RATU IBLIS

RATU IBLIS
Masalah Lagi?


Xiao Ziya dan Xiao Yuna masih berbincang bincang sembari memakan cemilan yang dibawa Xiao Yuna tadi. Melihat ia yang diacuhkan oleh kedua orang itu membuat Xiao Muer semakin kesal dan marah. Rasa sakit di tubuh dan wajahnya semakin menjadi jadi dia lebih baik mati saja daripada merasakan penderitaan seperti itu.


"Gadis sialan lebih baik bunuh saja aku." triak Xiao Muer yang kembali mengumpulkan sisa sisa tenaganya untuk meneriaki Xiao Ziya.


"Ah kau ingin mati? bagaimana ya tapi saya belum puas menyiksa anda." ucap Xiao Ziya yang tersenyum jahat.


"Adik bukankah lebih baik kita pergi saja, lihatlah wajahnya sudah berubah menjadi menjijikan seperti itu." ucap Xiao Yuna yang merasa mual ketika melihay wajah Xiao Muer yang semakin membusuk itu.


"Baiklah jiejie kita pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang mengajak Xiao Muer untuk pergi.


Saat berada di luar paviliun Xiao Bing gadis itu membacakan sebuah mantra sihir. Ia membuat paviliun milik Xiao Bing tak bisa terlihat oleh orang lain selain dirinya dan orang orang yang ia kehendaki. Itu akan lebih baik karna bisa jadi nanti akan ada yang datang untuk menolong gadis itu karna rasa simpati.


Setelah itu Xiao Ziya dan Xiao Yuna pergi menuju ke paviliun milik Xiao Ziya yang berada di Klan Xiao. Paviliun yang sudah lama tak ia kunjungi itu tampak masih bersih dan juga rapi.


"Adik Ziya aku ingin meminta bantuan padamu." ucap Xiao Yuna yang memperlihatkan wajah cemas.


Kemarin sebelum Xiao Ziya kembali ke Wilayah Kekaisaran Qiyi kekasih dari Xiao Yuna yaitu Muyen diminta oleh sang ayah untuk pulang karna ada suatu permasalahan yang cukup serius. Saat Xiao Yuna meminta penjelasan dari sang kekasih namun Muyen hanya diam saja dan pergi begitu saja tanpa menjelaskan apapun. Hal itulah yang membuat hati Xiao Ziya sangat cemas dan juga gusar.


"Ah jadi kakak ipar pulang kerumahnya tanpa memberitau alasannya pada jiejie?." ucap Xiao Ziya yang mencoba untuk mencerna apa yang Xiao Yuna ceritakan padanya.


"Iya dan aku merasa sangat cemas." ucap Xiao Yuna yang merasakan firasat buruk sebelum kekasihnya itu pergi.


Xiao Ziya mengajak Xiao Yuna untuk kembali ke akademi terlebih dahulu mereka perlu mengintrogasi beberapa teman dekat Muyen.


Saat tiba di akademi Xiao Ziya dan Xiao Yuna pergi untuk menemui Felix yang sedang berada di asramanya. Xiao Ziya dan Xiao Yuna yang berjalan menyusuri asrama pria tentu saja menarik perhatian beberapa murid pria yang sedang ada di luar kamar mereka.


Tok tok tok


Suara pintu asrama Felix yang diketuk, dengan segera pemuda itu membuka pintu.


"Ternyata Master Ziya dan saudari Yuna ada perlu apa kalian mencariku?." tanya Felix yang merasa heran karna tak biasanya mereka datang untuk mengunjunginya.


"Apakah kau tau alasan Muyen kembali ke rumahnya?." tanya Xiao Ziya yang langsung mengatakan maksut mereke.


"Ah itu dia tak menceritakan apapun padaku." ucap Felix yang berkata dengan jujur.


Karna Felix tak mengetahui apapun Xiao Ziyapun menanyakan dimana Muyen tinggal. Feling mengatakan bahwa Muyen berasal dari keluarga bangsawan Mung-e yang ada di Kekaisaran Lungzo. Saat mendengar nama Kekaisaran Lungzo darah Xiao Ziya kembali mendidih. Jika kepulangan Muyen ada hubungannya dengan titah kaisar sampah itu maka ia akan menghancurkannya.


"Yuna jiejie kau ingin ikut denganku atau tetap di akademi, jika kau ikut mungin saja akan terluka." ucap Xiao Ziya yang bertanya apalah jiejienya itu ingin ikut dengannya ataupun tidak.


"Aku akan ikut dengan adik apapun yang terjadi." ucap Xiao Yuna yang ingin memastikan bahwa kekasihnya itu baik baik saja atau tidak.


