
Setelah berada di luar benteng Xiao Ziya membaca mantra teleportasi setelah melintasi dimensi ruang dan waktu ia sampai di wilayah Kerajaan Peri. Prajurit peri yang menjaga di perbatasan keheranan ketika melihat seorang manusia ada di wilayahnya.
"Bagaimana bisa manusia sepertimu sampai di wilayah peri, apakah kau memiliki niatan buruk pada kami?." tanya salah satu prajurit yang ingin memastikan niat dari Xiao Ziya mengapa datang ke wilayah peri.
"Maaf jika saya membuat kalian terkejut saya Xiao Ziya datang kewilayah peri untuk bertemu dengan Raja Richal dan Ratu Rexuca." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan niatnya datang ke wilayah peri karna untuk bertemu dengan raja dan ratu.
Penjaga gerbang meminta Xiao Ziya untuk menunggu sebentar, mereka peri untuk menemui salah satu jenderal dan bertanya apakah jenderal itu mengenal gadis manusia yang akan masuk ke wilayah peri. Sang jenderal peri bertanya pada penjaga itu siapakah nama manusia yang ingin memasuki wilayah peri, saat tau bahwa nama gadis manusia itu adalah Xiao Ziya sang jenderal peri meminta agara penjaga perbatasan mempersilahkannya masuk karna ia adalah tamu yang di tunggu oleh raja dan ratu.
"Silahkan masuh nona maaf atas kelancangan kami karna tak tau bahwa nona adalah tamu dari Yang Mulia Raja Richal." ucap para penjaga wilayah perbatasan yang kini sedang membungkuk untuk meminta maaf pada Xiao Ziya atas ketidaksopanan yang mereka lakukan.
"Sudahlah itu bukan masalah besar." ucap Xiao Ziya yang masuk ke wilayah peri.
Dengan segera Xiao Ziya berjalan menuju istana peri, perjalananya cukup panjang untuk sampai di istana peri karna wilayah peri sangatlah luas. Setelah beberapa saat Xiao Ziya sampai di wilayah peri para prajurit menyambut kehadiran Xiao Ziya dengan ramah karna mereka sudah mengenal gadis itu dengan baik.
"Selamat datang nona Ziya, senang bisa bertemu denganmu lagi. Ayah dan ibu sudah menunggu nona Ziya." ucap Pangeran Sunjin yang merupakan anak termuda dari Raja Richal dan Ratu Rexuca.
"Senang juga bertemu dengan pangeran." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan manis pada Pangeran Sunjin hingga sang pangeran sempat berhenti berkedip untuk beberapa saat.
"Mari saya antar menemui ayah dan ibu." ucap Pangeran Sunjin.
Pangeran Sunjin mengantarkan Xiao Ziya menuju ruang keluarga disana semua anggota istana peri sudah berkumpul. Saat pintu dibuka dan Xiao Ziya memperlihatkan dirinya dengan sebuah senyum yang cerah membuat semua yang ada di sana juga merasa senang.
"Selamat datang nona Ziya silahkan duduk." ucap Ratu Rexuca yang meminta Xiao Ziya untuk duduk di sebelahnya.
"Trimakasih Ratu Rexuca." ucap Xiao Ziya yang duduk di sebelah sang ratu.
"Ada keperluan apa hingga nona ingin berkunjung ke istana peri?." tanya Raja Richal yang menanyai apakah ada sesuatu yang ingin Xiao Ziya katakan ataukan ada hal yang lainnnya.
"Trimakasih telah membantu saya saat berperang, tanpa bantuan kalian mungkin prajurit prajurit yang ada di pihak saya akan kesulitan untuk sampai di Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan rasa trimakasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Raja Richal dan Ratu Rexuca.
"Nona sudah membantu kami, jadi saat nona dalam masalah kami pasti akan membantu." ucap Raja Richal yang merasa begitu terharu ketika bisa bertemu manusia yang baik dan tegas seperti Xiao Ziya. Walau ia sudah mendengar bahwa gadis itu akan membunuh siapapun yang mengganggu atau mengusiknya namun itu adalah hal yang wajar di dunia ini jika kita tak membunuh musuh kita terlebih dahulu maka kitalah yang akan terbunuh.
"Jika saya boleh saya tau sihir yang digunakan kalian itu energi netral atah energi hitam?." tanya Xiao Ziya yang ingin memberikan hadiah namun ia tak tau sumber kekuatan dari para peri itu berupa apa.
"Kami menggunakan sihir netral, ada beberapa yang menggunakan sihir hitam namun sangat jarang sekali." ucap Ratu Rexuca yang menjelaskan secara singkat pada Xiao Ziya.
