RATU IBLIS

RATU IBLIS
Jangan Menuduh Sembarangan


Putri Beiling Zu dan Xiao Ziya baru saja kembali ke Istana Kerajaan Bintang Timur, mereka cukup lelah setelah berjalan jalan di sekitar pasar dan membeli beberapa barang. Karna mereka kembali saat malam, sesampainya di Istana Putri Xiao Ziya bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Putri Beiling Zu duduk di ujung ranjang, gadis itu melihat lihat kembali gaun dan beberapa hiasan rambut yang dibelikan oleh Xiao Ziya.


"Senangnya memiliki adik perempuan yang sangat baik." ucap Putri Beiling Zu dengan senyum bahagia, sang putri juga tak menyangka bahwa adik tirinya memiliki banyak uang untuk membeli semua barang barang itu.


Saat Putri Beiling Zu sedang mencoba sebuah japit rambut ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, akhirnya sang putri membuka pintu kamar dan melihat siapa yang datang. Ekspresi tak senang terlihat dengan jelas di wajah Putri Beiling Zu, mengapa Pangeran Xilian Zu mencarinya malam malam seperti ini? apa yang sedang direncanakan oleh saudara tirinya itu.


"Ada apa?." tanya Putri Beiling Zu dengan ketus, ia memutar bola matanya jengah.


"Ayah mencari mu, pergilah ke taman belakang istana karna ayah menunggumu di sana." jawab Pangeran Xilian Zu dengan datar seolah oleh ia malas berbicara dengan Putri Beiling Zu jika bukan permintaan dari ayahnya.


"Benarkah? bukannya saat ini ayah sedang mengintrogasi Nyonya Yingwa Zuvana di penjara bawah tanah?." tanya Putri Beiling Zu yang mengetahui jadwal sang ayah dengan baik.


"Mungkin ayah ingin meminta beberapa saran padamu, cepatlah datang dan jangan membuat ayah menunggu." ucap Pangeran Xilian Zu yang langsung pergi meninggalkan Putri Beiling Zu.


Putri Beiling Zu merasa curiga dengan gelagat Pangeran Xilian Zu yang sangat mencurigakan, sang pangeran berbicara dengan nada santai namun tubuhnya tak bisa diam sebentar saja. Sebelum pergi Putri Beiling Zu berpamitan pada Xiao Ziya yang sedang mandi, ia juga berpesan pada adik tirinya itu untuk berhati hati karna Pangeran Xilian Zu bertingkah sangat aneh. Setelah berpamitan sang putri langsung pergi menuju taman belakang istana utama yang jaraknya lumayan jauh dari istana putri, di sepanjang jalan ia hanya berpapasan dengan beberapa pelayan yang sedang membersihkan kaca dan beberapa vas bunga.


Di sisi lain Pangeran Xilian Zu dan Yuang Lie melihat kepergian Putri Beiling Zu, kedua pemuda itu menjalankan aksi mereka sesuai dengan rencana. Pangeran Xilian Zu membuka paksa pintu kamar Putri Beiling Zu, perlu waktu cukup lama untuk membuka pintu tersebut, setelah berhasil ia menyuruh Yuang Lie untuk masuk kedalam kamar dan bersembunyi hingga Xiao Ziya memposisikan diri dalam keadaan tidur.


"Jangan sampai kau gagal melakukannya." ucap Pangeran Xilian Zu dengan sorot mata tajam.


Yuang Lie menganggukkan kepala kemudian masuk kedalam kamar tersebut, setelah melihat kesekeliling kamar ia memutuskan untuk bersembunyi di kolong tempat tidur. Xiao Ziya yang baru selesai berganti pakaian setelah mandi langsung keluar dari kamar mandi, gadis itu menghentikan langkahnya sebentar setelah merasa ada orang lain di dalam kamarnya itu.


"Keluarlah!." triak Xiao Ziya dengan cukup kencang, Yuang Lie yang saat itu sedang bersembunyi sangat terkejut mendengarnya.


