
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya para anggota bandit dan keluarga mereka sudah selesai makan, Xiao Ziya mengajak mereka berjalan menuju istana Kekaisaran Qiyu. Dalam perjalanan para kelompok bandit tampak gelisah, beberapa di antara mereka ada yang berfikir bahwa semua ini hanyalah jebakan untuk menangkap mereka semua. Xiao Ziya dan yang lain sudah sampai di depan gerbang Kekaisaran Qiyu, para prajurit membungkukkan badan dan mengucap salam hormat pada Xiao Ziya.
"Kaisar Zue ada di dalam?." tanya Xiao Ziya pada beberapa penjaga gerbang, akan sia sia ia masuk kedalam Istana jika yang ia cari tak ada di sana.
"Yang Mulia Kaisar sedang berada di halaman belakang bersama beberapa jenderal." ucap salah seorang penjaga gerbang.
"Tolong panggilkan Kaisar Zue, saya akan menunggu di aula utama." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah, Xiao Ziya mengajak semua anggota bandit dan keluarga mereka untuk masuk kedalam Istana Kekaisaran Qiyu, setelahnya Xiao Ziya membawa mereka ke aula utama untuk bertemu dengan Kaisar Zue.
Di sisi lain saat ini dua orang prajurit penjaga gerbang sedang berlari menuju halaman belakang istana, mereka tak ingin Xiao Ziya menunggu terlalu lama untuk bertemu dengan sang kaisar. Setelah sampai di halaman belakang, kedua prajurit itu tampak sedikit kelelahan akibat berlari.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Kaisar Zue." ucap kedua prajurit penjaga gerbang itu dengan nafas yang tak beraturan. Kaisar Zue menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan heran, jika ada hal penting yang ingin di sampaikan mereka berdua bisa berjalan dengan santai.
"Mengapa kalian berlarian kesini?." tanya Kaisar Zue dengan tatapan bingung.
"Maaf karna telah mengganggu waktu anda dengan para jenderal, saat ini nona Xiao Ziya sedang menunggu anda di aula utama. Nona datang dengan membawa banyak orang, mungkin ada hal penting yang ingin nona sampaikan." ucap salah satu dari kedua prajurit penjaga gerbang. Mendengar nama Xiao Ziya membuat Kaisar Zue sedikit panik, sang kaisar bergegas pergi menuju aula utama bersama dengan beberapa jenderal dan kedua prajurit penjaga gerbang kembali ke tempat mereka bertugas.
Kaisar Zue dan beberapa jenderal sampai di aula utama, kaisar menatap ke arah orang orang yang ada di belakang Xiao Ziya. Orang orang itu nampak seperti sekelompok bandit yang sedang di cari cari oleh beberapa kerajaan karna telah merugikan banyak pihak.
"Salam hormat saya pada Xiao Ziya." ucap Kaisar Zue sambil membungkukkan badannya.
"Salam saya pada Yang Mulia Kaisar Zue." ucap Xiao Ziya yang membalas salam.
Para kelompok bandit sangat terkejut melihat hal itu, apakah gadis yang menyelamatkan mereka memiliki status yang lebih tinggi dari seorang kaisar hingga Kaisar Zue memberikan salam hormat padanya?.
"Saya datang untuk memasukkan para pria dan pemuda yang ada di belakang saya sebagai prajurit Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berbasa basi lagi karna waktunya tak banyak, ia harus mengurus keperluan untuk pergi ke dunia semesta tingkat rendah dan ada beberapa orang yang belum ia beri tau.
"Bukankah mereka sekelompok bandit yang tengah menjadi buronan di kerajaan tetangga." ucap Kaisar Zue dengan penuh selidik, untuk apa adiknya meminta para bandit itu dipekerjakan sebagai prajurit Kekaisaran Qiyu. Jika pihak kerajaan yang sedang memburu mereka mengetahui hal ini maka akan terjadi keributan.
"Saya tau mereka bukan orang jahat, mereka terpaksa melakukan hal itu untuk menyambung hidup. Jika Kaisar bertanya mengapa mereka tak mencari pekerjaan, mereka sudah melakukannya namun beberapa kerajaan mengucilkan mereka. Manusia perlu uang untuk membeli kebutuhan pokok mereka, dan jika tak bisa mendapat pekerjaan yang baik mereka pasti melakukan perampokan." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Mendengar penjelasan dari adik kecilnya membuat Kaisar Zue merasa pusing, bagaimanapun tindakan yang dilakukan oleh orang orang itu adalah kesalahan yang besar. Jika Kaisar Zue menerima kehadiran mereka di Kekaisaran Qiyu, penduduk sekitar akan merasa cemas.
