RATU IBLIS

RATU IBLIS
53


Hermione dan Dimas sudah tertidur dikamar utama dengan tubuh yang hanya ditutup selimut saja. Dimas tidur diatas tubuh Hermione, mereka berdua sama sekali tak menggunakan pakaian.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, para warga sudah berkumpul ditempat yang tadi dijanjikan, disana juga ada Bram dan anak buah Bram yang ingin melihat kejadiannya secara langsung.


"Kita kesana sekarang aja" ucap salah satu warga.


"Ayo kita kesana" ucap warga lainnya. Mereka semua berjalan kearah rumah Hermione karena jaraknya yang dekat. Bram tersenyum miring melihat kemarahan warga, dia belum tau saja Hermione sudah menyiapkan semuanya.


"Gerbangnya dibuka kita langsung masuk aja" ucap warga, mereka langsung masuk.


"Dobrak aja pintunya" ucap salah satu warga, beberapa warga mendobrak pintunya setelah terbuka mereka berpencar mencari keberadaan Hermione dan Dimas.


"Nah ini dia orangnya" ucap salah satu warga melihat kamar yang terbuka pintunya dan ternyata ada Hermione dan Dimas didalamnya.


"Wah lihatlah cowoknya menimpa tubuh ceweknya" sahut warga yang lain.


"Hei semuanya mereka ada disini" teriak salah satu warga memanggil yang lain.


Dimas yang merasa terganggu terbangun sama halnya dengan Hermione, betapa terkejutnya Dimas pada saat melihat warga yang ada disana beda halnya dengan Hermione yang santai. Hermione dan Dimas langsung duduk sambil menutup tubuh mereka masing-masing.


"Ka kalian ngapain?" tanya Dimas.


"Mau memergoki kalian berdua yang sedang berbuat zina" jawab salah satu warga.


"Hah zi zina tapi kami udah nikah" ucap Dimas.


"Mana buktinya kalau kalian udah nikah, masih muda seperti kalian mana mau menikah muda selain hamil diluar nikah" ucap salah satu warga ibu-ibu.


"Gimana buktiinnya ya" batin Dimas.


"Tolong keluar dulu kami akan jelaskan" ucap Dimas.


"Kalian mau kabur kan" ucap warga.


"Kami mau pakai baju dulu setelah itu akan kami jelaskan" ucap Dimas, terlihat warga saling pandang lalu mereka setuju. Pintu ditutup, Dimas langsung melihat kearah Hermione.


"Ini gimana?" tanya Dimas panik.


"Pakai baju dulu kamu tenang aja aku udah siapin semuanya" ucap Hermione.


"Gimana bisa tenang buku nikah saja kita tidak punya, kita menikahkan secara gaib, mereka pasti bilang kita zina terus kita diusir" ucap Dimas.


"Kata siapa tidak punya" ucap Hermione.


"Maksud kamu kita ada buku nikah, nikah gaib juga pakai buku nikah" ucap Dimas.


"Kau ini ada ada aja tak mungkin menikah gaib menggunakan buku nikah" ucap Hermione.


"Terus gimana dong?" tanya Dimas.


Hermione menengadahkan telapak tangan kanannya lalu menjentikkan jari menggunakan tangan sebelah kiri. Tiba-tiba telapak tangan yang kosong menjadi ada 2 buku dan beberapa lembar foto, Dimas mengambilnya dan membuku bukunya.


"Buku nikah kita berdua" ucap Dimas.


"Widih kalau disini tahun segini nikahnya berarti kita udah 1 tahun dong" ucap Dimas melihat tahun nikah yang tertera dibukunya.


"Wah ada foto pernikahan juga" ucap Dimas mengambil fotonya. Hermione menjentikkan jari lagi dan seketika itu juga mereka sudah menggunakan pakaian lengkap.


"Ayo mereka pasti nunggu" ucap Hermione.


"Iya sayang" ucap Dimas beranjak dari ranjang.


Mereka berdua keluar dari kamar dan menemui warga yang berkumpul diruang tengah.


"Lama banget kirain kabur" ucap salah satu warga.


"Lebih baik kalian nikah aja sekarang supaya gak buat zina lagi" ucap salah satu warga lagi, Bram terkejut mendengar itu.


"Kita gak zina" ucap Dimas.


"Terus yang tadi apa?" tanya warga.


"Kita udah nikah" ucap Hermione.


Difoto itu terlihat Hermione dan Dimas sedang memotong kue pernikahan, saling menyuap, Hermione menyalami tangan Dimas, Hermione dan Dimas berciuman, Hermione dan Dimas menunjukkan buku nikahnya sambil memamerkan jari yang ada cincin nikahnya, dan foto saling memasang cincin pernikahan.


"Jadi kalian sudah menikah" ucap salah satu warga merasa bersalah.


"Maaf kita membuat kekacauan, kita semua tidak tau" ucap warga yang satunya.


"Aduh malam-malam bikin ribut dirumah orang mana kita fitnah lagi, maaf ya" ucap warga lain.


"Aduh maafin kami, kami gak tau kalian udah nikah 1 tahun yang lalu soalnya mbaknya beli rumah ini baru beberapa bulan lalu dan masnya gak pernah kesini" ucap pak rt.


"Iya gak apa-apa kita juga salah gak perkenalkan diri kewarga sini soalnya kita sibuk kerja dikota lain" ucap Dimas.


"Iya mas kita minta maaf ya" ucap salah satu warga.


"Kalau gitu kami permisi" ucap pak rt. Mereka semua pergi kecuali Bram.


"Gak mungkin kalian udah nikah" ucap Bram.


"Ini nyatanya tuan" ucap Dimas.


"Terus untuk apa kau menggunakan lingerie saat aku datang?" tanya Bram.


"Itu memang kebiasaan aku" jawab Hermione.


"Kenapa kau tak berganti pakaian terlebih dahulu saat mendengar ada yang mengetuk pintu?" tanya Bram.


"Karena aku kira itu suamiku ternyata bukan" ucap Hermione.


"Sebaiknya tuan pergi juga karena sudah malam" ucap Dimas, Bram langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Keren banget kamu" Dimas langsung memeluk Hermione.


"Keren apanya?" tanya Hermione.


"Bisa bikin buku nikah dan hebat bisa punya foto pernikahan kayak gitu dan itu foto kita" ucap Dimas.


"Hera gitu lho" ucap Hermione.


"Istri aku sombong banget" ucap Dimas mencium pipi Hermione.


"Lanjut gak nih?" tanya Dimas.


"Apanya yang dilanjut?" bukannya menjawab Hermione malah bertanya balik.


"Bilang aja lanjut" ucap Dimas.


"Lanjut" ucap Hermione.


"Nah gitu dong" ucap Dimas mendorong tubuh Hermione disofa.


"Apasih kamu tuh?" ucap Hermione, Dimas langsung memegang pundak Hermione supaya diam.


"Kitakan mau lanjut permainan yang tadi tertunda" ucap Dimas.


"Apakah kamu gak lelah?" tanya Hermione.


"Nggak aku malah sangat semangat" jawab Dimas.


"Gimana mau gak tadi kamu udah bilang lanjut?" tanya Dimas.


"Ya silahkan" jawab Hermione.


"Uhh istri yang baik" ucap Dimas langsung mencium bibir Hermione.


.........


"Gak mungkin mereka udah nikah" ucap Bram didalam mobil.


"Aku gak akan biarin pernikahan mereka berjalan normal, aku akan membuat mereka terus berantem dan akhirnya cerai" ucap Bram tersenyum miring.


Bersambung...