
Xiao Ziya memakan dua porsi pangsit kuah pedasnya dengan santai, gadis itu terlihat begitu menikmatinya. Dari luar kedai tempatnya makan gadis itu melihat beberapa orang dengan wajah seram dengan lambang khusus yang disulam di jubah mereka. Orang orang itu adalah anggota Aliansi Hitam Wunzo yang sedang memukuli dua orang pemuda, Xiao Ziya melihat apa yang mereka lakukan dan berfikir apakah ia harus membantu kedua pemuda itu ataukah tidak.
"Sepertinya apa yang mereka lakukan sudah terlewat batas." ucap Xiao Ziya yang meninggalkan meja makannya serta semangkuk pangsit kuah pedas yang belum ia sentuh sama sekali, gadis itu juga meninggalkan beberapa koin emas untuk membayar makanan yang ia pesan.
Kedua pemuda yang sedang dihajar habis habisan oleh Aliansi Hitam Wunso adalah Shen Winling putra ketua keempat Klan Shen dan Shen Yuze putra pemimpin Klan Shen. Hal yang memicu kejadian itu dikarnakan kedua pemuda yang berasal dari Klan Shen berusaha menyelamatkan seorang gadis kecil yang merupakan rakyat biasa, gadis kecil berumur empat tahun itu hendak dibunuh oleh beberapa anggota Aliansi Hitam Wunzo.
"Kalian berdua terlalu ikut campur dengan urusan kami." ucap seorang anggota Aliansi Hitam Wunzo. Ia menatap Shen Winling dengan tajam dan hendak menghunuskan pedang yang ia genggam pada pemuda itu.
Tranggg
Suara pedang lain yang menghalangi tindakan kejam anggota Aliansi Hitam Wunzo. Orang yang menggagalkan tindakan anggota Aliansi Hitam Wunzo adalah Xiao Ziya, gadis itu mengambil sebuah pedang berwarna merah dari cincin semestanya dan memblokir serangan.
"Berani beraninya gadis kecil sepertimu menghalangiku!." triak salah satu anggota Aliansi Hitam Wunzo yang merasa tak terima karna serangannya diblokir begitu saja.
"Kedua pemuda ini adalah teman saya jadi kalian tak boleh melukai mereka." ucap Xiao Ziya yang menatap orang orang dari Aliansi Hitam Wunzo dengan tajam.
"Nona sebaiknya anda pergi, kami berdua tak ingin melibatkan anda dalam masalah ini apalagi kami tak mengenal siapa anda." ucap Shen Yuze yang meminta pada Xiao Ziya untuk pergi meninggalkan mereka berdua, karna masalah ini tak ada hubungannya dengan gadis yang ada di hadapan mereka.
"Tentu saja kalian temanku karna saya mengenal Shen Yume." ucap Xiao Ziya yang tak ingin dibantah oleh kedua pemuda yang berasal dari Klan Shen itu.
"Jadi apa yang ingin kalian lakukan pada saya?." tanya Xiao Ziya dengan sebuah senyum yang mengerikan entah apa yang ada di dalam otak gadis itu tak ada yang bisa memprediksinya.
"Jika kau bersikeras menghalangi kami, maka kami akan membunuhmu terlebih dahulu." ucap para anggota Aliansi Hitam Wunzo yang ada di sana, mereka sangat percaya diri bahwa mengalahkan seorang gadis muda seperti Xiao Ziya adalah hal yang sangat mudah.
"Baiklah mari kita lihat siapa yang akan tewas." ucap Xiao Ziya yang sudah siap membunuh orang orang menyebalkan itu, aura membunuh yang pekat meluap dari tubuh Xiao Ziya.
Para anggota Aliansi Hitam Wunzo merasa merinding ketika merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh gadis yang kini telah menjadi musuh mereka, entah benar atau tidak tindakan yang telah mereka lakukan.
Xiao Ziya melesat dengan begitu cepat, hal pertama yang ia lakukan adalah memotong tangan kanan orang orang yang berasal dari Aliansi Wunzo, kemudian memotong kaki kiri mereka, setelah itu sentuhan terakhir yang dilakukan oleh Xiao Ziya adalah memenggal kepala mereka dengan begitu cepat. Para anggota Aliansi Hitam Wunzo mati dengan kondisi yang mengenaskan kedua pemuda yang berasal dari Klan Shen tercengang dengan apa yang mereka saksikan.
