RATU IBLIS

RATU IBLIS
Lembah Kehidupan


Yangrang berusaha untuk bangkit dan setelah berhasil ia langsung menghampiri Xiao Ziya. Yangrang menatap gadis yang telah membunuh kedua orang tuanya itu dengan tatapan penuh kebencian, gadis itu akan menjalani kehidupan yang sangat sepi dan menakutkan karna tak ada lagi ayah yang selalu siap untuk melindunginya serta ibu yang akan selalu menjaganya. Yangrang sangat ingin memukul Xiao Ziya namun tubuhnya terasa sangat lemas hingga ia tak mampu mengangkat telapak tangannya dengan tinggi sedangkan Xiao Ziya hanya memberikan tatapan datar pada gadis itu.


"Dari awal seharunya Nona Yangrang tau bahwa saya bukanlah seorang gadis yang baik hati meski saya telah menyelamatkan Anda." ucap Xiao Ziya dengan nada datar.


"Anda seharusnya tau tak semua orang akan diam saja ketika Anda hina." lanjut Xiao Ziya dengan kilauan mata berwarna merah darah.


"Dan Anda juga perlu tau bahwa tak selamanya kedua orang tua Anda akan tetap ada dan melindungi Anda. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh Nona Yangrang?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman meledek, setelah hari ini tak ada lagi orang tua yang akan memanjakan gadis itu.


"Apa kau tak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuamu? apa ibumu tak pernah mengajarkan mu untuk menjadi gadis anggun yang rendah hati. Apa yang mereka ajarkan hingga melahirkan gadis iblis seperti dirimu." ucap Yangrang penuh dengan emosi, ia sudah tak peduli lagi dengan kehidupannya di masa depan karna semuanya telah hancur. Lebih baik jika ia ikut mati bersama kedua orang tuanya, mungkin saja mereka bisa berreingkarnasi di tempat dan waktu yang sama.


"Ibu? ah maaf saya dibesarkan oleh seorang ayah." jawab Xiao Ziya dengan santai, saat ini wanita yang seharusnya memiliki status sebagai ibunya tak mengakui gadis itu.


"Sekarang bunuh saya saja, cepat bunuh." ucap Yangrang yang memegang ujung pedang hitam milik Xiao Ziya, gadis itu ingin menusuk perutnya menggunakan pedang tersebut. Sebelum hal itu terjadi Xiao Ziya langsung memasukkannya kembali ke dalam cincin semesta miliknya.


Xiao Ziya mengepalkan tangannya dengan erat kemudian memukul punggung Yangrang dengan sangat kencang hingga terdengar suara retakan nyaring di telinga semua orang. Raja Ming Gu dan Putra Mahkota Ming Zu memejamkan mata mereka karna tak sanggup membayangkan betapa sakitnya punggung Yangrang saat ini. Setelah selesai melakukan hal itu Xiao Ziya langsung mengambil sebuah racun dari dalam cincin semesta miliknya, ia memaksa Yangrang untuk membuka mulut setelah itu racun diminumkan dengan paksa.


"Tuju hari mulai dari malam nanti akan ada banyak kejutan yang terjadi pada tubuh Nona Yangrang, tak ada satu tabib ataupun alkemis yang dapat membuat penawar racun itu. Selamat menikmati hari hari indah sebelum kematian datang menjemput Anda Nona Yangrang." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar kemudian gadis itu pergi meninggalkan rumah Keluarga Bangsawan Wiyangrang.


Yangrang melihat ke arah Xiao Ziya yang semakin jauh darinya, ia belum bisa menerima kekalahannya hari ini. Meski tuju hari lagi ia akan mati, gadis itu akan mencari sebuah cara agar kematiannya tak sia sia. Yangrang masuk kedalam rumah dan meminta beberapa prajurit untuk membawa jasad kedua orang tuanya untuk dibawa masuk kedalam. Raja Ming Gu dan Putra Mahkota Ming Zu berlari untuk menyusul Xiao Ziya, mereka ingin mengadakan jamuan makan malam di Istana Kerajaan Ming Tuo untuk menyambut kedatangan gadis itu.


"Tunggu sebentar Nona Besar Xiao Ziya, bisakah Anda tetap di sini untuk menghadiri pesta jamuan makan malam yang akan saya buat?." tanya Raja Ming Gu dengan sopan, ia tak bisa memaksa gadis itu untuk menerima ajakannya itu. Mungkin Xiao Ziya hanya melintas di wilayah kerajaannya karna gadis itu memiliki banyak hal yang harus ia lakukan.


