RATU IBLIS

RATU IBLIS
Memulai di Tempat Yang Berbeda


Pasangan suami istri itu saling melempar pandangan satu sama lain, mengapa Xiao Ziya datang begitu cepat tak sesuai dengan prediksi mereka. Sin Binzu dan Ning Ruhi berdiri dan menatap dengan angkuh ke arah Xiao Ziya seperti mereka tak memiliki salah apapun.


"Mengapa kau masuk ke kamar kami dengan tak sopan seperti itu!." ucap Ning Runhi yang membentak Xiao Ziya, entah kemana perginya rasa malu mereka berdua.


Plak.


Satu tamparan keras mengenai pipi kiri Ning Runhi, Xiao Ziya sengaja menampar wanita itu karna telah berani meneriakinya.


"Pergilah ini kamar saya." ucap Xiao Ziya dengan nada berbicara yang seprti sangat marah.


"Kalian berdua pergilah dari kamar nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang juga membangu Ziya untuk mengusir mereka berdua dari sana.


Bukannya pergi setelah mendapat peringatan dari Xiao Ziya, mereka berdua malah kembali naik ke atas tempat tidur dan memejamkan mata mereka. Xiao Ziya tersenyum kemudian meminta Xi Sunbi untuk mundur beberapa langkah hingga ia ada di depan pintu masuk.


"Terbakarlah." ucap Xiao Ziya yang langsung membuat api semerah darah membakar ruangan itu, ia tak membakar Sin Binzu dan Ning Runhi ia hanya membakar perabotan mereka yang ada di dalam kamarnya.


Api yang terus berkobar dan semakin membesar tentu saja membuat pasangan suami istri itu panik dan bingung harus melakukan hal apa.


"Tolong kebakaran tolong!." ucap Sin Binzu yang meminta tolong agar ada yang memadamkan api itu.


Xi Sunbi terlihat kasian pada pasangan suami istri baru itu, ia ingin pergi keluar dan meminta bantuan pada orang orang yang ada di sekitar sana namun Xiao Ziya mencegahnya.


"Saya tak membakar mereka berdua tetaplah ada di sini karna anda yang seharusnya berganggung jawab atas kejadian ini." ucap Xiao Ziya yang menatap Xi Sunbi dengan tajam. Ditatap seperti itu tentu membuat sang pria ketakutan dan tak bisa melakukan apapun selain melihat apa yang sedang terjadi.


Setelah beberapa saat berlalu api itupun padam, semua barang barang milik Sin Binzu dan Ning Runhi yang ada di kamar Xiao Ziya hilang lenyap dan tak tersisa. Pasangan suami istri itu masih terkejut dengan apa yang baru saja mereka alami.


"Pergilah jika tak ingin menghilang seperti barang barang kalian." ucap Xiao Ziya yang kali lagi mengingatkan pada pasangan suami istri itu untuk pergi.


Kali ini Sin Binzu dan Ning Runhi mematuhi apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya karna ancamannya bukanlah main main. Setelah mereka berdua pergi Xiao Ziya menatap ke arah Xi Sunbi seperti sedang meminta penjelasan tentang apa yang terjadi.


"Maaf semua ini atas kelalaian saya. Beberapa waktu yang lalu mereka menikah dan ingin berbulan madu. Namun Ning Runhi memutuskan untuk berbulan madu di paviliun milik anda dan saya tak melarangnya. Namun saya terkejut ketika mereka berdua menempati kamar anda, saat saya mengusie mereka, kedua pasangan suami istri itu melawan dan menyebabkan saya terluka cukup parah." ucap Xi Sunbi yang menjelaskan semuanya pada Xiao Ziya apa yang sebenarnya terjadi.


"Kembalilah keruanganmu, besok persiapkan segalanya saya akan pergi ke dunia atas." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk memaafkan kesalahan Xi Sunbi kali ini.


Xi Sunipun keluar ia merasa lega karna Xiao Ziya memaafkan kesalahannya itu, ia berjanji di lain hari hal seperti ini tak akan pernah terjadi lagi.


"Lain kali saya tak boleh mengecewakan nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Karna ia sudah tertidur si sepanjang perjalanan, Xiao Ziya memilih untuk berlatih beberapa ilmu baru yang mungkin saja berguna saat ia ada di dunia atas nanti. Xiao Ziya mengambil sebuah gulungan kertas yang berisi jurua milik Klan Xiao yang ada di dunia atas.


"Saya akan mempelajari ini semua." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat. Ia keluar dari kamar dan melesat menuju sebuah ruangan yang ia berikan sihir pelindung khusua agar tak ada orang lain yang bisa masuk kedalam sana selain dirinya.


Setelah masuk kedalam, ternyaga itu adalah sebuah lapangan hijau yang luas, Xiao Ziya meletakkan sebuah batu ruang agar ruangan itu terlihat lebih luas daripada yang seharusnya. Gadis itu mulai berlatih di sana hingga esok pagi. Sedangkan Zier sang harimau kesayangan Xiao Ziya sedang berguling guling di atas tempat tidur nonanya. Sebelum melakukan hal seperti itu tentu saja Zier sudah meminta izin pada Xiao Ziya.