"Gadis itu apakah dia manusia?." ucap Shen Yuze yang tak bisa berfikir dengan akal sehatnya. Semua yang baru saja ia lihat terasa begitu cepat dan suatu hal yang sangat mustahil untuk dilakukan dengan waktu yang singkat.
"Terbakarlah." Xiao Ziya membakar habis jasad anggota Aliansi Hitam Wunzo yang telah ia bunuh agar tak meninggalkan jejak dan menimbulkan konflik yang lebih besar lagi antara Aliansi Hitam Wunzo dengan Klan Shen. Walaupun Xiao Ziya yang telah menghabisi orang orang itu namun Aliansi Hitam Wunzo akan tetap menyalahkan Klan Shen.
"Trimakasih karna nona telah membantu kami berdua." ucap kedua pemuda itu secara bersamaan, mereka menundukkan kepala sebagai rasa trimakasih mereka pada Xiao Ziya.
"Tapi karna menyelamatkan nyawa kalian berdua saya kehilangan satu mangkuk pangsit kuah pedas." ucap Xiao Ziya yang menatap kedua pemuda itu dengan tatapan kesal, bagaimanapun makanan adalah salah satu hal yang membuatnya merasa senang.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat kedua pemuda yang berasal dari Klan Shen itu merasa bersalah, mereka mengajak Xiao Ziya untuk mampir ke Klan Shen agar mereka bisa menjamu gadis itu dengan baik.
"Baiklah mari kita pergi ke Klan Shen." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat, kedua pemuda itu mengikuti dari belakang mereka merasa bingung dengan tingkah Xiao Ziya.
"Gadis itu terlihat lucu sekarang." ucap Shen Yuze yang ingin sekali menculik gadis itu dan memasukkannya kedalam karung.
Saat ini mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju Klan Shen, sedangkan seorang pemuda yang sedari tadi mengikuti Xiao Ziya memilih untuk mengawasi gadis itu dari jauh. Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua sampai di gerbang masuk Klan Shen, melihat kedatangan Shen Winling dan Shen Yuze membuat para penjaga gerbang sigap membukakan gerbang untuk mereka.
"Salam tuan muda Yuze dan tuan muda Winling." ucap penjaga gerbang Klan Shen, karna mereka tak mengenal siapa gadis yang dibawa oleh kedua tuan muda para prajurit penjaga gerbang hanya diam tanpa niat untuk menyapanya. Xiao Ziya tak mempermasalahkan hal itu karna ia tau bahwa mereka tak mengenal siapa dirinya.
"Gadis ini adalah nona Xiao Ziya, ia adalah tamu kehormatan kami saya harap kalian bisa menjaga sikap." ucap Shen Yuze yang menyindir prilaku para penjaga gerbang Klan Shen secara halus, karna apa yang mereka lakukan tentu akan membuat nona muda yang menolong mereka merasa tersinggung.
"Maafkan sikap kami barusan nona Ziya." ucap para penjaga gerbang yang membungkukkan mereka sebagai tanda permintaan maaf.
"Tidak masalah ini hanya kesalah fahaman saja." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian masuk kedalam diikuti dua pemuda yang berasal dari Klan Shen.
Saat pertama kali masuk kedalam Klan Shen hal pertama yang Xiao Ziya lihat adalah ratusan murid Klan Shen yang sedang berlari mengelilingi klan itu, sungguh pemandangan yang indah bagi Xiao Ziya.
"Nona silahkan berkeliling terlebih dahulu, dan ini token saya anda bisa menunjukkannya ketika ada yang bertanya mengapa anda bisa berada di dalam Klan Shen. Kami akan pergi kedapur untuk memberitau pelayan agar menpersiapkan jamuan makan siang." ucap Xiao Yuze yang memberikan token khususnya pada Xiao Ziya.
