RATU IBLIS

RATU IBLIS
Masa Lalu


Xiao Ziya dan Zima berjalan menuju daerah khusus para dewa setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya sampai di sebuah benteng tinggi dengan gerbang yang dijaga oleh para prajurit dewa. Zima mengajak Xiao Ziya untuk masuk kedalam beberapa prajurit dewa menggadang mereka berdua.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan membawa junjungan muda wilayah meraka masuk kedalam daerah khusus para dewa dan dewi?." tanya seorang prajurit dewa yang sepertinya tak suka saat Xiao Ziya akan masuk ke daerah khusus para dewa.


"Nona Ziya adalah teman saya jadi saya mengajaknya masuk untuk mampir sebentar." ucap Zima yang ingin Xiao Ziya tetap masuk kedalam apapun yang terjadi.


Akhirnya Xiao Ziya diizinkan masuk ke dalam daerah khusus para dewa karna Zima yang menjamin gadis itu, Zima mengajak Xiao Ziya kesalah satu paviliun dengan bangunan yang menjulang tinggi. Saat membaca plat nama dari kayu Xiao Ziya tau bahwa paviliun itu adalah akademi khusus untuk para putra dan putri dewa dewi. Kali ini tak ada yang menghalangi jalan mereka berdua, setelah masuk kedalam akademi dewa dewi Zima menarik tangan Xiao Ziya kesebuah ruang kelas kemudian menyembunyikan gadis itu dibelakangnya.


"Mengapa kau baru datang? untung saja tak ada jadwal latihan hari ini." ucap Xiu putra kedua dari dewa Hiloz tak biasanya sahabatnya itu terlambat saat datang ke akademi.


"Ekhem hari ini aku membawa seorang tamu khusus." ucap Zima yang membuat semua anak dewa dan dewi yang ada di sana merasa sangat penasaran siapa tamu yang dibawa oleh pemuda itu.


Karna melihat semua teman temannya sedang penasaran akhirnya Zima mengeluarkan Xiao Ziya dari balik punggungnya, semua orang yang ada di sana merasa terkejut apalagi Ziloz yang sudah lama tak bertemu dengan gadis cantik yang ada di belakang Zima itu.


"Hai semua." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman manis yang membuat para anak dewa ingin pingsan karna tak bisa menerima kecantikan Xiao Ziya yang sangat luar biasa.


"Siapa dia?." tanya Yin Yerin ia adalah salah satu calon dewi.


Semua putra dan putri pada dewa dewi akan mendapatkan pendidikan di akademi khusus hingga mereka lulus dan menjadi seorang dewa ataupun dewi. Untuk itu ada dua jenis dewa dan dewi yang ada di semesta yaitu seseorang yang menjadi dewa ataupun dewi karna keturunan, atau seseorang yang menjadi dewa dan dewi karna kemampuan mereka sendiri.


"Dia nona Ziya putri angkat dewa Hiloz." ucap Zima yang ingat dengan apa yang diceritakan Ziloz bahwa ayahnya telah mengangkat Xiao Ziya menjadi putrinya.


"Apakah dia sangat ingin menjadi dewi sehingga meminta pada Dewa Hiloz untuk mengangkatnya menjadi putri Dewa Hiloz, lupakan saja ambisi kosongmu itu nona cantik." ucap Jinsen yang sepertinya sedikit tak menyukai kedatangan Xiao Ziya ke kelas mereka.


"Tanpa bantuan ayah gadis itu sudah menjadi dewi, lagipula dia adalah junjungan muda neraka dan memiliki kekuasaan yang luas." ucap Ziloz yang tak suka saat adiknya dihina seperti itu.


Karna tak ingin ada perdebatan di dalam kelas akhirnya Ziloz mengajak Xiao Ziya dan teman temannya yang lain untuk keluar dari kelas dan pergi ke kediamannya, mungkin saja ayahnya juga ingin bertemu dengan Xiao Ziya yang sudah lama tak ia temui.