"Maaf saya tak bisa menerima undangan Anda karna saya harus segera melanjutkan perjalanan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis untuk mengurangi suasana canggung diantara mereka.


"Baiklah jika begitu saya tak bisa memaksa Anda untuk tetap tinggal." jawab Raja Ming Gu dengan raut wajah kecewa.


"Saya akan akan datang setelah tugas ini selesai, pastikan Istana Kerajaan Ming Tuo menyiapkan hidangan terbaik mereka." ucap Xiao Ziya, saat perjalanan pulang ia akan melalui rute yang sama. Mungkin saat itu ia bisa mampir di Istana Kerajaan Ming Tuo dalam kurun waktu satu hari penuh untuk menerima sambutan dari raja.


"Terimakasih karna memberi kami kesempatan untuk melayani Nona Besar Xiao Ziya." ucap Raja Ming Gu yang terlihat sangat senang setelah mendengar perkataan dari Xiao Ziya.


"Saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya kemudian melesat pergi meninggalkan Raja Ming Gu dan Putra Mahkota Ming Zu. Gadis itu melesat menuju perbatasan Kerajaan Ming Tuo dengan wilayah Lembaga Kehidupan, tempat ketiga yang harus gadis itu lalui untuk sampai di Desa Elnz adalah Lembah Kehidupan.


Putra Mahkota Ming Zu mengangkat sebelah alisnya, jika Xiao Ziya pergi ke arah itu artinya ia ingin pergi menuju Lembah Kehidupan. Entah apa yang ingin gadis itu lakukan di sana, yang pasti Putra Mahkota Ming Zu berharap Xiao Ziya dapat kembali dalam kondisi selamat. Raja dan Putra Mahkota berjalan dengan santai menuju istana Kerajaan Ming Tuo, apa yang terjadi hari ini membuat fikiran mereka terbuka. Entah dari mana seseorang itu lahir tak ada yang tau masa depan seperti apa yang akan ia gapai, Xiao Ziya yang lahir dan dibesarkan di Dunia Bawah dapat menggunakan banyak orang yang tinggal di lapisan dunia bagian atas.


Di sisi lain saat ini Yie Junghwa dan Yie Cinling sudah berada di hutan perbatasan antara wilayah Klan Yie dengan wilayah Kerajaan Bulan, mereka berdua berhasil kabur dari pengawasan prajurit penjaga perbatasan dengan melewati dinding bagian samping. Kedua pemuda itu memanjat saat pengawasan sedang lengah, mereka segera berlari ke dalam hutan dan berusaha secepat mungkin untuk sampai di Kerajaan Bulan. Saat ini Klan Yie sedang digemparkan dengan berita kematian wakil pemimpin mereka yaitu Yie Fufu dalam kondisi yang sangat mengenaskan, para ketua Klan Yie sedang mengadakan rapat untuk menyelidiki siapa pelaku dari pembunuhan tersebut.


"Selama ini tak ada orang yang dapat keluar masuk dengan mudah kedalam Klan Yie, artinya pelaku dari pembunuhan ini adalah seseorang yang berada di dalam klan." ucap Yie Jungmin yang memimpin rapat kali ini karna pemimpin mereka berhalangan untuk hadir.


"Diantara kita tak ada yang berkhianat, mungkinkah semua ini rencana kakek tua itu." ucap Yie Mingha yang curiga pada Yie Gu. Kematian yang terjadi pada anggota Klan Yie selalu disebabkan oleh pria tua itu.


"Saya juga berfikir demikian, lalu bagaimana dengan kedua putra Yie Laingfu? apakah mereka sudah berhasil keluar dari wilayah Klan Yie?." tanya Yie Jungso dengan penuh harapan, kekacauan yang terjadi puluhan tahun yang lalu tak boleh terulang kembali. Banyak nyawa yang telah hilang hanya untuk memenuhi ketamakan dari Yie Gu dan Yie Weinje.


"Selama Yie Munha baik baik saja maka dapat dipastikan seseorang yang mereka berdua sembah tak akan datang." ucap Yie Jungmin. Ia pernah mengintip prosesi pemanggilan yang dilakukan oleh Yie Gu dan Yie Weinje meski tak sampai sosok itu datang.