"Saya tau anda sedang bersembunyi di suatu tempat, apakah anda ingin bermain petak umpet dengan saya?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman jahat, sepertinya gadis itu sudah merencanakan sesuatu agar orang yang bersembunyi di dalam kamar keluar dengan cepat.


Yuang Lie berusaha menyembunyikan nafasnya dengan baik, ia merasa khawatir sekaligus takut jika gadis yang ingin dijebak oleh Pangeran Xilian Zu menemukannya. Yuang Lie terus diam meski Xiao Ziya mengajukan beberapa pertanyaan padanya, setidaknya ia bisa keluar dengan selamat dari dalam kamar. Yuang Lie hanya tak menyangka bahwa gadis yang akan ia mangsa adalah pemangsa yang sebenarnya, sekarang situasi berubah dengan drastis dan rencana Pangeran Xilian Zu tak akan berjalan dengan lancar.


"Siapa yang memintamu masuk ke dalam kamar Tuan Putri Beiling Zu?." tanya Xiao Ziya yang berjalan dengan santai kemudian duduk di ranjang, gadis itu dengan sengaja menggoyang goyangkan bagian atas ranjang itu agar orang yang bersembunyi di bawah kolong terhimpit.


"Mungkinkah itu Selir Mue Zu?." tanya Xiao Ziya meski ia tau tak akan mendapat jawaban apapun.


"Putri Ming Zu?." tanya Xiao Ziya lagi dengan senyuman puas, sang putri tak akan bergerak secepat ini.


"Ataukah Pangeran Xilian Zu? bagaimana jika saya membuat sihir pembatas diarea kamar ini agar tak ada orang yang dapat keluar ataupun masuk tanpa izin saya? bukankah itu terdengar sangat menyenangkan." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa yang cukup keras. Tingkah dari Ziya membuat Yuang Lie semakin takut, gadis itu benar benar gila dan tak bisa disentuh sedikitpun.


Xiao Ziya berdiri di atas ranjang tempat tidur Putri Beiling Zu, gadis itu sempat tersenyum tipis kemudian ia loncat loncat di atas ranjang hingga membuat kepala Yuang Lie terkena bagian bawah ranjang. Yuang Lie menahan rasa sakit di bagian kepalanya, dengan tiba tiba Xiao Ziya melompat dengan sangat tinggi dan meluncur ke ranjang dengan suara benturan yang keras.


Bruaak.


Ranjang tempat tidur Putri Beiling Zu terbelah menjadi dua, terlihat seorang pemuda yang sedang tergeletak di bawah ranjang rusak itu. Xiao Ziya menatap tajam ke arah pemuda itu, Ziya mendekat kemudian melemparnya ke ujung ruangan.


"Terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang membakar ranjang rusak itu menggunakan api hitamnya hingga kembali seperti semula.


Setelah Xiao Ziya berhasil menemukan orang yang menyusup di dalam kamar, gadis itu langsung memasukkannya kedalam cincin semesta. Xiao Ziya membaca mantra teleportasi agar tak dilihat oleh orang lain ketika gadis itu keluar dari kamar, setelah melewati kilasan dimensi ruang dan waktu Xiao Ziya pun sampai di dalam kamar Putri Ming Zu. Terlihat Putri Ming Zu yang sedang tidur dengan sangat pulas, mungkin jika terjadi gempa sekalipun ia tak akan bangun.


Xiao Ziya membuka selimut yang menutupi tubuh Putri Ming Zu, setelahnya Ziya meletakkan pemuda itu di sebelah sang putri dan memposisikan mereka sedang berpelukan. Xiao Ziya berusaha sekuat mungkin untuk menahan tawanya, meskipun ini ulah Pangeran Xilian Zu akan tetapi tak buruk jika adik perempuannya sendiri yang mendapat balasan.


