RATU IBLIS

RATU IBLIS
Jebakan


Yie Gu berjalan dengan santai menyusuri setiap lorong yang ada di Istana Kerajaan Bulan, pria tua itu tak ingin membuat prajurit lain ataupun para pelayan curiga dengannya. Yie Gu melewati bagian dapur kemudian sampai di area ruang utama yang ada di istana itu, ia mulai mencari kamar yang ditempati oleh Min Xome dan Min Wungi dengan begitu akan mudah mencari kamar Yie Munha. Setelah melalui puluhan bilik kamar akhirnya Yie Gu menemukan kamar milik kedua tuan muda itu, tanpa basa basi ia langsung menandai kamar milik Yie Munha.


"Gadis itu terlalu nyaman tinggal di dalam istana sehingga ia merasa telah menjadi seorang putri." gumang Yie Gu dengan tatapan tak suka, mungkin alasan Yie Munha tak ingin kembali ke Klan Yie karna ia mendapatkan kehidupan yang enak di istana ini.


Setelah selesai menandai kamar milik Yie Munha pria tua itu segera keluar dari istana utama dan berpura pura sedang berkeliling di luar dan memastikan keamanan di bagian luar, Yie Gu berpapasan dengan beberapa prajurit yang sedang patroli dan mereka saling menyapa satu sama lain.


"Mengapa kau tak beristirahat saja? ini waktunya kelompok kami untuk berjaga." ucap salah seorang prajurit dari kelompok empat yang sedang menegur Yie Gu.


"Aku kesulitan tidur, daripada bermalas-malasan di markas dan tak melakukan apapun, lebih baik ikut berjaga sembari menunggu kantuk datang." jawab Yie Gu penuh dengan semangat.


"Baiklah kika begitu, selama bertugas." ucap sang prajurit yang langsung pergi ke arah lain karna banyak tempat yang harus diperiksa.


Setelah kepergian prajurit itu Yie Gu bergegas menuju halaman samping dan mulai menghitung setiap jendela kaca yang ia lalui, setelah itu Yie Gu berhenti tepat di depan jendela kamar Yie Munha. Sebelum melakukan aksinya itu ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan situasi aman, setelah situasi di rasa aman Yie Gu segera menggunakan sebuah pedang untuk merusak jendela itu.


"Jendela ini tak memiliki pertahanan yang kuat sedikitpun, lihatlah ia langsung terbuka seperti ini." ucap Yie Gu dengan senyuman senang, pria tua itu segera masuk ke dalam sebelum ada prajurit yang memergoki aksinya itu.


Kamar yang ditempati oleh Yie Munha terlihat sangat bersih dan juga bagus, Yie Gu melihat seseorang sedang berbaring di atas ranjang dengan sangat nyaman. Tanpa berfikir panjang Yie Gu langsung menggulung orang itu menggunakan selimut kemudian membawanya keluar dari jendela. Yie Gu berlari secepat yang ia bisa kemudian melompati dinding pagar utama yang sangat tinggi.


"Siapa kau apa yang kau lakukan!." triak beberapa prajurit penjaga gerbang utama yang sempat melihat Yie Gu keluar dari dalam istana dengan membawa sesuatu.


"Kejar pria itu, ia seorang penyusup." trik prajurit lainnya.


Ratusan prajurit keluar dari Istana Kerajaan Bulan kemudian mereka mulai melakukan pengejaran pada Yie Gu, suasana di dalam istana seketika menjadi kacau. Para prajurit khawatir orang itu berhasil menculik Yie Munha dan membawa pergi ke Klan Yie, untuk memastikan kekhawatiran mereka itu beberapa prajurit berusaha membangun Ratu Min Xunzi dan kedua tuan muda.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar Ratu Min Xunzi yang diketuk oleh seorang prajurit, Ratu Min Xunzi yang mendengar suara kegaduhan dari luar kamarnya langsung berjalan dan membuka pintu kamar.


"Ada apa?." tanya Ratu Min Xunzi dengan wajah mengantuk, mengapa malam ini banyak sekali orang yang mengganggu pendengaran waktu tidurnya.


