RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kemarahan Putri Beiling Zu


Mue Linzong dan Mue Sanron tak percaya dengan perlakuan yang mereka dapatkan ketika sampai di Istana Yuan Liong, Putra Mahkota Yuan Konju tampak sangat marah dan tak menginginkan kehadiran keduanya.


"Meskipun Klan Mue telah hancur, bukan berarti Anda bisa memperlakukan kami seperti ini. Klan Mue sangat berjasa pada Kerajaan Yuan Liong hingga saat ini." ucap Mue Linzong dengan tatapan sinis, anak muda jaman sekarang tak akan mengerti seberapa banyak pengorbanan yang telah dilakukan Klan Mue untuk keutuhan Istana Kerajaan Yuan Liong.


"Saya tak peduli dengan apa yang telah kalian lakukan untuk Istana Kerajaan ini, namun karna ulah kalian berdua yang sangat gila terhadap kekuasaan di Kerajaan Bintang Timur ayah sayalah yang menjadi korban. Gadis bernama Xiao Ziya itu datang untuk menghancurkan Klan Mue dan membunuh ayah saya, karna kalian lah kami sedang berduka sekarang ini." bentak Putra Mahkota Yuan Konju, andai saja kedua pasangan suami istri itu tak terlalu menekan Ratu Junyi Zu dan menyebabkan kekacauan di Istana Kerajaan Bintang Timur maka Xiao Ziya tak akan datang untuk membalaskan dendamnya.


Mendengar perkataan sang putra mahkota membuat Mue Linzong membulatkan mata, ia tak tau jika saat ini Raja Yuan Monzi telah tiada karna ulah Xiao Ziya. Gadis itu terlalu berani hingga membunuh seorang raja saat berada di wilayah kekuasaan sang raja, jika sudah seperti ini kemana lagi mereka berdua meminta pertolongan?.


"Bagaimana jika kita bersatu untuk membalas dendam atas perbuatan gadis itu." ucap Mue Sanron, wanita tua tersebut berusaha untuk mempengaruhi Putra Mahkota Yuan Konju untuk kepentingan pribadi mereka berdua.


"Sialan, jangan pernah mengajak saya melakukan hal bodoh seperti itu. Melawan Xiao Ziya adalah hal yang paling konyol untuk menyerahkan nyawa padanya." ucap Putra Mahkota Yuan Konju, pemuda itu meminta beberapa Jenderal Besar untuk datang dan mengusir Mue Linzong dan Mue Sanron dari Istana Kerajaan Yuan Liong.


Keduanya di usir dari istana secara tidak hormat, dengan terpaksa mereka berdua berjalan kembali menuju reruntuhan Klan Mue. Mue Linzong berfikir keras, jika mereka berdua berusaha kabur dari hukuman yang akan dijatuhkan oleh Kerajaan Bintang Timur atas penculikan yang telah mereka lakukan pada Putri Beiling Zu maka hal itu akan sia sia saja. Saat ini tak ada lagi harapan mereka kecuali Selir Mue Zu yang masih berada di Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Sebaiknya kita mencari tempat persembunyian untuk sementara waktu, jika suasana sudah mulai aman kita akan pergi ke Istana Kerajaan Bintang Timur untuk meminta bantuan Selir Mue Zu." ucap Mue Linzong, hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk saat ini. Jika melakukan perjanjian lagi dengan iblis maka semua akan sia sia saja, Xiao Ziya terlalu menakutkan untuk mereka hadapi berdua.


Di saat Mue Linzong dan Mue Sanron sedang kebingungan mencari tempat untuk mereka bersembunyi, di sisi lain saat ini Putri Beiling Zu sudah sadar dan orang pertama yang ia cari adalah Xiao Ziya. Ketika ia tak sadarkan diri, Putri Beiling Zu bermimpi bahwa Xiao Ziya sedang sangat sedih dan terpuruk karna tak mendapat kasih sayang dari sang ibu selain itu Putri Beiling Zu juga melihat kejadian saat Ratu Junyi Zu mengatakan bahwa Xiao Ziya bukanlah putri kandungnya.


"Dimana adik Ziya, dimana adik Ziya sekarang." triak Putri Beiling Zu dengan suara yang cukup kencang hingga mengejutkan para tabib istana yang sedang merawatnya.


"Tenangkan diri Anda Tuan Putri Beiling Zu." ucap beberapa tabib yang berusaha menenangkan sang putri akan tetapi usaha mereka gagal.


"Saya ingin bertemu dengan adik Ziya sekarang juga, dimana adik Ziya!!!." jerit Putri Beiling Zu. Para tabib tak bisa melakukan apapun selain melaporkannya pada Raja Yongling Zu.


