
Akhirnya tahap final dari turnamen antar murid akademi yang ada di seluruh dunia bawah akan dimulai. Saat ini Yin Yifeng dan juga Bi Linzo sedang bertarung untuk menentukan siapa pemenang diantara mereka.
Bi Linzo terlihat memimpin pertandingan kali ini, seorang murid yang sudah empat kali menang dalam turnamem bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.
"Hah hanya seperti ini kemampuan murid murid Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Bi Linzo yang mulai meremehkan bakat dari murid murid Akademi Kekaisaran.
"Kau tak berhak meremehkan kami hanya karna saya kalah darimu." ucap Yin Yifeng yang sudah terluka parah dan memuntahkan darah akibat serangan berturut turut yang diberikan oleh Bi Linzo.
"Gadis yang ada di sana bukanlah ancaman yang besar." ucap Bi Linzo dengan sangat percaya diri.
Yin Yifeng hanya tersenyum remeh saat mendengar pemuda yang ada di hadapannya itu meremehkan kemampuan dari Xiao Ziya yang bahkan bisa membuat kepala akademi mereka takut padanya.
Setelah itu pertandingan antara Ruo Bai dan Zuerli dimulai, mereka saling menatap dengan tajam dan mulai menyerang satu sama lain. Aura miliki Ruo Bai adalah es sedangkan milik Zuerli adalah air sehingga sudah bisa ditebak siapa yang akan menang dalam tahap ini.
"Saya mengakui kekalahan saya." ucap Zuerli yang mengangkat satu tantannya, ia sudah terluka cukup parah jika ia memaksakan diri maka itu tak akan baik.
Saat ini Xiao Ziya dan juga Ruo Bai sudah ada di atas arena, walau pemuda yang ada di hadapannya bukanlah orang jahat namun dalam pertandingan semuanya akan menjadi lawan.
"Saya tak akan segan lagi pada Nona Xiao Ziya." ucap Ruo Bai yang mulai menyerang.
Sebuah pedang yang terbuat dari es tiba tiba muncul dari tangan Ruo Bai tentu saja Xiao Ziya tak ingin kalah dengan pemuda itu.
Xiao Ziya membentuk sebuah pedang menggunakan dua jenis api sekaligus sehingga pedang yang ada di tangannya benar benar sangat panas. Ruo Bai dan Xiao Ziya mulai beradu pedang namun sangat disayangkan pedang yang dimiliki Ruo Bai tak mampu menahan panas dari pedang milik Xiao Ziya sehingga pedang itu meleleh.
"Hah nona Ziya memang luar biasa namun saya belum kalah nona." ucap Ruo Bai yang sangat ingin memenangkan turnamen kali ini.
"Jangan sungkan, keluarkan semua yang kau miliki." ucap Xiao Ziya dengan senyum ramahnya.
Ruo Bai mengeluarkan sebuah jurus yaitu jurus tarian pedang salju, dengan tiba tiba banyak pedang salju yang tercipta dan memutari Xiao Ziya saat hedak menyerang Xiao Ziya gadis itu meningkatkan aura panas yang ada di sekitarnya sehingga pedang pedang salju itu meleleh.
"Api yang nona miliki sangat kuat." ucap Ruo Bai yang mulai kelelahan dan juga kehilangan banyak energi Qi pun pingsan.
Saat ini hanya ada dua peserta yang tersiaa yaitu Bi Linzo dan juga Xiao Ziya. Bi Linzo menatap Xiao Ziya dengan tatapan merendahkan gadis itu ingin sekali memukul orang itu sekarang juga.
"Baiklah karna ada peserta yang tersisa yaitu Bi Linzo dan juga Xiao Ziya maka inilah saatnya kita menentukan siapa yang akan jadi juara pertama." ucap Min Fuzen yang akan memulai pertandingan antara Xiao Ziya dan juga Bi Linzo.
"Lebih baik kau mengalah saja gadis manis." ucap Bi Linzo yang memberikan kesempatan pada Xiao Ziya untuk mundur saja pada turnamen kali ini.
"Mengalah? apakah anda takut kalah denganku." ucap Xiao Ziya yang tak mungkin mengalah begitu saja pada pemuda gila yang ada dihadapannya itu.
Karna merasa tak terima dengan ucapan Xiao Ziya, Bi Linzo langsung menyerangnya dengan tajam serangan demi serangan begitu kuat namun masih belum cukup untuk melukai Xiao Ziya.
"Itukah serangan dari murid Akademi Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya yang membalikkan kata kata dari Bi Linzo tadi yang sempat meremehkan bakat dari seniornya.
"Kau sungguh menyebalkan lihat saja nanti." ucap Bi Linzo yang memasukkan sesuatu kedalam mulutnya tiba tiba ledakan energi Qi terjadi pada tubuh pemuda itu. Sepertinya Bi Linzo melakukan kecurangan dengan meminum sebuah pil tingkat tinggi yang dapat meningkatkan jumlah energi Qi dalam tubuhnya.
"Segera diskualifikasi pemuda itu." ucap Panatua Xu Yunzi.
Disaat semua juri sudah sepakat untuk mendiskualifikasi Bi Linzo ada seorang juri yang menjadi perwakilan dari Akademi Kekaisaram Binzo yang menolak hal itu.