"Permainan di mulai." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan, gadis itu kembali membaca mantra teleportasi dan muncul tepat di dalam kamar Putri Beiling Zu.


Di sisi lain saat ini Putri Beiling Zu sudah sampai di taman belakang Istana Utama Kerajaan Bintang Timur, ia tak menemukan siapapun di sana kecuali Putra Mahkota Yunzo Zu yang sedang menikmati suasana malam. Mungkinkah sang ayah sudah pergi karna terlalu lama menunggunya atau memang ini semua akal akalan dari Pangeran Xilian Zu.


"Apakah ayah ada di sini Yunzo Gege?." tanya Putri Beiling Zu pada Putra Mahkota Yunzo Zu.


"Aku di sini sendirian sejak sore tadi, mengapa kau mencari ayah di dini?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan bingung, sang ayah tak pernah mengajak anak anaknya untuk bertemu di taman belakang istana.


"Beberapa saat yang lalu Pangeran Xilian Zu datang dan mengatakan ayah sedang menunggu saya di taman belakang, ia juga mengatakan mungkin ayah ingin membahas tentang Nyonya Yingwa Zuvana." ucap Putri Beiling Zu, gadis itu terdiam beberapa saat ia sedang berusaha mencerna apa rencana Pangeran Xilian Zu dibalik semua ini. Detik berikutnya Putri Beiling Zu teringat pada Xiao Ziya, mungkin ini semua untuk menjebak adik tirinya.


Pangeran Xilian Zu menunggu cukup lama di luar Istana Putri, setelah dirasa Yuang Lie sudah berhasil tidur di samping Xiao Ziya sang pangeran langsung pergi untuk bertemu dengan Raja Yongling Zu. Raja Yongling Zu berada di dalam kamar utama bersama Ratu Junyi Zu, mereka berdua sedang membahas masalah yang terjadi akhir akhir ini.


Tok tok tok, suara pintu kamar utama diketuk oleh Pangeran Xilian Zu, Ratu Junyi Zu membukakan pintu dan langsung menatap heran ke arah putra Selir Mue Zu itu.


"Dimana ayah?." tanya Pangeran Xilian Zu tanpa memberikan salam terlebih dahulu, karna terbiasa mendapat perlakuan sepeti itu sang ratu tak marah sama sekali.


"Yang Mulia Raja Yongling Zu berada di dalam kamar, tunggulah sebentar saya akan memanggilnya." ucap Ratu Junyi Zu dengan senyuman hangat yang sangat tulus.


Pangeran Xilian Zu langsung masuk ke dalam kamar utama dan mengabaikan perkataan sang ratu, Raja Yongling Zu melihat ke arah Pangeran Xilian Zu dengan tatapan penuh tanya. Dari belakang Pangeran Xilian Zu terdapat sang istri yang sedang tersenyum padanya, melihat istrinya baik baik saja perasaan Raja Yongling Zu menjadi tenang.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu, ada hal penting yang ingin saya laporkan pada anda." ucap Pangeran Xilian Zu dengan wajah tegang, ekspresinya seolah olah telah terjadi hal besar yang tak terduga.


"Katakanlah." jawab Raja Yongling Zu dengan tenang, mungkin putranya dengan Selir Mue Zu itu sedang membuat sebuah drama baru yang tak berbobot.


"Saya melihat Nona Xiao Ziya masuk kedalam Kamar Putri Beiling Zu dengan seorang pemuda asing. Saya takut tamu anda melakukan hal hal tak senonoh di istana ini." ucap Pangeran Xilian Zu dengan wajah pucat.


Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu saling bertatapan satu sama lain, mereka sangat tak percaya jika Xiao Ziya melakukan hal serendah itu. Untuk memastikan kebenaran dari ucapan Pangeran Xilian Zu, Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu pergi menuju istana putri untuk melihat hal itu dengan mata kepala mereka sendiri. Saat dalam perjalanan menuju Istana Putri mereka bertiga berpapasan dengan Selir Mue Zu yang baru keluar dari ruangan khususnya.