"Seorang penyusup baru saja keluar dari Istana Kerajaan Bulan, beberapa prajurit mengatakan bahwa penyusup itu menculik seseorang. Kami khawatir yang ia culik adalah Nona Yie Munha." ucap prajurit itu dengan nafas tersengal sengal karna harus berlarian kesana kemari.


"Panggil Min Xome dan Min Wungi, merekalah yang bertanggungjawab untuk menjaga Yie Munha malam ini." perintah Ratu Min Xunzi dengan tegas.


Prajurit itu bergegas pergi menuju kamar Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi, meski sudah mengetuk pintu beberapa kali tak ada respon apapun dari dalam kamar tersebut. Seorang pelayan berjalan dan menghampiri prajurit yang tengah kebingungan itu.


"Jika Anda mencari kedua tuan muda, mereka sedang tidur di kamar paling ujung." ucap pelayan itu sembari menunjuk kamar yang cukup jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


"Terimakasih informasinya, saya permisi terlebih dahulu." ucap prajurit itu yang langsung berlari menuju kamar yang ditunjuk oleh sang pelayan.


Tok tok tok.


Suara kamar yang ditempati oleh Yie Munha dan kedua tuan muda sedang diketuk oleh prajurit itu. Min Xome berjalan membukakan pintu kamar kemudian menatap ke arah sang prajurit dengan tatapan bingung.


"Ada keperluan apa mencari kami malam malam seperti ini?." tanya Min Xome dengan tatapan bingung. Pemuda itu sedari tadi sibuk membaca beberapa buku yang ia bawa dari perpustakaan.


Belum sempat prajurit itu menanyakan sesuatu tiba tiba Min Wungi dan Yie Munha keluar dari kamar tersebut. Sang prajurit menatap ke arah Yie Munha dengan tatapan terkejut, jika gadis itu masih bersama dengan kedua tuan muda lalu siapa yang di culik oleh penyusup tersebut.


"Nona Yie Munha ada di sini? lalu itu siapa?." ucap sang prajurit dengan raut wajah bingung. Ia tak bisa mengatakan apapun dengan benar karena saat ini otaknya sedang tak bekerja dengan lancar.


"Berbicaralah dengan jelas." ucap Min Wungi dengan tegas pada prajurit itu.


"Beberapa saat yang lalu ada seorang penyusup yang keluar dari Istana Kerajaan Bulan dengan menculik seseorang, kami fikir Nona Yie Munha yang di culik oleh penyusup itu." jelas sang prajurit pada mereka bertiga.


"Yie Munha ada bersama kami, mungkin penyusup itu membawa orang lain. Minta para prajurit yang sedang mengejarnya untuk mundur dan kembali ke istana, dan Katakan pada ibu bahwa Yie Munha aman saat ini." ucap Min Xome yang langsung mengajak Min Wungi dan Yie Munha untuk masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu kamar itu.


Sang prajurit diam mematung beberapa saat di depan kamar itu, ia berusaha untuk mencerna kata kata yang diucapkan oleh Tuan Muda Min Xome barusan. Setelah otaknya bekerja dengan baik prajurit itu langsung pergi untuk menemui Ratu Min Xunzi yang sedang menunggunya.


"Salam hormat saya pada Ratu Min Xunzi." ucap prajurit itu setelah sampai di depan kamar sang ratu.


"Bagaimana? apakah penyusup itu benar benar menculik Yie Munha?." tanya Ratu Min Xunzi dengan raut wajah khawatir. Jika Yie Munha benar benar diculik maka kekacauan akan segera terjadi di seluruh wilayah Lapisan Dunia Manusia Abadi.


"Saat ini Nona Yie Munha aman bersama dengan kedua tuan muda, Tuan Muda Min Xome meminta saya untuk menarik mundur para prajurit yang sedang mengejar penyusup itu." ucap sang prajurit.


"Lebih baik kau kembali ke markas dan beristirahat, jika terus memaksakan diri sebentar lagi kau akan pingsan. Saya yang akan meminta para prajurit itu untuk mundur dan kembali ke Istana Kerajaan Bulan." ucap Ratu Min Xunzi dengan tatapan dingin. Ia melesat menuju gerbang utama meninggalkan sang prajurit sendiri.


