RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyelamatkan Yoe


"Saya minta maaf atas kata kata saya yang kurang pantas itu, perkenalkan saya Pangeran Honzi Zu." ucap sang pangeran yang sedang berusaha untuk mencairkan suasana.


"Saya harap anda tak mengatakan kalimat itu lagi, atau saya akan benar benar memiliki anda. Senang bisa bertemu dengan salah satu saudara tiri saya di sini, perkenalkan saya Xiao Ziya." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, Ziya berusaha menekan amarahnya sebaik mungkin agar suasana tak semakin tegang.


Pangeran Honzi Zu menawarkan Xiao Ziya untuk pergi ke Istana Kerajaan Bintang Timur bersama dengannya, akan lebih baik jika gadis itu sampai ke istana lebih awal sebelum jamuan makan malam dimulai. Pangeran Honzi Zu hanya tak ingin saudari tirinya itu tidur di atas pohon lagi dan menarik perhatian penduduk sekitar.


"Ada beberapa hal yang perlu saya lakukan terlebih dahulu, anda bisa kembali ke istana sendiri." ucap Xiao Ziya yang menolak tawaran dari Pangeran Honzi Zu dengan halus.


"Kemana kau akan pergi, saya akan ikut dengan mu." ucap Pangean Honzi Zu yang membuat Xiao Ziya semakin kesal. Mengapa pemuda itu ingin mengikutinya? bagaimana cara Ziya bertemu dengan Yoe dan Yue yang sedang menunggunya di rumah mereka.


"Lebih baik anda kembali ke istana, tak baik jika anda ikut pergi dengan saya." ucap Xiao Ziya yang terus menolak Pangeran Honzi Zu yang ingin ikut dengannya.


"Anda tak bisa melarang saya untuk pergi ke tempat yang sama dengan tujuan anda." ucap Pangeran Honzi Zu dengan senyum yang sangat menyebalkan.


Xiao Ziya tak ingin mendengar perkataan pemuda menyebalkan itu lagi, Ziya langsung pergi meninggalkan Pangeran Honzi Zu yang berlari untuk menyusulnya. Xiao Ziya masuk kesebuah toko yang menjual berbagai macam bahan bahan pokok, gadis itu membeli dua karung beras dan satu karung gandum, setelahnya Ziya memasukkan semua barang belanjaan kedalam cincin semesta.


"Luar biasa, kau memiliki cincin ruang yang dapat menyimpan banyak benda di dalamnya. Apakah kau akan menjual cincin itu pada saya?." tanya Pangeran Honzi Zu yang menginginkan cincin semesta milik Xiao Ziya.


"Ambillah jika anda ingin berperang dengan alam neraka." jawab Xiao Ziya dengan datar, ia kesal karna Pangeran Honzi Zu sangat cerewet dan menanyakan banyak pertanyaan padanya.


"Mendapat saya akan berperang dengan alam neraka jika mengambil cincin itu darimu?." tanya Pangeran Honzi Zu dengan wajah cemberut, ia hanya ingin memilki sebuah cincin yang bisa menyimpan banyak barang karna itu akan sangat berguna untuknya. pangeran Honzi Zu pernah meminta sang ayah untuk membelikannya sebuah cincin ruang namun sang ayah mengatakan bahwa cincin itu tak dijual di pasaran.


"Cincin ini pemberian dari Raja penguasa Alam Neraka, dan saya sudah melakukan kontrak darah dengan cincin ini. Jika cincin ini jatuh ke tangan orang lain, pasti sang Raja Neraka akan datang untuk mencari orang itu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius. Gadis itu tak bisa membayangkan seberapa murka Raja Artur jika mengetahui cincin semesta di ambil oleh orang lain.


Mendengar perkataan dari saudari tirinya itu membuat Pangeran Honzi Zu langsung mengurungkan niatnya untuk membeli cincin milik saudari tirinya. Xiao Ziya melirik ke arah Pangeran Honzi Zu dan melihat pemuda itu tampak sangat sedih, Xiao Ziya tak mengerti mengapa Raja Yongling Zu tak memberikan putranya sebuah cincin ruang jika putranya begitu menginginkan benda itu. Xiao Ziya mengambil sebuah cincin ruang berwarna biru yang ia simpan di dalam cincin penguasa mutlak miliknya.


