RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhir Untuk Mereka


Xiao Ziya menatap So Min dengan tatapan tajam yang memancarkan aura membunuh yang pekat, So Min gemetaran saat di tatap oleh Xiao Ziya seperti itu.


"Pergilah menjauh semua cerita itu adalah kebohongan." sangkal So Min yang masih inggin menyelamatkan nyawanya.


Xiao Ziya tak akan pernah percaya dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu karna dari sorot matanya saja sudah terpancar bahwa sang pemuda sedang berbohong.


"Bagaimana caramu membunuh Yuan Ana?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau cara yang digunakan oleh So Min untuk membunuh pelayan setianya itu.


So Min gemetaran saat akan menceritakan kejadian itu namun jika ia tak menjawab aura membunuh Xiao Ziya yang dipancarkan kr arahnya semakin pekat membuat pemuda itu sangat ketakutan.


"Aku mencekik lehernya lalu menancapkan pisau di lehernya." ucap So Min yang menjawab pertanyaan Xiao Ziya dengan singkat karna ia sedang kesulitan bernafas.


Xiao Ziya mengepalkan tangannya dan meremasnya dengan erat ia sangat marah karna So Min menyiksa Yuan Ana hingga ia meninggal. Xiao Ziya mengeluarkan beberapa belati dari cincin semestanya ia melempar belati belati itu ke arah leher So Min secara melingkar. Seluruh leher So Min dipenihi oleh belati milik Xiao Ziya.


Yu Wungzo dan Sin Nunro ingin membantu So Min namun mereka tak yakin jika mampu mengalahkan Xiao Ziya yang begitu kuat dan hebat. So Min merintih kesakitan karna ia tak bisa mengatakan apapun darah mengucur deras dari leher So Min.


Para murid akademi yang menyaksikan kekejan Xiao Ziya hanya bisa menahan rasa mual mereka karna darah yang dikeluarkan So Min sangatlah menjijikkan. Beberapa murid perempuan memilih untuk kembali ke asrama mereka.


"Senior So Min tak akan selamat." ucap Sin Deun yang sangat kasihan pada nasib So Min yang malang, tapi apa yang terjadi padanya adalah akibat dari perbuatannya sendiri.


"Jangan pernah membuat Master Xiao Ziya marah." ucap Zo Bixu yang tak ingin membuat Xiao Ziya di masa depan.


Perlahan namun pasti So Min sudah mulai merasakan bahwa kematian sudah sangat dekat dengannya, Xiao Ziya menyalakan api hitamnya dan membakar tubuh So Min dengan perlahan. So Min ingin berteriak meminta tolong namun ia tak bisa mengeluarkan suara.


Teman teman So Min hanya bisa pasrah karna tak ada yang bisa mereka lakukan selain melihat So Min yang perlahan lahan akan meregang nyawanya.


"Bukankan ini sangat menyenangkan?." ucap Xiao Ziya yang menatap mata So Min dan tersenyum dengan senang.


Dua jam telah berlalu tubuh So Min sudah menjadi abu tak ada yang tersisa lagi dari pemuda itu, kini Xiao Ziya menatap ke arah para petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu karna ia tau diantara mereka ada yang membantu So Min untuk merahasiakan semua kejadian itu. Walaupun hari sudah sangat larut Xiao Ziya tak berniat untuk membebaskan mereka.


"Jadi siapa diantara para petinggi akademi yang membantu So Min untuk menutupi semua kejadian itu?." tanya Xiao Ziya secara baik baik, karna ia memang tak ingin membunuhnya, gadis itu hanya akan memberikan beberapa hukuman yang tak akan pernah mereka lupakan.


Karna merasa sangat takut tak ada satupun dari petinggi akademi yang maju kepedepan, Xiao Ziya tersenyum tipis kemudian ia menunjuk beberapa petinggi.


"Kalian majulah kedepan atau kalian ingin tetap di sana dan mati mengenaskan." ucap Xiao Ziya yang tak akan meringankan hukuman mereka jika tak ada yang mau mengaku.


