
Xiao Ziya masuk kedalam paviliunnya yang berada di Klan Xiao, ia berpesan pada We Algi untuk tidak mengganggunya karna ia akan sangat sibuk beberapa hari terakhir ini, gadis itu memberikan beberapa koin emas pada Wi Algi agar ia membeli semua keperluannya saat datang ke pesta pernikahan Kaisar Yan dan Wi Xume. Xiao Ziya berpesan pada pemuda itu untuk menggunakan topeng saat keluar dari Klan Xiao agar tak ada yang mengetahui keberadaan Wi Algi.
Xiao Ziyapun masuk kedalam kamarnya sedangkan Wi Algi bersiap untuk pergi ke pasar yang ada di dekat Klan Xiao, ia ingin membeli beberapa baju baru yang layak untuk digunakan untuk menghadiri pesta pernikahan. Selain itu Wi Algi membeli beberapa hadiah yang akan ia berikan pada Wi Xume nantinya, hadiah itu akan menjadi hadiah pertama serta hadiah terakhir yang ia berikan.
Di sisi lain para kultivator aliran hitam sudah kembali ke markas mereka, mereka melaporkan kejadiah hari ini pada ketua.
"Apa ular itu mengatakan sesuatu?." tanya Ye Yunsang, pemuda ini adalah pendiri kelompok kultivator aliran hitam yang ada di dunia bawah.
"Tuan ular hitam kematian mengatakan bahwa ia tak akan menyentuh ataupun menyakiti gadis itu." ucap salah seorang anggota kelompok kultivator aliran hitam yang samar samar mengingat apa yang dikatakan oleh ular hitam kematian.
Ye Yunsang terdiam sejenak, ia sedang berfikir tentang identitas gadis bernama Xiao Ziya itu, siapa dia hingga sang ular hitam kematian begitu segan padanya. Apakah gadis itu memiliki hubungan khusus dengan alam kematian? ataukah ia memiliki kedudukan yang cukup tinggi di luar wilayah dunia bawah?. Seingatnya ular hitam kematian tak akan segan segan meracuni seorang dewa dan membuat mereka mati perlahan, ia juga tak pernah tunduk pada kehendak neraka, kesimpulannya adalah gadis bernama Xiao Ziya itu memiliki hubungan yang cukup dekat dengan malaikat kematian.
Ye Yunsang sudah beberapa kali bertemu dengan sang malaikat kematian, namun ia tak pernah mengatakan apapun mengenai gadis bernama Xiao Ziya ini. Agar tak merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi Ye Yunsang memutuskan untuk melakukan ritual pemanggilan.
"Siapkan semua keperluan untuk ritual pemanggilan, bawakan darah best naga yang tersisa. Kita harus mengetahui siapa gadis bernama Xiao Ziya itu." ucap Ye Yunsang dengan tegas memerintah para bawahannya.
"Lalu bagaimana dengan tugas yang diberikan oleh nona Wi Xume? dia sudah membayar dengan harga yang cukup tinggi agar kita bisa menghabisi Xiao Ziya?." tanya salah satu kultivator aliran hitam yang merasa tak enak hati jika harus mengabaikan permintaan dari orang yang telah membayarnya.
"Apa kau sanggup melawan sang dewa kematian? lagipula gadis bernama Wi Xume itu terlihat seperti seorang gadis rendahan." ucap Ye Yunsang yang tak ingin mengambil resiko tinggi sebelum mengetahui kebenarannya.
Akhirnya para kultivator aliran hitam mematuhi perintah ketua mereka, banyak hal yang harus disiapkan untuk ritual pemanggilan sang malaikat kematian. Ada seratus darah hewan segar yang harus mereka sajikan, berbagai macam buah dan sayur, tak lupa beberapa jenis daging hewan iblis dan binatang buas. Selain itu mereka harus menyiapkan dupa khusus yang dibeli dari dunia atas, tentu ada harga yang dibayar di setiap ritual pemanggilan.
Setelah beberapa jam semua persiapan telah selesai, Ye Yunsang duduk di tengah tengah altar pemanggilan dengan posisi duduk bersila. Kemudian pemuda itu membacakan beberapa mantra pemanggil yang ia pelajari dari ayahnya.
Singkat cerita keluarga Ye Yunsang adalah pengikut aliran hitam yang menganggap malaikat kematian sebagai kedudukan tertinggi yang harus mereka hormati. Tak banyak orang yang mengetahui bahwa ada sebuah lapisan dunia yang bernama alam kematian, disanalah para pendosa dengan dosa yang tak terampuni akan mendapatkan hukuman.