"Saya tak bisa menerima mereka." ucap Kaisar Zue dengan tegas.
"Baiklah saya akan menghentikan suplay makanan pokok dari ladang yang berada di bawah kekuasaan saya." ucap Xiao Ziya masih dengan ekspresi santai namun membuat Kaisar Zue dan para jenderal yang ada di sana terkejut.
Kebutuhan pokok penduduk Kekaisaran Qiyu sangatlah besar, dan tuju puluh persen kebutuhan pokok mereka terpenuhi karna suplai dari ladang ladang yang ada di bawah kekuasaan Xiao Ziya. Jika gadis itu menghentikan suplai makanan pokok besar kemungkinan akan terjadi kelaparan pada penduduk Kekaisaran Qiyu.
"Mengapa anda melakukan hal seperti itu?." tanya Kaisar Zue dengan tatapan kesal.
"Jika anda bisa melakukannya mengapa saya tidak bisa?." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan.
"Melindungi para buronan adalah tindak kejahatan." ucap Kaisar Zue yang memberi penjelasan pada Xiao Ziya. Ia tak bisa menerima orang orang itu karna mereka buronan kerajaan lain.
"Menelantarkan penduduk mereka sendiri, mengucilkan sekelompok orang, melarang orang lain untuk menerima mereka bekerja juga sebuah tindak kejahatan. Jika seorang raja tak bisa mensejahterakan penduduknya secara menyeluruh apakah dia masih pantas disebut seorang raja?." ucap Xiao Ziya dengan lantang, bagaimanapun ia akan memberi pekerjaan pada orang orang yang ia bawa itu. Jika para korban meminta ganti rugi atas barang yang mereka rampok maka Xiao Ziya akan memberikan ganti rugi.
"Tetap tak bisa seperti itu. Mengapa kau sangat keras kepala." ucap Kaisar Zue dengan tegas, keselamatan penduduk Kekaisaran Qiyu sangatlah penting ia tak ingin ada penjahat yang bergabung dengan Kekaisaran Qiyu.
"Anda menganggap mereka penjahat?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan sinis.
"Iya." jawab Kaisar Zue dengan singkat.
"Mereka tak pernah membunuh korbannya, mereka mengambil uang tanpa melukai siapapun. Bagi anda mereka tetap seorang penjahat?." ucap Xiao Ziya masih dengan tatapan sinisnya.
"Tentu mereka penjahat karna mengambil milik orang lain." ucap Kaisar Zue.
"Baiklah berarti saya juga seorang penjahat." ucap Xiao Ziya dengan senyuman penuh arti.
Kaisar Zue sempat terdiam untuk beberapa saat, ia tak mengerti mengapa adik perempuannya itu begitu membela orang orang yang ia bawa padahal mereka adalah kelompok bandit.
"Saya bisa membedakan siapa saja yang melakukan hal buruk untuk kesenangan dan karna keterpaksaan." ucap Xiao Ziya yang akan membela orang orang yang ia bawa.
"Jika sang raja saat itu memberi pekerjaan yang layak untuk mereka apakah hal ini akan terjadi? saya tau mengapa sang raja dari kerajaan sebelah menelantarkan mereka. Orang orang yang kini dikenal dengan sekelompok bandit yang suka mengambil uang orang lain ini adalah orang orang yang sangat berbakat di kerajaan itu bahkan pemimpin mereka memiliki kultivasi diatas sang raja. Raja tua bangka itu merasa iri pada mereka semua dan takut jika mereka akan membentuk sebuah kelompok untuk memberontak." ucap Xiao Ziya yang menatap ke arah pemimpin bandit tersebut, tentu sebelum melakukan sebuah tindakan Xiao Ziya pasti mencari informasi secara akurat.
"Jika mereka ingin memberontak mereka bisa melakukannya sekarang atas dasar ketidak adilan sang raja, nyatanya mereka hanya ingin memiliki beberapa koin perak untuk menghidupi anggota keluarga mereka. Baiklah jika raja itu tak bisa memberi keadilan dan kesejahteraan, serta di Kekaisaran ini Yang Mulia Kaisar Zue tak bisa menerima kehadiran mereka dan memberi pekerjaan. Maka malam ini juga akan saya akan membunuh sang raja dengan tangan saya sendiri karna Kerajaan yang ia pimpin ada di bawah kekuasaan saya." ucap Xiao Ziya yang sangat marah saat itu, mata Xiao Ziya sudah berubah menjadi merah dengan aura membunuh yang sangat pekat.
