RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kedatangan Rombongan Kerajaan Bintang Timur


Tubuh Xiao Cunyu tiba tiba menjadi lemas, ia meminta Xiao Yuza untuk menggantikannya menggendong Zoe. Apa yang telah terjadi pada putri kesayangannya itu hingga bisa dalam kondisi kritis seperti ini, tanpa basa-basi Xiao Cunyu meminta pada Xiao Yan untuk menjemput Xiao Xun yang saat ini berada di Istana Kekaisaran Qiyu. Xiao Yan menganggukkan kepalanya kemudian melesat secepat yang ia bisa agar segera sampai di Istana Kekaisaran Qiyu.


"Bisakah kalian menunggu sebentar? saya akan mengajak ketiga putra saya untuk melihat keadaan Xiao Ziya. Jika saya boleh tau apa penyebab hingga putri kesayangan saya bisa kritis seperti ini?." tanya Xiao Cunyu dengan mata berkaca-kaca, setelah sampai di Kerajaan Bulan nanti mungkin tangis pria paruh baya itu akan pecah setelah melihat kondisi putrinya.


"Kami tak merasa keberatan jika harus menunggu putra Anda tiba." jawab Dewi Yunjin dengan senyuman ramah. Kedatangan mereka memang terlalu mendadak hingga tak ada persiapan apapun yang dilakukan oleh keluarga Nona Besar Xiao Ziya. Dewi Yunjin merasa kasihan pada ayah Xiao Ziya karna harus terpisah jauh dari putrinya seperti ini, untunglah para Dewa dan Dewi memiliki akses keluar masuk dari Lapisan Dunia Manusia Abadi tanpa perlu terhalang pelindung yang ada di sana.


"Kami hanya mengetahui bahwa Nona Besar Xiao Ziya baru saja melawan sosok yang sering disebut dengan Penguasa Agung, saat itu Nona Ziya berusaha untuk mengalahkannya agar tak terjadi bencana pada wilayah wilayah yang ada di sekitar Kerajaan Bulan. Kemungkinan besar saat itu Nona Ziya menggunakan kekuatannya dalam jumlah yang besar hingga ia mengalami luka dalam yang parah." jelas Dewa Hiloz dengan menghela nafas panjang.


"Putriku." ucap Xiao Cunyu, pria itu masih berusaha untuk menahan air mata yang ingin keluar.


"Bersabarlah sebentar lagi kau dan putra mu akan pergi untuk menemuinya. Semoga Xiao Ziya segera pulih dan kalian bisa berkumpul lagi." ucap Xiao Yuza sembari menepuk punggung Xiao Cunyu dengan pelan.


Saat ini Xiao Yan sudah berada di dekat gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, karna kecepatan yang ia gunakan adalah kecepatan maksimal Xiao Yan sampai kesulitan untuk berhenti saat berada tepat di depan gerbang. Akhirnya Xiao Yan tak memiliki pilihan lain, ia melompati gerbang tinggi itu dan membuat para prajurit penjaga gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu


menjadi panik.


"Siapa itu tadi? cepat cari tau jangan sampai ada penyusup!." triak salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan suara yang cukup kencang.


Puluhan prajurit yang sedang berjaga di sekitar halaman depan Istana Kekaisaran Qiyu langsung menyebar dan mencari siapa orang yang baru saja melompati gerbang utama. Saat semua prajurit sedang merasa cemas, Xiao Yan saat ini berada di depan pintu ruang kerja Kaisar Zue. Xiao Yan mengetuk pintu tersebut beberapa kali namun tak ada jawaban apapun dari dalam sana, sepertinya Kaisar Zue dan Xiao Xun sedang berada di tempat lain.


"Permisi di mana Kaisar Zue saat ini?." tanya Xiao Yan pada seorang pelayan yang melintas di depannya.