Kediaman Dewa Hiloz tak terlalu jauh dari akademi sehingga mereka tiba dengan cepat, Ziloz mengajak semuanya untuk masuk kedalam saat masuk ke ruang keluarga Xiao Ziya dapat melihat seorang pria yang sedang duduk dan mengobrol dengan beberapa dewa lain yang sepertinya datang untuk berkunjung.


"Hormat kami pada para dewa." ucap semua teman Ziloz beserta Ziloz sembari membungkukkan badan mereka kecuali Xiao Ziya yang hanya menundukkan kepalanya saja.


Dewa Hiloz, Dewa Arloz, dan Dewa Yengmu menatap ke arah seorang gadis yang hanya menundukkan badannya saja, karna wajahnya tertutup oleh rambut yang terurai kedepan mereka tak bisa melihat dengan jelas. Setelah gadis itu mendongakkan kepalanya Dewa Hiloz dan Dewa Yengmu terjungkal kebelakang karna mereka berdua merasa terkejut, sedangkan Dewa Arloz yang tak tau siapa gadis itu hanya diam dan menatap kebingungan ke arah kakaknya yaitu Dewa Hiloz.


"Nona Ziya, ah maksutku putriku bagaimana kau bisa datang kesini?." tanya Dewa Hiloz yang tak tau bagaimana Xiao Ziya bisa masuk kedalam wilayah dewa? bukankah penjagaan wilayah dewa sangahatlah ketat dan biasanya mereka yang berasal dari daerah neraka tak diizinkan untuk masuk ke wilayah dewa?.


"Penjaga perbatasan memperbolehkan saya untuk masuk, dan tuan muda Zima yang membawa saya masuk ke daerah khusus pata dewa dan dewi ini." ucap Xiao Ziya yang menjawab rasa penasaran Dewa Hiloz. Dewa Hiloz dan Dewa Yengmu berusaha berdiri dari kursi karna tadi mereka terjungkal kebelakang karna terkejut dengan kedatangan Xiao Ziya secara tiba tiba.


"Siapa gadis itu kakak?." tanya Dewa Arloz yang penasaran dengan identitas Xiao Ziya yang menurutnya sedikit misterius.


"Ah dia nona Ziya, putri angkatku sekaligus junjungan muda dari daerah neraka." jawab Dewa Hiloz yang memang menganggap Xiao Ziya sebagai putrinya sendiri.


Setelah perkenalan itu mereka semua berbincang bincang di ruang keluarga, setelah cukup lama berbincang bincang akhirnya Xiao Ziya berusaha menanyakan beberapa hal mengenai bahan bahan obat yang sedang ia cari.


"Apakah saya boleh menanyakan beberapa hal?." tanya Xiao Ziya yang ingin menanyakan apakah mereka pernah melihat beberapa bahan obat yang sedang ia cari.


"Silahkan jika putriku ingin bertanya." ucap Dewa Hiloz yang mengizinkan Xiao Ziya untuk menanyakan apapun yang ingin ia ketahui.


"Saya datang ke dunia dewa untuk mencari beberapa bahan langka untuk menyembuhkan putra salah satu kenalan saya, dan saya merasa bahwa bahan bahan itu ada di wilayah dewa." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan terlebih dahulu apa maksut dan kedatangannya datang ke wilayah dewa agar mereka tak merasa aneh saat ia menanyakan beberapa tanaman langka.


"Apakah di wilayah dewa ini ada tanaman bernama akar teratai pelangi?." tanya Xiao Ziya pada mereka semua.


Para dewa serta putra putra mereka sedang berfikir apakah tanaman yang dicari oleh Xiao Ziya ada di wilayah dewa ataukah tidak, Dewa Arloz sepertinya sudah mengingat sesuatu. Dewa Arloz mengatakan bahwa ia pernah melihat tanaman langka yang sedang dicari oleh Xiao Ziya namun itu tak akan mudah sebab tanaman langka itu hanya ada di pekarangan milik Dewa Agung Arzil.


