RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kalian Harus Mempersiapkan Diri


Putri Jifana dan pengikut setianya tiba tiba muncul di aula utama Kerajaan Bulan saat Raja Anling Zee sedang mengadakan rapat darurat bersama petinggi kerajaan yang lain. Munculnya Putri Jifana secara tiba tiba tentu mengagetkan semua orang terutama sang raja, mungkinkah Xiao Ziya sudah mengetahui rencananya yang sengaja mengirim Putri Jifana ke sisi gadis itu?.


"Apa rencana mu juga gagal?." tanya Raja Anling Zee dengan ekspresi kesal, diantara kedua anaknya tak ada yang benar benar berguna. Jika sudah seperti ini artinya peperangan tak bisa di batalkan lagi.


"Gadis itu berhasil mengetahui niat saya, padahal sebentar lagi saya akan berhasil membujuknya untuk berdiri di sisi kita." ucap Putri Jifana sambil menggigit jari jari tangannya.


Bukankah akting yang dilakukan oleh Raja Anling Zee dan Putri Jifana sudah sangat meyakinkan? mereka telah mengorbankan banyak nyawa pembunuh bayaran dalam drama kali ini. Namun semuanya gagal begitu saja saat drama yang mereka buat hampir selesai? mungkinkah sejak awal Xiao Ziya sudah mengetahui niatan mereka, namun gadis itu berpura pura polos dan melakukan perannya dengan baik sampai akhir?.


"Apa kau mendapat informasi tentang siasat perang yang disiapkan oleh gadis itu?." tanya Raja Anling Zee, ini harapan terakhir yang ia miliki.


"Tidak, saya tak bisa mendapatkan informasi apapun dari gadis itu." jawan Putri Jifana yang membuat Raja Anling Zee semakin marah.


"Pergilah, renungi seluruh kebodohan yang telah kau lakukan, saya sudah rugi banyak karna rencana konyol mu itu." ucap Raja Anling Zee, terlihat ia sangat murka pada anak perempuannya itu.


Malam itu saat Putri Jifana memiliki rencana untuk menyelamatkan Zoe dari sang ayah, ia juga memikirkan hal lain yang mungkin akan menguntungkan dirinya. Setelah Raja Anling Zee keluar dari ruangan tempat menyembunyikan Zoe, Putri Jifana langsung menghampiri sang ayah. Ia mengatakan saat itu Xiao Ziya sudah berada di Dunia Manusia Abadi dan tinggal di Klan Yuang Yie, gadis itu mendapat banyak informasi dari pasar gelap. Mengetahui hal itu tentu membuat Raja Anling Zee merasa senang sekaligus khawatir, ia senang karna sekutu barunya sudah sampai namun ia khawatir jika Xiao Ziya malah marah dan menyebabkan kerugian besar.


Malam itu juga Putri Jifana memberikan saran pada sang ayah, Putri Jifana akan berpura pura menyelamatkan Zoe dan membawanya ke sebuah tempat terpencil. Sang putri yakin akan ada orang yang mencari Zoe, entah itu Xiao Ziya langsung ataupun orang orang dari Klan Yuang Yie. Selain itu Putri Jifana akan menempatkan beberapa orang kepercayaannya pada beberapa kedai ataupun restoran yang tak jauh dari Istana Kerajaan Bulan.


Setelah itu orang orang kepercayaan Putri Jifana akan memancing Xiao Ziya ataupun orang Klan Yuang Yie untuk mengikuti ke tempat persembunyian Putri Jifana dan Zoe, saat itulah semua orang akan percaya bahwa sang putri dari Kerajaan Bulan gadis yang baik dan rela menolong seorang anak yang tak ia kenal. Dengan begitu Xiao Ziya akan berhutang budi padanya dan melakukan apapun untuk membalas hutang budi tersebut.