"Ambillah ini." ucap Xiao Ziya sembari menyodorkan sebuah cincin berwarna biru muda pada Pangeran Honzi Zu.


"Kau ingin melamar ku? bukankah kita masih memiliki hubungan darah?." ucap Pangeran Honzi Zu dengan polosnya. Xiao Ziya memukul keningnya pelan, bagaimana mungkin sang ibu melahirkan pemuda aneh seperti ini.


"Anggap saja ini hadiah pertemuan pertama kita, meski cincin ruang yang saya berikan pada anda tak seluas cincin ruang yang saya kenakan saat ini namun ini sudah cukup untuk menyimpan jutaan barang." ucap Xiao Ziya yang memberikan penjelasan pada Pangeran Honzi Zu agar tak salah paham padanya.


"Bukankah ini sangat mahal? bagaimana cara saya menebusnya?." tanya Pangeran Honzi Zu dengan raut wajah bingung. Ia tak memiliki uang bulanan sebanyak itu untuk membeli cincin ruang dari saudari tirinya tersebut.


"Saya tak meminta imbalan apapun, jangan terlalu banyak bertanya karna masih banyak hal yang harus saya lakukan." jawab Xiao Ziya dengan sedikit ketus, gadis itu sengaja membuat jarak antara dirinya dan saudara tiri yang lain agar ia tak dimanfaatkan oleh mereka.


Xiao Ziya membeli beberapa buah dan makanan lain kemudian gadis itu melanjutkan perjalanannya menuju rumah Yoe dan Yue yang berada di dekat kedai mie kuah pedas yang pernah ia kunjungi. Pangeran Honzi Zu hanya diam sembari mengikuti saudari tirinya, ia penasaran kemana Xiao Ziya akan pergi dengan membawa banyak barang belanjaan seperti itu. Setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah tua yang hampir rubuh, Ziya menatap miris ke arah bangunan itu.


"Permisi apakah ada orang di dalam?." triak Xiao Ziya dengan cukup kencang agar kedua anak yang menempati rumah tua tersebut dapat mendengarnya.


Seorang anak laki laki keluar dari dalam rumah dan langsung memeluk Xiao Ziya dengan sangat erat kemudian ia menangis dengan kencang. Xiao Ziya yang tak mengetahui apapun merasa khawatir, gadis itu melihat ke sana kemari untuk mencari keberadaan Yoe namun tak ada aura kehidupan lain di sana.


"Apa ada sesuatu yang terjadi pada gege mu?." tanya Xiao Ziya pada Yue.


"Gege ditangkap oleh beberapa orang dari Toko Berlian Zuvana setelah pemilik toko menemukan koin emas yang jiejie berikan pada kami. Pemilik toko menuduh gege telah mencuri beberapa berlian dari sana." jelas Yue dengan nada sesenggukan, ia takut jika pemilik Toko Berlian Zuvana melakukan hal buruk pada kakak laki lakinya.


"Sekarang Yue masuklah kedalam dan bawa semua barang ini, jiejie akan menyelamatkan Yoe." ucap Xiao Ziya yang harus langsung bertindak sekarang. Dengan patuh Yue masuk kedalam rumah tua itu sembari membawa semua barang belanjaan yang dibelikan oleh Xiao Ziya.


Sebelum pergi menuju Toko Berlian Zuvana Xiao Ziya terlebih dahulu membuat sihir pelindung di sekitar rumah tua itu agar tak ada orang lain yang bisa masuk ke dalam.


"Lebih baik kita kembali ke istana, bukan hal baik jika menyinggung pemilik Toko Berlian Zuvana." ucap Pangeran Honzi Zu yang sudah tau bagaimana sifat dari wanita pemilik toko berlian itu.


