!." bentak Xiao Ziya dengan sorot mata tajam.


"Argh siapa kau, mengapa kau tiba tiba memukul kami seperti itu. Kami hanya meminta beberapa botol saja namun gadis itu sangat pelit hingga tidak mau memberikannya." jawab seorang pemuda dengan tatapan arogan.


Xiao Ziya meminta gadis itu untuk pergi dan melanjutkan membantu penduduk lain sedangkan ia akan membereskan ketiga orang menyebalkan yang baru saja tiba di wilayah Kerajaan Daun Perak.


"Meminta ramuan itu? tentu saya tidak akan membiarkan ramuan penyembuh yang saya buat jatuh ke tangan orang orang seperti kalian ini. Kenapa kalian tidak suka? itu salah kalian sendiri yang tidak mampu membuat penawar untuk wabah ini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan malas, jika dilihat dari pakaian yang ketiga orang itu kenakan sepertinya mereka orang kaya ataupun anggota keluarga kerajaan.


"Ah jadi Anda Nona Muda yang berhasil membuat ramuan untuk wabah ini, maaf atas sikap kasar yang kedua putra saya lakukan. Perkenalkan saya Kaisar Yuzang Yanglang, saya adalah pemimpin baru di wilayah Kekaisaran Binzo. Apakah Nona Muda bersedia membantu wilayahnya kami jang juga terjangkit wabah? Nona tenang saja wilayah kami tidak separah wilayah Kerajaan Daun Perak." ucap Kaisar Yuzang Yanglang dengan ramah pada Xiao Ziya.


Ziya menaikkan sebelah alisnya, siapa yang memberikan izin pada mereka untuk menempati wilayah Kekaisaran Binzo dan mengambil posisi sebagai pemimpin wilayah itu?.


"Maaf saya tidak bersedia untuk membantu di wilayah Anda." jawab Xiao Ziya dengan nada ketus.


"Berapa banyak koin emas yang diberikan oleh Raja Yuan Zie pada Anda? saya bisa memberikan lebih dari itu." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, ia masih berusaha untuk bekerjasama dengan Xiao Ziya.


"Mengapa Raja Yuan Zie harus membayar saya? sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di wilayah ini." jawab Xiao Ziya dengan nada bicara datar.


"Mengapa begitu? apakah Nona tidak bisa mempertimbangkannya lagi?. Wilayah Kekaisaran Binzo juga membutuhkan ramuan penawar yang Anda buat untuk menyembuhkan para penduduk yang terkena wabah." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, seperti pria itu ingin memaksa Xiao Ziya untuk membantu wilayahnya.


Xiao Ziya memutar bola matanya dengan malas, gadis itu merasa tak perlu menanggapi orang orang seperti mereka bertiga. Akhirnya Xiao Ziya memutuskan untuk beranjak pergi dari sana, namun seseorang mencekal tangannya dengan kencang. Ziya pun menoleh ke belakang dan melihat siapa orang yang sedang menahannya untuk pergi, ternyata orang itu salah satu pangeran Kekaisaran Binzo.


"Lepaskan tangan saya." ucap Xiao Ziya dengan nada datar.


Bukannya melepaskan tangan Xiao Ziya pangeran itu malah memperkuat cengkraman tangannya hingga meninggalkan bekas kebiruan di pergelangan tangan Xiao Ziya.


"Saya bilang lepaskan!." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang meledak dari dalam tubuhnya hingga membuat pangeran itu terpental beberapa meter dan menabrak sebuah pohon hingga punggungnya terluka.


Kaisar Yuzang Yanglang membelalakkan matanya dengan lebar, ia tak percaya nona muda itu memiliki kekuatan yang cukup besar dan telah melukai salah satu putranya meskipun tidak terlalu parah.


"Lihat saja, kami akan melaporkan tindakan Anda ini pada Raja Yuan Zie dan Anda akan mendapatkan hukuman darinya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, ia sedang mengancam Xiao Ziya menggunakan kekuasaan Raja Yuan Zie atas wilayah Kerajaan Daun Perak.


"Silahkan kalian pergi dan laporkan apa yang telah saya lakukan. Saya juga ingin tau tindakan apa yang akan diambil Raja Yuan Zie." jawab Xiao Ziya dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya langsung pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju Istana Kerajaan Daun Perak, Xiao Ziya tersenyum miring karna ia tau apa yang akan terjadi nantinya. Xiao Ziya berjalan mengelilingi beberapa desa untuk mencari para penduduk yang masih membutuhkan bantuan, hari ini Ziya harus menyelesaikan tugasnya di Kerajaan Daun Perak karna masih banyak hal lain yang harus di urus.