Semua rencana Putri Jifana memang berjalan dengan lancar, akan tetapi ada beberapa hal yang tak disangka oleh Putri Jifana. Pertama, sang putri tak mengetahui fakta bahwa Xiao Ziya memiliki cincin ruang yang dapat menampung makhluk hidup di dalamnya. Kedua, Putri Jifana dan para pengiku setianya tertarik dengan semua harta yang tersimpan di dalam cincin ruang milik Xiao Ziya. Ketiga, Putri Jifana tak menyangka kedatangan Pangeran Yozan Zee memancing peperangan antara Xiao Ziya dengan Kerajaan Bulan dan membuat semua rencananya berantakan. Dan yang terakhir Putri Jifana gagal meyakinkan Xiao Ziya untuk membatalkan perang dengan alasan hutang budi yang Xiao Ziya miliki, selain itu Xiao Ziya bisa mengetahui bahwa ia dan yang lain membawa barang barang pribadi milik Xiao Ziya dari dalam cincin ruang itu.


"Gadis itu sangat mengisahkan, jika saja rencana ku berhasil aku akan naik tahta menjadi ratu." gumang Putri Jifana sembari keluar sari aula utama Kerajaan Bulan. Ternyata menghadapi Xiao Ziya tak cukup dengan akting baik dan wajah polos yang Putri Jifana miliki, ditambah lagi Xiao Ziya mengatakan bahwa ia pernah bertemu banyak orang seperti Putri Jifana.


Sedangkan di tempat lain Ratu Rexuca sedang dalam perjalanan menuju Alam neraka, tak butuh waktu lama bagi wanita itu untuk sampai di sana. Penjaga perbatasannya Alam Neraka melihat kedatangan Ratu Rexuca dan menyambutnya dengan ramah, mereka mengetahui identitas wanita itu karna beberapa peri sering datang ke alam neraka untuk melakukan transaksi.


"Hormat kami pada ratu dari Dunia Peri." ucap prajurit neraka yang sedang bertugas untuk menjaga perbatasan.


"Trimakasih atas sambutannya, jika saya boleh tau dimana Raja Artur sekarang?." tanya Ratu Rexuca pada prajurit neraka yang sedang bertugas itu.


"Saat ini Raja Artur sedang berada di istana, silahkan masuk kedalam Yang Mulia Ratu Rexuca." ucap prajurit neraka itu mempersilahkan Ratu Rexuca untuk masuk kedalam wilayah alam neraka.


Tanpa basa basi lagi Ratu Rexuca masuk kedalam, suasana di alam neraka sama seperti biasanya. Beberapa penduduk neraka menundukkan kepala mereka saat melihat ratu dari Dunia Peri sedang melintas di samping ataupun di depan mereka sebagai tanda hormat. Ratu Rexuca sangat senang dengan sikap para penduduk neraka yang sangat ramah, mereka tau cara memperlakukan orang lain dengan baik inilah yang membuat kerja sama antara Alam Neraka dan Dunia Peri berjalan dengan baik.


Tak lama setelahnya Ratu Rexuca sampai di depan gerbang masuk Istana Neraka, para prajurit membukakan gerbang untuk Ratu Rexuca dan mempersilahkan sang ratu masuk ke dalam. Di dalam istana sudah ada Raja Artur yang menunggu tamunya datang, ia baru mendapat kabar dari prajurit beberapa saat yang lalu.


"Senang bisa melihat anda lagi." ucap Raja Artur saat melihat Ratu Rexuca berdiri di depannya.


"Kali ini saya akan menyampaikan kabar buruk pada anda." ucap Ratu Rexuca, setelah mendengar perkataan itu ekspresi Raja Artur berubah drastis.


"Ada apa?." tanya Raja Artur dengan tatapan tajam dan ekspresi serius.


"Beberapa waktu yang lalu nona Ziya memberikan signal tanda bahwa pada token milik suami saya, dengan segera kami berdua datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Nona Ziya mengatakan bahwa Kerajaan Bulan menyatakan perang padanya oleh karna itu saya sedang mempersiapkan pasukan." ucap Ratu Rexuca, ia menjelaskan secara singkat tentang apa yang baru saja terjadi.


