
Xiao Ziya mengabaikan keberadaan pria itu dan mulai berjalan ke tengah tengah lautan spiritual miliknya setelah sampai Xiao Ziya langsung bersila dan menyerap energi di sekitar lautan spiritual miliknya. Ada beberapa jenis energi yang terdapat di dalam alam bawah sadar gadis itu diantaranya energi qi yang lebih kental dari keseluruhan energi yang ada di dunia bawah ataupun dunia atas, energi hitam sebagai tanda bahwa Xiao Ziya adalah orang yang berkuasa atas wilayah neraka, energi membunuh yang semakin padat ketika gadis itu membunuh banyak orang, energi emas adalah enrgi agung yang hanya dimiliki oleh para penguasa saja, energi berwarna biru dan merah karna alam bawah sadar milik Xiao Ziya adalah tempat bertumbuhnya mawar api dan mawar es yang sangat langka, ada satu energi baru yang muncul setelah Xiao Ziya membuka buku bersampul tengkorak yaitu energi dengan tuju warna yang saling berpadu sampai saat ini Xiao Ziya belum mengerti apa kegunaan energi pelangi itu.
"Betapa rajinnya gadis muda itu, sebaiknya saya kembali ke tempat semula." ucap pria berambut hitam yang langsung menghilang dari alam bawah sadar milik Xiao Ziya, pria itu kembali dalam wujud buku bersampul tengkorak kemudian masuk kedalam dantian Xiao Ziya.
Tanpa gadis itu sadari pagipun telah tiba dan Xiao Ziya masih melakukan meditasi di dalam alam bawah sadar miliknya, bibi penjual roti isi daging sedang menyiapkan sarapan saat ini sang bibi dan suaminya berada di ruang makan.
"Bukankah kau mengatakan bahwa kita kedatangan tamu?." tanya suami sang bibi penjual roti isi daging yang ingin tau siapa tamu yang dimaksut oleh istrinya.
"Mungkin saat ini nona muda masih tidur karna semalam gadis itu tampak kelelahan." ucap bibi penjual roti isi daging yang mengira bahwa Xiao Ziya masih tertidur karna kelelahan.
"Sebaiknya kita tidak membangunkan nona itu." ucap sang suami pada bibi penjual roti isi daging.
Akhirnya pasangan suami istri itu sarapan hanya berdua saja karna tak ingin mengganggu Xiao Ziya yang masih beristirhat, suami dari bibi penjual roti isi daging tak keberatan jika istrinya menampung orang asing tinggal di rumah miliknya, karna dari cerita sang istri tamu yang menginap di rumah mereka adalah nona muda yang pernah memesan roti isi daging dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah pasangan suami istri itu selesai sarapan mereka pergi untuk melakukan pekerjaan masing masing, sebelum pergi sang bibi menyiapkan susu hangat dan sepotong roti isi daging agar setelah bangun Xiao Ziya bisa langsung sarapan.
Setelah beberapa saat berlalu Xiao Ziya menyelesaikan meditasinya kini energi qi miliknya telah terisi dengan penuh, gadis itu membuka matanya kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh dengan keringat, setelah selesai Xiao Ziya mengunakan baju dan celana panjang berwarna biru muda. Xiao Ziya keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan sang bibi.
"Sepertinya bibi sudah pergi ke kedai." ucap Xiao Ziya yang melihat satu gelas susu yang masih hangat serta satu potong roti isi daging. Gadis itu menyantap makanan yang disajikan.
"Sebaiknya aku pergi jalan jalan keluar untuk melihat apa saja yang dilakukan oleh para bandit itu di pagi hari." ucap Xiao Ziya yang telah menyelesaikan sarapannya, gadis itu keluar dari rumah sang bibi penjual roti isi daging dan mulai menyusuri wilayah sekitar.
Semuanya tampak hampir sama seperti apa yang ia lihat semalam, seluruh penduduk Kekaisaran Binzo melakukan aktivitas mereka dengan menundukkan kepala. Xiao Ziya sedikit merasa heran apakah yang mereka lakukan adalah perintah dari salah satu kelompok bandit.
