
Xiao Ziya telah mempertimbangkan semuanya, dan ia tak bisa memberikan kesempatan pada para penghianat biarlah kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh anggota Kekaisaran Qiyu, jika ada yang berani untuk berhianat maka nasib mereka akan lebih buruk daripada ini.
"Kalian kira aku adalah gadis polos yang bisa kalian tipu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman dingin khas yang ia miliki rambut panjangnya yang tergerai hitam berubah warna menjadi merah. Walau perubahan hanya terjadi di rambutnya saja gadis itu terlihat sangat menyeramkan.
"Kau benar benar tak memiliki hati, mengapa kau sangat tega pada kami." ucap Putri Xi Miju yang seolah olah tak melakukan kesalahan apapun, entahlah mungkin otak mereka memang sudah buntu.
Xiao Ziya melilitkan rambatnya ketubuh Pangeran Xi Yizu, Pangeran Xi Minho, dan juga Pangeran Xi Zexu. Gadis itu mulai menciptakan kristal kristal es yang sangat tajam di sekitat tangannya. Ketiga pangeran itu menatap dengan penuh rasa takut. Mereka tak menyangka bahwa nyawa mereka akan jatuh ditangan seorang gadis muda.
Pangeran Xi Mingu dan Pangeran Xi Binxi hanya bisa menyaksikan penyiksaan yang sangat mengerikan itu. Pertama tama Xiao Ziya menancapkan kristal tajam itu pada lutut ketiga pangeran, setelah itu kristal itu menembus perut ketiga pangeran itu, lalu tenggorokan dan juga kepala. Sebuah pemandangan yang sangat mengerikan, darah mengalir deras dari ketiga tubuh pangeran itu. Kedua putri yang masih tersisa hanya bisa pasrah tak ada lagi harapan hidup untuk mereka berdua.
Setelah selesai menyiksa ketiga pangeran Xiao Ziya memasukkannya kedalam cincin semestanya untuk menjadi makanan piton salju miliknya.
"Hei ini belum berakhir, bagaimana dengan nasib kedua gadis ini?." ucap Xiao Ziya yang langsung mendekati ke arah Putri Xi Anhi dan Putri Xi Miju.
"Prajurit bawa kedua putri ini kedalam penjara, aku akan mengurusnya nanti." ucap Xiao Ziya yang mengutus beberapa prajurit untuk memasukkan Putri Xi Anhi dan Putri Xi Miju.
Semua orang yang masih ada di sana hanya bisa diam terpaku, mereka masih tak bisa terbiasa dengan kekejaman Xiao Ziya. Sedangkan gadis itu tersenyum dengan tulus seperti tak pernah terjadi apapun disana.
"Adikku wah kamu sangat luar biasa." ucap Xiao Xun yang langsung memeluk adiknya, mungkin Xiao Xun sudah mulai terbiasa dengan sikap kejam yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Lagipula adiknya itu hanya kejam pada orang orang yang mengganggunya saja.
Akhirnya semua orang membubarkan diri disana hanya terdisa Xiao Cunyu, Xiao Zoe yang masih tertidur, Xiao Xun, Xiao Yan, Xiao Ziya, Pangeran Xi Mingu, dan juga Pangeran Xi Binxi saja.
"Kakak perkenalkan ini adalah Pangeran Xi Mingu, dan juga Pangeran Xi Binxi dari kerajaan Xingmen." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan tamu tamu yang ia bawa dari Kerajaan Xingmen.
"Kami kesini untuk mewakili Ayahanda untuk meminta maaf atas semua kekacauan yang dilakukan oleh para pemberontak dari Kerajaan Xingmen." ucap Pangeran Xi Mingu sambil menundukkan kepalanya, mereka merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi di Kekaisaran Qiyu.
Xiao Yan sudah memaafkan semua yang telah menimpa Kekaisaran Qiyu. Setelah itu Xiao Ziya mengantarkan kedua pangeran kekamar mereka masing masing. Setelah selesai Xiao Ziya masuk kedalam markas yang ia miliki di istana kekaisaran.
"Akhirnya yang kita tunggu tunggu sudah datang." ucap Xiao Feng yang langsung bertepuk tangan diikuti oleh teman temannya yang lain.
"Apa yang kalian lakukan? trimakasih telah menjaga istana selagi aku pergi tanpa bantuan kalian istana kekaisaran akan kacau." ucap Xiao Ziya sambil membungkukkan badannya sebagai simbol rasa terimakasihnya pada teman teman yang telah membantunya.