Raja Artur menggenggam tangannya dengan erat, ia sangat tak suka dengan keangkuhan Raja dari Kerajaan Bulan itu. Jika peperangan ini akan Segera terjadi maka ia harus mempersiapkan pasukan neraka terbaik yang ia miliki saat ini, selain itu ada beberapa pihak yang harus ikut serta dalam peperangan ini.


"Baiklah saya akan menyiapkan pasukan neraka terbaik untuk meruntuhkan Kerajaan Bulan." ucap Raja Artur dengan sorot mata berwarna merah, pria itu sangat marah sampai ia bertranformasi menjadi wujud iblisnya.


"Sebelum itu tolong beri tau pada yang lain." ucap Ratu Rexuca kemudian menghilang dari hadapan Raja Artur. Sang ratu tak terlalu mengenal sekutu dari Xiao Ziya, ini pertama kalinya Dunia Iblis ikut berperang dengan Xiao Ziya.


Raja Artur segera pergi menuju tempat latihan para prajurit iblis yang berada di belakang istana, setelah sampai di sana Raja Artur meminta seluruh pasukannya untuk berkumpul karna ada hal penting yang harus ia sampaikan.


"Selama sore semuanya, saya harap kalian semua siap untuk berperang. Kali ini ada sebuah kerajaan dari Dunia Manusia Abadi yang menyatakan perang pada junjungan muda kalian. Apakah kalian akan membiarkan junjungan muda berperang sendirian!!!!." triak Raja Artur pada seluruh Prajurit Neraka yang ada di hadapannya. Terlihat sorot mata kemarahan dari semua Prajurit Neraka yang hadir, mereka tak akan membiarkan harga diri junjungan muda mereka diinjak injak oleh orang asing.


"Kami akan berperang mempertaruhkan nyawa kami demi junjungan muda." triak seluruh Prajurit Neraka dengan penuh kemarahan, kali ini mereka akan melenyapkan orang orang yang berani menantang Xiao Ziya.


"Persiapkan diri kalian, kita akan berperang dengan Kerajaan Bulan." ucap Raja Artur meminta seluruh pasukan yang ia miliki untuk menyiapkan diri mereka dengan baik. Kali ini Raja Artur akan membawa seratus ribu Pasukan Neraka, jumlah itu setara dengan seperempat pasukan yang ia miliki saat ini.


Setelah itu Raja Artur bersiap untuk pergi ke Dunia Atas dan bertemu dengan Raja Zeus karna Kerajaan Hitam harus ikut dalam peperangan kali ini. Entah bagaimana reaksi Raja Zeus nantinya setelah mengetahui bahwa sekali lagi ada orang bodoh yang berani menantang putri angkat kesayangannya itu. Raja Artur membutuhkan wakti lima menit untuk sampai di wilayah kekuasaan Kerajaan Hitam, beberapa prajurit penjaga perbatasan mempersilahkan Raja Artur untuk masuk kedalam.


Raja Artur menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk sampai di Istana Hitam dengan cepat, beberapa penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka tanpa sengaja tertabrak oleh Raja Artur hingga mereka jatuh.


"Apa yang baru saja melintas?." ucap seorang pemuda yang tiba tiba jatuh saat ia sedang membeli roti di salah satu kedai.


"Siapa yang berani menabrak saya." ucap salah seorang kepala desa yang jatuh tersungkur ke sungai yang ada di depannya.


Masih banyak keluhan dari penduduk Kerajaan Hitam yang tanpa sengaja ditabrak oleh Raja Artur, apakah reaksi mereka akan tetap sama saat mengetahui fakta bahwa Raja dari Alam Neraka yang telah membuat mereka semua terjatuh.


Saat ini Raja Artur susah berada di depan gerbang masuk Istana Hitam, beberapa prajurit penjaga gerbang meminta pada Raja Artur untuk menunggu sebentar karna saat ini Raja Zeus sedang ada tamu penting.


Di dalam Istana Hitam Raja Zeus sedang berbincang bincang dengan Ratu Min Xunzi, mereka membicarakan tentang Raja Artur yang beberapa hati lalu datang ke wilayah penyihir hitam untuk meminjam token dan sampai saat ini token itu belum dikembalikan. Ratu Min Xunzi hanya khawatir jika hal buruk terjadi pada keponakannya yang berada di Dunia Manusia Abadi karna Raja Artur tak segera memberi kabar.


