
Saat ini Xiao Ziya tengah berada di bukit belakang paviliunnya, gadis itu hanya menatap kosong kesepan. Zier yang melihat tuannya sedang bersedihpun merasa tak tega.
Perubahan sikap Xiao Yan yang terlalu drastis tentu membuat Xiao Ziya tak dapat percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengan. Bukankah sebelumnya Xiao Yan adalah kakak laki laki yang begitu mencintainya dan akan selalu melindunginya. Bukankah Xiao Yan juga berjanji walau Xiao Ziya hanya adik tirinya, namun Xiao Yan akan selalu mencintai Xiao Ziya seperti adik kandungnya sendiri.
Ini sangat tidak masuk akal, mengapa dalam waktu dua puluh empat jam kakaknya bisa berubah drastis dan terlihat seperti orang lain. Tentu saja Xiao Ziya tak dapat menerima semua itu.
"Yan gege, aku percaya kau tetaplah Yan gegeku yang dulu, mungkin ada sebuah cara agar kau sadar kekuasaan memang penting namun keluarga jauh lebih penting." ucap Xiao Ziya dengan air mata yang menetes. Isak tangis pelan mulai terdengar walau hanya samar samar.
Hati gadis kecil itu benar benar hancur karna perlakuan dari kakak laki lakinya. Sebenarnya bisa saja Xiao Ziya mengacuhkan Xiao Yan, lagipula gadis itu memiliki banyak kakak laki laki yang siap menjaga dan menyayanginya.
"Nona, apakah nona baik baik saja? Zier merasa sedih ketika melihat nona menangis." ucap Zier dengan mata yang berkaca kaca.
Ziya langsung memeluk harimau kesayangannya itu.
"Aku baik baik saja, kau tak perlu khawatir." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang dipaksakan.
Karna tak ingin membuat orang lain cemas, Xiao Ziyapun kembali ke paviliunnya bersama Zier. Setelah tiba di paviliun, Xiao Ziya langsung menuju halaman depan dan duduk bersandar di sebuah pohon persik yang sedang berbunga.
"Suasana di sini sangat menenangkan, Zier aku ingin tidur sebentar. Jika ada yang mencariku bangunkan saja aku." ucap Xiao Ziya yang langsung memejamkan matanya.
Dunianya memang sedang kacau banyak yang terjadi tanpa ia prediksi, setidaknya dengan tertidur dan memasuki alam mimpi gadis itu bisa merasa sedikit lebih tenang.
Sedangkan di aula Klan Xiao para ketua dan juga mereka yang baru kembali dari istana kekaisaran sedang berkumpul. Mereka sedang mendiskusikan tentang sikap Xiao Yan hari ini.
"Saat ini sikap putraku sudah melewati batas, apa aku telah gagal mendidiknya?." ucap Xiao Cunyu yang mersa sangat terpukul dengan perubahan Xiao Yan.
"Ini bukan salah ayah, Yan gege pasti sudah di hasut oleh orang lain." ucap Xiao Xun yang berusaha untuk menenangkan ayahnya.
"Bagaimana kondisi adik Ziya sekarang?." ucap Xiao Yuna yang sangat khawatir dengan saudarinya, karna Xiao Ziyalah yang mendapat kebencian dari Xiao Yan.
"Gadis itu pasti sedang menyendiri." ucap Pangeran Kegelapan yang juga cemas dengan kondisi Xiao Ziya.
"Lebih baik kita biarkan dia menenangkan diri terlebih dahulu, kalian pasti lelah kembalilah ke paviliun atau rumah tinggal masing masing." ucap Xiao Ciyun yang sedikit bingung dengan kondisi saat ini.
Sebenarnya Xiao Yan tak salah jika ingin menghukum Xiao Ziya atas tindakan yang gadis itu lakukan, karna hukum memang tak memandang status keluarga atau apapun itu. Namun sikap Xiao Yan yang terlalu kasar pada Ziyalah yang membuat ini terjadi. Bukankah semua orang sudah tau bahwa Xiao Ziya memang tak akan tunduk oleh siapapun kecuali sang pencipta alam semesta dan juga orang tuanya.
"Aku sangat mengkhawatirkan putriku." ucap Xiao Cunyu yang sedang berada di paviliunnya bersama Raja Artur.
"Putrimu tak akan membenci kakaknya sendiri percayalah." ucap Raja Artur yang memang sangat mengenal jiwa Xiao Ziya yang sekarang.
"Pasti putri kecilku itu sedang menangis." ucap Xiao Cunyu yang saat ini hanya memikirkan tentang putrinya saja.
Sedangkan disebuah tempat tersembunyi yang ada di dalam istana kekaisaran sedang berkumpul beberapa orang yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu.
"Kaisar baru hanya sendian sekarang, tak ada yang mendukungnya ini saat yang tepat untuk menghancurkannya." ucap seseorang yang tak terlalu jelas wajahnya karna ruangan itu sangat gelap tanpa pencahayaan.