"Bisakah kita meminta bantuan pada Nona Ziya? dia satu satunya harapan yang dapat menghentikan semua ini." ucap Yie Sanron yang ingin meminta bantuan pada Xiao Ziya karna hanya gadis itu yang memiliki gadis keturunan resmi dari Yie Linyia.


"Saat ini Nona Ziya sedang melakukan perjalanan, mungkin ia akan kembali kurang lebih satu minggu lagi." jawab Yie Jungmin dengan tatapan sedih, seharusnya mereka tak pernah membiarkan Yie Gu menjadi pemimpin dari Klan Yie.


Hari sudah mulai larut dan saat ini Xiao Ziya hampir sampai di Lembah Kehidupan, gadis itu melihat sebuah garis berwarna putih terang yang menjadi pembatas antara hutan du wilayah Kerajaan Ming Tuo dengan wilayah Lembah Kehidupan. Perlahan lahan gadis itu melangkah masuk, hal pertama yang ia rasakan adalah energi suci yang sangat kuat terpancar dari dalam lembah tersebut.


"Sepertinya ada hal menarik di dalam sana." ucap Xiao Ziya dengan tatapan puas, tak sia sia ia melakukan perjalanan yang cukup jauh dan mengikuti peta pemberian dari kakek tua itu.


"Sebaiknya saya berisitirahat terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang melihat ke arah pepohonan yang ada di sekitarnya kemudian gadis itu naik ke sebuah pohon yang paling tinggi diantara yang lain. Setelah sampai di bagian paling atas, Ziya dengan segera membuat sebuah dinding ruang agar ia tak terjatuh saat tidur nanti. Dari atas sana Xiao Ziya dapat merasakan bahwa ada makhluk suci yang tinggal di dalam Lembah Kehidupan, kemungkinan besar makhluk itu telah merasakan kehadiran orang asing yang memasuki wilayah kekuasaannya.


Seekor Harimau Ying dengan corak berwarna putih dan emas sedang berdiam diri di dalam sebuah gua yang ada di Lembaga Kehidupan, harimau itu membuka matanya dengan lebar karna merasakan ada orang asing yang masuk kedalam lembah tersebut. Harimau Ying adalah salah satu binatang yang tumbuh dan dibesarkan di alam dewa, harimau itu sengaja di kirim oleh para Dewa dan Dewi terdahulu untuk menjaga Lembah Kehidupan dari orang orang yang ingin merusaknya. Karna alasan itulah tak semua orang dapat melintasi garis putih yang menjadi pembatas antara Lembah Kehidupan dengan wilayah Kerajaan Ming Tuo dan setelah delapan puluh dua tahun berlalu, Xiao Ziya adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di Lembaga Kehidupan.


"Manusia mana yang berani masuk kedalam wilayah ku ini." ucap Harimau Ying itu dengan sorot mata tajam, ia memutuskan keluar dari dalam goa tempatnya beristirahat selama puluhan tahun. Binatang lain yang tinggal di lembah itu langsung masuk ke dalam sarang mereka setelah merasakan aura keberadaan dari Harimau Ying.


Xiao Ziya yang masih berada di atas pohon langsung memposisikan dirinya untuk tidur, gadis itu mengeluarkan bantal serta selimut yang sempat ia beli ketika berada di Lapisan Semesta Tingkat Rendah. Setelah dirasa cukup nyaman gadis itu mulai memejamkan matanya secara perlahan, di sisi lain saat ini Harimau Ying sedang mencari manusia yang berhasil masuk kedalam Lembah Kehidupan ia ingin tau apa niatan dari manusia itu hingga nekat masuk kedalam.


"Dimana manusia itu berada." ucap Harimau Ying dengan raut wajah geram, ia sudah mengelilingi setengah dari wilayah kekuasaannya namun tak ada jejak kaki yang ia temukan.


"Apa yang membuatmu cemas kawan?." tanya seekor Elang Api yang turun dari atas langit.


"Ada manusia yang masuk kedalam Lembah Kehidupan." ucap Harimau Ying itu pada Elang Api yang telah menemaninya selama ratusan tahun.