"Saya takut gadis itu sedang dalam masalah saat ini." ucap Ratu Min Xunzi dengan ekspresi khawatir yang tak bisa ia tutupi.


"Saya bisa mengantar anda kesana dengan formasi sihir kuno yang pernah saya pelajari daru ayah saya dulu." ucap Raja Zeus, Dunia Manusia Abadi sering berselisih paham dengan lapisan dunia yang lain. Dulunya ayah dari Raja Zeus adalah seorang mata mata terpercaya dari penguasa alam neraka sebelum Raja Artur, ayah Raja Zeus mempelajari banyak sihir tingkat tinggi sampai sihir kuno untuk menembus pertahanan Dunia Manusia Abadi.


Di luar Istana Kerajaan Hitam, Raja Artur bersikeras untuk masuk kedalam karna ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Para prajurit penjaga gerbang tak kalah keras kepala dengan Raja Artur, mereka tetap melarang pria itu masuk kedalam karna akan mengganggu perbincangan raja mereka dengan seorang tamu penting.


Karna keributan yang terjadi cukup menyita perhatian banyak pelayan maupun prajurit lain yang berjaga di dalam istana, salah seorang prajurit memberitahukan hal itu pada Pangeran Zeeling yang sedang berlatih pedang di halaman samping.


"Salam hormat saya pada Pangeran Zeeling." ucap prajurit itu dengan membungkukkan badannya.


"Saya terima salam anda, apa yang ingin anda sampaikan pada saya?." tanya Pangeran Zeeling dengan Raut wajah kebingungan. Tak biasanya prajurit berani mengganggu sang pangeran yang sedang berlatih, mungkinkah ada hal penting yang ingin prajurit itu sampaikan?.


"Ada seorang pria yang bersikeras untuk bertemu dengan ayah anda, namun Raja Zeus saat ini sedang ada tamu penting. Para prajurit penjaga gerbang sedang menahan pria itu, saya hanya takut pria itu bertindak lebih jauh lagi." ucap sang prajurit.


"Saya akan melihatnya sendiri, trimakasih atas informasinya kau bisa kembali ke tempatmu." ucap Pangeran Zeeling, sang pangeran langsung menghentikan latihannya dan pergi menuju gerbang masuk istana.


Pangeran Zeeling melebarkan matanya saat mengetahui pria yang dikatakan oleh sang prajurit adalah Raja Artur, pantas saja tak ada yang dapat mengatasi pria itu. Dengan cepat Pangeran Zeeling menghampiri Raja Artur dan meminta para prajurit penjaga gerbang membiarkannya masuk kedalam.


"Dimana ayahmu sekarang?." tanya Raja Artur saat bertatapan dengan Pangeran Zeeling, ia tak memiliki banyak waktu.


"Ayah sedang membicarakan hal penting dengan seorang tamu." ucap Pangeran Zeeling dengan ekspresi bingung, tak biasa Raja Artur memprihatinkan ekspresi marah ketika datang ke Kerajaan Hitam.


"Saya ingin bertemu dengannya sekarang, ini sangat penting menyangkut keselamatan adik perempuan angkat mu." ucap Raja Artur langsung pada intinya agar diizinkan masuk ke dalam istana, ia harus mempersiapkan pasukannya sendiri untuk terjun dalam medan perang.


Mendengar perkataan dari Raja Artur membuat Pangeran Zeeling tak tenang, dengan cepat ia menarik Raja Artur masuk ke dalam istana untuk bertemu dengan ayahnya. Pangeran Zeeling tak peduli jika ayahnya nanti akan marah, karna keselamatan Xiao Ziya di atas segalanya.


Raja Zeus dan Ratu Min Xunzi sedang mempersilahkan segala sesuatu untuk membuat formasi sihir kuno tingkat tinggi agar mereka bisa pergi ke Dunia Manusia Abadi, saat Raja Zeus ingin merapalkan mantra ada seseorang yang membuka pintu ruang kerjanya dengan sangat kencang. Akhirnya Raja Zeus terkejut dan gagal membaca mantra kuno tersebut.