Saat ini Yie Gu hampir sampai di gerbang perbatasan antara Kerajaan Bulan dengan Klan Yie, dengan mudah pria tua itu melompati dinding gerbang perbatasan kemudian mendarat di bagian samping. Setelah berhasil keluar dari wilayah Kerajaan Bulan pria tua itu terus melesat menuju Klan Yie, ratusan prajurit yang sedang mengejar Yie Gu kebingungan mencari dimana penyusup itu berada sekarang.


"Semuanya Mundur!!." teriak Ratu Min Xunzi dengan sangat kencang dari gerbang utama Istana Kerajaan Bulan. Suara wanita itu menggema di seluruh wilayah Kerajaan Bulan hingga membangunkan beberapa penduduk yang sedang tertidur dengan lelap.


Para prajurit yang ingin mencari penyusup itu di wilayah perbatasan langsung bergegas kembali menuju istana setelah mendengar teriakan dari Ratu Min Xunzi. Meski Ratu Min Xunzi bukanlah pemimpin mereka, namun ia bertugas untuk menggantikan Xiao Ziya sementara waktu.


Setelah semua prajurit sampai di depan gerbang masuk istana Kerajaan Bulan mereka melihat Ratu Min Xunzi sedang berdiri tegap dan menunggu mereka semua berkumpul.


"Kalian tak perlu melakukan pengejaran lagi pada penyusup itu, saat ini Yie Munha baik baik saja dan sedang dijaga oleh kedua putraku. Mungkin penyusup itu tak sengaja melalui wilayah Kerajaan Bulan setelah melakukan aksinya di wilayah lain." ucap Ratu Min Xunzi, wanita itu berusaha menenangkan para prajurit yang sedang merasa cemas.


"Meskipun begitu kalian harus terus memperketat keamanan, tak ada yang tau rencana apa yang sedang dibuat oleh pihak musuh." ucap Ratu Min Xunzi dengan tegas pada para prajurit itu.


"Kami mengerti Ratu Min Xunzi, kami akan menjalankan tugas dengan baik dan menjaga setiap sudut wilayah Kerajaan Bulan." jawab para prajurit itu secara bersamaan.


Setelah kondisi kembali tenang Ratu Min Xunzi masuk kembali ke dalam Istana Kerajaan Bulan, ia pergi untuk menemui kedua putranya dan meminta penjelasan pada mereka mengenai kejadian ini. Ratu Min Xunzi mengetuk pintu kamar tamu yang ada di paling ujung, pintu itu terbuka dan menunjukkan Yie Munha dengan ekspresi wajah penuh dengan coretan.


"Selamat malam Ratu Min Xunzi, ada yang bisa saya bantu?." tanya Yie Munha dengan sopan dan senyuman tipis di bibirnya.


"Apa yang terjadi dengan wajah mu itu? mengapa banyak coretan di sana." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan bingung.


"Saya sedang bermain dengan kedua tuan muda dan yang kalah akan mendapat coretan di wajahnya." jawab Yie Munha dengan tatapan polos.


"Bolehkah saya masuk ke dalam? saya ingin berbicara dengan kedua putra saya." ucap Ratu Min Xunzi yang berusaha untuk menahan tawanya, wajah Yie Munha saat ini benar benar konyol.


"Silahkan masuk ke dalam Ratu Min Xunzi." ucap Yie Munha yang mempersilahkan wanita itu untuk masuk ke dalam kamar.


Setelah Ratu Min Xunzi masuk ke dalam, Yie Munha mengunci pintu itu dan segera menghampiri mereka. Hal pertama yang dilihat oleh Ratu Min Xunzi adalah wajah konyol dari kedua putranya, Min Xome dan Min Wungi memiliki coretan yang lebih banyak di wajah mereka daripada Yie Munha.


"Astaga mengapa kalian seperti anak kecil." ucap Ratu Min Xunzi dengan tawa pelan.


"Kapan ibu datang? mengapa Yie Munha tak memberitahu kami jika ibu datang." ucap Min Xome dengan raut wajah panik, ia ingin menghilangkan semua coretan di sana wajahnya itu namun sangat sulit.