Akhirnya empat orang yang ditunjuk oleh Xiao Ziya maju kedepan mereka berempat sangat berharap jika Xiao Ziya hanya akan memberi hukuman saja tanpa harus membunuh. Xiao Ziya berjalan dan melihat ke arah keempat petinggi akademi.


Xiao Ziya melayangkan sebuah pukulan yang tepat mengenai titik dantian masing masing petinggi akademi, semua kultivasi dari keempat petinggi itu lenyap dan mereka hanya akan menjadi manusia biasa selamanya.


"Pergilah dan jangan pernah menunjukan wajah kalian di depanku." ucap Xiao Ziya yang meminta keempat petinggi akademi agar mereka segera pergi dan tak pernah muncul di hadapannya lagi untuk selamanya.


"Trimakasih karna master sudah mengampuni nyawa kami." ucap salah satu dari keempat petinggi akademi itu.


Keempat orang itupun pergi dengan berat hati karna kultivasi mereka hancur begitu saja padahal mereka sudah berlatih dengan sangat keras untuk mencapainya. Namun ada beberapa hal yang masih pemuda itu syukuri yaitu mereka tak mati dengan mengenaskan seperti So Min.


Akhirnya semua petinggi dan murid yang tadinya berkumpul mulai membubarkan diri mereka, kini yang masih berada di lapangan utama Akademi Kekaisaran Qiyu hanyalah Xiao Ziya, ketiga binatang pengikut Xiao Ziya, dan lima murid lencana emas yang sepertinya belum ingin beranjak pergi.


"Kau telah membunuh teman kami yang sangat baik." ucap Liu Yungha yang masih belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat, So Min adalah sosok pemuda yang ceria dan juga baik menurutnya.


"Kau kira aku peduli sebaik apa ia padamu karna bagiku dia adalah sampah yang harus dilenyapkan." ucap Xiao Ziya yang memang menganggap So Min sebagai sampah karna pemuda itu dengan berani membunuh pelayan yang sudah Xiao Ziya anggap sebagai kakak perempuannya sendiri.


"Kami akan menjadi lebih kuat dan sampai saat itu tiba kami akan membalas apa yang kau lakukan pada So Min." ucap Yu Wangzo yang akan membalaskan dendam So Min suatu hari nanti.


"Lakukanlah temui aku jika kalian sudah lebih kuat dariku." ucap Xiao Ziya yang akan menunggu di saat ia akan bertarung dengan kelima anggota murid lencana emas.


Kini misteri pembunuhan Yuan Ana telah terungkap, Xiao Ziya juga telah membalaskan kematian pelayan setianya itu. Semua orang yang berkatian dengan kejadian itu sudah mendapatkan hukuman mereka masing masing, Meiya yang menjadi saksi dari kejadian itu sudah pergi sedari tadi karna harus mengurus ibunya yang sedang sakit, nanti Xiao Ziya akan mencari Meiya untuk memberi hadiah pada wanita itu.


"Hah Yuan Ana jiejie sekarang kau bisa pergi dengan tenang." ucap Xiao Ziya yang mendongakkan kepala dan menatap langit malam yang dipenuhi dengan bintang bintang yang bercahaya.


Xiao Ziya berjalan kembali ke paviliunnya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu gadis itu ingin beristirahat sejenak kemudian melanjutkan aktivitasnya di pagi hari.


Saat sampai di paviliunnya sudah ada Ling Zungze yang sedang menunggu Xiao Ziya.


"Akhirnya kau kembali juga." ucap Ling Zungze yang sepertinya sedang menunggu kepulangan Xiao Ziya. Pemuda itu tak menyaksikan apa yang Xiao Ziya lakukan pada orang orang yang membunuh pelayan setianya, jika Ling Zungze ada di sana mungkin saja ia akan sadar bahwa kehadirannya di sekitar Xiao Ziya tidaklah begitu penting dan wanita yang meminta agar ia mengawasi Xiao Ziya juga akan berfikir ratusan kali sebelum melakukan hal itu lagi.


"Kau sedang menungguku?." tanya Xiao Ziya yang menatap Ling Zungze dengan tatapan keheranan. Ia teringat dengan apa yang dikatakan oleh Raja Artur beberapa hari yang lalu bahwa Ling Zungze tiba tiba saja muncul di halaman paviliunnya tanpa ada tanda tanda apapun.