Minat adik perempuannya yang begitu marah membuat Kaisar Zue sangat terkejut, kali ini Xiao Ziya tak akan main main dengan perkataanya. Kaisar Zue sedang berfikir tindakan apa yang harus ia ambil, ini adalah keputusan yang sangat sulit baginya.
"Nona muda tak perlu semarah ini, kami bisa mengerti mengapa Kaisar Zue menolak kehadiran kami di sini." ucap sang pemimpin kelompok bandit dengan wajah yang cukup tenang. Ia merasa terharu melihat seorang gadis muda angkat bicara untuk semua anggotanya, gadis yang dengan tegas membela mereka semua.
Kemarahan Xiao Ziya mulai mereda, ia menatap tajam ke arah Kaisar Zue sekilas.
"Saya akan menghentikan pasokan bahan pokok selama tiga bulan sebagai hukuman untuk kalian, mau tidak mau suka tidak suka ini keputusan saya. Dan untuk kerajaan tetangga saya akan menghentikan suplai untuk selamanya." ucap Xiao Ziya dengan tegas, gadis itu membawa pergi semua kelompok bandit dan keluarganya dari Istana Kekaisaran Qiyu.
Kali ini Xiao Ziya akan mempekerjakan mereka sebagai pasukan khusus miliknya, mereka semua berjalan menuju hutan yang ada di perbatasan Kekaisaran Qiyu. Sedangkan Kaisar Zue dan para jenderal yang menyaksikan hal tadi masih terdiam di tempat mereka.
"Nona tak pernah semarah ini pada anda." ucap salah seorang jenderal.
"Apakah tindakan kita salah?." ucap jenderal yang lain.
Mereka sangat tak memahami jalan fikiran Xiao Ziya saat ini, mengapa gadis itu bersikeras membantu sekelompok bandit dan keluarga mereka?.
"Garis besar dari perkataan nona Ziya adalah, jika kita tak memiliki pekerjaan dan tak diterima dimanapun apakah kita juga akan melakukan hal yang sama dengan para bandit itu? atau kita akan membiarkan keluarga kita mati kelaparan begitu saja." ucap salah seorang jenderal yang dipilih langsung oleh Xiao Ziya. Ia tau jika nona mudanya sedang memperjuangkan keadilan untuk para kelompok bandit itu, mungkin nonanya juga siap untuk memberikan ganti rugi pada para korban.
"Tolong kalian keluar dulu, saya masih butuh waktu untuk mencerna semua ini." ucap Kaisar Zue yang meminta pada jenderalnya untuk keluar dari aula utama, ia perlu mencerna kata kata yang diucapkan oleh Xiao Ziya.
"Mereka mengambil uang orang lain tanpa membunuh atau melukai korbannya, jika anda menganggap mereka penjahat maka saya juga seorang penjahat. Mereka melakukan hal itu dengan terpaksa karna sang raja tak memberi pekerjaan dan mengucilkan mereka." ucap Kaisar Zue yang mengulang kembali beberapa kalimat Xiao Ziya tadi.
Sang kaisar berfikir dengan keras untuk mencerna semua itu. Setelah cukup lama mencari kesimpulan dari perkataan Xiao Ziya, akhirnya sang kaisar menemukan sebuah titik terang.
Maksud dari perkataan Xiao Ziya adalah, jika orang orang yang terpaksa merampok untuk memenuhi kebutuhan mereka disebut dengan penjahat bagaimana dengan Xiao Ziya yang bisa menghancurkan sebuah Klan, Kerajaan, bahkan sebuah Kekaisaran hanya untuk melampiaskan kemarahannya saja. Jika orang yang mengambil sesuatu tanpa membunuh dan melukai orang lain disebut penjahat, bagaimana dengan dirinya yang sudah membunuh banyak orang tanpa rasa bersalah?. Setelah mengetahui arti dari perkataan Xiao Ziya, Kaisar Zue teringat dengan kehidupannya di masa lalu. Sebagai seorang Pangeran Kegelapan ia sudah membunuh ribuan orang untuk melampiaskan kekesalannya, bahkan ia juga pernah membunuh hanya karna ia ingin melakukannya saja. Jika orang orang tadi adalah penjahat lalu dia harus menyebut apa semua tindakan yang telah ia lakukan.