"Mengapa kau tak mengetuk pintu terlebih dahulu putraku?." tanya Raja Zeus yang menatap Pangeran Zeeling dengan tajam, ia tak pernah mengajari putranya hal hal tak sopan seperti itu.


"Saya yang memintanya untuk menerobos masuk." ucap Raja Artur dengan tatapan datar. Kedatangan Raja Artur membuat Raja Zeus dan Ratu Min Xunzi tak percaya, beberapa saat yang lalu mereka baru saja membicarakan tentang pria itu.


"Kau sudah kembali?." tanya Ratu Min Xunzi dengan ekspresi senang, ia bisa meminta kembali token identitasnya itu lalu pergi ke Dunia Manusia Abadi untuk melihat Xiao Ziya.


"Baguslah kau juga ada di sini Ratu Min Xunzi, ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada kalian berdua." ucap Raja Artur dengan ekspresi serius, suasana di ruang kerja Raja Zeus menjadi sangat tegang, mereka menantikan hal yang ingin di sampaikan oleh Raja Artur.


"Kerajaan Bulan menyatakan perang pada Xiao Ziya. Saya dan Ratu Rexuca sedang mempersiapkan pasukan untuk membantu gadis itu, jika kalian berdua ingin ikut serta dalam perang tersebut, segera persiapkan pasukan kalian." ucap Raja Artur dengan semangat yang menggebu gebu. Ia sudah tak sabar untuk membumi hanguskan Kerajaan Bulan yang berani menantang penerusnya.


"Sialan, sejak kapan Kerajaan Bulan mulai menunjukkan taringnya." ucap Ratu Min Xunzi dengan geram, sepertinya Raja Anling Zee sudah mulai menyusun rencana untuk menguasai Dunia Manusia Abadi secara utuh. Jika Kerajaan Bulan menang dalam peperangan ini, bisa di pastikan beberapa kerajaan kecil yang ada di Dunia Manusia Abadi akan tunduk padanya.


"Saya akan menyiapkan pasukan terbaik yang saya miliki." ucap Raja Zeus, ia akan membantu putri angkatnya untuk memenangkan perang kali ini.


"Saya akan segera kembali ke wilayah penyihir hitam. Saya akan menyiapkan pasukan penyihir hitam tingkat tinggi untuk membantu gadis itu." ucap Ratu Min Xunzi, ia tau Klan Yuang Yie tak akan turun tangan dalam peperangan kali ini meski cucu pemimpin klan lah yang ditantang oleh Kerajaan Bulan. Ratu Min Xunzi akan menjaga keponakan kesayangannya itu dengan sekuat tenaga, jika hal buruk terjadi pada Xiao Ziya ia takut Lee Brian akan melakukan hal yang gila.


"Baiklah saya akan kembali, persiapkan diri kalian sebaik mungkin karna ini peperangan skala besar." ucap Raja Artur yang langsung menghilang begitu saja di susul oleh Ratu Min Xunzi.


"Saya akan memimpin beberapa pasukan saat perang berlangsung." ucap Pangeran Zeeling, ia ingin turun tangan membantu sang adik.


"Kau dan Pangeran Anz tetaplah di kerajaan, ayah yang akan pergi ke medan perang." ucap Raja Zeus, melawan orang orang dari dunia manusia abadi adalah hal yang cukup sulit. Raja Zeus tak akan membiarkan kedua putranya itu terluka karna ikut serta dalam peperangan.


"Mengapa kami tak boleh ikut?." tanya Pangeran Zeeling.


"Musuh kali ini sangat berbahaya, ayah harap kalian berdua bisa mengerti." ucap Raja Zeus kemudian pergi meninggalkan putra pertamanya itu.


Hai hai semuanya akhirnya author bisa up lagi nih, maaf kemaren ada kesibukan yang ga bisa di tunda jadi ga up kemaren tuh. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.