"Mengapa kau menatapku seperti itu?." tanya Ling Zungze yang bingung mengapa gadis yang ada di hadapannya itu menatapnya dengan tajam dan penuh dengan selidik. Apakah ia telah melalukan kesalahan dengan gadis itu.


Ling Zungze yang sedikit terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Xiao Ziya, mengapa tiba tiba gadis itu kembali curiga padanya setelah ia berhasil meyakinkannya beberapa waktu yang lalu.


"Apa yang membuatmu curiga padaku." tanya Ling Zungze yang ingin tau apa yang membuat Xiao Ziya kembali curiga padanya.


"Katakan padaku siapa kau sebenarnya." tanya Xiao Ziya yang sudah curiga sedari awal bahwa Ling Zungze memiliki tujuan tertentu datang ke Akademi Kekaisaran Qiyu.


Ling Zungze tampak diam ia tak tau apa yang harus ia katakan agar Xiao Ziya tak curiga padanya lagi. Jika ia mengatakan yang sebenarnya pada Xiao Ziya pasti gadis itu akan bertanya siapa wanita yang meminta pada Ling Zungze untuk mengawasi dirinya.


"Aku berasal dari Klan Ling yang ada di dunia bawah." ucap Ling Zungze yang berusaha untuk mengelak, namun Xiao Ziya tak akan percaya dengan mudah karna aura yang dipancarkan oleh pemuda itu adalah aura dari orang orang yang ada di dunia atas.


"Kau kira aku akan percaya begitu saja padamu?." tanya Xiao Ziya sembari melipat tangannya ke atas dada, ia menatap penuh dengan selidik.


Kecurigaanya bertambah kuat ketika Raja Artur mengatakan bahwa tiba tiba Ling Zungze muncul dari halaman depan paviliunnya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Ah apa yang harus ku katakan padamu?." ucap Ling Zungze yang sudah frustasi dan tak mengerti lagi mengapa Xiao Ziya begitu cepat menemukan hal hal aneh yang ia lakukan, jika seperti ini terus menerus maka identitasnya akan segera terbongkar.


"Saya tau anda berasal dari dunia atas." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling Zungze semakin kelabakan, apa yang harus ia katakan agar Xiao Ziya tak semakin curiga pada dirinya.


Ling Zungze akhirnya membuat sebuah alibi bahwa ia adalah salah satu anggota Klan Ling yang ada di dunia atas dan ia sengaja datang ke dunia bawah dan langsung pergi ke Akademi Kekaisaran Qiyu karna ia memiliki tugas untuk mengawasi akademi agar tetap aman karna akhir akhir ini banyak sekali anggota aliansi hitam yang ada di dunia atas yang turun ke dunia bawah.


Walau cerita yang dikatakan oleh Ling Zungze sangat meyakinkan namun Xiao Ziya tak akan percaya semudah itu karna ia merasa ada yang aneh dari cerita Ling Zungze.


"Benarkan seperti itu kebenarannya?." tanya Xiao Ziya yang tak bisa menghilangkan rasa curiganya.


"Iya itulah kebenarannya, saya sengaja merahasiakannya dari semua orang." ucap Ling Zungze yang berusaha meyakinkan Xiao Ziya. Jika sampai identitasnya terbongkar sekarang maka ia akan mendapat hukuman dari junjungannya.


"Baiklah jika seperti itu kembalilah ke paviliunmu sendiri karna saya ingin beristirahat di dalam paviliun saya." ucap Xiao Ziya yang pura pura percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ling Zungze.


Ling Zungzepun pergi dari halaman paviliun milik Xiao Ziya. Setelah Ling Zungze sampai di paviliunnya sendiri ia segera masuk kedalam paviliun.


"Hah untung saja gadis itu percaya dengan apa yang kukatakan." ucap Ling Zungze yang merasa lega karna bisa membuat Xiao Ziya kembali percaya padanya.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah berbaring di tempat tidurnya ia memejakan mata dan mulai terlelap dalam tidurnya. Di dalam dunia spiritualnya Xiao Ziya sedang menyelam kedalam lautan spiritualnya karna ia merasakan gejolak yang aneh di sana.