"Mengapa kau menyalahkan Yie Munha? dia saja membuka pintu dengan kondisi wajah penuh dengan coretan. Ibu datang hanya untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tadi." ucap Ratu Min Xunzi langsung pada intinya.


Min Xome yang tadinya merasa kesal karna sang ibu melihatnya dalam kondisi yang konyol seperti itu langsung berubah menjadi sangat tenang dan mulai menjelaskan mengenai kejadian tadi dan memberitahu rencana yang dibuat oleh Yie Munha untuk menjebak kakek dan neneknya itu. Di sisi lain saat ini Yie Gu hampir sampai di wilayah Klan Yie, saat ingin melewati gerbang perbatasan ia dihentikan oleh beberapa prajurit Klan Yie.


"Tolong tunjukkan token identitas Anda sebelum masuk ke dalam." ucap prajurit itu karna belum melihat wajah Yie Gu.


"Coba ulangi apa yang baru saja kau katakan itu." ucap Yie Gu sembari menunjukkan ekspresi wajahnya pada sang prajurit penjaga perbatasan.


Dengan segera prajurit itu bersujud dihadapan Yie Gu dan meminta maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan. Yie Gu menatap prajurit itu dengan tatapan tajam, ia menginjak tangan sang prajurit hingga kesakitan.


"Lain kali bersikaplah lebih sopan." ucap Yie Gu kemudian masuk ke wilayah Klan Yie. Sepertinya pria itu lupa bahwa ia berangkat bersama sang istri dan sekarang kembali sendirian dengan membawa Yie Munha bersamanya.


Yie Gu berjalan masuk menuju kastil Klan Yie kemudian ia melalui beberapa ruangan, Klan Yie tampak sangat sepi setelah kematian Yie Fufu beberapa hari yang lalu. Dengan segera Yie Gu masuk ke dalam ruang kerjanya dan membuka sebuah jalan rahasia menuju ruang bawah tanah.


"Apa kalian sudah berhasil membawa calon pengantin ku?." ucap seorang pemuda dengan sorot mata tajam, pemuda itu jauh lebih tua dari wajahnya saat ini. Setelah mendapatkan keabadian ia menginginkan wajahnya tetap seperti saat ia berusia dua puluh tahun.


"Saya berhasil membawa Yie Munha kembali Yang Mulia Penguasa Agung." ucap Yie Gu sembari meletakkan selimut tebal dihadapan pemuda itu.


"Lalu dimana istri mu? mengapa kau datang sendirian." tanya Penguasa Agung itu yang tak melihat kedatangan Yie Weinje bersama dengan Yie Gu.


"Saya meninggalkannya di Istana Kerajaan Bulan, saya tak sempat membawanya kembali." jawab Yie Gu dengan raut wajah sedih.


"Kau bisa menjemputnya nanti. Sekarang buka gulungan selimut itu, saya ingin melihat wajah cantik dari Yie Munha." ucap sang Penguasa Agung dengan senyuman lebar, sudah lama ia tak bertemu dengan Yie Munha yang ditakdirkan untuk menjadi pengantinnya itu.


Dengan segera Yie Gu membuka gulungan selimut itu dengan hati hati, saat sudah terbuka seluruhnya Yie Gu dan Penguasa Agung menunjukkan ekspresi terkejut. Mengapa yang ada di dalamnya adalah Yie Weinje yang sedang dalam kondisi tangan serta kaki yang terikat? mulut wanita tua itu juga disumpal dengan kain. Penguasa Agung benar benar marah, ia merasa dipermainkan oleh pasangan suami istri itu.


"Apa yang kalian pikirkan! Apakah kalian berdua ingin mati di tanganku!." triak Penguasa Agung dengan sangat kuat hingga mengguncang kastil Klan Yie dengan cukup kencang.


"Saya benar benar tidak tau jika yang ada di dalamnya adalah istri saya. Sebelumnya saya menyusup masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Yie Munha, tanpa fikir panjang saya membawa seseorang yang sedang tertidur di kamar itu." ucap Yie Gu sembari bersujud dihadapan Sang Penguasa Agung. Ia takut Penguasa Agung akan marah padanya setelah kejadian ini kemudian membunuhnya bersama dengan sang istri.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.