"Baiklah saya akan berkeliling, sepertinya ada banyak hal menarik di sini." ucap Xiao Ziya yang cukup tertarik dengan hal hal yang ada di dalam Klan Shen.
Akhirnya Shen Winling dan Shen Yuze pergi meninggalkan Xiao Ziya, gadis itu melihat kesekeliling kemudian ia menemukan sebuah paviliun yang indah di atas paviliun itu tertulis paviliun kultivator tingkat atas tingkatan minimal yang harus orang itu capai adalah tahap kaisar langit tingkat satu.
Saat ingin masuk kedalam paviliun kultivator tingkat atas ada dua orang gadis yang berasal dari Klan Shen yang menghalanginya, Xiao Ziya menatapnya dengan keheranan.
"Saya memang tak berasal dari Klan Shen." jawab Xiao Ziya dengan singkat padat jelas. Kedua gadis itu menatap Xiao Ziya dari bawah hingga atas, mereka merasa heran mengapa gadis itu bisa masuk kedalam Klan Shen apakah gadis muda yang ada di hadapan mereka adalah penyusup.
"Apa kau memiliki niatan jahat pada Klan Shen?." tanya gadis yang satunya mereka merasa curiga dengan kehadiran Xiao Ziya disana.
Xiao Ziya menunjukkan token milik Shen Yuze yang diberikan padanya, kedua gadis itu menatap token itu dengan penasaran kemudian menganggukkan kepala mereka berdua, kedua gadis itu akhirnya mengerti bahwa gadis yang ada di hadapan mereka adalah tamu dari Shen Yuze putra pemimpin Klan Shen.
"Maaf kami telah berburuk sangka padamu, namun tempat ini bukanlah tempat yang bisa dimasuki oleh kultivator biasa." ucap salah seorang gadis yang menjaskan pada Xiao Ziya tanpa maksut menyindir.
"Saya tau, untuk itu saya mencoba untuk masuk kedalam." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ramah kemudian menempelkan telapak tangannya pada sebuah batu penguji.
Batu itu berfungsi untuk mengikur tingkatan seorang kultivator, tingkatan terendah yang harus dimiliki adalah tahap kaisar langit awal. Jika seseorang menenuhi syarat itu maka pintu paviliun kultivator tingkat tinggi akan terbuka sesuai tingkatan mereka, namun jika mereka tak memenuhi syarat maka pintu akan terus tertutup.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu adik kecil." ucap salah seorang gadis yang khawatir jika Xiao Ziya terlalu memaksakan dirinya agar bisa masuk kedalam paviliun kultivator tingkat tinggi.
Batu penguji itu menyala berwarna putih, kemudian berubah menjadi hijau, kemudian biru, dan yang terakhir merah darah di sana juga tertera tingkatan Xiao Ziya yang telah memasuki alam dewa tingkat menengah pertama. Kedua gadis yang ada di belakang Xiao Ziya kaget bukan main.
"Bagaimana bisa seperti ini?." ucap kedua gadis itu secara bersamaan.
Sebuah pintu berwarna emas muncul kemudian terbuka lebar, sebelum masuk kedalam Xiao Ziya berpamitan pada kedua gadis yang ia temui itu.
"Sampai jumpa lagi jiejie, jika Tuan Muda Yuze mencari saya tolong sampaikan bahwa saya ada di tempat ini." ucap Xiao Ziya kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam. Setelah Xiao Ziya masuk pintu emas itu tertutup kemudian menghilang begitu saja.
"Mari kita mencari tuan muda Yuze." ucap salah satu dari gadis itu kemudian mereka pergi.
Xiao Ziya memasuki sebuah ruangan yang cukup besar dengan kursi yang berjajar rapi mirip dengan saat ia dulu antri untuk berobat di rumah sakit. Xiao Ziya melihat kesekeliling hingga seorang gadis menghampirinya.
"Salam pada nona Ziya, wah akhirnya bisa bertemu dengan nona lagi." ucap Shen Yume gadis yang pernah berselisih paham dengan Xiao Ziya untung saja masalah itu selesai secara baik baik.