"Ah ternyata seperti itu, saya akan berusaha untuk mendapatkannya." ucap Xiao Ziya yang sudah bertekad untuk mendapatkan tanaman langka itu apapun yang akan terjadi meski ia harus melawan sang dewa agung.


"Apakah ada bahan lain yang sedang adik cari selain tanaman itu?." tanya Ziloz karna mungkin saja untuk membuat bahan bahan obat itu Xiao Ziya memerlukan banyak sekali bahan langka, ia akan senang jika bisa membantu adiknya yang cantik itu.


"Ah ada dua bahan lain yanh sedang saya cari yaitu air mata dewa dan tiga helai rambut dewi. Namun bagaimana saya mendapatkannya? apakah dewa juga menangis?." ucap Xiao Ziya yang masih bingung apakah para dewa juga menangis ataukah tidak.


Ketiga dewa yang ada di hadapan Xiao Ziya merasa bingung, mereka bisa saja memberikan air mata mereka pada gadis itu namun mereka tak pernah menangis sebelumnya dan tak ada hal yang membuat mereka menangis karna kehidupan di wilayah dewa sangatlah damai bahkan mereka mendapatkan perawatan dan pelayanan yang sangat baik saat mereka terlahir di wilayah dewa ini. Walaupun turun ke dunia bawah dan melihat banyak hal buruk yang ada di sana namun itu belum cukup untuk menguras emosi mereka.


Xiao Ziya sedang berfikir keras bagaimana cara membuat ketiga dewa itu menangis, setelah berfikir cukup lama Xiao Ziya mencoba untuk memberikan sebuah saran.


"Sebaiknya kalian bertiga membawa sebuah mangkuk kosong, saya akan menceritakan sebuah kisah entah ini menyedihkan atau tidak bagi kalian namun saya harap kalian bisa meneteskan beberapa air mata." ucap Xiao Ziya yang meminta pada ketiga dewa itu untuk mengambil mangkuk kosong sebagai wadah air mata mereka.


Ketiga dewa itu langsung memanggil pelayan yang ada di kediaman Dewa Hiloz dan meminta pelayan itu untuk membawakan tiga mangkuk kosong, dengan segera pelayan itu berlari kedapur dan membawakan mangkuk kosong. Masing masing dewa memegang satu mangkok dan manaruh di hadapan mereka.


"Cerita apa yang ingin kau ceritakan pada mereka? apakah kami juga bisa mendengarnya?." tanya Xiu yang juga ingin mendengar cerita yang ingin diceritakan oleh Xiao Ziya, siapa tau ia dan teman temannya yang lain juga bisa menangis. Mereka juga ingin merasakan emosi yang sama seperti yang lain.


"Baiklah kalian bisa mendengarkan cerita saya." ucap Xiao Ziya yang sedang bersiap untuk menceritakan sebuah kisah.


Xiao Ziya mulai menceritakan kisah seorang gadis yang sedikit memilukan jika harus ia ingat ingat lagi, dizaman yang berbeda dengan zaman sekarang ini seorang gadis bernama Zoya lahir dikeluarga yang sangat berkecukupan bahkan keluarga besarnya adalah penguasa wilayah itu. Namun semenjak Zoya lahir ke dunia banyak ketidakadilan yang ia dapatkan, banyak anggota keluarga besarnya yang tak menyukai dirinya. Suatu saat ketika Zoya berumur sepuluh tahun gadis itu difitnah oleh salah satu kakak sepupunya hingga ia diusir dari rumah keluarga besar. Zoya mulai mencari kehidupan baru dan bertemu dengan kakek dari ibunya, Zoya diajarkan berbagai macam ilmu bela diri, bagaimana cara menggunakan pistol, pisau kembar, panah, melempar bom dan bernagai macam hal yanh sangat berbahaya untuk gadis kecil sepertinya. Walau latihan yang diberikan oleh sang kakek sangatlah keras Zoya tak merasa keberatan karna ia mendapatkan kasih sayang dari kakeknya.