"Saya Ye Yunsang pengikut setia anda meminta anda sang malaikat kematian untuk datang menemui saya jika anda berkenan." ucap Ye Yunsang yang kemudian membakar seratus dupa emas.
Cuaca yang tadinya terik dan panas tiba tiba menjadi mendung, hal ini terjadi pada beberapa lapisan dunia hingga para dewa dan Raja Artur merasa bingung. Setelahnya muncul sebuah badai yang cukup dasyat, badai itu datang dari utara menuju tempat ritual pemanggilan. Para penduduk dunia bawah sangat cemas dengan badai yang datang, namun ada satu keanehan walau badai itu teramat besar ia tak merusak apa yang ia lewati.
Di altar tempat ritual pemanggilan muncul seorang pria tampan dengan mata tajamnya menatap ke arah Ye Yunsang, ia memakai jubah hitam dan membawa sebuah sabit kematian berwarna emas.
"Ada apa kau memanggilku?." tanya sang malaikat kematian, ia ingin tau masalah apa yang sedang dihadapi oleh pengikutnya itu sehingga mengadakan ritual pemanggilan.
"Manusia rendahan ini memanggil tuan karna ada sesuatu yang ingin saya tanyakan agar tak terjadi bencana di kemudian hari." ucap Ye Yunsang yang duduk berlutut di hadapan malaikat kematian sedangkan para kultivator aliran hitam yang lain bersujud tanpa ada yang berani mengangkat kepala mereka.
"Tanyakan saja, saya akan menjawab apa yang menjadi kecemasanmu." ucap malaikat kematian itu.
"Hari ini beberapa pengikut saya mendapatkan tugas dari seseorang untuk membunuh seorang gadis bernama Xiao Ziya, karna gadis itu lebih kuat dari apa yang kami perkiakan akhirnya kami meminta bantuan ular hitam kematian. Namun anehnya sang ular tak berani menyentuh gadis itu, karnanya hamba ingin menanyakan pada Tuan Malaikat Kematian Yang Agung apakah gadis bernama Xiao Ziya itu merupakan pengikut anda juga seperti seluruh keturunan keluarga saya?." tanya Ye Yunsang dengan sangat berhati hati karna ia tak ingin menyinggung perasaan sang malaikat kematian.
Malaikat kematian itu membuka pemutup kepalanya, ia memperlihatkan wajah tampannya itu pada Ye Yunsang namun kali ini bukan tatapan mata tajam saja yang ia berikan seluruh mata sang malaikat kematian berubah warna menjadi hitam. Jika hal seperti itu terjadi, tandanya sang malaikat kematian sangat marah.
"Apakah anak buahmu menyakiti gadis itu?." tanya malaikat kematian dengan aura membunuh yang sangat pekat.
"Kami tidak melukainya karna ia sangat kuat." jawab Ye Yunsang dengan tubuh gemetaran, sepertinya kali ini ia dan anak buahnya telah melakukan kesalahan yang sangat besar.
"Jangan pernah berani menyentuh seujung rambut gadis itu, jika tidak kalian akan merasakan kematian yang memilukan." ucap malaikat kematian itu yang memberikan peringatan pada Ye Yunsang agar tak menyakiti Xiao Ziya.
"Jika saya boleh tau apa hubungan anda dengan gadis itu?." tanya Ye Yunsang yang sangat penasaran mengapa tuan malaikat kematian sangat menyayanginya.
"Jika tiga dimensi para dewa bersatu untuk menghabisi gadis itu, mereka tak akan mampu melakukannya. Jika surga ingin membunuh gadis itu mereka harus mendapatkan persetujuan dari tangan kanan dan tangan kiri Sang Pencipta." ucap malaikat kematian yang masih enggan mengatakan apa hubungannya dengan Xiao Ziya.
Ye Yunsang tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat kematian, untung saja anak buahnya tak melukai gadis itu jika tida mereka semua akan binasa saat ini juga ditangan malaikat kematian.
"Jika tuan bersedia memberitau kami apa hubungan tuan dengan gadis muda itu maka kami akan membantu tuan untuk menjaganya." ucap Ye Yunsang yang benar benar penasaran, karna setaunya tak ada pengikut sang malaikat kematian yang diperlakukan sangat sepesial seperti itu.
"Dia adalah keponakanku, dia juga keponakan ratu sihir hitam. Saat saya datang pada gadis itu dan kalian melihatnya, jangan panggil saya tuan malaikat kematian panggil saja Tuan Lee Brian." ucap malaikat kematian itu yang ternyata identitas asli dari seorang Lee Brian, pria yang Xiao Ziya temukan saat ia berada di hutan penyihir hitam.
