
Pasukan milik Xiao Ziya sudah sampai di kediaman Lin, mereka mulai menghancurkan gerbang masuk kediaman Lin tak butuh waktu lama tembok yang menjulang tinggi dengan lambang keluarga Lin pun hancur, para prajurit dan kesatria yang berjaga langsung menyerang pasukan iblis milik Xiao Ziya. Namun mereka semua bukan tandingan pasukan iblis Ziya.
Para anggota keluarga Lin yang mendengar ketibutanpun langsung pergi melalui pintu belakang mereka menyelamatkan diri mereka dan beberapa barang berharga yang masih bisa mereka bawa.
Dua puluh menit kemudian kediaman keluarga Lin sudah rata dengan tanah terlihat puing puing bangunan dan beberapa prajurit yang mati.
Xiao Ziya yang mengawasi dari jauh melihat anggota keluarga Lin lari tanpa perduli dengan nasib para prajurit dan kesatria yang mereka miliki.
"Jendralku kemarilah." triak Xiao Ziya dengan lantang memanggil para jenderal iblis yang ia miliki.
Lima jenderal iblis langsung berlari untuk menghadap junjungan mereka itu.
"Kalian lihat mereka yang melarikan diri itu, patahkan salah satu kaki mereka kecuali wanita itu dan bayi yang ia bawa saya ingin mereka tetap selamat." ucap Xiao Ziya yant bisa melihat aura murni yang keluar dari wanita itu.
Kelima jenderal iblis itu langsung melesat pergi dan mencegat orang orang dari keluarga Lin yang sedang melarikan diri.
"Kau dan bayimu itu silahkan pergi sesuai perintah nona kami." ucap jenderal iblis.
Wanita itu sempat merasa bingung mengapa ia diperbolehkan pergi namun wanita itu tak melewatkan kesempatan berharga dan langsung pergi dengan bayi laki lakinya. Lagipula sedari dulu anggota keluarga Lin selalu menperlakukannya dengan buruk.
Setelah wanita dan bayi laki lakinya pergi para jenderal iblis itu mulai mematahkan kaki dari anggota keluarga Lin yang sempat melarikan diri.
Setelah semuanya selesai Xiao Ziya memasukkan pasukan iblis dan jenderal iblisnya kedalam cincin semesta agar mereka bisa beristirahat.
"Nona Ziya apakah urusan anda di sini sudah selesai." ucap Ling An yang menyaksikan seberapa menakutkannya jika gadis itu marah karna itu Ling An tak berani mennyinggung Xiao Ziya.
"Iya urusan saya sudah selesai mari kita melanjutkan perjalanan." ucap Xiao Ziya.
Merekapun melanjutkan perjalanan dengan berjalan karna hari sudah mulai malam akan sangat berbahaya jika terbang dan ada yang mencegat mereka lagi.
Berita tentang hancurnya keluarga bangsawan Lin dari Kekaisaran Muenpun menyebar dengan sangat cepat, karna itulah Kaisar Mu Xinzu tak ingin ikut campur dalam masalah itu karna bisa saja kekaisarannya hancur.
Sedangkan di tempat lain saat ini permaisuri Xi Wunjin sedang meringis kesakitan ketika pelayan pribadinya mengoleskan obat ke kedua pipinya yang terluka parah akibat mendapat empat ratus tamparan dari orang orang yang ia bayar.
Ditampar sepuluh kali saja sudah meninggalkan jejak yang sulit hilang bagaimana dengan empat ratus tamparan tentu saja pipi sang permaisuri sudah tak berbentuk pipi lagi.
"Bagaimana ini bisa terjadi padamu permaisuri." ucap pelayan pribadi permaisuri Xi Wunjin yang merasa sedih dengan kondisi tuannya yang sangat mengenaskan.
Sang permaisuri tak bisa menjawab karna ketika ia ingin berbicara pipinya terasa sangat sakit.
