
Saat di dalam kamarnya Xiao Ziya hanya menundukkan kepala ke bawah dan enggan menatap sang ayah, Xiao Cunyu tau putrinya itu sedang menguatkan hatinya agar tak meneteskan air mata ketika ia bertemu lagi dengan kakak laki lakinya yang lain.
"Putri ayah pasti bisa melalui semua ini." ucap Xiao Cunyu yang mengusap lembut kepala Xiao Ziya.
Ziya mendongakkan sedikit kepalanya dan melihat sang ayah, ia ayahnya benar bahwa ia pasti bisa melalui semua ini. Perjalananya masih sangat panjang ia tak boleh menjadi lemah hanya karna soal hati, Xiao Ziya berharap selama ia ada di dunia atas nanti semua orang orang yang ia tinggalkan di sini akan baik baik saja.
"Ayah aku ingin beristirahat sebentar." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman tulusnya.
"Baiklah ayah akan keluar dari kamarmu, beristirahatlah putriku." ucap Xiao Cunyu yang kemudian pergi dari kamar Xiao Ziya, ia tau putrinya butuh waktu untuk sendiri dan menenangkan dirinya.
Saat Xiao Cunyu baru saja keluar dari kamar Xiao Ziya dan hendak pergi ke ruang kerjanya yang ada di paviliun, dua putra kandung dan satu putra angkatnya datang. Mereka menanyakan apa yang terjadi pada adik kesayangan mereka.
"Ayah, apa yang terjadi pada adik Ziya?." tanya Xiao Yan yang ingin tau apa yang sebenarnya terjadi pada sang adik.
Xiao Cunyu meminta pada putranya untuk masuk kedalam ruang kerja setelah itu ia akan menjelaskan semuanya, ketiga pemuda itu masuk kedalam ruang kerja Xiao Cunyu.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada adik Ziya?." tanya Xiao Xun yang sudah tak sabar mendengar penjelasan dari sang ayah.
"Dua hari lagi adik kalian akan pergi ke dunia atas dalam waktu yang lama, mungkin saat ini ia belum siap untuk berpisah dengan kita semua." ucap Xiao Cunyu yang menjelaskan secara singkat namun membuat ketiga putrnya sangat terkejut. Mereka tak tau bahwa Xiao Ziya akan datang kesana dalam waktu sedekat itu.
"Mengapa adik Ziya tak menceritakaanya pada kami?." ucap Xiao Yan yang menginginkan sebuah penjelasan mengapa adiknya tak memberitau tentang hal itu.
"Kalian pasti tau sekuat apapun adik perempuan kalian saat ini dia tetaplah seorang perempuan." ucap Xiao Cunyu yang mencoba memberi pengertian pada ketiga putranya itu agar tak terjadi kesalahfahaman.
Mereka bertigapun mengerti apa yang dimaksut oleh sang ayah dan tak mempermasalahkan hal ini lagi. Dua hari ini mereka juga akan tinggal di paviliun milik Xiao Cunyu agar bisa lebih sering melihat Xiao Ziya.
"Baiklah kami akan tinggal di sini hingga adik pergi kesana." ucap Xiao Xun yang disetujui kedua kakaknya.
Hari sudah mulai sore Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidur lelapnya, suasana hati gadis itu juga telah membaik ia sudah siap dengan segela sesuatu yang harus ia hadapi setelah pergi dari tempat ternyaman yang ia miliki. Xiao Ziya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian mengenakan gaun berwarna hijau muda ia juga memakai sebuah hiasan rambut berbentuk bunga kecil yang indah.
Setelah itu Xiao Ziya keluar dari kamar dan berjalan jalan disekitar paviliun sang ayah, seekor piton putih datang dengan menggigit seekor piton merah. Ia adalah wilre sepertinya piton salju milik Xiao Ziya sudah membunuh piton merah yang menjadi wujud dari Xiao Muer.
"Nona saya kembali." ucap Wilre pada Xiao Ziya.
"Akhirnya kau kembali, apa yang terjadi pada piton merah itu mengapa ia terlihat begitu lemah?." tanya Xiao Ziya yang berpura pura tak tau bahwa piton merah telah mati yang artinya jiwa Xiao Muer sudah tak bisa berreingkarnasi lagi.
"Maaf karna saya bermain main dengannya hingga ia tewas." ucap Wilre yang mengira Xiao Ziya akan marah padanya karna awalnya ia hanya izin untuk bermain main bukannya membunuh.
"Apa kau takut saya akan memarahimu? jangan khawatir dia memang pantas menerimanya. Sekarang saatnya Wilre untuk masuk kedalam." ucap Xiao Ziya yang memasukkan piton saljunya kedalam cincin semesta sedangkan piton merah masih tergeletak di lantai.
Karna ia tak ingin lantai paviliun milik sang ayah kotor Xiao Ziyapun membakar piton merah itu dengan api hitamnya, dalam waktu yang singkat jasad sang piton merah menghilang entah kemana.
"Sekarang saatnya mencari Zoe." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi ke kamar Zoe. Ia sangat rindu pada bayi laki laki itu.
Saat Xiao Ziya membuka pintu kamar Zoe terlihat seorang bayi laki laki berumur dua tahun lebih yang sedang duduk seperti menunggu sesuatu. Apakah Zoe tau bahwa kakak perempuannya akan datang untuk menemuinya?.
"Tata Ziya." ucap Zoe dengan suaranya yang lucu. Dengan langkah kecilnya Zoe berlari menuju Xiao Ziya.