Mendapat laporan bahwa Putri Beiling Zu sudah sadar membuat hari Raja Yongling Zu tenang namun ia kebingungan karna sang putri terus menerus mencari Xiao Ziya sedangkan orang yang sedang ia cari sudah kembali ke Kerajaan Bulan. Haruskan Raja Yongling Zu menceritakan alasan dibalik kepulangan Xiao Ziya? bagaimana jika putrinya akan membenci ibunya sendiri ketika mengetahui hal itu?. Yang Mulia Raja Yongling Zu tak memiliki pilihan lain, pria itu bergegas pergi menuju ruang kesehatan untuk menemui putri kesayangannya. Mungkin sang raja akan mengatakan bahwa Xiao Ziya telah kembali ke wilayah Kerajaan Bulan karna ada hal penting yang harus gadis itu selesaikan.


"Bagaimana kondisi mu saat ini putriku?." tanya Raja Yongling Zu dengan senyuman tipis saat ia melihat Putri Beiling Zu dalam kondisi baik baik saja.


"Dimana adik Ziya, saya ingin bertemu dengan adik Ziya." ucap Putri Beiling Zu dengan tatapan tajam, ia sudah sangat senang karna memiliki seorang adik perempuan yang baik dan cantik seperti Xiao Ziya. Selain itu Xiao Ziya sering mengorbankan keselamatannya sendiri untuk Putri Beiling Zu.


"Nona Ziya sudah kembali ke Istana Kerajaan Bulan karna ada hal penting yang harus ia selesaikan di sana, ketika urusannya telah selesai maka ia akan kembali untuk bertemu denganmu." ucap Raja Yongling Zu dengan kata kata penenang yang membuat Putri Beiling Zu semakin yakin bahwa yang ia lihat saat itu bukanlah sekedar mimpi saja. Hubungan antara Xiao Ziya dengan Putri Beiling Zu susah sangat dekat hingga hati mereka terhubung satu sama lain, jika Xiao Ziya merasa sedih maka sang putri akan merasakannya juga.


"Kalian semua pembohong, adik Ziya tak akan pernah menginjakkan kakinya ke tempat ini lagi. Kalian jahat karna membiarkan adik Ziya pergi begitu saja, bagaimana ibu bisa melontarkan kalimat semenyakitkan itu pada adikku." ucap Putri Beiling Zu dengan amarah yang meluap luap, ia sangat kecewa dengan sang ibu karna telah mematahkan perasaan seorang anak perempuan yang selalu menganggap bahwa Ratu Junyi Zu adalah ibu kandungnya sendiri.


Putri Beiling Zu adalah seseorang dengan kebangkitan sihir es, ketika ia marah dan meluapkan semua emosinya maka barang barang yang ada di sekitarnya membeku. Namun kali ini satu wilayah Kerajaan Bintang Timur menjadi es akibat kemarahan sang putri yang tak bisa di bendung, Raja Yongling Zu sangat terkejut karna ia menyaksikan langsung kejadian tersebut. Selama ia hidup baru kali ini melihat sang putri begitu marah hingga tak bisa mengontrol mana sihir miliknya sendiri, dan karna kejadian itu seluruh penduduk Kerajaan Bintang Timur kebingungan karna tak tau apapun penyebab pembekuan di wilayah mereka.


"Tenangkan dirimu putriku." ucap Raja Yongling Zu yang ingin memeluk Putri Beiling Zu namun sang putri langsung menghindar.


"Jangan sentuh saya, semua ini terjadi karna kesalahan Anda." triak Putri Beiling Zu, entah mengapa gadis itu malah menyalahkan Yang Mulia Raja Yongling Zu atas kemalangan yang menimpa Xiao Ziya.


"Ini memang kesalahan ayah, dan ayah sudah meminta maaf pada Nona Ziya." ucap Raja Yongling Zu dengan raut wajah sedih, ia kembali mengingat apa yang telah ia lakukan pada Ratu Junyi Zu saat ia berhubungan dengan pria dari dunia bawah itu.


Di sisi lain saat ini para pangeran yang sedang bekerja di ruangan mereka masing masing langsung keluar karna merasakan hawa dingin yang sangat luar biasa. Mereka berlari menuju ruang kesehatan karna mengetahui hanya Putri Beiling Zu saja yang bisa melakukan hal seperti ini ketika ia tak bisa mengendalikan amarahnya. Ratu Junyi Zu yang saat itu sedang berada di kamar utama sangat cemas dengan kondisi putri kesayangannya saat ini, ia ingin keluar dari kamar utama namun para prajurit yang sedang berjaga meminta sang ratu untuk tetap berada di dalam kamar sesuai perintah Yang Mulia Raja Yongling Zu.