Jika Xiao Ziya melihat kondisi permaisuri Xi Wunji saat ini pasti ia akan merasa sangat senang. Padahal Xiao Ziya sudah berbaik hati untuk mengampuni permaisuri itu dan juga putrinya namun wanita itu sangat tak tau diri.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya dan kelompoknya sedang melewati hutan yang lebat dan sangat sunyi, akibat kejadian tadi mungkin saja mereka akan terlambat sampai di akademi.
"Kepala akademi berapa lama lagi kita akan sampai di wilayah Kekaisaran Qiyu." tanya Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk bertemu dengan teman temannya.
"Mungkin lusa kita akan sampai di perbatasan Kekaisaran Qiyu." ucap Ling An yang menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya.
Lusa itu masih sangat lama dan Xiao Ziya sudah tak sabar untuk berbaring di tempat tidurnya yang empuk serta menceritakan hal hal menarik yang terjadi padanya. Karna itu Xiao Ziya membaca mantra teleportasi yang ia pelajari saat ada di wilayah peri, saat Xiao Ziya selesai membaca mantra itu sebuah cahaya putih mengelilingi tubuhnya dengan segera ia meminta kepala akademi dan yang lainnya saling berpegangan tangan.
Mereka hanya menuruti apa yang Xiao Ziya katakan, mereka merasa sedikit pusing ketika melewati dimensi ruang dan waktu dengan begitu cepat untung saja tak ada yang pingsan.
Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah hutan yang tak jauh dari wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu. Ling An dan yang lainnya tentu saja terkejut ketika mereka bisa berada di sana.
"Mantra apa yang nona tadi baca?." tanya Ling An yang penasaran karna baru pertama kali ia bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang jaraknya jauh dengan waktu yang cepat.
"Mantra teleportasi." ucap Xiao Ziya yang menjawabnya dengan singkat.
"Luar biasa nona Ziya memang sangat hebat." ucap Yuan Keyzo yang merasa bahwa Xiao Ziya adalah panutannya.
Xiao Ziya tak mengambil pusing apa yang mereka katakan, gadis itu segera melesat menuju gerbang perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyu begitupun dengan yang lainnya.
Para penjaga gerbang yang sangat kenal dengan Xiao Ziyapun segera membuka gerbang dan memberi hormat.
"Hormat kami pada nona Xiao Ziya, silahkan nona dan yang lainnya masuk kedalam." ucap penjaga gerbang perbatasan. Xiao Ziya tersenyum riang kemudian masuk kedalam.
Hah akhirnya ia sampai di Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya sangat tak sabar untuk tiba di Akademi.
"Nona sebaiknya kita istirahat sebentar, mantra yang nona gunakan tadi adalah mantra tingkat tinggi pasti saat ini nona kelelahan." ucap Yin Yifeng yang khawatir dengan kondisi Xiao Ziya yang terlihat sedikit pucat itu.
Berteleportasi memang bukanlah hal yang biasa dan menguras banyak energi Qi semakin banyak orang yang dipindahkan maka semakin banyak pula energi Qi yang digunakan karna itu Xiao Ziya kehilangan banyak energinya saat melakukan teleportasi.
"Baiklah sebaiknya kita bermalam di penginapan terdekat." ucap Ling An yang setuju dengan pendapat Yin Yifeng, akan sangat berbahaya bagi Xiao Ziya jika ia terlalu memaksakan dirinya.
Mereka menginap di salah satu penginapan yang biasa biasa aja namun itu sudah sangat cukup untuk mereka. Setelah memesan kamar mereka beristirahat semalam di sana.
"Hah seharusnya aku tak terlalu memaksakan diri." ucap Xiao Ziya yang mulai bersila di atas tempat tidurnya dan menyerap energi Qi yang ada di sekitarnya.
Haripun berganti dengan cepat Xiao Ziya mulai terbangun dari tidurnya, gadis itu membersihkan dirinya sebelum kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Selamat pagi semua." ucap Xiao Ziya yang menemui yang lainnya.
"Pagi juga nona Ziya." jawab kepala akademi Ling An dan juga para senior Xiao Ziya.
Setelah semuanya berkumpul mereka melanjutkan perjalanan menuju Akademi Kekaisaran Qiyu, saat menyusuri jalan banyak orang yang menatap mereka dengan kagum dan banyak yang hiateris juga.