"Apakah ada yang menyusup lagi di dalam sana?." ucap Xiao Ziya yang sangat penasaran hal apa yang sedang menunggunya di dalam lautan spiritual.


Saat menyelam lebih dalam lagi ke lautan spiritualnya Xiao Ziya melihat sebuah cahaya yang sangat terang karna merasa penasaran akhirnya Xiao Ziya berenang lebih dalam lagi dan ia melihat sebuah batu permata yang sangat indah. Xiao Ziya mengambil batu permata berwarna putih cerah kemudian berenang kembali ke atas, sesampainya di atas batu yang tadinya berwarna putih tiba tiba saja berubah warna berwarna hitam.


"Mengapa batu pertama ini sangat aneh." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat heran dengan batu permata yang ia pegang.


Setelah itu jiwa Xiao Ziya mulai bersila di sebuah tempat khusus yang ada di lautan spiritualnya gadis itu mulai menyerap energi Qi yang ada di sana.


Haripun telah berganti gelapnya malam telah tergantikan oleh terangnya cahaya mentari. Xiao Ziya mulai terbangun dari tidurnya, ia meregangkan otot ototnya yang sangat kaku.


"Hoaaam akhirnya pagi juga." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke pemandian yang ada di paviliunnya, gadis itu berencana untuk berendam beberapa saat sebelum menjalankan aktivitasnya yang berbeda dengan orang orang pada umumnya. Jika orang lain akan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya namun Xiao Ziya selalu melakukan hal yang berbeda selain makan.


Setelah selesai berendam Xiao Ziya menggunakan seragam master resminya dan pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu karna ia ingin bertemu dengan kakak laki lakinya siapa lagi jika bukan Xiao Yan.


Dengan segera Xiao Ziya melesat menuju istana Kekaisaran Qiyu, saat sampai di depan gerbang masuk istana para prajurit mempersilakannya untuk masuk kedalam istana.


"Salam hormat kami pada nona muda." ucap para prajurit yang menjaga gerbang masuk istana Kekaisaran Qiyu.


"Saya terima salam kalian." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam istana, Xiao Ziya berjalan menuju ruang kerja Kaisar Yan. Gadis itu mengetuk pintu beberapa kali hingga Xiao Yan memberinya izin untuk masuk.


"Wah adikku yang cantik datang untuk mengunjungi kakaknya yang tampan ini." ucap Xiao Yan yang seperti ketularan narsis seperti Raja Artur. Xiao Ziya hanya tersenyum gemas dan berusaha untuk menahan diri untuk tak memukulnya.


"Aku sengaja datang menemui gege, tolong sampaikan pada para jenderal dan para prajurit baru bahwa mereka tak bolah bersikap sombong dimanapun hanya karna memiliki jabatan yang bagus." ucap Xiao Ziya yang tak ingin melihat lagi ada seorang jenderal yang menyombongkan jabatannya di hadapannya.


"Gege meminta maaf atas kejadian kemarin, Jenderal Liu Anzo sudah menceritakan semuanya pada gege." ucap Xiao Yan yang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Xiao Ziya.


"Baiklah jika begitu aku akan pergi menemui para prajurit dan jenderal baru." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi ke bagian belakang istana Kekaisaran Qiyu di sanalah tempat para jenderal dan prajurit berlatih.


"Apa aku perlu ikut denganmu?." ucap Xiao Yan yang menawarkan dirinya untuk mengawal adik perempuannya yang cantik untuk pergi ke tempat latihan para prajurit.


Xiao Ziya menggeleng gelengkan kepalanya, ia hanya ingin pergi sendiri karna Xiao Ziya tau bahwa kakak laki lakinya itu sedang sangat sibuk dengan berkas berkas yang harus ia tangani. Xiao Yan pun tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaanya lagi, untung saja adik perempuannya tak manja seperti adik perempuan pasa umumnya.


Hai semua setelah sekian lama ga updat akhirnya aku update lagi, jangan lupa follow buat yang blm follow, vote yang masih punya tiket vote, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.