Ratu Junyi Zu melihat ke arah jenderal besar yang berada di bagian atas kamarnya, sang ratu berencana keluar dari jendela tersebut agar tak diketahui oleh para prajurit. Setelah melihat kesekitar kamar sang ratu menemukan beberapa selimut yang tertata rapi di dalam rak rak baju, dengan segera Ratu Junyi Zu mengambil beberapa selimut dan mengikatnya satu sama lain hingga membentuk sebuah tali panjang. Ratu Junyi Zu melemparkan tali yang ia buat hingga tersangkut di bagian luar jendela, setelahnya Ratu Junyi Zu mulai memanjat pelan.


Saat ini ketiga pangeran telah sampai di ruang kesehatan, mereka melihat Putri Beiling Zu yang begitu marah pada Raja Yongling Zu sedangkan di sisi lain Selir Mue Zu dan kedua anaknya hanya diam menyaksikan apa yang sedang terjadi dengan senyum menyebalkan. Putra Mahkota Yunzo Zu menghampiri adik perempuannya itu, ia memeluk sang putri dengan erat, ia tau bahwa saat ini perasaan Putri Beiling Zu sangat hancur karna kehilangan adik perempuannya yang ia damba dambakan selama ini. Putri Beiling Zu berusaha sekuat mungkin untuk melepaskan pelukan dari Putra Mahkota Yunzo Zu, saat ini ia hanya ingin memeluk Xiao Ziya saja.


"Lepaskan, mengapa kalian tak memeluknya ketika ia ingin pergi. Mengapa kalian tak menenangkan hati gadis itu, bagaimana bisa dia menerima kata kata yang sangat kejam dari ibu." ucap Putri Beiling Zu yang menangis sejadi jadinya karna hatinya terasa begitu sesak.


"Kami tak bisa menghentikan keinginan Nona Xiao Ziya untuk pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur." ucap Pangeran Honzi Zu dengan ekspresi sedih, ia juga ingin Xiao Ziya tetap berada di Istana Kerajaan Bintang Timur dalam waktu yang lama. Pemuda itu sudah menganggap Xiao Ziya sebagai adik kandungnya sendiri namun selama tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur gadis itu hanya membuka tempat si hatinya untuk Putri Beiling Zu saja.


"Ayah menceritakan semuanya pada adik Beiling Zu?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan tajam, seharusnya sang ayah tak perlu menceritakan semuanya secara detail seperti ini. Ayahnya bisa mencari alasan lain mengapa Xiao Ziya pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Ayah tak mengatakan apapun pada adik mu, dia sudah seperti ini setelah bangun." ucap Raja Yongling Zu dengan jujur, sang raja juga penasaran dari mana putrinya mengetahui hal tersebut.


"Memangnya kenapa jika adik Ziya bukan putri yang diharapkan oleh ibu? apa salahnya jika adik Ziya hanya di titipkan di dalam rahim ibu. Bukankah ibu sendiri yang memutuskan untuk merawat adik Ziya ketika berada di dalam kandungannya, ibu juga yang telah melahirkan adik Ziya. Bagaimana mungkin seorang ibu mengatakan hal semengerikan itu pada anak perempuan yang keluar dari rahimnya sendiri, kenapa ibu mengatakan hal yang sangat kejam seperti itu." ucap Putri Beiling Zu yang kini menangis sejadi jadinya, gadis itu tak bisa membayangkan bagaimana kondisi Xiao Ziya? apakah gadis itu baik baik saja hingga ia sampai ke Wilayah Kerajaan Bulan ataukah saat ini Xiao Ziya sedang berdiam diri di sebuah tempat untuk menenangkan perasaannya yang hancur.


Saat Putri Beiling Zu mengatakan semua itu Ratu Junyi Zu sedang berada di luar ruang kesehatan dan bisa mendengar semuanya dengan jelas. Sang ratu hanya diam dan berusaha mengingat kembali kalimat apa yang telah ia lontarkan pada Xiao Ziya ketika gadis itu datang untuk memberikan hadiah padanya. Cukup lama Ratu Junyi Zu mengingat semua kejadian itu namun otaknya tak memberi respon apapun, entah mengapa hatinya terasa sakit ketika mendengar semua kalimat yang dilontarkan oleh Putri Beiling Zu.


