
Saat mendengar itu tentu saja Xiao Ziya terkejut, baru kali ini ia bertemu dengan seorang pemuda berparas cantik. Aura yang dikeluarkan pemuda itu tampak familiar dan pernah Xiao Ziya lihat sebelumnya. Saat mengingat ingat kembali Xiao Ziyapun tersadar bahwa aura pemuda itu sama dengan kedua gadis rubah yang pernah ia temui sebelumnya.
"Jadi untuk apa kau naik ke rumah pohonku?." tanya Xiao Ziya pada pemuda itu. Pemuda berparas cantik kebingungan harus menjawab apa karna saat ini ia menjadi buronan dari ratu rubah.
"Jadi kau seorang siluman rubah, mengapa kau berbaur denganku yang merupakan manusia biasa?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau mengapa pemuda rubah itu naik ke atas rumah pohonnya. Jika hanya karna badai ini pastinya pemuda siluman rubah ini akan memilih untuk berteduh di dalam gua.
"Bagaimana kau tau aku adalah siluman rubah.?." tanya pemuda itu yang penasaran bagaimana gadis di sampingnya itu mengetahui identitasnya dengan mudah.
"Karna auramu sama dengan dua gadis rubah yang kubunuh tempo lalu." ucap Xiao Ziya dengan jujur tanpa menutupi apapun dari pemuda rubah itu.
Tentu saja pernyataan dari Xiao Ziya membuat sang pemuda rubah terkejut, seorang manusia membunuh siluman rubah? apakah gadis ini sangat kuat.
"Mengapa kau membunuh kedua gadis rubah itu? sebelumnya perkenalkan namaku Yu Minglin." ucap pemuda itu yang bertanya sekaligus memperkenalkan dirinya.
"Mereka menggangguku." jawab Xiao Ziya dengan singkat. Ia sangat berharap badai akan segera berlalu bagaimanapun perjalananya untuk sampai ke Akademi Merpati masih panjang.
Akhirnya Xiao Ziya dan pemuda rubah itu tak saling bicara lagi karna Xiao Ziya tak ingin tau apapun mengenai sang pemuda rubah. Sedangkan pemuda rubah itu sepertinya merasa kesal karna Xiao Ziya sudah membunuh dua gadis rubah.
Waktupun berlalu dan badai telah pergi Xiao Ziya turun dari rumah pohonnya diikuti Yu Minglin. Saat kaki Xiao Ziya dan Yu Minglin menginjak tanah tiba tiba saja ada segerombolan prajurit asing yang tak pernah Xiao Ziya lihat sebelumnya.
"Tangkap Pangeran Yu Minglin dan serahkan pada ratu." ucap beberapa prajurit yang ingin menangkap Yu Minglin.
Karna hal ini tak ada sangkut pautnya dengan dirinya Xiao Ziya memutuskan untuk melanjutkan perjalananya, namun saat ia ingin melangkahkan kaki untuk menjauh salah satu prajurit aneh itu dengan sengaja ingin menancapkan pedangnya ke punggung belakang Xiao Ziya. Untung saja gadis itu segera sadar dan menghindar tepat waktu jika tidak ia akan mendapat luka yang serius.
"Saya tak ada urusan dengan kalian, mengapa kalian ingin melukai saya." tanya Xiao Ziya pada para prajurit rubah.
"Kau telah bersama pangran kami pasti kau adalah sekutunya. Kau harus ikut bersama kami untuk menemui ratu." ucap salah seorang prajurit rubah yang ingin menangkap Xiao Ziya.
Dengan cepat Xiao Ziya mengeluarkan pedang berwarna merah miliknya untuk menepis pedang milik sang prajurit yang ingin ditodongkan ke lehernya.
"Gadis itu tak ada hubungannya denganku, saya hanya menunpang berteduh di rumah pohon miliknya." ucap Pangeran Yu Minglin yang tak ingin melibatkan Xiao Ziya dalam masalah ini walau ia sangat kesal pada gadis itu.
Namun para prajurit siluman rubah tak mau mendengar apa yang dikatakan oleh pangeran mereka karna mereka hanya menuruti perintah dari sang ratu rubah saja. Xiao Ziya yang sedang terburu buru dan geram akhirnya memilih untuk bertarung dengan para prajurit siluman rubah.
"Kalian telah menghambat perjalananku." ucap Xiao Ziya yang menatap para prajurit siluman iblis dengan tajam dan mulai mengayunkan pedang merah miliknya.