Waktu berjalan dengan cepat dan sore pun tiba, semua penduduk yang membantu Xiao Ziya kembali ke titik pertama mereka berkumpul. Saat ini semua penduduk Kerajaan Daun Perak yang terjangkit wabah telah mendapatkan ramuan penawar dan sedang beristirahat di rumah masing masing, kali ini tugas Xiao Ziya selesai dengan cepat karna bantuan banyak pihak.


"Selamat sore semuanya." sapa Xiao Ziya yang baru datang dari sebuah arah.


"Sore Nona Muda Xiao Ziya." jawab para penduduk secara serempak.


"Saya sangat berterimakasih atas bantuan yang telah kalian berikan, tugas berat ini terasa lebih ringan berkat kalian semua. Sebelum kalian pulang ke rumah masing masing saya ingin memberikan sesuatu sebagai tanda terimakasih." ucap Xiao Ziya.


"Maaf karna saya harus memotong perkataan Nona Xiao Ziya, kami tidak akan menerima koin emas dari Anda karna kami melakukannya dengan ikhlas." ucap salah seorang penduduk yang mewakili penduduk lainnya.


"Hah baiklah saya menghargai keputusan kalian, karna kalian semua tidak menerima pemberian berupa koin emas maka saya akan membagikan beberapa buah buahan segar pada kalian. Saya harap jangan menolaknya, setidaknya buah buahan ini dapat menghilangkan rasa lapar serta dahaga yang kalian rasakan." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata sedih, Ziya ingin memberikan sesuatu pada penduduk yang telah membantunya meskipun


pemberiannya tak seberapa.


"Kami akan menerima dengan senang hati." ucap semua orang, mereka tak bisa menolak permohonan dari Xiao Ziya.


Gadis itupun tersenyum, ia mengeluarkan beberapa karung besar berisikan tiga macam buah yang di tanam di dalam ruang cincin semesta miliknya. Xiao Ziya memberikan tiga buah apel, lima buah jeruk, serta dua buah persik yang dapat meningkatkan kultivasi pada masing masing penduduk yang membantunya. Para penduduk berbaris dengan rapi, mereka menerima pemberian Xiao Ziya dengan senang hati setelah selesai merekapun mengucapkan terimakasih kemudian kembali ke rumah masing masing.


"Ini untuk bibi Anhi." ucap Xiao Ziya sembari memberikan sebuah kotak kayu berukuran sedang dengan cat warna merah muda. Mo Anhi menatap kotak kayu berwarna merah muda itu dengan tatapan bingung.


"Apa ini Nona Ziya? mengapa saya tidak mendapatkan buah buahan segar seperti yang lain?." tanya Nyonya Mo Anhi dengan ekspresi cemberut, sepertinya wanita itu lebih menginginkan buah buahan seperti yang lain.


"Ahahaha astaga bibi, terima saja pemberian saya terlebih dahulu. Saya akan memanen beberapa jenis buah lain untuk diberikan pada Bibi nanti." jawab Xiao Ziya yang tidak bisa menahan tawanya.


"Saya akan menagihnya nanti jika Nona Xiao Ziya sampai lupa. Mari kita kembali ke istana kerajaan sekarang." ucap Nyonya Mo Anhi.


Xiao Ziya dan Mo Anhi berjalan bersama menuju Istana Kerajaan Daun Perak, di sisi lain Raja Yuan Zie sudah tidak tahan lagi mendengar aduan dari Kaisar Yuzang Yanglang yang baru saja sampai beberapa jam yang lalu. Kaisar itu meminta Raja Yuan Zie untuk menghukum seorang penduduk Kerajaan Daun Perak yang telah melukai putranya, akan tetapi saat Raja Yuan Zie menanyakan nama si penduduk sang kaisar hanya diam saja karena tidak mengetahuinya.


Ceklak...


Suara pintu utama Istana Kerajaan Daun Perak yang di buka oleh Xiao Ziya, gadis itu masuk ke dalam bersama dengan Nyonya Mo Anhi. Perhatian semua orang yang ada di ruangan utama tertuju pada Xiao Ziya terutama Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya.


"Dia, dia adalah penduduk kerajaan Anda yang telah melukai putra saya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang sembari menunjuk Xiao Ziya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.