"Apa yang telah saya lakukan? mengapa saya tak mengingat apapun." ucap Ratu Junyi Zu pada dirinya sendiri, ia sangat ingin tau kalimat macam apa yang telah keluar dari mulutnya dan mengapa Putri Beiling Zu mengatakan bahwa Xiao Ziya adalah anak perempuan yang keluar dari rahimnya?.


Semua orang yang berada di dalam ruang kesehatan berusaha menenangkan amarah sang putri, saat ini tekanan aura dingin sangatlah kuat. Bila hal ini tak segera berakhir maka akan banyak korban berjatuhan karna tak sanggup menekan aura dingin yang terus masuk kedalam tubuh mereka.


"Mungkin adik Ziya meninggalkan sesuatu untukmu di kamar." ucap Pangeran Honzi Zu, ia yakin Xiao Ziya juga memberikan hadiah untuk Putri Beiling Zu sebelum ia pergi meninggalkan Istana Kerajaan Bintang Timur.


Mendengar bahwa Xiao Ziya telah meninggalkan sesuatu untuknya di dalam kamar yang berada di istana putri membuat perasaan Putri Beiling Zu semakin kacau, gadis itu turun dari ranjang tempat tidurnya dan bergegas keluar dari ruang kesehatan kemudian berlari melintasi Ratu Junyi Zu tanpa ada niat untuk meliriknya. Raja Yongling Zu dan ketiga pangeran menyusul sang putri keluar dari ruang kesehatan namun mereka dikejutkan dengan kehadiran Ratu Junyi Zu di sana.


"Bukankah saya meminta pada para prajurit untuk menjaga Anda agar tetap berada di dalam kamar? mengapa Anda bisa sampai di sini Ratu Junyi Zu?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan penuh selidik, mungkinkah sang ratu mendengar semua perkataan Putri Beiling Zu yang menyangkut kepergian Xiao Ziya?.


"Saya keluar hanya untuk berjalan jalan sebentar di sekitar istana utama, ketika saya melintasi ruang kesehatan saya melihat Putri Beiling Zu berlari ke arah Istana Putri. Apa yang telah terjadi hingga putriku bertingkah seperti itu?." tanya Ratu Junyi Zu, wanita itu mengatakan seolah ola ia tak mengetahui apapun tentang apa yang telah terjadi di dalam ruang kesehata. Raja Yongling Zu dan ketiga pangeran merasa sangat lega, untuk saat ini Ratu Junyi Zu tak perlu mengetahui apapun mengenai masa lalunya.


"Adik Beiling Zu hanya terkejut karna Nona Ziya pergi tanpa menunggunya siuman terlebih dahulu, sang putri berlari kembali ke kamarnya untuk melihat hadiah yang ditinggalkan oleh adik Ziya." ucap Pangeran Jongsu Zu dengan raut wajah tenang untuk menyakinkan sang ibu bahwa tak terjadi apapun.


"Lebih baik Anda kembali ke kamar utama, saya akan menyusul sebentar lagi." ucap Raja Yongling Zu yang meminta pada ratunya agar kembali ke dalam kamar utama, tanpa membantah Ratu Junyi Zu mengucapkan salam kemudian pergi menuju kamarnya.


Di dalam ruang kesehatan Selir Mue Zu dan kedua anaknya tertawa puas setelah mendengar bahwa Xiao Ziya pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur dan tak akan pernah menginjakkan kakinya lagi ke istana ini. Selir Mue Zu sangat senang karna perasaan Xiao Ziya telah hancur, kemungkinan besar gadis itu akan membenci Ratu Junyi Zu karna sang ratu telah membuangnya.


"Ini sangat bagus, sebentar lagi posisi Ratu Kerajaan Bintang Timur akan jatuh ke tanganku." ucap Selir Mue Zu dengan senyuman lebar, andai saja sang selir mengetahui bahwa Klan Mue telah hancur maka ia tak akan merasa percaya diri seperti saat ini.


"Kami cukup terkejut melihat kemarahan yang meluap dari Putri Beiling Zu karna masalah yang menyangkut Xiao Ziya." ucap Pangeran Xilian Zu dengan senyuman miring.


"Mungkin sebentar lagi Putri Beiling Zu akan menjadi gila karna tak bisa menerima semua hal yang telah terjadi pada Xiao Ziya." balas Putri Ming Zu dengan senyuman puas, mungkin ia bisa merebut Istana Putri dari tangan Putri Beiling Zu.


Hai semua maaf karna author baru bisa up hari ini, lebaran tahun ini banyak rumah saudara yang harus author kunjungi. Makasih buat kalian yang udah ngucapin selamat ulang tahun buat author pas tanggal 03 Mei. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.