Setelah mengatakan kebenaran pada Ye Yunsang dan para pengikutnya, Lee Brian langsung menghilang begitu saja tanpa melakukan apapun. Ye Yunsang dan semua anak buahnya ingin pingsan dan tubuh mereka menjadi sangat lemas mengetahui bahwa sang malaikat kematian adalah paman dari gadis bernama Xiao Ziya itu. Jika Xiao Ziya memiliki latar belakang yang begitu luar biasa mengapa ia tinggal di dunia bawah? setidaknya gadis itu tinggal di alam dewa, alam neraka, ataupun dunia para iblis untuk menikmati fasilitas yang ada di sana.
"Untunglah saya membuat keputusan yang benar." ucap Ye Yunsang yang merasa sangat lega karna ia tak menyakiti Xiao Ziya.
"Lalu bagaimana dengan misi kita kali ini?." tanya salah satu kultivator aliran hitam yang masih merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kembalikan semua koin emas yang gadis bernama Wi Xume itu berikan, jangan terima semua misi jika itu menyangkut nona besar. Saya akan menemui nona besar di waktu yang tepat." ucap Ye Yunsang, ia tergeletak lemas di altar kemudian memejamkan matanya. Pemuda itu benar benar tak bisa berfikir jernih untuk sekarang, ia masih memerlukan waktu untuk menerima semua fakta mengejutkan ini.
"Kami akan pergi menemui nona Wi Xume sekarang." ucap beberapa kultivator yang membawa sebuah peti kayu kecil yang berisikan lima ratus koin emas.
Beberapa kultivator aliran hitam pergi dari markas mereka dan berjalan mengarah ke Istana Kekaisaran Qiyu. Sedangkan Ye Yunsang meminta beberapa kultivator aliran hitam yang lain untuk mencari informasi kegiatan apa yang akan dilakukan oleh nona besar mereka akhir akhir ini karna Ye Yunsang sangat ingin bertemu dengan Xiao Ziya.
Di sisi lain saat ini Lee Brian telah kembali ke kastilnya, ia berjalan melewati lorong lorong gelap kemudian masuk kesebuah ruangan. Sesosok ular hitam muncul di hadapan Lee Brian, ular itu membungkukkan badannya seperti seorang manusia yang sedang memberi penghormatan pada seorang Kaisar.
"Maafkan kecerobohan saya ini tuan." ucap sang ular hitam kematian yang merasa bersalah karna ingin menyerang keponakan dari tuannya itu.
"Sudahlah, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Saya memang memiliki beberapa keponakan, namun Xiao Ziyalah yang paling saya sayangi diantara mereka. Sangat sulit untuk menyatukan kepingan jiwa gadis itu karna jiwanya ada di masa lalu dan masa depan. Untunglah takdir membuat jiwanya yang ada di masa depan pergi ke masa lalu." ucap Lee Brian yang menghela nafasnya dengan lega.
Ada sebuah fakta yang hanya diketahui oleh Lee Brian dan beberapa anggota keluarganya yang lain. Xiao Ziya memiliki kondisi tubuh yang sangat istimewa dimana saat ia dilahirkan jiwanya terbagi menjadi dua, jiwa utamanya pergi ke masa depan dan memiliki nama Zoya sedangkan jiwanya yang lain masih ada di masa lalu dan memiliki nama Xiao Ziya. Jika saja jiwa utama gadis itu tak dapat berpindah dimensi maka saat ini Xiao Ziya telah tiada. Karna hal itulah Lee Brian dan juga Ratu Min Xunzi sangat mennyayangi gadis itu.
"Saya akan membantu tuan untuk manjaganya dari jarak yang lumayan jauh." ucap sang ular kematian. Ia ingin menjaga orang yang sangat disayangi oleh tuannya itu.
"Laksanakan tugasmu dengan sepenuh hati." ucap Lee Brian. Untuk beberapa bulan kedepan ia akan melakukan penyelidikan pada orang orang yang ingin menjadikan keponakannya itu sebagai bahan percobaan.
Dilain tempat saat ini para kultivator aliran hitam sudah sampai di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, beberapa penjaga gerbang menghentikan langkah mereka.
"Kalian ingin bertemu dengan siapa?." tanya salah seorang penjaga gerbang dengan ramah.
"Tolong panggilkan nona Wi Xume karna kami memiliki urusan dengannya." ucap salah satu kultivator aliran hitam yang mewakili temannya yang lain.
"Baiklah mohon tunggu di sini." ucap penjaga gerbang itu yang langsung masuk ke istana untuk mencari Wi Xume.