"Hah ternyata seperti itu." ucap Kaisar Zue yang menyesali semua perkataannya. Xiao Ziya benar bahwa semua orang memiliki sisi gelap mereka, tak ada manusia yang tak pernah melakukan kesalahan selama hidup mereka.
"Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang?." ucap Kaisar Zue dengan linglung, bagaimana cara dia untuk meminta maaf pada Xiao Ziya yang saat ini sedang kesal padanya? bagaimana cara dia meminta maaf pada orang orang yang dibawa oleh Xiao Ziya tadi?.
"Mungkin aku bisa mengejar mereka sekarang." ucap Kaisar Zue yang melesat pergi dari aula utama Kekaisaran Qiyu menuju tempat dimana Xiao Ziya dan para bandit itu berada.
Xiao Ziya dan yang lain akan segera sampai di wilayah perbatasan, beberapa orang merasa lelah karna perjalanan yang cukup panjang.
"Baiklah kita bisa beristirahat di sini." ucap Xiao Ziya yang tak bisa mengabaikan para wanita yang sudah lemas karna merasa lelah.
"Terimakasih nona." ucap orang orang itu secara serempak.
Dari kejauhan Xiao Ziya melihat ada seseorang yang sedang melesat ke arah mereka, Xiao Ziya mulai menajamkan penglihatannya agar tau apakah orang tersebut musuh ataukah bukan.
"Mengapa dia kesini?." tanya Xiao Ziya yang melihat Kaisar Zue sedang melesat dengan kecepatan maksimal.
Akhirnya Kaisar Zue sampai di depan Xiao Ziya dengan wajah lesu, ia tak tau harus memulai percakapan dari mana karna takut menyinggung perasaan Xiao Ziya.
"Mengapa anda datang kesini?." tanya Xiao Ziya dengan dingin, ia tak melihat ke arah Kaisar Zue karna masih merasa kesal.
"Saya meminta maaf pada kalian semua atas apa yang saya ucapkan tadi. Saya benar benar menyesali perkataan saya." ucap Kaisar Zue dengan tulus sambil membungkukkan badannya di hadapan para bandit dan keluarga mereka. Tindakan Kaisar Zue membuat mereka semua terkejut.
"Anda tak perlu melakukan hal seperti itu Yang Mulia Kaisar." ucap para bandit yang merasa sungkan. Baru kali ini mereka lihat seorang kaisar mau meminta maaf pada rakyat jelata seperti mereka.
"Anda sudah menyadarinya?." tanya Xiao Ziya dengan nada ketus.
Mata Kaisar Zue berkaca kaca melihat adik perempuan yang begitu ia sayangi masih marah padanya, tanpa sadar Kaisar Zue menangis di hadapan Xiao Ziya seperti seorang anak kecil yang tak dibelikan mainan oleh orang tuanya.
"Hiks hiks hiks huwaaa, jangan marah lagi padaku." ucap Kaisar Zue di sela sela tangisnya.
Mendengar rengekan itu, Xiao Ziya langsung melihat ke arah Kaisar Zue. Ia menatap Kaisar Zue dengan tatapan terkejut, apa apaan pemuda yang ada di hadapannya itu mengapa ia menangis seperti seorang bayi saja.
"Berhentilah menangis seperti itu di sini banyak orang yang akan melihat." ucap Xiao Ziya, ia sedang menenangkan Kaisar Zue agar tak menangis lagi.
"Jangan marah lagi, saya sudah menyadari kesalahan yang telah saya perbuat." rengek Kaisar Zue pada Xiao Ziya. Gadis itu menepuk jidatnya pelan, bagaimana bisa ia memiliki seorang kakak laki laki yang sangat manja seperti ini.
"Baiklah saya tak marah lagi padamu, jadi berhentilah menangis." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sanggup menahan malu karna banyak orang yang melihat ke arah mereka.
Mendengar bahwa Xiao Ziya tak lagi marah padanya, Kaisar Zue langsung berhenti menangis dan memeluk adik perempuannya itu. Kelompok bandit yang di bawa oleh Xiao Ziya terbengong di tempat mereka, pemandangan macam apa yang baru saja mereka lihat?.
"Ternyata Kaisar Zue sangat dekat dengan asiknya." ucap pemimpin kelompok bandit dengan pelan sembari menahan tawa yang hampir pecah itu.