Sekarang gadis itu sudah faham apa yang harus ia lakukan. Ia memberikan masing masing dua spirit stone merah pada raja dan ratu, mereka menerima hadiah dari Xiao Ziya dengan senang hati.
"Dimana nona mendapatkan spirit stone berharga seperti ini?." tanya Raja Richal yang tak mengerti mengapa gadis itu selalu memiliki banyak hal yang luar biasa.
"Kebetulan saya memang nemiliki beberapa." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membocorkan bahwa ia mendapatkan banyak sekali spirit stone merah dan juga spirit stone hitam karna itu akan memacing banyak musuh.
"Apakah di wilayah peri ini ada suatu tempat yang sangat berbahaya?." tanya Xiao Ziya yang sepertinya ingin meningkatkan kekuatannya dengan cara berlatih di tempat yang berbahaya.
"Di dunia peri ini ada sebuah hutan bernama hutan penyihir hitam, tak ada yang berani kesana karna kabarnya disana ada penyihir hitam jahat dan binatang binatang sihir yang sangat kuat." ucap Raja Richal yang menceritakan tentang hutan penyihir hitam yang letaknya tak jauh dari istana kerajaan peri, wilayah itu disebut juga wilayah terlarang.
Dulunya ada sekelompok warga peri yang tak percaya dengan cerita hutan penyihir hitam dan mereka nekat untuk masuk kesana untuk membuktikan bahwa di sana tak ada hal berbahaya seperti kabarnya. Namun sayang sekali sekelompok warga peri itu tak pernah kembali lagi setelah mereka masuk kedalam hutan, ada yang berfikir mereka telah dijadikan tumbal oleh penyihir hitam ada juga yang berfikir mereka dimakan oleh binatang sihir yang mendiami tempat itu. Sejak saat itulah tak ada yang berani lagi untuk masuk kedalam hutan penyihir hitam.
Mendengar cerita yang sangat menarik itu membuat Xiao Ziya merasa tertantang untuk masuk kedalam hutan penyihir hitam mungkin saja di sana ada sesuatu yang berharga sehingga dilindungi oleh banyak binatang sihir tingkat tinggi.
"Baiklah saya akan pergi kesana." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan akan pergi ke hutan penyihir hitam hari itu juga. Ia sudah tak sabar untuk melihat binatang binatang sihir yang kuat.
"Nona sebaiknya jangan kesana, apa yang harus saya sampaikan kepada keluarga nona nantinya." ucap Raja Richal yang mencoba untuk mencegah Xiao Ziya karna tindakan gadis itu sangatlah berbahaya.
"Saya sudah memutuskan dan saya akan kesana." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi menuju bagian barat dari istana kerajaan peri.
Xiao Ziya melihat ke batas antara wilayah yang terang dengan wilayah yang gelap, dia mencoba untuk merasakan aura yang ada di hutan penyihir hitam, aura kegelapan yang sangat pekat bisa ia rasakan.
"Sungguh luar biasa aku tak sabar lagi untuk melihat misteri apa yang ada di dalam sana." ucap Xiao Ziya yang berjalan masuk menuju hutan penyihir hitam.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di hutan penyihir hitam angin besar menyambutnya, jika kultivator biasa yang ada di sana mungkin mereka sudah dihempaskan oleh angin itu. Namun Xiao Ziya masih bisa berdiri tegak kakinya tak bergeser sedikitpun.
"Kalian menantangku?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum remeh. Jika Raja Richal dan Ratu Rexuca mendengar apa yang gadis itu katakan mungkin mereka sudah memuntahkan seteguk darah karna merasa gadis itu sudah gila. Tak ada yang berani menantang penghuni hutan penyihir hitam selain Xiao Ziya, apakah tak ada sesuatu yang membuat gadis itu ketakutan.
Xiao Ziya semakin masuk kedalam hutan ia merasakan beberapa aura gelap yang mendekatinya, bola mata Xiao Ziya berubah menjadi merah darah dan menyala dengan sangat terang sehingga ia bisa melihat dengan jelas di kegelapan, rambut gadia itu juga berubah warna namun kali ini berwarna biru terang yang sangat menyilaukan.
"Dengan begini semuanya terlihat dengan jelas." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalananya.
Tiba tiba saja ada suara gemuruh dari depan Xiao Ziya saat melihat lebih jauh lagi Xiao Ziya melihat puluhan banteng hitam yang sedang menuju kearahnya. Xiao Ziya mengeluarkan pedang hitamnya untuk bersiap melawan banteng bangeng itu. Benar saja sasaran mereka adalah Xiao Ziya, benteng benteng itu menyang Xiao Ziya tanpa ada celah sedikitpun. Namun Xiao Ziya melakukan serangan balasan dengan menebas tubuh mereka satu persatu. Jumlah banteng hitam yang menyerang Xiao Ziya menurun karna berhasil di bunuh oleh gadis itu, setelah selesai membunuh semua banteng hitam yang menyerangnya gadis itu mengambil semua spirit stone yang ada di dalam tubuh mereka.