Hingga suatu saat kakeknya meninggal dunia dan Zoya kembali lagi ke keluarga besar sang ayah ia diterima kembali di sana. Saat Zoya berumur lima belas tahun ia menjadi pemimin dari anggota mafia yang sangat disegani dan ditakuti oleh dunia, pemimpin mereka juga sangat dirahasiakan identitasnya. Setiap hari gadis itu harus melihat banyak darah yang berceceran dihadapannya, lama kelamaan hati gadis itu mulai membeku hingga tak ada pemuda yang dapat menaklukkan hatinya. Suatu saat Xiao Ziya bertemu dengan pemuda yang dingin sama seperti dengannya, entah mengapa dihadapan pemuda itu jantungnya berdegup kencang apalagi tatapan matanya yang membuat dinding es yang ada di hati Zoya mulai membeku.


Setelah mengenal pemuda itu cukup lama akhirnya mereka menjadi pasangan kekasih, hidup Zoya mulai membaik ia bisa merasakan apa itu bahagia dan bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang ia cintai. Melihat kehidupan Zoya yang mulai membaik salah satu kakak sepupu dari gadis itu merasa iri dan tak terima sehingga ia mencari banyak informasi mengenai Zoya. Setelah beberapa tahun mencari informasi dan tak mendapatkan apapun kakak sepupu Zoya merencanakan sesuatu yang sangat diluar dugaan.


Kakak sepupu Zoya mengajak pacar dari adik sepupunya itu untuk mengantarnya kesebuah tempat setelah itu ia mencampurkan sesuatu kedalam minuman pemuda itu sebelum memberikan minuman itu padanya, setelah meminumnya sang pemuda tak bisa mengendalikan dirinya dengan cepat kakak sepupu Zoya membawa pemuda itu kedalam mobil. Akhirnya mereka berdua melakukan hal hal yang seharusnya tak dilakukan oleh laki laki dan perempuan sebelum mereka menikah, pemuda itu terkejut saat ia bangun hal pertama yang ia lihat adalah tubuh kakak sepupu dari kekasihnya yang tak menggunakan satu helai kainpun. Satu bulan perlalu dan apa yang direncanakan oleh kakak sepupu Zoya berhasil ia hamil anak dari kekasih Zoya.


Wanita itu mengatakan bahwa ia hamil tentu saja pemuda itu kebingungan bagaimana ia menceritakan hal ini pada kekasihnya, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Kakak sepupu Zoya menyarankan agar pemuda itu melenyapkan Zoya jika tidak gadis itu akan membongkar rahasia mereka saat ia mengetahuinya. Sang pemuda yang sedang panik dan tak bisa memikirkan apapun akhirnya menuruti apa yang dikatakan oleh wanita itu, suatu hari ia menemukan Zoya baru saja menembak seseorang pemuda itu dengan segera mengambil pistol yang sengaja ia bawa untuk berjaga jaga. Dengan tega pemuda itu menembak kekasihnya sendiri dialah yang membunuh Zoya, gadis itu mati dengan penuh ketidak adilan kehidupan kejam yang ia jalani membuatnya tak bisa menerima hal itu.


Pemuda yang sangat ia cintai, pemuda yang ia anggap sebagai sumber kebahagiaannya. Zoya sudah merencanakan banyak hal di masa depan yang akan ia lakukan bersama dengan kekasihnya itu namun takdir berkata lain pemuda yang ia cintai malah menghianatinya. Jika ia bisa kembali ke masa itu maka Zoya akan membalaskan semua dendam yang ia bawa hingga ia mati.


Mendengar kisah yang diceritakan oleh Xiao Ziya entah mengapa para dewa itu tersentuh mereka merasa bahwa kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Zoya itu sangatlah sulit walau mereka tak bisa mengerti beberapa kata yang aneh seperti pistol dan yang lain lain. Dewa Hiloz, Dewa Yengmu, dan Dewa Arloz meneteskan air mata mereka hingga memenuhi mangkuk kecil yang ada di hadapan mereka itu.


"Siapa pemuda bodoh itu aku akan memukul kepalanya hingga ia mati." ucap Ziloz yang juga merasa sangat sedih dan kesal pada tokoh pemuda yang menjadi kekasih dari Zoya.