"Bagaimana jika tiba tiba gadis sialan itu datang dan membantu." ucap yang lainnya, sepertinya ia khawatir jika Xiao Ziya akan datang membantu Xiao Yan.
"Gadis itu tidak akan datang, dia sudah sangat kecewa pada kakaknya." jawab yang lain.
Saat ini berita kekejaman kaisar baru pada adiknya sendiri sudah menyebar di seluruh penjuru wilayah Kekaisaran Qiyu, bahkan berita itu juga sampai ke telinga Pangeran Qin Enso yang sedang berada di Kerajaan barat.
"Bagaimana kondisi gadis itu sekarang, pasti dia sangat sedih." ucap Pangeran Qin Enso yang sedang melihat pemandangan dari jendela kamarnya.
"Apa kau sedang mencemaskan adik Xiao Ziya?." tanya Putri Qin Yisung yang merupakan kakak perempuan dari Pangeran Qin Enso.
"Gadis itu memang kuat dan hebat dalam seni beladiri, namun siapa yang tau serapuh apa hatinya." ucap Pangeran Qin Enso yang sebenarnya ingin pergi untuk melihat kondisi Xiao Ziya, namun masih banyak urusan kerajaan yang harus ia selesaikan.
Saat ini gadis yang tengah dicemaskan oleh semua orang masih tertidur di bawah pohon persik, Zier masih setia menunggu Xiao Ziya hingga gadis itu bangun. Untung saja Zier memiliki cemilan jika tidak ia akan kelaparan.
Tak lama setelah itu terdengar langkah kaki seseorang yang mengalihkan perhatian Zier dan ternyata itu langkah kaki Pangeran Kegelapan, Xiao Xun, dan juga Aron.
"Berapa lama gadis itu tertidur di sana?." tanya Pangeran Kegelapan yang melihat adiknya sedang tertidur pulas.
"Nona Ziya sudah tertidur cukup lama, dan ia berpesan jika ada yang mencarinya bangunkan saja." ucap harimau itu.
Xiao Xun mendekat dan duduk di samping Xiao Ziya, dia menatap adiknya dengan lekat.
"Pasti sangat sulit bagimu sekarang ini, tidurlah kakak akan menemanimu." ucap Xiao Xun yang malah ikut tidur bersama dengan Xiao Ziya. Akhirnya Pangeran Kegelapan dan Aron melakukan hal yang sama. Melihat itu Zier merasa lega karna masih banyak yang sayang dan peduli pada nonanya.
Haripun sudah sore, akhirnya Xiao Ziya terbangun dari tidurnya. Dan betapa terkejutnya ia melihat tiga orang kakak laki lakinya sedang tidur bersandar di pohon persik sama seperti yang ia lakukan.
"Zier sejak kapan mereka ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang kebingungan.
"Sejak tadi nona." jawab Zier.
Akhirnya Xiao Ziya memutuskan untuk membangunkan ketiga kakak laki lakinya itu karna hari sudah sore dan sebentar lagi malam akan datang.
"Xun gege, Zue gege, Aron gege bangun ini sudah hampir malam." ucap Xiao Ziya yang berusaha untuk membangunkan mereka bertiga.
Akhirnya ketiga pemuda tampan itu bangun dan langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat. Mereka masih saja sangat cemas dengan kondisi Ziya.
"Kami tak akan meninggalkanmu, dan kau bisa pegang kata kata kami." ucap mereka bertiga dengan serempak, Xiao Ziya tersenyum dia menilih untuk percaya walau tak sepenuhnya.
"Ayolah aku baik baik saja, lebih baik kalian kembali ke paviliun masing masing dan segera mandi." ucap Xiao Ziya pada Xiao Xun dan juga pangeran Kegelapan. Mereka berdua pun menurut dengan perintah Ziya.
Sedangkan Aron masih ada di sana, ia masih enggan untuk pergi. Bagaimana jika adik kecilnya itu tiba tiba memerlukan seseorang untuk dijadikan teman bicara.
"Ada keperluan apa Aron gege menemuiku?." tanya Xiao Ziya, karna kakak laki lakinya yang satu ini akan datang ketika mendapat berita yang penting.
"Sepertinya rakyat murka pada kaisar baru." ucap Aron yang kemudian menjelaskan detailnya pada Xiao Ziya. Gadis itu tak menyangka bahwa rakyat kekaisaran Qiyu begitu mencintainya.
"Awasi pergerakan Yan Gege pastikan dia aman." perintah Xiao Ziya pada Aron. Dan tanpa bertanya lagi Aron segera pergi untuk melaksanakan perintah dari Xiao Ziya.
Hai hai semua balik lagi bareng author nih,
Jangan lupa like, vote, komen, rate, share ya.