Hari sudah siang Xi Sunbi mengadakan rapat dengan beberapa petinggi Akademi Merpati yang mengetahui letak gerbang menuju dunia atas yang ada di sana.


"Hari ini nona Xiao Ziya kembali ke sini, dan ia mengatakan besok pagi ia akan berangkat ke dunia atas menggunakan gerbang teleportasi yang ada di Akademi Merpati. Saya barap kalian semua bisa membantu saya menyiapkan bahan bahan yang diperlukan." ucap Xi Sunbi yang membuat para petinggi yang ada di sana terkejut. Bagaimana Xiao Ziya bisa mengetahui rahasia yang disimpan oleh mereka selama puluhan tahun.


"Gadis itu benar benar mengetahui tentang hal ini?." tanya Liu Ninju yang merupakan wakil dari Akademi Merpati.


"Iya nona Ziya mengetahuinya." ucap Xi Sunbi lagi.


Akhirnya mereka semua bubar dan mulai menyiapkan bahan yang akan digunakan agar bisa sampai ke dunia atas.


Waktu perlalu dengan sangat cepat beberapa petinggi Akademi Merpati memasuki ruang rahasia, mereka menyusun beberapa batu spirit hewan buas dan batu spirit yang lain namun jumlahnya masih kurang.


"Bagaimana ini kita kekurangan bahan?." ucap Sin Linji yang terlihat panik, ia takut Xiao Ziya akan marah jika mereka tak mempersiapkannya dengan baik.


Yang dibicarakanpun datang, setelah menghafal semua jurus baru yang ia pelajari kemarin Xiao Ziya langsung kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian setelah itu Xiao Ziya memasukkan Zier kedalam cincin semestanya. Setelah selesai Xiao Ziya pergi ke ruang rahasia yang ada di Akademi Merpati.


"Akhirnya nona Xiao Ziya datang. Maaf nona kami kesulitan mencari batu spirit untuk bahan bakar gerbang teleportasi ini." ucap Xi Sunbi dengan jujur karna jika mereka berbohong dan mengatakan semua sudah siap dan Xiao Ziya menggunakan gerbang teleportasi itu maka ia akan kembali lagi ke dunia bawah.


"Baiklah jenis batu spirit apa yang masih kurang?." tanya Xiao Ziya dengan santai karna ingin tau bahan apa saja yang belum ada.


"Kita kekurangan batu spirit hewan buas, binatang iblis, dan beberapa batu spirit warna." ucap Xi Sunbi yang mengatakan semuanya tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebih lebihkan.


Xiao Ziya mengeluarkan semua batu spirit yang Xi Sunbi katakan, semua petinggi Akademi Merpati tak percaya bahwa gadis itu sangat kaya hingga memiliki berbagai macam batu spirit yang harganya sangat mahal.


"Baiklah semua bahan sudah ada silahkan nona Ziya berdiri di pola sihir yang ada di sana." ucap Xi Sunbi yang mengarahkan Xiao Ziya. Sedangkan para petinggi akademi yang lain menyusun batu batu spirit itu di sekitar Xiao Ziya.


Setelah selesai menyusunnya mereka membaca sebuah mantra kuno. Sebuah cahaya warna warni memancar dari pola sihir itu Xiao Ziya mulai merasakan bahwa ia sedang melintasi dimensi ruang dan waktu dengan sangat cepat.


Sedangkan di dunia atas saat ini sedang terjadi sebuah fenomena yang sangat luar biasa, langit yang biasanya hanya berwarna biru dan dihiasi awan kini tiba tiba langit berubah menjadi gelap gulita namun ada sebuah pelangi yang melintas dari ujung dunia bawah ke ujung yang lainnya. Setelah itu pelangi itu semakin membesar dan menutupi langit yang semula gelap.


Semua yang tinggal di dunia atas merasa keheranan dengan fenomena yang baru pertama kali mereka lihat. Patung sang penguasa dunia atas menjadi tersenyum dan seperti mengeluarkan air mata namun tak ada yang menyadari hal itu.


"Siapa yang akan datang ke sini." ucap salah seorang pria yang bingung dengan fenomena yang sedang terjadi.


Suara tabuhan genderang perang terdengar di seluruh bagian dunia atas. Tak ada peperangan di sana namun suara dentingan pedang terdengar nyaring.


"Apa ini apa yang sedang terjadi." ucap beberapa warga yang merasa sangat panik.


Tak lama kemudian muncullah seorang gadis dengan bola mata cerahnya di perbatasan paling luar dunia atas. Gadis itu adalah Xiao Ziya yang berhasil melintasi dimensi ruang dan waktu untuk sampai di sana. Perjalanan Xiao Ziya di dunia atas sebentar lagi akan dimulai, apa saja yang akan dilalui oleh gadis itu tak ada yang mengetahuinya.


Dilain tempat saat ini para petinggi Akademi Merpati yang membantu Xiao Ziya untuk menggunakan gerbang teleportasi merasa sangat lega karna perjalanan Xiao Ziya menuju dunia atas sangat lancar seperti tampa hambatan apapun.


"Syukurlah semoga nona Ziya baik baik saja di sana." ucap Xi Sunbi yang tersenyum dengan senangnya.


Hai hai semua akhirnya aku updatenya dua lagi nih guys, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote, gift, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.