
Setelah selesai menyantap makanan hingga Xiao Ziya puas ia duduk di sebuah kursi yang ada di halaman depan paviliunnya. Xiao Yan dan Xiao Xun menghampiri adik mereka dan memeluknya secara bersama sama.
"Benarkah kau baik baik saja adikku, jika ada yang mengganggumu disana katakan saja padaku." ucap Xiao Yan yang akan menghukum siapapun yang telah mengganggu adik kesayangannya itu.
"Aku bisa menyelesaikannya Yan gege, lagipula sekarang kakak laki lakiku ini adalah seorang kaisar pastilah sangat sibuk." ucap Xiao Ziya yang tersenyum meledek ke arah Xiao Yan.
Xiao Yan yang sadar sedang dikerjai oleh adiknya akhirnya menggelitiki Xiao Ziya hingga gadis itu tertawa terbahak bahak.
"Apa ada hal menyenangkan semala kau tinggal di sana." tanya Xiao Xun yang sangat penasaran dengan apa saja yang terjadi di sana.
"Ah iya ada seorang putri kaisar yang sangat dekat denganku, umurnya sekitar tiga tahun dan sangat lucu." ucap Xiao Ziya yang teringat dengan Putri Zo Ruhi, semoga saja gadis itu baik baik saja di sana dan tak merengek untuk bertemu dengan Xiao Ziya.
"Sekarang adik kita semakin terkenal rupanya." ucap Xiao Xun yang mengacak rambut Xiao Ziya dengan gemas.
Setelah beberapa waktu pesta penyambutan kepulangan Xiao Ziya selesai, teman teman dan keluarga Xiao Ziya sudah pergi karna ingin memberikan waktu beristirahat untuk gadis itu. Saat ini Xiao Ziya masih duduk di kursi yang sama sambil menatap lagit.
"Setelah ini giliranmu permaisuri Xi Wunji, kupastikan tak ada maaf bagimu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan menyeramkan.
Xiao Ziya masuk kedalam paviliun untuk beristirahat sejenak sebelum membereskan beberapa serangga yang masih sering mengganggunya.
Ditempat lain saat ini Raja Xi Yunzo sedang berjalan menuju istana permaisuri setelah ia mendengar jika permaisurinya itu diserang beberapa orang dan mendapatkan luka diwajahnya.
Saat masuk ke kamar permaisuri, Raja Xi Yunzo merasa terkejut karna luka yang ada di wajah permaisuri Xi Wunji memang parah hingga sangat sulit untuk mengenalinya. Tanpa fikir panjang sang raja merasa sangat marah dan kesal atas apa yang menimpa istri tercintanya itu dan berniat membalas siapapun yang telah melakukan hal itu.
"Permaisuriku siapa yang berani melakukan hal kejam ini padamu." ucap Raja Xi Yunzo yang menatap permaisuri dengan penuh perhatian.
"Saya belum mengetahui siapa yang telah melakukan ini pada saya." ucap Permaisuri Xi Wunji yang berpura pura tak tau siapa yang telah menyerangnya, dia ingin membuat sedikit drama agar suaminya lebih marah lagi.
"Padahal saya tak pernah membuat masalah dengan siapapun namun mengapa banyak yang membenci saya." ucap Permaisuri Xi Wunji yang berbicara seolah olah dialah pihak yang terhakimi.
Tiba tiba saja Putri Xi Anhi masuk kedalam kamar permaisuri, ia melihat kearah ibunya dan menangis, bisa dipastikan jika gadis itu juga sedang berakting.
"Ibu hiks hiks ini pasti ulah gadis sialan itu." ucap Putri Xi Anhi yang sedang menghina Xiao Ziya.
"Siapa yang kau maksut putriku, jika kau tau siapa yang melakukannya katakan pada ayah." ucap Raja Xi Yunzo yang sudah tak sabar untuk menghukum orang yang sudah memperlakukan istrinya dengan begitu kejam dan tak manusiawi.