"Humm ini sangat banyak mungkin aku juga bisa menjual daging mereka." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian memasukkan semua mayat banteng itu kedalam cincin semestanya.
Setelah masuk lebih dalam lagi ada seekor banteng hitam yang lebih besar daripada banteng sebelumnya ia menatap Xiao Ziya dengan mata merah dan nafas panas yang keluar dari hidungnya. Sepertinya banteng hitam besar yang ada di depannya adalah raja dari banteng banteng hitam lain yang sudah ia bunuh.
"Hey kau ingin menyalahkanku atas kematian anak buahmu?" tanya Xiao Ziya pada banteng besar hitam yang ada di depannya.
"Manusia rendahan sepertimu berani membunuh bawahanku." ucap banteng hitam besar yang masih terlihat kesal pada Xiao Ziya.
"Siapa yang menyuruh mereka untuk menyerangku, apa salahnya jika aku melawan mereka." ucap Xiao Ziya yang tak ingin kalah debat dengan banteng hitam yang ada di hadapannya itu. Bangteng hitam besar itu merupakan binatang sihir hitam yang lumayan kuat.
Xiao Ziya dan banteng hitam besar itu saling menyerang satu sama lain, baru kali ini ada yang bisa membuat Xiao Ziya terluka walau hanya sebuah goresan saja. Xiao Ziya merasa tertarik dengan banteng hitam besar itu.
"Hah ternyata kau tanggu juga gadis manusia." ucap banteng hitam besar itu yang sedikit kewalahan saat melawan Xiao Ziya.
"Kau juga sangat tangguh, kau binatang sihir pertama yang berhasil melukaiku." ucap Xiao Ziya yang juga memuju kehebatan sang banteng.
Mereka bukan bertarung seperti musuh namun seperti dua teman yang sedang berduel. Xiao Ziya tertawa saat terluka oleh binatang di hadapannya itu, Xiao Ziya berfikir jika ada yang berhasil melukainya berarti ia harus berlatih lagi agar bisa menjadi lebih kuat lagi.
"Sebenarnya kau ini siapa?." tanya sang banteng hitam besar yang penasaran dengan identitas Xiao Ziya. Karna manusia ataupun peri yang masuk kedalam hutan penyihir hitam akan langsung mati ataupun kabur ketika mereka tersapu oleh angin kencang di perbatasan.
"Saya Xiao Ziya dari dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dengan singkat.
Saat mendengar identitas dari Xiao Ziya yang merupakan seorang manusia dari dunia bawah membuat sang banteng hitam raksasa terkejut bukan main. Banyak manusia dari dunia atas yang sudah memcoba untuk masuk ke wilayah hutan penyihir hitam namun mereka gagal dan kembali dengan kondisi yang sangat parah atau mati di tempat.
"Wah luar bisa, berapa usiamu sekarang?." tanya banteng hitam besar itu yang sepertinya sudah tak marah lagi pada Xiao Ziya.
Tadinya banteng besar hitam itu marah bukan karna anak buahnya mati begitu saja namun ia sangat marah karna anak buahnya mati di tangan gadis manusia yang terlihat sangat lemah. Saat mencoba bertarung dengan gadis itu akhirnya ia mengerti bahwa gadis dari dunia bawah yang bernama Xiao Ziya sangatlah kuat dan mampu membuat dirinya terluka. Namun entah sang banteng merasa bahwa gadis itu tak mengeluarkan semua kekuatan yang ia miliki.
"Benerapa bulan lagi saya akan berusia dua belas tahun." ucap Xiao Ziya yang menjawab pertanyaan dari sang banteng hitam besar dengan senang hati.
"Sebaiknya kau pergi saja, walau kau sangat kuat hutan ini bukanlah tempat yang cocok untukmu." ucap sang banteng hitam besar yang sepertinya tak ingin gadis manusia yang ada di hadapannya itu mati di tempat seperti hutan penyihir hitam.
"Saya datang kesini memang untuk berlatih jadi tuan banteng tenang saja." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk melanjutkan perjalananya sedangkan sang banteng tetap tinggal di tempat itu.
Di dalam hutan penyihir hitam setiap petak tanah di kuasai oleh binatang yang berbeda beda sehingga binatang lain tak bisa sembarangan pergi ke sana dan kesini. Xiao Ziya pergi tanpa ada beban ia tak peduli dengan apapun yang akan mengancam nyawanya nanti.
Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow aku ya yang belum follow, vote juga karna tiket vote kalian udah keisi satu hari ini, gift hadiah apapun bunga mawar pun boleh, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips koin yang punya koin.