"Apa yang anda lakukan Yu Sinru, saya tau bahwa ia adalah perwakilan dari Akademi Binzo namun jika ia melakukan kecurangan kita harus tetap mendiskualifikasinya." ucap Raja Zo Linzu yang berbicara dengan tegas namun perkataannya ditentang oleh wakil Akademi Kekaisaran Binzo.
"Maaf para juri, jika saya membunuhnya atau membuanya lumpuh apakah saya akan di diskualifikasi juga." triak Xiao Ziya dari atas arena.
Para juri yang mendengar perkataan dari Xiao Ziya langsung menggelenglan kepala mereka dengan cepat. Tak ada larangan untuk saling membunuh ataupun melukai dengan sangat parah pada babak final.
"Baiklah aku tak akan segan lagi pada pemuda arogan sepertimu." ucap Xiao Ziya yang langsung meluapkan semua emosi yang sudah ia tahan jauh jauh hari. Mata gadis itu berubah menjadi merah begitupun dengan rambutnya. Tampilan Xiao Ziya saat ini tentu saja mengejutkan orang yang belum pernah melihatnya seperti ini.
Dengan sangat marah Xiao Ziya mengepalkan tangan dan melayangkan sebuah pukulan pada perut Bi Linzo hingga pemuda itu terpental. Namun Bi Linzo bangkit lagi dan melakukan serangan balik pada Xiao Ziya. Pemuda itu tampak seperti dirasuki sesuatu.
"Ada yang aneh dengan obat yang ia makan tadi." ucap Xiao Ziya yang terus menghindar dan menyerang, setelah beberapa saat ia tau bahwa pil yang diminum adalah pil terlarang.
"Pecundang sepertimu bahkan tak layak untuk menjadi kultivator." ucap Xiao Ziya yang memukulnya lagi kali ini tepat menganai titik dantian pemuda itu.
Bi Linzo tumbang dengan luka yang sangat parah, ia bahkan kehilangan kemampuannya untuk menyerap mana. Melihat murid kesayangannya terkapar tak berdaya membuat Yu Sinru tak terima dan lompat ke atas arena untuk melukai Xiao Ziya.
"Hey apa yang kau lakukan." triak Ling An yang tak menyangka tindakan Yu Sinru benar benar memalukan.
Dalam sebuah turnamen menang dan kalah adalah hal yang biasa, yang terpenting jangan pernah menyombongkan diri di saat kau menjadi pemenang dan jangan berendah diri saat kalah. Sepertinya wakil kepala Akademi Kekaisaran Binzo sangat berambisi agar muridnya itu tetap menjadi juara bertahan.
"Apa yang kau lakukan pada muridku." ucap Yu Sinru yang menatap Xiao Ziya dengan tajam.
"Kau yang melakukan semua ini, pil pil yang kau berikan pada muridmu sangatlah berbahaya dan bisa merusak organ dalam dari muridmu." ucap Xiao Ziya yang mengatakan sesuatu yang sebenarnya namun tetap saja Yu Sinru mengelak apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Yu Sinru malah menuduh Xiao Ziya dengan yang tidak tidak.
"Diamlah sebelum aku akan membakarmu." triak Xiao Ziya yang sudah kehabisan kesabarannya. Yu Sinru terkejut dengan apa yang gadis itu katakan sehingga ia terdiam.
"Baiklah turnamen antar akademi yang ada di dunia bawah telah selesai. Mari kita sambut juara ketiga hingga juara pertama kita." ucap Min Fuzen yang menyatakan turnamen kali ini telah selesai dan hasilnya sudah diputuskan oleh para juri dan juga panitia yang mengawasi dan menilai semua yang para peserta lakukan dari awal turnamen hingga akhir.
"Juara ketiga kita Yin Yifeng dari Akademi Kekaisaran Qiyu, juara kedua Ruo Bai dari Akademi Merpati, dan sambutlah juara pertama kita Xiao Ziya dari Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Min Fuzen yang mengumumkan juara pertama hingga juara ketiga. Semua penonton bersorak riang.
Esok hari para pemenang akan pergi ke istana Kekaisaran Binzo untuk mendapatkan hadiah mereka masing masinh sekarang semua peserta dan penonton membubarkan diri.
"Selamat atas kemenangan anda nona Ziya." ucap Raja Zo Linzu yang sangat senang atas kemenangan Xiao Ziya. Gadis yang ada dihadapannya itu sudah banyak membantu dalam membongkar kasus penyerangan yang terjadi pada ratu.
"Ini sangat mengagumkan ini pertama kalinya seorang gadis yang menjadi juara pertama." ucap Ratu Zo Binji yang tiba tiba datang.
Setelah mendapat ucapan selamat dari banyak orang atas kemenangannya, Xiao Ziya langsung kembali ke penginapan untuk beristirahat. Saat gadis itu tertidur Dewi Yin Yuer selalu mengawasi kondisi sekitar agar tak ada yang berani melukai nonanya.
Hai hai semua aku balik lagi dengan updatean terbaru nih, jangan lupa follow aku ya, terus vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun entah bunga atau kopi, like like like, komen buat tinggalin jejak kalian, rate, share bintang lima.