Saat berjalan menyusuri pasar yang dekat dengan Istana Kekaisaran Binzo Xiao Ziya melihat beberapa pria sedang memukuli warga, dari percakapan yang Xiao Ziya dengar sepertinya beberapa warga tak mampu membayar umpeti yang diminta oleh beberapa bandit jika dilihat dari senjata yang para pria itu bawa mereka adalah kelompok bandit tombak api.
"Mengapa mereka berlaku sekejam ini? ck sungguh membuat ku kesal." ucap Xiao Ziya yang merasa marah saat melihat apa yang mereka lakukan.
Xiao Ziya memejamkan matanya sebentar kemudian membuka matanya kembali, sulur hitam milik Xiao Ziya merambat dari dalam tanah kemudian muncul kepermukaan sulur sulur hitam itu mengikat para pria yang sedang menyiksa beberapa penduduk.
"Apa apaan ini dari mana sulur sulur hitam ini datang." ucap beberapa pria yang merupakan anggota bandit tombak api.
Beberapa penduduk terkejut karna setelah sekian lama ada seseorang yang berani untuk melawan para bandit itu, beberapa orang memberanikan diri untuk mengangkat kepala mereka dan melihat siapa yang melakukan semua ini. Entah harus berekspresi seperti apa ketika mereka melihat wajah seorang gadis cantik yang sangat mereka kenali gadis itu adalah Xiao Ziya dari Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya meletakkan satu jarinya di depan bibir sebagai tanda agar penduduk Kekaisaran Binzo yang mengenalnya agar diam dan tak mengatakan apapun. Para penduduk yang mengerti isyarat dari Xiao Ziya langsung tersenyum tipis dan kembali menundukkan kepala mereka.
Para bandit tombak api yang terikat berusaha untuk melepaskan sulur sulur hitam yang menjerat mereka, namun setiap kali mereka bergerak sulur hitam itu akan semakin mengencang. Beberapa pria berusaha melepaskan diri dengan cara membakar sulur hitam itu dengan api yang ada di tombaknya sangat disayangkan api itu malah merambat keseluruh sulur hitam dan membakar tubuh anggota bandit tombak api hingga mereka tewas. Agar tak meninggalkan jejak Xiao Ziya langsung menghilangkan jazad mereka.
"Ya mereka memang pantas untuk mendapatkannya." ucap Xiao Ziya dengan pelan kemudian gadis itu melanjutkan langkahnya lagi. Para penduduk yang di siksa tadi hanya bisa membungkukkan badan mereka sebagai tanda trimakasih pada Xiao Ziya mereka tak berani mengucapkan secara langsung karna itu bisa membahayakan nyawa penyelamat mereka.
Saat ini Xiao Xun dan ketiga temannya sedang berada di perbatasan wilayah Kekaisaran Binzo sepertinya mereka akan masuk kewilayah kekaisaran itu. Sebenarnya Xiao Xun dan ketiga temannya yaitu Ling Fuen, Ruo Lihe, dan Yu Azof mendapatkan misi untuk memberantas paling tidak dua kelompok bandit yang telah membuat resah penduduk Kekaisaran Binzo. Seandainya saja Xiao Ziya tau kepala Akademi Kekaisaran Qiyu memberikan misi yang berbahaya untuk kakak laki lakinya maka Xiao Ziya akan membuat kepala akademi kehilangan kedua tangan dan kakinya. Seharusnya mereka yang akan lulus dari Akademi Kekaisaran Qiyu mendapatkan misi akhir untuk membunuh beberapa jenis hewan buas dan mengumpulkan spirit stone namun kali ini Ling An memberikan misi yang sangat berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Xiao Xun dan ketiga temannya kesulitan masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo karna gerbang masuk dijaga oleh beberapa anggota bandit, mereka menanyakan apa maksut kedatangan Xiao Xun dan ketiga temannya ke Kekaisarn Binzo. Saat ini Xiao Xun sedang memikirkan sebuah alasan yang masuk akal agar mereka bisa masuk kedalam.
"Kami adalah utusan dari Kekaisaran Qiyu, kami datang untuk memberikan titah sang kaisar pada Kaisar Zo Linzu." ucap Xiao Xun yang mendapat sebuah alasan masuk akal agar mereka dapat masuk kedalam.