"Ah ternyata nona Yume, jika saya boleh tau tempat apa ini?." tanya Xiao Ziya yang tak mengerti konsep dari Paviliun kultivator tingkat atas yang menurutnya sangat unik dan juga aneh.
"Tempat ini adalah ruang tunggu, setiap kultivator yang lolos dalam ujian pertama yaitu tes tingkat kekuatan maka mereka akan dikirim ke ruang tunggu. Setiap tingkatan akan dikirim ketempat yang berbeda, untuk itu kita harus menunggu disini terlebih dahulu. Jika kartu identitas khusus telah selesai dibuat maka kita akan dipanggil untuk mengambilnya kemudian akan ada sebuah pintu yang terbuka." ucap Shen Yume yang sedang menjelaskan semua yang ia ketahui mengenai paviliun kultivator tingkat atas. Xiao Ziya hanya menganggukkan kepalanya karna kalimat yang diucapkan Shen Yume sedikit rumit.
"Baiklah intinya saya harus menunggu di sini." ucap Xiao Ziya yang memilih salah satu kursi untuk ia duduki.
Beberapa menit berlalu dengan cepat, kartu identitas semua orang telah siap. Sesuai dengan peraturan yang ada tingkatan tertinggi yang akan masuk terlebih dahulu. Seorang pria yang cukup berumur sedang memegang sebuah kartu identitas sorot matanya dengan jelas menunjukkan bahwa ia sedang terkejut.
"Baiklah perkenalkan saya Shen Linyu penjaga paviliun kultivator tingkat atas." ucap seorang pria paruh baya yang ternyata penjaga paviliun, semua kultivator yang ada di sana memandang ke arah pria paruh baya itu.
"Salam hormat kami pada penjaga paviliun." ucap para kultivator secara serempak dengan membungkukkan badan mereka kecuali Xiao Ziya yang menatap lurus kearah pria paruh baya tersebut.
Melihat sikap tak hormat seorang gadis muda membuat beberapa kultivator merasa marah dan tak terima. Mereka menatap tajam ke arah Xiao Ziya bahkan ada yang sudah menyiapkan senjata mereka. Melihat respon kultivator lain yang tak bersahabat dengannya tentu saja membuat Xiao Ziya kesal dan matanya berubah menjadi merah ia melihat ke arah para kultivator yang hendak menyerangnya.
"Sudahlah kalian tak perlu bertarung seperti itu." ucap Shen Linyu yang berusaha untuk mendinginkan suasana.
"Namun gadis itu tak hormat pada anda." ucap salah seorang pemuda yang merupakan kultivator tingkat kaisar langit ketiga.
"Jangan membuat masalah dengannya." ucap Shen Linyu yang merasakan aura luar biasa yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya.
"Baiklah kami akan mematuhi anda, kali ini kau selamat gadis kecil." ucap mereka kemudian menurunkan senjata.
Kini saat yang dinanti nanti telah tiba yaitu pembacaan peringkat teratas, Shen Linyu masih gemetaran saat memegang kartu identitas milik Xiao Ziya.
"Nona Xiao Ziya, asal Klan Xiao dari dunia bawah, anak angkat Raja Zeus dari Kerajaan Hitam, kultivator dewa tingkat menengah pertama." ucap Shen Linyu yang membuat gempar seisi ruang tunggu paviliun kultivator tingkat atas.
Xiao Ziya melangkahkan kakinya untuk mengambil kartu identitas khusus miliknya, ia berjalan dengan tenang aura berwarna emas keluar dari tubuhnya dan membuat semua orang yang ada di sana menundukkan kepala. Setelah Xiao Ziya mengambil kartu identitas khususnya tiba tiba sebuah pintu emas dengan ukiran indah muncul dan terbuka di hadapan Xiao Ziya, gadis itu melangkah masuk kedalam tanpa melihat kebelakang lagi.
Seketika pintu itu hilang, beberapa kultivator yang ingin menyerang Xiao Ziya merasa lega karna mereka tak jadi membuat masalah dengan seorang kultivator tahap dewa jika tidak mungkin mereka sudah binasah.
Hai hai semua nih author balik lagi nih, jangan lupa vote, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share. Jadi aku udah aktiv update lagi pembacaku tersayang.