"Bersiaplah malam ini kita akan berangkat sebelum itu aku harus pergi ke istana kekaisaran terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi meninggalkan Xiao Yuna yang masih berada di lorong asrama pria.


Xiao Ziya sudah menduga orang orang dari istana Lungzo tak akan diam saja dan akan melakukan sesuatu yang membuatnya kesal. Tak lama gadis itu sampai di istana kekaisaran. Ia langsung pergi menuju aula kekaisaran disana tampak kakaknya dan beberapa petinggi yang sedang melakukan rapat penting.


"Ada apa ini?." tanya Xiao Ziya yang merasa ada yang aneh.


"Kemarilah adikku kita akan rapat bersama." ucap Xiao Yan yang meminta adiknya untuk duduk di sampingnya. Xiao Ziyapun menuruti perintah dari sang kakak.


"Hilangnya pedagang kita yang pergi ke Kekaisaran Lungzo bukanlah karna serangan binatang buas karna saat saya pergi menyelidiki kesana tak ada bau darah." ucap salah satu jenderal.


"Jika begitu mungkin saja mereka diculik." ucap Pangeran Kegelapan yang mengutarakan pendapatnya.


"Kita perlu melakukan mediasi dengan pihak Kekaisaran Lungzo." ucap perdana mentri yang memberikan saran untuk membicarakan masalah ini dengan pihak Kekaisaran Lungzo.


Xiao Ziya akhirnya mengerti bahwa mereka memang sedang memancing kemarahannya, orang orang dari Kekaisaran Lungzo itu sudah bosan hidup.


"Nanti malam saya dan saudari Yuna akan pergi kesana. Kaisar Yan tolong siapkan pasukan karna kali ini kita akan berperang." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan apa yang ingin ia lakukan pada mereka.


"Baiklah adikku, saya akan menyiapkan pasukan yang akan menyusulmu esok pagi. Berhati hatilah." ucap Xiao Yan yang mengusap rambut sang adik.


Setelah merasa urusannya dengan sang kakak selesai Xiao Ziya memilih untuk berjalan jalan sejenak di sekitar istana kekaisaran. Ia mampir kesebuah kedai yang menjual pangsit isi daging yang terlihat begitu menggiurkan.


Gadis itu hanya ingin beristirahat sejenak sebelum ia melanjutkan mengatasi para nyamuk yang semakin menyebalkan itu.


"Humm apakah aku perlu mengabari kakak laki lakiku yang lain?." ucap Xiao Ziya yang tampak bingung karna Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz sudah lama tak memberi kabar padanya.


Mungkin kali ini Xiao Ziya akan menyelesaikan urusannya dengan Kekaisaran Lungzo tanpa bantuan dari Raja Zeus, Xiao Ziya hanya tak ingin merepotkan mereka saja.


"Baiklah sudah saatnya kembali ke akademi." ucap Xiao Ziya yang membayar makananya kemudian kembali ke akademi untuk bersiap.


Sedangkan di kediaman Bangsawan Mung-e atau lebih sederhananya lagi adalah rumah Muyen, disana sedang terjadi sedikit keributan.


"Saya sudah memiliki wanita yang saya cintai dan saya tak ingin bertunangan apalagi menikah dengan wanita lain." triak Muyen pada sang ayah yang sepertinya sedang memaksa pemuda itu melakukan sesuatu yang tak ia sukai.


"Ini adalah titah dari Kaisar Lu Yunha, sebagai bagian dari Kekaisaran Lungzo ayah hanya bisa mematuhinya dan kau harus bertunangan dan menikah dengan putri Lu Yu." ucap Murong Xu yang merupakan ayah dari Muyen.


Muyen menatap ayahnya dengan tatapan yang tajam mengapa harus ia yang harus menikah dengan Putri Lu Yu bukankah kedua kakak laki lakinya lebih layak daripada dirinya. Ia hanyalah seorang murid akademi yang belum lulus, apa maksut dari kaisar menjodohkannya dengan sang putri.


"Saya masih ingin melanjutkan studi di akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Muyen yang tetap menentang perintah dari sang ayah. Ia sudah berjanji pada Xiao Yuna bahwa gadis itulah yang kelak akan menjadi istrinya dan ia tak ingin mengingkari janji yang telah ia buat.


"Jika kau tak mau bertunangan dengan sang putri maka keluarga kita akan hancur." triak Murong Xu yang ingin mempertahankan keluarga yang ia sayangi itu.


Sebenarnya Murong Xu juga tak ingin memaksa putra ketiganya itu untuk bertunangan dengan Putri Lu Yu yang begitu kasar itu namun ia juga bingung karna Kaisar Lu Yunha mengatakan jika Muyen menolak titahnya itu maka Kaisar akan membunuh seluruh anggota keluarganya. Akhirnya Murong Xu menceritakan pada Muyen mengapa ia memaksa putranya itu untuk bertunangan meski tak tega.