"Apa buktinya jika kalian adalah utusan dari kekaisaran sebelah?." tanya salah seorang anggota bandit utara yang tak ingin mengambil resiko, banyak kultivator yang ingin masuk kedalam Kekaisran Binzo dengan niatan membasmi mereka. Alasan yang mereka gunakan agar diizinkan untuk masuk hampir sama dengan apa yang pemuda itu katakan.
Xiao Xun mengeluarkan sebuah token sebagai tanda bahwa ia adalah anggota keluarga Kekaisaran Qiyu, dengan begitu sudah sewajarnya bila ia datang untuk menyampaikan titah sang kaisar. Beberapa bandit mengechek keaslian dari token milik Xiao Xun, setelah memastikan token itu asli Xiao Xun dan ketiga temannya dipersilahkan untuk masuk kedalam Wilayah Kekaisaran Binzo.
Para bandit tak akan menghalangi para pedagang ataupun orang orang utusan dari kekaisaran atau kerajaan lain yang ingin masuk kewilayah Kekaisaran Binzo. Karna mereka sadar jika hubungan kerja sama antara Kekaisaran Binzo dengan kerajaan atau kekaisaran tetangga sampai rusak ataupun putus hubungan maka para kelompok bandit itu akan mendapat kerugian.
"Pemuda tadi sedikit mencurigakan, kalian berdua awasi gerak gerik mereka." ucap Wu Anzu pempin kelompok bandit utara yang curiga dengan Xiao Yan dan ketiga pemuda yang ikut bersama dengannya.
Akhirnya dua anggota bandit utara melesat pergi dari gerbang masuk wilayah Kekaisaran Binzo dan mulai mengikuti Xiao Xun. Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang berada di sebuah kedai, gadis itu memesan beberapa camilan ia melihat kesekeliling kedai dan menemukan sekelompok wanita cantik yang sedang berkumpul jika dilihat dengan jelas mereka bukan anggota bandit rubah berarti para wanita itu adalah kelompok bandit mawar hitam.
Buku bersampul tengkorak yang ada di dalam dantian Xiao Ziya merasakan ada bahaya yang mengintai nona mudanya. Ia melakukan komunikasi batin dengan Xiao Ziya dan memperingatkan gadis itu agar lebih berhati hati karna saat ini ada banyak musuh yang sedang menargetkannya. Xiao Ziya tersenyum dengan tipis ia tau tempat ini bukanlah tempat yang aman baginya namun ia tak bisa pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalah yang ada di Kekaisaran Binzo. Intinya apapun yang terjadi Xiao Ziya akan menyelesaikannya dengan rapi karna ada banyak kelompok bandit yang harus diatasi. Jika saja ia bisa memindahkan seluruh penduduk Kekaisaran Binzo secara diam diam maka tugasnya akan lebih mudah Xiao Ziya tinggal memasang sihir pembatas dan membakar satu kekaisaran kemudian ia bisa membangunnya lagi menggunakan api hitam dan api putih miliknya namu itu hal yang sangat sulit.
Jika tidak salah kelompok bandit mawar hitam memiliki kemampuan untuk membuat berbagai jenis racun sehingga kemungkinan besar cemilan yang ia pesan di kedai itu akan mengandung racun. Xiao Ziya mengambil sebuah pil berwarna biru cerah dengan dua garis perak yang menghiasi pil itu, setelahnya Xiao Ziya menelan pil yang berfungsi untuk menetralisir segala jenis racun.
Tak berselang lama akhirnya cemilan yang ia pesan datang Xiao Ziya menyantapnya dengan santai seperti ia tak mrngetahui bahwa di dalam cemilan itu terdapat racun.
Beberapa wanita yang merupakan anggota bandit mawar hitam tersenyum tipis saat target mereka memakan umpan yang mereka berikan.
"Sebentar lagi gadis itu akan muntah darah dan organ dalamnya akan membusuk." ucap Yazume ia adalah wakil dari bandit mawar hitam.