"Hukuman apa yang saudariku berikan pada mereka?." ucap Xiao Yuna yang memang sedari tadi ada di ruangan itu untuk menunggu kembalinya Xiao Ziya.
"Tentu saja hadiah kematian yang kejam seperti biasa." kali ini yang menjawab bukanlah Xiao Ziya melainkan Xiao Xinzo diselingi tawanya.
Ditempat lain tepatnya penjara kekaisaran dingin, terlihat dua orang gadis yang tengah merenungi nasib mereka disana. Putri Xi Miju merasa tak terima dengan apa yang sudah menimpa keluarganya mengapa takdir begitu tak adil pada mereka.
"Kakak kita harus bisa keluar dari sini secepatnya agar bisa membalas dendam dikemudian hari." ucap Putri Xi Miju yang sepertinya memiliki sebuah rencana untuk melarikan diri dari penjara.
"Jika kakak ingin mati di sini terserah, namun aku tak ingin mati konyol disini." ucap Putri Xi Miju dengan sedikit berteriak pada kakak perempuannya.
Entahlah di malam yang sunyi dan gelap itu apakah putri Xi Miju berhasil melarikan diri.
Hari terus berjalan hingga mataharipun mulai menampakkan diri, semua orang sudah terbangun dari tidurnya kecuali Xiao Ziya yang masih terlelap dan menikmati tidurnya yang sangat berharga itu.
Tok tok tok
Seseorang sedang mengetuk pintu kamar Xiao Ziya. Karna tak mendapat jawaban dari Xiao Ziya akhirnya orang itu masuk begitu saja kedalam kamar.
"Gadis ini mengapa sangat lalai hingga tak menutup pintu kamarnya." ucap orang itu yang ternyata adalah Pangeran Kegelapan yang baru saja menyelesaikan tugasnya untuk menjalin hubungan dengan negara tetangga.
Namun saat perjalanan pulang menuju istana kekaisaran ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis dan juga seorang pria dengan aura membunuh yang lumayan pekat. Akhirnya Pangeran Kegelapan memutuskan untuk mengikuti mereka berdua dan menguping apa yang mereka rencanakan.
Betapa terkejutnya Pangeran Kegelapan saat mendengar bahwa mereka berdua hendak membalas dendam pada Xiao Ziya. Ya kedua orang itu adalah Putri Xi Miju yang berhasil melarikan diri dari penjara dan juga Perdana Mentri Zinyi yang memang tak terlihat saat penghianat dari Xingmen menjalankan rencana mereka.
Ternyata Perdana Mentri Zinyi memilih untuk tidak ikut campur dalan rencana gila itu karna ia sudah tau bahwa semuanya tak akan berjalan dengan baik.
Setelah mendengar percakapan kedua orang itu Akhirnya Pangeran Kegelapan memutuskan untuk membunuh mereka berdua agar tak ada hal buruk yang akan menimpa Xiao Ziya.
"Gege tau kau sangat kuat, namun kau masih memerlukan yang lainnya. Gege harap kau bisa mencapai puncak kejayaanmu adikku." ucap Pangeran Kegelapan sembari mengecup kening Xiao Ziya dengan sayang kemudian keluar dari kamar itu.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan, tinggal Xiao Ziya dan Pangeran Kegelapan yang belun datang. Saat Pangeran Kegelapan masuk keruang makan semua mata tertuju padanya.
"Apakah adik Ziya tak bersamamu?." tanya Xiao Yan yang tak melihat adiknya datang bersama jenderalnya.
"Gadis itu masih tertidur dengan pulas." jawab Pangeran Kegelapan kemudian duduk di salah satu kursi yang kosong.
Karna mereka tau bahwa Xiao Ziya sangat tak suka jika ada orang yang menggangu tidurnya, akhirnya mereka memulai sarapan tanpa kehadiran gadis itu.
Ya kali ini permasalahan Xiao Ziya dengan para pemberontak dari Kerajaan Xingmen memang sudah selesai, tinggal Putri Xi Anhi saja yang masih hidup dan berada di dalam penjara. Namun di masa yang akan datang masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Xiao Ziya, untuk itu Xiao Ziya harus bertambah kuat agar bisa melindungi orang orang yang ia sayangi.
...**Hai semua maaf aku updatenya malem malem kaya gini, maaf juga kalau banya yang typo ya guys. Lumayan capek aku hari ini tapi kusempetin buat nulis biar bisa update. Mohon pengertiannya ya kalau author juga punya kesibukan lain....
Jangan lupa Follow akun Mangatoon/Noveltoon author ya, Vote sebanyak banyaknya, komen, like, rate, share**.