Ada alasan mengapa pemilik toko Berlian Zuvana menuduh beberapa anak jalanan yang membawa uang dalam jumlah banyak telah mencuri berlian di toko meraka, Yingwa Zuvana adalah sosok pemilik toko tersebut yang memiliki kepribadian cukup aneh ia senang mengoleksi ataupun menjual organ organ tubuh dari gadis muda ataupun pemuda yang dianggapnya tampan. Selama ini pihak Kerajaan Bintang Timur berusaha semaksimal mungkin untuk mencari bukti bukti tentang kejahatan yang telah dilakukan oleh Yingwa Zuvana akan tetapi meraka tak pernah menemukan bukti apapun.


"Apa anda tau sesuatu tentang hal ini?." tanya Xiao Ziya yang menatap tajam ke arah Pangeran Honzi Zu agar mendapat beberapa informasi darinya.


"Nyonya pemilik toko tersebut melakukan perdagangan tubuh ataupun organ manusia, kami pihak kerajaan sedang mengumpulkan bukti untuk menangkapnya." ucap Pangeran Honzi Zu dengan jujur, ia yakin jika berbohong pada Xiao Ziya hanya akan sia sia.


"Kita sudah sampai Saudari Ziya." ucap Pangeran Honzi Zu di depan Toko Berlian Zuvana.


"Anda bisa menunggu di luar jika tak ingin terlibat dalam permasalahan ini." ucap Xiao Ziya pada Pangeran Honzi Zu. Sang pangeran hanya menganggukkan kepalanya, ia harus menjaga nama baik Keluarga Kerajaan Bintang Timur meskipun hati kecilnya saat ingin ikut dengan Xiao Ziya masuk kedalam sana.


Xiao Ziya masuk kedalam toko Berlian Zuvana dengan sangat santai, seorang gadis muda menyambutnya dengan sangat ramah akan tetapi Xiao Ziya merasakan aura tak biasa dari gadis itu. Saat mencoba mengingat ingat lagi akhirnya Xiao Ziya menyadari bahwa pelayan toko tersebut bukanlah seorang manusia melainkan iblis yang sudah mencapai tahap sempurna hingga bisa menyerupai wujud manusia.


"Perkenalkan nama saya Hana, saya pelayan satu satunya di Toko Berlian Zuvana. Jika nona muda ingin menjual ataupun membeli sebuah berlian katakan saja pada saya." ucap Hana dengan senyuman lebar yang membuat Xiao Ziya merasa muak, seberapa tebal muka yang dipasang oleh iblis itu hingga mendapat wujud gadis cantik.


"Saya ingin bertemu dengan pemilik toko ini." jawab Xiao Ziya dengan senyuman yang ia paksakan.


"Mohon maaf nona muda, jika anda ingin bertemu dengan Nyonya Yingwa setidaknya anda harus membeli ataupun menjual berlian dengan kualitas terbaik." ucap Hana dengan sangat ramah.


Xiao Ziya tersenyum kemudian mencari sebuah berlian yang dapat ia jual di toko tersebut, Ziya mengeluarkan sebuah berlian berwarna merah tua dari dalam cincin penguasa mutlak miliknya. Berlian yang saat ini berada di tangan Xiao Ziya bernama Berlian darah yang terbentuk saat pertempuran antara alam neraka dengan alam dewa ribuan tahun yang lalu, berlian ini memiliki harga yang sangat fantastis dan dapat membeli lima sampai sepuluh kerajaan. Hana terkejut melihat berlian darah berada di tangan seorang gadis biasa seperti di hadapannya itu, selama ini Nyonya Yingwa Zuvana sudah mencari keberbagai sudut dunia manusia abadi untuk menemukan pemilik berlian itu.


"Saya akan membeli berlian anda dengan harga lima puluh ribu koin emas." ucap Hana dengan senyuman lembut, pelayan toko itu yakin bahwa gadis yang ada di hadapannya tak mengetahui asal usul dari berlian darah.


"Anda sedang bercanda dengan saya? jangan kira saya tak mengetahui dari mana berlian ini berasal." ucap Xiao Ziya dengan nada kesal.