Wi Xume sedang berada di kamar tamu, ia sedang menunggu kabar dari pembunuh bayaran yang ia tugaskan untuk menghabisi Xiao Ziya. Karna jika gadis itu mati maka tak akan ada yang menghalangi jalannya untuk menjadi seorang ratu.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar Wi Xume yang diketuk oleh seorang prajurit penjaga gerbang.
"Siapa?." tanya gadis itu yang penasaran siapa orang yang mengetuk pintu kamarnya malam malam begini.
"Saya prajurit penjaga gerbang istana ingin melaporkan bahwa ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan nona, mereka sedang menunggu di gerbang depan." ucap prajurit itu dengan wajah kesal yang ia tahan, seingatnya ia pernah mengetuk pintu kamar nona mudanya yaitu Xiao Ziya. Xiao Ziya langsung membukakan pintu dan menanyakan apa maksut kedatangannya secara bertatap muka tak seperti Wi Xume yang sombong itu.
"Baiklah saya akan pergi kesana, kau bisa kembali ke tempatmu." ucap Wi Xume yang langsung turun dari tempat tidurnya, gadis itu sangat percaya diri bahwa para kultivator aliran hitam itu sanggup membunuh Xiao Ziya.
Penjaga gerbang itu secepatnya pergi dari depan kamar Wi Xume, jika tidak hastarnya untuk memukul gadis itu hingga pingsan akan terus memuncak. Penjaga gerbang itu sampai di depan istana Kekaisaran Qiyu.
"Sebentar lagi nona Wi Xume akan datang." ucap penjaga gerbang itu.
"Terimakasih." ucap kelompok kultivator aliran hitam dengan serempak.
Benar saja setelah menunggu beberapa saat, mereka melihat Wi Xume yang berjalan keluar dari istana dengan raut wajah senangnya. Dengan cepat Wi Xume mengajak para kultivator aliran hitam itu ketempat yang lumayan sepi dan juga gelap.
"Bagaimana? misi kalian berhasil?." tanya Wi Xume yang sangat percaya bahwa misi mereka akan berhasil tanpa kesulitan sedikitpun.
"Ketua meminta kami untuk mengembalikan koin emas ini pada anda, sebaiknya anda berhenti mencari orang untuk dijadikan pembunuh bayaran karna gadis itu tak tertandingi." ucap salah seorang kultivator aliran hitam yang memberikan peti kayu kecil itu pada Wi Xume.
Wi Xume benar benar kesal karna lagi, lagi, dan lagi rencananya untuk membunuh Xiao Ziya gagal. Ada apa dengan gadis itu? mengapa tak ada yang bisa mengalahkannya, jika gadis itu kuat maka pasti ada kultivator lain yang lebih kuat darinya.
"Saya tak menerima pengembalian koin emas ini, karna yang saya butuhkan kematian gadis itu." teriak Wi Xume dengan histeris, ia tak akan menerima koin koin emasnya itu.
"Lakukanlah sendiri jika kau mampu, jangan melibatkan kami dengan masalahmu." ucap para kultivator aliran hitam yang tiba tiba saja menghilang, mereka sengaja berlari dengan cepat agar tak dikejar oleh Wi Xume.
"Argh mengapa kematian tak ingin mendekati gadis itu, sialan." ucap Wi Xume dengan suara kencang. Tiba tiba sesosok ular hitam besar muncul di hadapan gadis itu sebentar kemudian menghilang, sebelum menghilang ular hitam itu sempat mengatakan sesuatu.
"Bagaimana bisa kematian mendekatinya jika dialah kematian!!." ucap ular itu dengan suara yang menyeramkan kemudian hilang begitu saja.
Wi Xume sangat syok melihat ular sebesar itu, ditambah lagi ular hitam itu bisa berbicara. Akhirnya Wi Xume pingsang ditempat dan tak ada orang yang melihat kejadian itu.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, pagipun datang Kaisar Yan baru saja keluar dari ruang kerjanya karna ia lembur semalaman untuk menyelesaikan berkas berkas penting sebelum pesta pernikahnya berlangsung beberapa hari lagi. Baru saja ia ingin masuk kedalam kamar ada seorang prajurit yang datang menghampirinya.
"Maafkan saya kaisar karna mengganggu waktu anda, saya mendapatkan laporan bahwa semalam nona Wi Xume pergi dengan beberapa pria dan hingga sekarang nona Wi Xume belum kembali." ucap prajurit itu yang membuat Kaisar Yan sangat terkejut kemana kekasihnya itu pergi.
Hai hai semuanya, aku update lagi nih wkwkwk gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share. Jangan lupa mampir ke novelku yang judulnya Putri Amerilya.