"Mengapa kaisar itu begitu kejam pada kita ayah, bukankah selama ini keluarga kita sudah banyak membantu mereka." ucap Muyen yang menggenggam tangannya dengan erat ia begitu kesal dan ingin memukul wajah kaisar Lu Yunha dengan sekuat tenaganya.


Ditempat lain saat ini Xiao Ziya dan Xiao Yuna sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran Lungzo. Kali ini ia meminta Zier untuk mengantar mereka berdua agar perjalanan yang mereka tempuh tak membutuhkan waktu lama.


"Sabarlah jiejie kekasihmu pasti baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang sedang menenangkan Xiao Yuna yang sedang cemas itu.


Xiao Yuna tak henti hentinya meneteskan air mata, ia sangat takut jika sesuatu terjadi pada Muyen. Biasanya kekasihnya itu tak akan mengacuhkan pertanyaan darinya namun kali ini Muyen pergi tanpa mengucapkan apapun bahkan ia juga tak berpamitan pada Xiao Yuna.


"Bagaimana aku bisa tenang, aku sangat takut adik." ucap Xiao Yuna yang terlihat begitu mencintai kekasihnya itu.


Setelah menempuh perjalanan selama empat jam akhirnya mereka berdua sampai di Kekaisaran Lungzo. Kali ini Xiao Ziya meminta Zier untuk mendarat di sebuah lahan kosong yang ada di dalam wilayah Kekaisaran Lungzo karna jika mereka harus melewati perbatasan maka para prajurit itu akan menghentikan mereka berdua.


"Trimakasih Zier sudah mengantar kami berdua, sekarang kau bisa beristirahat." ucap Xiao Ziya yang memasukkan Zier kedalam cincin semestanya.


Setelah itu ia menggunakan cadar agar tak ada yang mengenalinya nanti begitupun dengan Xiao Yuna. Yang perlu mereka lalukan adalah mencari tempat tinggal Muyen.


Xiao Ziya dan Xiao Yuna melihat kesana kemari namun tak ada tanda tanda dari rumah bangsawa. Xiao Ziya ingat bahwa ia tak pernah pergi ke sisi timur Kekaisaran Lungzo mungkin saja rumah para bangsawan ada di sana.


"Jiejie genggam tanganku agar kau tak hilang nanti." ucap Xiao Ziya yang akan melintasi pasar yang begitu ramai. Ia sengaja menggenggam tangan Xiao Yuna agar gadis itu tak hilang saat berhimpit himpitan dengan orang banyak.


Setelah berhasil melewati kerumunan manusia itu mereka tiba di wilayah timur Kekaisaran Lungzo. Di wilayah timur terasa begitu tenang dan hanya beberapa orang saja yang sedang berlalu lalang.


"Ternyata para bangsawan tinggal di tempat yang berbeda." ucap Xiao Ziya yang sedang melihat kesekeliling. Penjagaan wilayah timur sangatlah ketat karna terlihat banyak prajurit yang sedang berjaga di sana.


"Penjagaan disini sangatlah ketak adik Ziya apa yang akan kita lakukan sekarang." ucap Xiao Yuna yang ingin segera bertemu dengan kekasihnya untuk meminta penjelasan.


"Serahkan padaku." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sekantung koin emas. Ia memanggil salah satu prajurit yang ada di sana.


"Paman ini uang untukmu tolong izinkan kami masuk, apakah kau tau jiejieku ini sangat merindukan kekasihnya kami datang dari Kerajaan Daun Perak yang sangat jauh." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan token milik anggota Kerajaan Daun Perak.


Sang prajurit menerima koin emas itu dengan senang hati dan mempersilahkan Xiao Ziya dan Xiao Yuna untuk masuk. Saat ada beberapa prajurit yang ingin menghentikan Xiao Ziya dan Xiao Yuna prajurit yang mendapat banyak koin emas dari Ziya itu mengatakan bahwa mereka berdua adalah anggota Kerajaan Daun Perak sehingga mereka tak jadi menghentikan kedua gadis itu.


"Bagaimana kau melakukannya adikku?." tanya Xiao Yuna yang tak mengerti mengapa adik sepupunya sangat pintar sedangkan ia tak bisa memikirkan apapun sedari tadi.


"Koin emas memang tak bisa membeli kebahagiaan namun koin emas bisa membeli beberapa orang." ucap Xiao Ziya dengan santai. Sekarang mereka berdua sudah sampai di wilayah para bangsawan kini yang menjadi pertanyaan dimanakah tempat tinggal Bangsawan Mung-e?.


Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih jangan lupa vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.