"Ah maaf atas kecerobohan saya nona muda." ucap Hana yang langsung merasa panik, jika gadis di depannya itu tak jadi menjual berlian darah itu maka ia akan mendapat hukuman dari Nyonya Yingwa.


Xiao Ziya berjalan menelusuri toko itu dan melihat lihat beberapa berlian yang mereka jual, Xiao Ziya berhenti di depan sebuah kotak kayu yang menyimpan berlian berwarna biru langit yang sangat cantik. Setelah puas melihat berlian apa saja yang dijual di toko tersebut, Xiao Ziya langsung mendekat ke arah pelayan bernama Hana itu dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Apa yang dilakukan oleh bangsa iblis sepertimu di sini?." bisik Xiao Ziya dengan suara sangat pelan namun bisa di dengar dengan jelas oleh Hana.


Seketika jantung Hana terasa berhenti berdetak, baru kali ini ada seorang pelanggan yang menyadari identitasnya sebagai seorang iblis. Dengan segera Hana menjauh dari Xiao Ziya dan menatap tajam ke arah gadis muda itu, Hana ingin meminta penjelasan bagaimana gadis itu mengetahui identitasnya.


"Siapa anda sebenarnya!!." triak Hana dengan cukup kencang hingga terdengar ke ruang bawah tanah.


Yingwa Zuvana yang saat itu sedang mengikat tangan dan kaki Yoe merasa terkejut dengan teriakan pelayan tokonya, dengan segera wanita itu menaiki tangga untuk sampai ke lantai dasar. Di sisi lain Yoe merasa sangat takut karna ia tak tau apa yang akan terjadi padanya nanti, saat melihat ke sebuah sudut di ruang bawah tanah itu tubuh Yoe langsung merinding.


"Mereka membunuh semua anak ini?." ucap Yoe kemudian pingsan karna tak sanggup melihat banyak mayat anak laki laki dan anak perempuan di sana.


Saat ini Yingwa Zuvana sudah berada di lantai dasar toko miliknya, ia melihat ke arah Hana yang sedang menatap tajam seorang gadis.


"Tolong jangan membuat keributan di toko kami." ucap Yingwa Zuvana dengan tegas.


"Saya sudah sangat muak melihat wajah pelayan ini mengapa anda baru datang Nyonya Yingwa Zuvana? dimana anak laki laki yang sedang anda culik itu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, sekilas mata gadis itu mengeluarkan cahaya berwarna merah.


"Jangan menuduh sembarangan, anak itu mencuri berlian dari toko saya kemudian menjualnya ke tempat lain." ucap Yingwa Zuvana dengan sangat percaya diri.


"Semua koin emas yang dibawa oleh anak itu adalah pemberian saya, berhenti membual jika anda masih ingin hidup." ucap Xiao Ziya dengan sangat serius, ia tak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan masalah kali ini karna harus menghadiri undangan makan malam dari Raja Yongling Zu.


"Ternyata kau bersekongkol dengan anak laki laki itu, mari ikut dengan saya jika kau ingin melihatnya." ucap Yingwa Zuvana dengan senyuman licik.


"Nyonya tolong jangan dekat dekat dengan gadis itu." ucap Hana yang sedang mengingatkan pemilik toko berlian tersebut.


"Tenanglah tak akan terjadi apapun pada saya, lagipula gadis ini bukan sebuah ancaman." ucap Yingwa Zuvana yang sedang meremehkan Xiao Ziya.


Batas kesabaran dari Xiao Ziya telah habis, gadis itu mengeluarkan lima ratus lima pasukan iblis yang ia miliki hingga memenuhi toko berlian tersebut. Hana dan Yingwa Zuvana sangat terkejut melihat lima jenderal iblis yang pernah mereka baca dalam sebuah buku yang ditinggalkan oleh leluhur mereka. Siapa gadis muda itu hingga bisa memanggil banyak pasukan iblis sekaligus.


"Salam hormat kami pada junjungan muda, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu anda." ucap lima ratus lima pasukan iblis milik Xiao Ziya secara bersamaan.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.