"Mohon maaf ayah, mungkin saja ini adalah ulah Xiao Ziya karna hanya gadis itu yang memiliki masalah dengan ibu." ucap Putri Xi Anhi.
Raja Xi Yunzo yang geram langsung pergi dari kamar permaisuri ia ingin membuat surat undangan untuk Xiao Ziya agar datang ke Kerajaan Xingmen. Mungkin raja itu sudah membuat rencana untuk Xiao Ziya nantinya ketika ia sudah sampai di istana Kerajaan Xingmen.
Permaisuri Xi Wunji dan Putri Xi Anhi merasa begitu senang ketika mereka berdua berhasil memprovokasi sang raja, mereka berdua sangat percaya diri dengan masalah kali ini Xiao Ziya akan bertekuk lutut pada mereka.
"Bagus putriku kita bisa membalas dendam pada gadis itu." ucap Permaisuri Xi Wunji dengan sebuah senyum tipis di bibirnya, kedua pipinya masih terasa sangat sakit sehingga tak bisa tersenyum dengan lebar.
"Ahahaha aku akan sangat senang ketika gadis itu menderita." ucap Putri Xi Anhi.
Sedangkan orang yang sedang dibicarakan sedang berbaring di atas ranjangnya dan menikmati waktu senggang yang sebentar lagi akan tersita. Setelah cukup lama berbaring Xiao Ziya bangun dan mandi untuk menyegarkan badannya.
Setelah selesai Xiao Ziya menggunakan baju berwarna biru dengan celana yang senada, biasanya gadis gadis lebih senang menggunakan gaun panjang yang menjuntai hingga menutupi kaki mereka, namun itu akan sangat merepotkan bagi Xiao Ziya sehingga ia terkadang menggunakan baju layaknya pria namun dengan warna warna yang sedikit cerah.
Xiao Ziya mulai melangkah keluar dari paviliunnya dan berjalan jalan di sekitar akademi untuk melihat aktivitas para murid di sore hari. Ternyata masih banyak yang berlatih di lapangan khusus untuk latihan.
Xiao Ziya mengambil pedang kayu yang sudah di siapkan, gadis itu mulai fokus dan memberikan aura keemasan dalam jumlah kecil pada pedang itu setelah selesai Xiao Ziya mulai menyerang patung patung kayu yang disiapkan sebagai objek latihan perpedang.
Xiao Ziya berhasil membelah sepuluh patung kayu itu dalam waktu beberapa detik saja, biasanya murid lain hanya akan meninggalkan bekas goresan pada patung kayu itu karna pedang kayu yang mereka gunakan tak tajam sehingga sangat sulit untuk membelahnya.
"Xiao Ziya memang sangat luar biasa sebagai murid luar." ucap Ruo Yogi yang sangat menyayangkan jika gadis itu hanyalah murid luar kelas satu, padahal kekuatannya lebih tinggi daripada murid misteri.
"Mungkin dia akan meminta tes agar bisa loncat kelas." ucap Mue Along yang saat itu ada di samping Ruo Yogi.
Xiao Ziya yang telah menyelesaikan latihannyapun pergi ke kantin untuk membeli minuman karna ia merasa sangat haus.
Setelah puas minum Xiao Ziya mulai berkeliling lagi hingga ia sampai di depan kamar Xiao Xun.
"Humm apa gege ada di dalam, bagaimana jika gege sedang keluar." ucap Xiao Ziya yang sedikit ragu ketika ingin mengetuk pintu.
Saat Xiao Ziya ingin pergi tiba tiba ada yang menarik tangannya masuk kedalam asrama sang kakak. Ternyata yang menarik tangan Xiao Ziya adalah kakak laki lakinya sendiri, untung saja gadis itu belum melayangkan sebuah pukulan.