"Saat ini Yang Mulia Kaisar Zue dan Tuan Muda Xiao Xun sedang berada di aula utama." jawab pelayan itu dengan ramah meskipun Xiao Yan pernah menjadi kaisar yang tak bertanggung jawab di Istana Kekaisaran Qiyu.


"Terimakasih." ucap Xiao Yan, ia langsung bergegas pergi menuju aula utama Kekaisaran Qiyu. Saat berada di depan aula ia bertemu dengan beberapa prajurit penjaga gerbang masuk istana yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Kapan Xiao Yan masuk ke dalam istana? seingat mereka hanya Tuan Muda Xiao Xun saja yang melewati gerbang beberapa waktu yang lalu.


"Apakah Tuan Muda Xiao Yan yang menerobos masuk ke dalam Istana Kekaisaran Qiyu dengan cara melompati gerbang?." tanya salah seorang prajurit dengan tatapan penuh selidik.


"Benar saya yang telah melakukannya dan maaf jika hal itu membuat kalian semua panik. Saya datang untuk menjemput Xiao Xun untuk pulang, saat ini ada beberapa orang yang memberikan kabar bahwa Nona Muda Xiao Ziya sedang dalam kondisi kritis. Mohon pengertiannya atas sikap lancang saya barusan." ucap Xiao Yan, ia sedang menjelaskan situasi saat ini pada para prajurit yang sedang menatap kearahnya dengan tatapan tajam.


Para prajurit itu awalnya kesal saat mengetahui Xiao Yan yang telah melakukan hal itu dan membuat beberapa prajurit merasa panik jika ada penyusup yang masuk, namun ekspresi mereka berubah menjadi terkejut saat mendengar bahwa Nona Besar Xiao Ziya sedang dalam keadaan kritis. Saat ini Nona Besar mereka sedang berada di lapisan dunia lain, jika benar ia sedang kritis maka siapa yang menjaganya di sana. Di sisi lain Xiao Xun dan Kaisar Zue mendengar keributan dari luar aula utama, samar samar mereka mendengar pembahasan mengenai Xiao Ziya.


Pintu aula utama Kekaisaran Qiyu terbuka dengan lebar menunjukkan ekspresi tak percaya dari Xiao Xun dan Kaisar Zue saat mendengar bahwa Xiao Ziya sedang dalam kondisi kritis.


"Mari kita kembali sekarang, saat ini beberapa Dewa sedang menunggu kita. Mereka ingin membawa kita ke Lapisan Dunia Manusia Abadi untuk menemui adik Ziya. Cepatlah!." ucap Xiao Yan yang langsung melesat pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


"Saya permisi Kaisar Zue, Anda tunggulah di sini biar kami yang pergi untuk menjaga dan merawat adik Ziya di sana." ucap Xiao Xun yang ikut melesat meninggalkan Istana Kekaisaran Qiyu menuju Klan Xiao.


Dalam waktu yang sangat singkat Xiao Yan dan Xiao Xun telah sampai di depan gerbang masuk Klan Xiao. Di sana sudah ada beberapa orang asing bersama dengan ayah, paman, serta adik tiri mereka.


"Akhirnya kalian berdua datang, mari kita berangkat sekarang juga." ucap Dewa Agni yang tak bisa menunggu lebih lama lagi.


"Saya titip Klan Xiao selama kami pergi, tolong bertiau Pemimpin Klan Xiao serta para ketua yang lain. Untuk posisi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu sementara waktu saya serahkan pada wakil kepala akademi." ucap Xiao Xun yang menitipkan pesan pada pamannya yaitu Xiao Yuza. Saat ini sang ayah hanya diam saja dan tak mengatakan apapun, mungkin ayahnya masih syok mendengar kabar anak perempuan yang sangat ia sayangi sedang dalam kondisi kritis.


"Serahkan saja semuanya pada paman, tolong jaga ayahmu saat berada di sana." ucap Xiao Yuza yang langsung memberikan Zoe pada Xiao Xun.