"Wah lihatlah mereka sudah kembali." ucap salah seorang warga yang terlihat begitu senang.
"Nona Xiao Ziya kami mencintaimu." ucap beberapa pemuda yang sedang makan di sebuah kedai.
Tak lama kemudian Xiao Ziya dan yang lain sampai di depan gerbang masuk Akademi Kelaisaran Qiyu, kedatangan mereka ber enam sangat dinantikan oleh yang lainnya.
Penjaga langsung membukakan gerbang, terlihat para murid akademi dan guru sedang berbaris untuk menyambut kepulangan mereka berenam.
"Selamat datang kembali ke Akademi." triak mereka secara serempak diiringi tepuk tangan yang meriah. Xiao Ziya merasa terharu dengan sambutan yang ia dapatkan.
"Saudariku aku sangat merindukanmu." ucap Xiao Yuna yang langsung berlari dan memeluk Xiao Ziya dengan erat.
"Ah aku juga merindukan Yuna Jiejie." ucap Xiao Ziya yang meneteskan air matanya, sangat menyenangkan ketika ada orang yang menunggunya pulang dan menyambutnya dengan hangat seperti ini.
Kepala Akademi meminta mereka semua untuk berkumpul di lapangan utama akademi. Ia ingin menyampaikan prestasi yang perwakilan akademi dapatkan.
"Baiklah trimakasih atas sambutan yang kalian berikan pada kami semua tentu saja kami merasa senang. Selain itu saya mengumumkan bahwa kali ini Akademi Kekaisaran Qiyu tak hanya menjadi juara ketiga saja, sambutlah juara pertama turnamen antar akademi yang ada di dunia bawah." ucap Ling An yang meminta Xiao Ziya untuk memberikan beberapa kata yang bisa memotivasi murid murid yang lain.
"Selamat pagi semua, di sini saya Xiao Ziya hanya ingin menyampaikan jangan pernah meremehkan kemampuan yang kalian miliki, kalian semua adalah orang orang yang hebat dengan bakat yang kalian miliki. Untuk itu berjuanglah untuk mimpi dan cita cita yang kalian miliki. Tak perlu membandingkan diri kalian dengan orang lain karna kalian hebat dengan jati diri kalian sendiri." ucap Xiao Ziya yang memberikan kata kata motivasi pada para murid lainnya. Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat para murid akademi yang lain merasa bahwa yang dikatakan oleh Xiao Ziya itu benar.
Setelah itu mereka membubarkan diri dan kembali di asrama dan paviliun masing masing. Xiao Ziya dan teman temannya yang lain pergi menuju paviliun milik Xiao Ziya di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu kepulangan gadis itu.
Saat pertama kali membuka gerbang paviliunnya Xiao Ziya melihat seorang pria sedang menatapnya penuh dengan kerinduan.
"Ayah aku pulang." triak Xiao Ziya yang memeluk Xiao Cunyu. Tak bisa dipungkiri bahwa gadis itu sangat merindukan ayahnya, ayah yang selama ini selalu mendukung dan mennyayangina dengan tulus.
"Ayah juga sangat merindukan putriku yang cantik ini." ucap Xiao Cunyu yang begitu merindukan putrinya, ia juga sangat bangga pada putrinya yang sudah menjadi juara pertama dari turnamen antar murid akademi yang ada di dunia bawah.
Selain Xiao Cunyu di sana juga ada beberapa ketua Klan Xiao, Xiao Yan, Xiao Xun, dan Pangeran Kegelapan yang juga merindukan Xiao Ziya.
"Adikku apakah kau baik baik saja gege sangat cemas ketika mendengar kabar kau tertusuk di Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Yan yang langsung melihat adiknya dari atas hingga bawah untuk memastikan jika adiknya baik baik saja.
"Tentu saja aku baik baik saja, namun sekarang aku merasa sangat lapar." ucap Xiao Ziya yang membuat yang lainnya tertawa ada ada saja tingkah gadis itu.
Hai hai semua aku update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow aku ya, terus vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, komen, share.