"Hah Xun gege mengagetkanku saja." ucap Xiao Ziya yang dapat bernafas dengan lega sekarang.
"Siapa suruh kau hanya mondar mandir di depan kamar asrama gege." ucap Xiao Xun yang sedari tadi sudah memperhatikan gerak gerik sang adik yang ingin mengetuk pintu namun tak jadi jadi hingga ia merasa sangat gemas.
"Ku kira gege tak ada di dalam." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dengan canggung.
"Bilang saja kau malu karna merasakan kehadiran banyak orang di dalam kamar asrama gege." ucap Xiao Xun yang langsung melihat kebelakang dan di sana ada beberapa temannya yang sedang berkumpul. Salah satu dari mereka ada yang mengedipi Xiao Ziya dengan genit.
"Apa kau ingin bola matamu itu lepas dari tempatnya?." ucap Xiao Xun yang langsung menatap temannya dengan tajam.
"Oh iya aku datang mencari gege karna ingin memberikan sesuatu." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah kotak kayu dengan ukuran sedang pada Xiao Xun.
Xiao Xun pun menerimana pemberian dari adiknya dengan senang hati, setelah itu Xiao Ziya pamit untuk pergi karna ia juga tak bisa berlama lama berada di asrama pria.
"Aku pamit dulu gege, sampai jumpa." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi.
Xiao Xun menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sang adik yang lucu dan juga aneh itu, gadis itu sebenarnya malu atau sedang malas digoda oleh teman temab Xiao Xun.
"Xun apa yang diberikan oleh adikmu." ucao Yu Azof yang penasaran dengan hadiah yang Xiao Ziya berikan pada Xiao Xun.
Akhirnya Xiao Xun membuka kotak kayu itu di dalamnya terdapat dua batu spirit stone berwarna merah, Xiao Xun dan teman temannya sangat terkejut ketika melihat spirit stone merah itu karna spirit stone merah sangat langka dan harganya juga mahal.
"Berapa banyak koin emas yang adikmu keluarkan untuk dua buah spirit stone merah itu." ucap Ruo Linhe yang sangat terharu dengan kebaikan Xiao Ziya pada kakak laki lakinya. Ruo Linhe juga memiliki seorang adik perempuan namun ia sangat pelit dan tak pernah memberikannya hadiah.
"Bagaimana cara mendapatkan adik yang baik seperti adikmu?." tanya Xiao Muer yang juga ingin memiliki seorang adik seperti Xiao Ziya.
"Entahlah adikku memang seperti itu dan dia tak ada duanya." ucap Xiao Xun yang sangat senang, dengan dua spirit stone merah pemberian sang adik ia bisa menaikkan kekuatannya beberapa tingkat dan itu sangat membantunya.
Saat ini surat dari Kerajaan Xingmen untuk Xiao Ziya sudah sampai di istana kekaisaran, Xiao Yan yang menerima surat itu merasa sedikit bingung mengapa yang mendapat undangan pesta hanya Xiao Ziya sendiri sedangkan ia dan anggota istana kekaisaran yang lain tak mendapatkannya.
"Jenderal Zue kemarilah." ucap Xiao Yan yang sedang memanggil Pangeran Kegelapan.
"Ada apa kaisar?." tanya Pangeran Kegelapan.
"Tolong antarkan surat ini pada Xiao Ziya dan tanyakan apakah ia tau alasan dibalik pemberian undangan pesta ini." ucap Xiao Yan yang merasa bahwa Raja Xi Yunzo memiliki niat yang tak baik pada adiknya namun ia berusaha untuk menepis prasangka buruk itu karna mereka memang tak memiliki masalah.
**Hai hai semua aku balik lagi dengan chapter baru lalala, gimana kabar kalian sehat kan.
Jangan lupa follow aku ya, terus ayo vote sekarang karna tiket votenya udah ada lagi jangan sampe ga vote loh ya, gift hadiah apapun, like like, komen, rate, share, tips**.