"Apakah kalian sudah siap untuk pergi?." tanya Dewa Hiloz yang langsung memegang tangan Xiao Cunyu. Satu Dewa akan membawa satu orang bersama dengannya


"Kami sudah siap." jawab Xiao Xun dan Xiao Yan secara bersamaan.


Xiao Xun memberikan Zoe pada Dewi Yunjin, kini semua dewa telah membawa satu orang bersamanya dan langsung melesat menghilang dari gerbang masuk Klan Xiao. Xiao Yuza menatap ke arah langit dengan tatapan bingung sekaligus kagum, para Dewa dan Dewi memang memiliki kemampuan khusus untuk menebus beberapa lapisan dunia dengan sangat mudah. Xiao Yuza sedang berandai-andai jika ia sekuat mereka mungkin akan mudah untuk berpergian menemui putrinya yang saat ini berada di Lapisan Dunia Semesta Tingkat Rendah.


"Semoga saja Nona Xiao Ziya bisa memalui masa masa kritisnya. Lekaslah sembuh keponakan ku, semua orang tak akan tahan saat mendengar konsisi mu saat ini." ucap Xiao Yuza dengan tatapan sedih kemudian ia masuk kembali ke dalam Klan Xiao dan meminta beberapa murid yang sedang berjaga di depan gerbang untuk menutup gerbang tersebut dengan rapat.


Di tempat lain tepatnya perbatasan Kerajaan Bulan terdapat beberapa kereta kuda dengan lambang Kerajaan Bintang Timur yang ingin memasuki wilayah mereka. Beberapa prajurit penjaga perbatasan menghentikan laju kereta kuda dari kerajaan tetangga itu, mereka ingin tau apa maksud kedatangan rombongan Kerajaan Bintang Timur ke Kerajaan Bulan.


"Permisi bisakah kami berbicara dengan salah satu Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur?." tanya prajurit perbatasan dengan sangat sopan. Saat ini Kerajaan Bintang Timur dan Kerajaan Bulan tak saling bermusuhan seperti dahulu setelah Kerajaan Bulan dipimpin oleh Xiao Ziya.


"Tunggu sebentar." ucap salah seorang prajurit dari Kerajaan Bintang Timur yang bergegas pergi kemudian mengetuk pintu kereta kuda yang ditumpangi oleh Raja Yongling Zu bersama Ratu Junyi Zu.


"Mengapa kita berhenti di sini?." tanya Raja Yongling Zu saat membuka pintu kereta kudanya.


"Beberapa prajurit dari Kerajaan Bulan menghentikan rombongan prajurit yang ada di barisan depan, sepertinya mereka ingin menanyakan maksud kedatangan kita pada Anda." jelas sang prajurit pada rajanya.


Raja Yongling Zu menganggukkan kepalanya kemudian ia turun dari kereta kuda itu, sang raja berjalan menuju barisan paling depan dan bertemu langsung dengan beberapa prajurit penjaga perbatasan Kerajaan Bulan.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu, maaf jika saya dan rekan saya dengan lancang mengentikan rombongan dari Kerajaan Bintang Timur. Saat ini kami sedang memperketat penjagaan jadi siapapun yang keluar masuk wilayah ini harus memberitahukan maksud kedatangan dan kepergian mereka." ucap prajurit itu dengan menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap langsung wajah Raja Yongling Zu karna itu tindakan yang kurang sopan.


"Mungkin kedatangan kami memang terlalu mendadak, dari semalam istri saya terus menangis dan memanggil manggil nama Nona Xiao Ziya. Kami datang ke sini untuk melihat bagaimana kondisi Nona Xiao Ziya saat ini." jawab Raja Yongling Zu dengan jujur pada prajurit perbatasan itu.


"Ah ternyata begitu, silahkan masuk dan maaf telah menghambat perjalanan Anda. Nona Xiao Ziya pasti sangat senang karna dikunjungi oleh keluarga dari pihak sang ibu." ucap prajurit penjaga perbatasan itu. Sang prajurit meminta rekannya yang lain untuk membukakan gerbang utama yang ada di wilayah perbatasan.