Elang Api yang menjaga Lembah Kehidupan berasal dari Lapisan Dunia Misterius, hanya orang orang tertentu yang dapat pergi ke sana. Elang Api diminta untuk menjaga energi suci yang terpancar di dalam Lembah Kehidupan itu karna menjadi bagian penting dari keseimbangan dunia, jika seseorang dengan niatan buruk mengambil semua energi suci itu maka akan terjadi bencana besar yang melanda beberapa lapisan dunia.


"Aku akan membantumu untuk mencarinya." ucap Elang Api itu yang langsung terbang ke atas langit untuk menemukan titik dimana manusia itu berada.


Harimau Ying sibuk mencari di darat sedangkan Elang Api sibuk mencari di udara sedangkan manusia yang menjadi penyebab kepanikan kedua binatang itu sedang tertidur dengan lelap, Xiao Ziya hanya tersenyum tipis karna ia juga merasakan aura dari kedua binatang suci yang sedang mencarinya. Elang Api samar samar melihat sebuah dinding sihir yang dibuat pada sebuah pohon tinggi, Elang Api itu berusaha untuk mendekat dan memastikan dari mana dinding sihir itu berasal.


"Siapa gadis yang tengah tertidur pulas itu." gumang sang Elang Api dengan tatapan heran, ia ingin lebih dekat lagi namun dinding sihir itu tiba tiba memancarkan energi emas dalam jumlah yang cukup besar sehingga sang Elang Api jatuh ke bawah.


Dari kejauhan Harimau Ying melihat rekannya sedang terjun bebas ke bawah, dengan segera ia berlari secepat mungkin dan menangkap Elang Api itu agar tak membentur tanah. Untunglah Harimau Ying itu tepat waktu dan berhasil menangkap si Elang Api.


"Apa yang terjadi padamu?." tanya Harimau Ying dengan tatapan bingung, tak mungkin jika manusia yang berhasil melewati garis putih pembatas itu sedang berada di atas langit dan menyerang Elang Api.


"Manusia yang kau cari berada di atas pohon ini, ia sedang tertidur dengan lelap. Saat aku ingin melihatnya lebih dekat ada energi berwarna emas yang menghalangi penglihatan dan membuatku terjatuh." jelas si Elang Api dengan nafas tak beraturan.


"Sebaiknya kita berjaga di bawah sini hingga hadis itu turun dengan sendirinya. Para Dewa pernah mengatakan orang jahat tak dapat merubah energi membunuh ataupun energi kematian menjadi energi emas, namun orang dengan hati murni dapat melakukannya meski ia telah membunuh jutaan jiwa." ucap Harimau Ying itu. Akhirnya keduanya memilih untuk berjaga di bawah pohon tempat Xiao Ziya sedang tertidur. Mereka akan menanyakan maksud gadis itu memasuki wilayah Lembah Kehidupan, bila gadis itu adalah musuh maka dengan terpaksa ia harus dilenyapkan.


Malam itu Yie Junhwa dan Yie Cinling terus berlari menuju wilayah perbatasan Kerajaan Bulan, untunglah mereka dapat sampai dengan selamat. Para penjaga gerbang melihat keduanya dengan tatapan sinis, mereka mengira kedatangan kedua pemuda dari Klan Yie itu untuk membuat kekacauan di wilayah Kerjaan Bulan.


"Maaf orang orang dari Klan Yie dilarang untuk masuk." ucap salah seorang prajurit penjaga wilayah perbatasan dengan tatapan tak suka.


"Kami tau banyak hal yang terjadi antara Klan Yie dengan Kerajaan Bulan, kami datang bukan untuk mencari masalah dengan kalian. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada adik Yie Munha." ucap Yie Junghwa dengan nafas tersengal sengal, ia terpaksa berbicara banyak walau sedang kelelahan.


"Kami tetap tak bisa membiarkan kalian berdua untuk masuk ke dalam, hari sudah malam dan Noma Yie Munha sedang berisitirahat." ucap prajurit penjaga perbatasan yang lain. Meski kedua pemuda itu tak tampak mencurigakan namun mereka tetaplah bagian dari Klan Yie.


"Tolong izinkan kami berdua masuk kedalam, kalian bisa mengawal kami jika tak percaya." ucap Yie Cinling dengan tatapan memohon, ia tak ingin menggunakan cara kekerasan agar bisa masuk kedalam sana.


Hai hai semua author butuh bantuan kalian nih, klik profil author terus kilik bagian tranding. Kalian bisa lakuin sesuai instruksi yang ada di postingan terakhir author ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.