"Saya akan menerima kalian sebagai prajurit di Kekaisaran Qiyu, dan akan memberi fasilitas yang layak untuk keluarga kalian." ucap Kaisar Zue dengan ekspresi senang.
Xiao Ziya merasa lega mendengar semua itu, akhirnya orang orang ini mendapat pekerjaan yang layak. Xiao Ziya membatalkan niatnya untuk memberi hukuman pada Kekaisaran Qiyu, ia meminta pada Kaisar Zue untuk membawa mereka ke istana karna ada hal lain yang perlu Xiao Ziya lakukan.
"Saya akan menjaga mereka dengan baik." ucap Kaisar Zue dengan tulus, dan bila orang orang ini berani menghianati adik manisnya itu maka tanpa basa basi lagi Kaisar Zue akan memenggal kepala mereka semua.
Xiao Ziya mengeluarkan beberapa kotak hadiah untuk Kaisar Zue, hadiah yang ia bawa dari dunia Semesta Tingkat Rendah tempo lalu yang belum sempat ia berikan. Kaisar Zue menerima hadiah itu dengan senang hati dan akan membukanya nanti saat berada di ruang kerja.
"Saya pamit terlebih dahulu, jaga diri kalian baik baik." ucap Xiao Ziya tersenyum dengan manis kemudian melesat menuju kota kecil miliknya.
"Sampai jumpa lagi nona muda, trimakasih karna menerima kehadiran kami." ucap semua anggota bandit dan keluarganya, mereka membungkukkan kepala.
Xiao Ziya sudah melesat sangat jauh menuju hutan perbatasan, Kaisar Yan mengajak orang orang itu pergi ke Istana Kekaisaran. Esok pagi para pria dan pemuda yang ada di kelompok itu akan mengikuti seleksi, mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok prajurit. Mulai dari prajurit utama yang bertugas di Istana Kekaisaran, prajurit keamanan yang akan menjaga desa desa yang ada di Kekaisaran Qiyu, dan prajurit perbatasan.
Saat ini Xiao Ziya sudah berada di dalam kota kecil miliknya, terlihat para pasukan khusus milik Xiao Ziya sedang sibuk berlatih meningkatkan kultivasi mereka.
"Tolong panggilkan Yin Jung, Xu Ho, Yangzi, Sinru, dan Lu Yang kesini." ucap Xiao Ziya pada salah satu pelayan wanita yang sedang membersihkan ruang makan.
"Ah salam hormat saya pada nona Ziya, maaf karna saya tak melihat kedatangan nona. Silahkan duduk saya akan panggilkan mereka." ucap pelayan wanita itu yang langsung pergi menuju tempat latihan para pasukan khusus.
Xiao Ziya duduk di sebuah kursi yang ada di sana, ia meminta dibuatkan minuman segar karna merasa sangat haus. Mendengar kedatangan Xiao Ziya ke ruang makan para pasukan khusus membuat para pelayan wanita antusias untuk pergi melihat Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada nona Ziya, kami merasa senang karna bisa melihat nona setelah sekian lama." ucap salah seorang pelayan wanita dengan ekspresi bahagia. Sudah lama Xiao Ziya tak mengunjungi mereka karna terlalu sibuk dengan urusan lain.
"Banyak hal yang harus saya lakukan hingga tak sempat menjenguk kalian semua, saya harap kalian bisa menjaga diri dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan sangat ramah pada para pelayan wanita itu.
"Kami akan mengingat pesan dari nona, kami permisi." ucap para pelayan yang kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan masing masing.
Beberapa saat setelah itu kelima anggota pasukan khusus yang akan di ajak oleh Xiao Ziya ke dunia semesta tingkat rendah sudah datang, mereka membungkukkan kepala dan memberi salam pada Xiao Ziya secara serempak.
"Senang bisa melihat nona Ziya dalam keadaan baik baik saja." ucap Yin Jung yang sudah lama tak melihat Xiao Ziya, saat pasukan lain membantu wilayah Kekaisaran Qiyu saat terjadi serangan dari dunia manusia abadi, Yin Jung mendapat tugas untuk membantu Kerajaan Barat.
"Saya juga merasa senang melihat kalian berkembang dengan pesat. Ada hal penting yang harus saya katakan." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara serius, kelima anggota pasukan khusus miliknya langsung memperhatikan gadis itu dengan serius.
Hai hai semua aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna tak wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.