Raja Yongling Zu masuk kembali ke dalam kereta kuda kemudian rombongan Kerajaan Bintang Timur mulai memasuki wilayah Kerajaan Bulan. Di sepanjang jalan banyak penduduk Kerajaan Bulan yang menatap ke arah kereta kuda dengan lambang Kerajaan Bintang Timur dengan tatapan bingung. Para penduduk sedang bertanya tanya apa yang ingin dilakukan oleh Keluarga Kerajaan Bintang Timur di wilayah Kerajaan Bulan, jangan sampai mereka datang hanya untuk merusak suasana hati orang orang Istana Kerajaan Bulan yang saat ini sedang bersedih.


Setelah beberapa waktu akhirnya rombongan Kerajaan Bintang Timur sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, para penyihir hitam yang saat itu sedang berjaga jaga di atas dinding gerbang bagian samping meneriaki para prajurit penjaga gerbang untuk membukakan jalan. Beberapa saat yang lalu Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi mendengar kabar mengenai rombongan Kerajaan Bintang Timur yang dipimpin langsung oleh Raja Yongling Zu dan setelahnya Ratu Min Xunzi memberikan izin pada rombongan itu untuk masuk ke dalam istana.


"Selamat datang di Istana Kerajaan Bulan!!." triak beberapa prajurit penjaga gerbang masuk istana yang menyambut kedatangan rombongan itu.


"Terimakasih untuk sambutan hangatnya." balas beberapa prajurit Kerajaan Bintang Timur yang berada di barisan paling depan.


Setelah sampai di halaman depan Istana Kerajaan Bulan, anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur langsung turun dari kereta kuda masing masing. Putri Beiling Zu dan Pangeran Jongsu Zu menatap ke arah bangunan istana yang ada di hadapan mereka, meskipun istana ini tak sebesar Istana Kerajaan Bintang Timur namun terasa sangat nyaman dan juga bersih. Pintu masuk Istana Kerajaan Bulan terbuka dengan lebar kemudian Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi keluar untuk menyambut kedatangan tamu mereka.


"Selamat datang di Istana Kerajaan Bulan, maaf karna tak ada sambutan yang resmi karna kedatangan kalian sangat mendadak seperti ini." ucap Raja Min Lunxi dengan raut wajah tenang.


"Ini memang kelelahan kami karna tak memberikan informasi terlebih dahulu saat ingin datang berkunjung." jawab Raja Yongling Zu dengan senyuman tipis.


Ratu Junyi Zu menoleh ke kanan dan ke kiri ia juga terus melihat ke arah pintu masuk istana untuk menunggu Xiao Ziya keluar menyambut kedatangan mereka. Ratu Min Xunzi menatap ke arah kakak perempuannya itu dengan tatapan bingung, siapa yang sedang ia cari?.


"Dimana putriku?." tanya Ratu Junyi Zu secara spontan dan membuat Putri Beiling Zu langsung mengangkat tangannya dengan tinggi.


"Yang ibu cari bukan diri mu tapi Nona Ziya. Dimana Nona Ziya saat ini?." tanya Ratu Junyi Zu, sang ratu menatap ke arah adik perempuannya yaitu Ratu Min Xunzi.


"Ingatan mu sudah kembali? kau sudah ingat bahwa Xiao Ziya adalah putri kandung mu?." tanya Ratu Min Xunzi yang sedang memastikan.


"Ya Xiao Ziya adalah putri kandung ku, seorang anak perempuan yang aku lahir kan lima belas tahun yang laku. Anak perempuan yang hanya dibesarkan oleh ayahnya saja, dimana dia sekarang?." tanya Ratu Junyi Zu dengan mata berkaca-kaca, selama ini ia tak mengerti dengan dirinya sendiri. Terkadang Ratu Junyi Zu merasa bahwa ada sosok lain yang tinggal di dalam tubuhnya namun saat ini sosok itu telah menghilang.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.