Walau mereka adalah siluman namun kekuatan Xiao Ziya yang sudah memasuki alam dewa awal tentu saja tak bisa diremehkan oleh mereka. Suara dentingan pedang terdengar dengan jelas dan pertarungan berjalan dengan sengit. Satu persatu pedang yang dipegang oleh prajurit siluman iblis terbelah menjadi dua saat bertemu dengan pedang merah milik Xiao Ziya.
"Siapa gadis itu mengapa ia begitu hebat." ucap Pangeran Yu Minglin.
Setelah beberapa saat bertarung akhirnya semua lawan Xiao Ziya tewas di tempat, karna masalahnya telah selesai Xiao Ziya meminta Zier untuk keluar dari cincin semestanya. Ia naik ke punggung Zier kemudian mereka berdua terbang di atas awan. Sedangkan Pangeran Yu Minglin hanya bisa melihat kepergian gadis itu.
"Padagal aku belum menanyakan namanya." ucap Pangeran Yu Minglin yang ikut pergi dari tempat itu karna takut kakak perempuannya akan menyusul karna mencium aroma darah dari siluman rubah.
Xiao Ziya kini bisa bersantai lagi sembari menunggu mereka tiba di wilyah Akademi Merpati. Zier terbang dengan lebih cepat daripada sebelumnya karna badai tadi waktu perjalananya sempat terpotong.
"Zier nona mu ini mengantuk." ucap Xiao Ziya yang tak pernah menyianyiakan waktu luangnya untuk tidur. Karna tidur dengan tenang adalah sebuah kebahagiaan yang tiada tara.
Zier hanya tersenyum saat mendengar nonanya itu ingin tidur padahal di dalam rumah pohon tadi nonanya sudah sempat tidur walau dalam jangka waktu yang tak lumayan lama.
Ditempat lain saat ini Ling Zungze sedang berada di sebuah tempat, ia sedang bertemu dengan wanita yang ia anggap menjadi junjungannya.
"Apa informasi terbaru mengenai gadis itu?." tanya wanita itu yang ingin tau apa saja yang dilakukan oleh Xiao Ziya akhir akhir ini.
"Gadis itu akan memulai perjalananya di dunia atas." jawab Ling Zungze karna ia mendengar sendiri bahwa Xiao Ziya akan pergi dalam jangka waktu yang lama.
"Kau tak perlu kembali ke dunia bawah, tunggu saja hingga gadis itu datang ke tempat ini." ucap sang wanita yang sepertinya ingin sekali Xiao Ziya datang ketempatnya untuk mengunjungi dirinya.
"Baiklah saya akan mematuhi perintah junjungan." ucap Ling Zungze yang langsung melesat pergi entah kemana. Wanita itu tersenyum senang saat mengetahu Xiao Ziya akan menginjakkan kakinya di dunia atas.
Hari sudah mulai gelap dan Xiao Ziya sudah menempuh lebih dari setengah perjalanan mereka, Zier menambah kecepatannya lagi agar mereka segera tiba di Akademi Merpati. Saat hari hampir saja pagi mereka berdua sampai di gerbang masuk Akademi Merpati.
Saat ini Xi Subi sedang beristirahat di salah satu kamar yang ada di paviliun milik Xiao Ziya, waktu tidurnya terganggu karna tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dengan cukup keras. Saat ia membuka pintu Xi Sunbi menemukan seorang penjaga gerbang masuk dengan wajah ketakutan.
"Apa yang terjadi?." ucap Xi Sunbi yang tau bahwa penjaga gerbang itu tak sedang dalam kondisi yang baik.
"Ada seekor harimau bersayap yang sangat besar di depan gerbang masuk akademi." ucap sang penjaga gerbang itu yang takut bahwa sang harimau adalah monster berbahaya yang akan menyerang Akademi Merpati.
Mendengar keterangan dari penjaga gerbangnya Xi Sunbi langsung berlari menuju gerbang utama Akademi Merpati karna Xi Sunbi kenal dengan harimau bersayap yang dimaksut oleh penjaga gerbangnya.
Setelah sampai di depan gerbang masuk Akademi Merpati benar apa yang di duga oleh Xi Sunbi, harimau itu adalah milik Xiao Ziya yang pernah ia lihat sebelumnya. Dari punggung harimau itu terlihat sebuah kaki yang muncul.
"Selamat datang di Akademi Merpati, maaf atas kelancangan penjaga gerbang. Sepertinya nona Xiao Ziya sedang tidur." ucap Xi Sunbi yang menyambut Zier dengan baik, dikarnakan Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya akhirnya dengan terpaksa Zier masuk kedalam Akademi Merpati dalam wujud aslinya.