"Kemana kalian akan pergi?." tanya Selir Mue Zu dengan wajah bingung.


"Kami akan pergi ke Istana Putri." jawab Ratu Junyi Zu pada sang selir dengan singkat.


"Apa yang terjadi di sana hingga kalian bertiga tampak sangat terburu buru?." tanya Selir Mue Zu lagi.


"Aku melihat Nona Xiao Ziya masuk kedalam kamar Putri Beiling Zu dengan seorang pemuda asing, Raja dan Ratu pergi ke sana untuk memastikannya." ucap Pangeran Xilian Zu dengan suara yang cukup keras dan membuat para pelayan dan prajurit merasa penasaran dengan kebenarannya.


Akhirnya mereka semua berjalan menuju Istana Putri, tak butuh waktu lama untuk sampai di depan kamar Putri Beiling Zu. Di saat yang bersamaan Putri Beiling Zu dan Putra Mahkota Yunzo Zu juga baru sampai di sana, mereka melihat ke arah beberapa orang yang mengerumuni pintu masuk kamar. Raja Yongling Zu mengetuk pintu kamar dan Xiao Ziya langsung membukanya, raut wajah Xiao Ziya terlihat sangat santai seperti tak terjadi apapun di dalam sana.


"Mengapa kalian datang beramai ramai seperti ini?." tanya Xiao Ziya dengan wajah bingung yang sangat natural padahal gadis itu tau Pangeran Xilian Zu sudah melapor pada Raja Yongling Zu.


"Kami ingin melihat pemuda yang kau bawa masuk ke dalam kamar." ucap Selir Mue Zu penuh dengan emosi.


"Pemuda? pemuda mana yang saya bawa?. Kalian sedang bercanda dengan saya? tak semua orang bisa melewati gerbang masuk istana dengan mudah." ucap Xiao Ziya dengan alibi yang sangat kuat.


"Adik Ziya tadi kembali dari luar bersama dengan saya, dia tak membawa pemuda manapun." bela Putri Beiling Zu dengan kesal, ia melotot ke arah Pangeran Xilian Zu semua ini pasti ulah pangeran gila itu.


"Jangan membelanya! saya melihat dengan jelas nona Xiao Ziya membawa masuk seorang pemuda setelah anda keluar dari kamar." ucap Pangeran Xilian Zu.


"Silahkan masuk dan carilah dimana pemuda yang anda maksud itu berada." jawab Xiao Ziya dengan santai, beberapa orang masuk kedalam kamar Putri Beiling Zu dan mulai menyusuri ruangan. Cukup lama para prajurit dan Pangeran Xilian Zu berada di dalam kamar itu namun mereka tak menemukan siapapun di sana, Pangeran Xilian Zu kebingungan mencari Yuang Lie.


Pangeran Xilian Zu dan beberapa prajurit keluar dari kamar itu dengan tangan kosong, hal itu membuat Raja Yongling Zu merasa marah pada Pangeran Xilian Zu karna telah sembarangan menuduh orang lain.


"Bukankah saya sudah mengatakan tak ada siapapun di dalam sana." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya.


"Anda pasti menyembunyikan pemuda itu di tempat lain." ucap Pangeran Xilian Zu.


"Jangan samakan saya dengan adik perempuan anda, saya tak pernah dekat dengan pemuda manapun kecuali kakak laki laki saya." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


"Apa maksudmu dengan menuduh putri ku." Selir Mue Zu mulai marah dengan perkataan Xiao Ziya, gadis itu selalu mengatakan hal yang tak masuk akal.


"Kalian geledah sendiri kamar Putri Ming Zu agar mendapat jawaban atas perkataan saya." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Putri Beiling Zu untuk masuk kedalam kamar kemudian Xiao Ziya menutup pintu kamar itu rapat rapat.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Jangan lupa mampir di novel Putri Amerilya dan Novel Ling Huo ya.