"Ini adalah hadiah yang sangat bagus untuk ketua bandit rubah putih yang sangat membenci gadis cantik." ucap Zo Hijiyu ia adalah ketua dari kelompok bandit mawar hitam. Kelompok bandit mawar hitam dan kelompok bandit rubah putih adalah musuh namun mereka tak pernah menyerang satu sama lain.
Setelah menghabiskan cemilan itu Xiao Ziya langsung membayar kemudian ia kembali ke tempat duduknya untuk beristirahat sejenak. Anggota bandit mawar hitam masih mengawasi gadis itu mereka sedikit keheranan karna efek racun yang mereka berikan tak langsung bereaksi.
"Apa gadis itu seorang ahli racun juga?." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang mengira bahwa Xiao Ziya adalah seorang ahli racun.
"Itu tidak mungkin, di dunia bawah ini tak banyak orang yang dapat mengendalikan racun." ucap Zo Hijiyu yang tau dengan pasti di dunia bawah ini hanya ada beberapa kelompok yang bisa dan terbiasa dengan racun.
"Lalu mengapa racun yang kita berikan tidak bereaksi?." tanya anggota yang lain yang masih memantau Xiao Ziya. Ini sudah cukup lama namun gadis itu masih baik baik saja.
Xiao Ziya dapat mendengar apa yang mereka bicarakan gadis itu menghela nafasnya pelan, mengapa jika tak banyak orang yang dapat menguasai racun? bukan berarti mereka dapat meracuni orang lain tanpa alasan yang jelas. Lalu apa apaan mereka ingin memberikannya pada pemimpin bandit rubah putih, hanya karna ia cantik ia menjadi musuh dari pemimpin bandit rubah putih sungguh alasan yang sangat konyol memang apa yang bisa Xiao Ziya katakan++ jika ia memang sudah cantik dari lahir.
Q
Xiao Ziya mempunyai sebuah rencana lucu untuk membuat kesal anggota bandit mawar hitam, gadis itu mengambil sebuah cermin dari dalam cincin semestanya. Kemudian ia mulai berkaca dan memujia muji dirinya sendiri.
"Ternyata saya secantik ini, sepertinya tak ada yang lebih cantik dari saya." ucap Xiao Ziya sembari menahan rasa geli karna ia tak terbiasa mengucapkan kata kata menggelikan seperti itu.
"Kalian dengar gadis itu sedang memamerkan kecantikannya." ucap Yazume yang mulai terpancing mendengar kata kata Xiao Ziya barusan.
"Sepertinya kita harus memberikan pelajaran pada gadis itu." ucap salah satu anggota bandit mawar hitam yang sangat ingin meracuni Xiao Ziya hingga mati.
"Pasti banyak orang yang merasa iri dengan kecantikan saya, lalu apa yang harus saya lakukan jika saya sudah cantik dari lahir." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi sedihnya seperti seorang gadis yang merasa bersalah karna ia terlalu cantik diantara gadis gadis yang lain.
"Ah aku semakin muak mendengar perkataan gadis itu." ucap Zo Hijiyu yang mulai kehabisan kesabarannya ia tak mengira gadia yang lolos dari racunnya adalah seorang gadis yang sangat sombong karna terlalu cantik.
"Ah ini sungguh menyenangkan." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba saja tertawa dengan cukup keras sehingga membuat pengunjung kedai yang lain terkejut.
Setelah itu Xiao Ziya memasukkan cermin kecilnya kedalam cincin semestanya lagi, gadis itu memesan minuman pada pemilik kedai namun ada kata kata yang membuat anggota bandit mawar hitam terkejut.
"Saya ingin satu gelas minuman segar, dan jangan tambahkan racun kedalamnya jika kau tak ingin kepalamu terlepas dari badan." ucap Xiao Ziya yang memberi pringatan pada pemilik kedai. Sang pemilik kedai langsung pergi untuk menyiapkan pesanan Xiao Ziya dengan badan yang gemetaran.
"Gadis itu tau bahwa cemilannya sudah ditambahkan racun?." ucap Zo Hijiyu yang tak menyangka bahwa rencananya untuk meracuni gadis itu gagal karna sang gadis mengetahui bahwa cemilannya terdapat racun.
Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat terus. Jangan lupa follow ya guys, vote ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.