Xi Sunbi meminta pada murid yang ada di sekitar jalan untuk menepi terlebih dahulu saat Zier ingin melintas. Para murid yang melihat Zier tentu saja merasa takjub apalagi binatang dengan tingkatan yang misterius itu dimiliki oleh seorang gadis muda.
Saat di tengah perjalanan menuju paviliun milik Xiao Ziya yang ada di Akademi Merpati gadis itu terbangun dan langsung menposisikan dirinya dengan posisi duduk di atas punggung Zier. Dengan wajah khas orang baru bangun tidur Xiao Ziya berhasil membuat para murid Akademi Merpati merasa gemas dengannya.
"Wah lihatlah gadis cantik yang ada di atas harimau itu, kulitnya begitu putih dan bersih." ucap salah satu murid wanita yang sangat ingin memiliki kulit seperti Xiao Ziya.
"Baru bangun tidur saja dia cantik apalagi setelah mendandani dirinya." ucap murid perempuan yang lain.
Walau ini bukan kali pertama mereka bertemu dengan Xiao Ziya namun paras cantik gadis itu memang membuat siapa saja akan iri, kagum, dan kaget saat melihatnya.
Xiao Ziya baru saja sadar bahwa ia telah sampai di Akademi Merpati. Dengan pedenya gadis itu tetap duduk di sana walau ia merasa wajahnya sangat kucal.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di paviliun milik Xiao Ziya yang ada di Akademi Merpati, dengan segera Xiao Ziya turun dari punggung Zier dan meminta pada harimaunya itu untuk berubah menjadi wujudnya saat masih kecil.
"Selamat datang kembali di Akademi Merpati, sebaiknya nona Xiao Ziya membersihkan diri terlebih dahulu." ucap Xi Sunbi yang mengantar Ziya kesebuah kamar namun Xiao Ziya ingat betul bahwa kamar itu bukan kamar yang biasanya ia tempati saat ada di paviliunnya ini.
"Ini bukan kamarku." ucap Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas. Xi Sunbi kelabakan saat gadis itu tak terima ia memindah kamarnya sesuka hati.
"Saya akan membereskan kamar nona, jadi sementara nona bisa beristirahat di sini." ucap Xi Sunbi yang mencari sebuah alasan agar Xiao Ziya mau menempati kamar yang lain.
Dari gelagat Xi Sunbi tentu saja Xiao Ziya merasakan ada yang aneh dengan pria itu, apa yang sedang ia sembunyikan sehingga terlihat begitu panik.
"Saya bisa membereskannya sendiri." ucap Xiao Ziya yang langsung berjalan menuju sebuah pintu emas yang lebar, ini adalah satu satunya ruangan dengan pintu emas yang tak ia segel.
"Nona biar saya membereskan kamar anda terlebih dahulu." ucap Xi Sunbi yang tetap berusaha menghalangi Xiao Ziya untuk masuk kedalam.
"Ini paviliunku dan kau tak berhak mengaturku." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan tatapan tak bersahabat.
Xi Sunbi hanya bisa pasrah karna apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya adalah sebuah kebenaran. Walau paviliun itu ada di wilayah Akademi Merpati namun tanah tempat paviliun itu berdiri adalah milik Xiao Ziya sendiri.
Saag membuka pintu kamarnya Xiao Ziya sangat terkejut karna beberapa barang miliknya berpindah tempat bahkan ada beberapa barang atau perabotan baru yang ada di sana.
"Siapa yang berani memakai kamarku?." tanya Xiao Ziya pada Xi Sunbi dengan tatapan tajamnya. Pria itu hanya diam dan tak berani menjawab karna ini adalah kesalahannya.
Xiao Ziya berjalan ke ranjang tempat tidurnya. Terlihat seorang gadis dan pemuda sedang tidur bersama sepertinya mereka adalah pasangan suami istri baru. Wajah pemuda dan gadis itu tak asing bagi Xiao Ziya mereka adalah ketua pertama dan ketua keempat Akademi Merpati namun mengapa mereka tidur di kamar milik Xiao Ziya.
Karna kesal Xiao Ziya menghempaskan tangannya sehingga pasangan suami istri itu tubuhnya melayang dan terbentur ke tembok.
"Aduh sakit sekali." ucap Ning Runhi yang meringin sesakitan karna punggungnya terbentur tembok.
"Siapa yang berani melakukan ini pada kami." ucap Sin Binzu yang terlihat begitu marah dan kesal.
"Saya, memangnya kenapa?." ucap Xiao Ziya yang membuat Ning Runhi dan Sin Binzu terkejut bukan main sejak kapan gadis itu kembali ke Akademi Merpati.
Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian ya.