"Entahlah pemuda itu bagaimana kabarnya sekarang." ucap Xiao Ziya yang bisa mengingat dengan jelas bagaimana wajah pemuda sialan itu jika ia bertemu dengan pemuda itu lagi maka ia tak akan pernah memaafkannya ia akan mengabaikan pemuda itu.


"Apakah nona Xiao Ziya mengenal pemuda itu?." tanya Zima yang penasaran mengapa Xiao Ziya seperti mengenal pemuda itu dengan sangat jelas.


"Saya tak mengenalnya." ucap Xiao Ziya yang sudah mengubur kenangan itu dalam dalam.


Setelah itu Xiao Ziya menatuh air mata dewa itu kedalam wadah khusus berwarna emas, Xiao Ziya mengucapkan trimakasih pada ketiga dewa itu karna beesedia untuk membantu dirinya.


"Ah saya masih merasa sangat sedih." ucap Dewa Arloz yang mengusap air matanya menggunakan baju yang ia kenakan.


"Sekarang kau hanya perlu mencari tiga helai rambut dewi dan akar teratai pelangi." ucap Ziloz yang berencana akan menemani adik angkatnya itu sampai Xiao Ziya mendapatkan semua bahan yang ia butuhkan.


"Baiklah saya akan berjalan jalan di sekitar daerah khusus dewa, siapa tau saya akan bertemu dengan seorang dewi." ucap Xiao Ziya yang berencana untuk berjalan jalan sembari mencari udara segar, masih sedikit menyesakkan ketika ia harus membuka kembali sedikit kisah lamanya itu.


Xiao Ziya dan Ziloz keluar dari kediaman Dewa Hiloz mereka berdua berkeliling dan mampir kesebuah kedai yang ada di sana karna Xiao Ziya merasa lapar. Saat masuk kedalam restoran beberapa mata menatap Xiao Ziya dengan rasa penasaran.


"Siapa gadis yang ada di samping Tuan Muda Ziloz?." tanya salah seorang pengunjung yang merasa tak pernah melihat Xiao Ziya sebelumnya.


"Mungkin gadis itu pecar Tuan Muda Ziloz atau sepupunya." jawab pengunjung lain yang sedang menerka nerka siapa gadis cantik itu.


Seorang pelayan datang dan memberikan daftar menu yang ada direstoran itu, seperti biasa Xiao Ziya memasan makanan dengan harga harga yang sangat fantastis bahkan Ziloz akan berfikir sepuluh kali sebelum memesan menu itu.


"Bukankah makanan yang adik Ziya pesan sangatlah mahal?." ucap Ziloz yang merasa keheranan, dan jika harus membayar pesanan adik angkatnya itu maka ia akan menghabiskan setengah jatah uang bulananya bulan ini.


"Ziloz gege tak perlu khawatir karna saya akan membayar semuanya sendiri." ucap Xiao Ziya yang sedari awal memang ingin membayar pesananya sendiri, Ziloz merasa sangat lega karna adiknya itu sangat pengertian.


Tak lama kemudian akhirnya pesanan Xiao Ziya datang, wangi makanan itu membuat beberapa pengunjung lain menoleh ke arah Xiao Ziya. Mereka merasa bahwa gadis itu mungkin memiliki banyak sekali koin emas sehingga memesan makanan dengan harga yang sangat mahal.


"Selamat makan Ziloz gege." ucap Xiao Ziya yang mengambil beberapa potong daging binatang spiritual langka. Setelah memakan daging itu Xiao Ziya merasa lebih bertenaga dan energi qi yang ada di dalam tubuhnya bertambah banyak.


"Adik Ziya memang sangat luar biasa." ucap Ziloz yang juga menikmati makanan makanan lezat itu.


Hai hai semuanya welcome bulan juli semoga bulan ini autor makin rajin upnya, kalian juga jaga kesehatan ya guys. Jangan lupa follow ya guys, vote yang pastinya, gift hadiah apapun, like like like, komem buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya, rate bintang lima.