"Ah adikku yang lucu." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong Zoe. Tak terasa Zoe tumbuh semakin besar mungkin saat Xiao Ziya kembali nanti Zoe akan lupa padanya karna lama tak bertemu dengan Ziya.
"Jiejiemu ini akan pergi dalam waktu yang lama, jiejie harap Zoe bisa tumbuh dengan sehat di sini bersama dengan ayah. Selain itu jiejie harap Zoe tak akan melupakan jiejie walau kita sudah lama tak berjumpa." ucap Xiao Ziya dengan senyum tipis di bibirnya. Seolah mengerti apa yang Xiao Ziya katakan Zoe langsung menganggukkan kepalanya beberapa kali sebagai pertanda ia mengerti dan tak akan pernah melupakan Xiao Ziya meski mereka akan berpisah dalam waktu yang lama.
"Bagaimana caramu mengenali jiejie nantinya?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan apa yang sedang difikirkan oleh adik manisnya itu.
"Tata Ziya aling cantik." ucap Zoe.
Xiao Ziyapun tertawa karna ia mengerti apa yang Xiao Zoe katakan. Kata kata Zoe memiliki arti bahwa untuk mengenali jiejienya Zoe akan melihat wanita paling cantik yang pernah ia temui.
"Bagaimana jika ada wanita yang lebih cantik daripada jiejiemu ini?." tanya Xiao Ziya lagi yang sepertinya sangat suka mengerjai Zoe. Dengan cepat Zoe menggelengkan kepalanya bagi bayi laki laki itu wanita atau perempuan tercantik yang pernah ia temui adalah Xiao Ziya.
Saat Xiao Ziya dan Zoe sedang berjalan jalan mereka berpapasan dengan Xiao Yan, Xiao Xun, dan Pangeran Kegelapan yang baru saja keluar dari perpustakaan Klan Xiao.
"Wah lihatlah adik kita sudah bangun rupanya." ucap Xiao Xun dengan ekspresi senangnya. Ternyata mereka bertiga sengaja pergi ke perpustakaan Klan Xiao untuk membaca baca buku sembari menunggu Xiao Ziya bangun dari tidurnya.
"Kalian bertiga sedang menungguku bangun?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
"Tentu saja karna kami bertiga sudah tau semuanya." ucap Pangeran Kegelapan, Xiao Ziya tak terkejut akan hal itu karna ketiga kakak laki lakinya pasti akan cemas setelah kejadian di ruang makan tadi siang, dan mungkin saja mereka bertiga meminta pada ayah untuk menceritakan semua.
"Lalu apa yang ingin kalian lakukan?." tanya Xiao Ziya pada ketiga kakak laki lakinya itu.
"Kami akan tinggal di sini bersamamu, bagaimana kau bisa tak memberitau kami bertiga tentang hal ini, kau kira kami nanti tak akan panik jika tiba tiba kau menghilang dalam waktu yang lama?." ucap Xiao Yan yang sedang memarahi Xiao Ziya atas tindakan ceroboh yang dilakukan oleh adik perempuannya itu. Walau Xiao Yan sedang memarahi Ziya namun nada bicaranya sangatlah halus.
"Maaf karna aku tak memberitaukan hal ini pada kalian, akan sangat berat rasanya jika terlalu banyak orang yang mengantar kepergianku nanti." jawab Xiao Ziya dengan jujur, itulah alasan mengapa ia hanya mengatakan hal ini pada ayahnya dan juga Zoe.
"Lalu bagaimana dengan saudara dan teman temanmu yang ada di akademi?." tanya Xiao Xun.
"Aku akan berpamitan saat akan berangkat." ucap Xiao Ziya. Xiao Xun merasa sedikit lega karna tadinya ia mengira bahwa adiknya itu tak akan berpamitan pada teman teman dan saudaranya yang ada di akademi.
Setelah semuanya jelas dan tak ada lagi yang ingin bertanya pada Xiao Ziya akhirnya mereka berlima memilih untuk pergi kesebuah pasar yang ada di dekat Klan Xiao, kapan lagi mereka bisa berkumpul seperti ini biasanya mereka akan sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan masing masing.
Aron juga baru mengetahui bahwa nona mudanya akan berangkat ke dunia atas dalam waktu dekat, sebagai mata mata sekaligus kakak angkat dari Xiao Ziya tentu saja Aron juga merasa tak rela jika harus ditinggal oleh gadis itu namun ia juga tak memiliki hak untuk melarang Xiao Ziya.
"Saya akan menemui nona muda nanti malam saja." ucap Aron yang melihat Xiao Ziya sedang pergi bersama dengan kakak laki lakinya yang lain serta adiknya.
Hari itu Xiao Ziya menghabiskan waktu bersama Xiao Yan, Xiao Xun, Pangeran Kegelapan, dan juga Zoe. Masing masing dari mereka juga memberikan sebuah gaun dan hiasan rambut untuk dikenakan Xiao Ziya saat berada di dunia atas mereka tak ingin Xiao Ziya lupa pada mereka bertiga, bahkan Zoe memilihkan sebuah tusuk rambut dengan hiasan phonex untuk kakak perempuannya itu.
Karna hari sudah mulai malam akhirnya mereka semua kembali ke Klan Xiao, rupanya Xiao Cunyu telah menyiapkan makan malam.
"Akhirnya kalian pulang, bersihkan diri kalian kemudian kita akan makan malam." ucap Xiao Cunyu yang mengambil Zoe dari gendongan Xiao Ziya agar putrinya bisa mandi dan berganti gaun dengan segera.
Mereka masuk ke kamar masing masing, setelah selesai mandi dan mengganti pakaian mereka semua berkumpul di meja makan. Kali ini suasananya sangat berbeda dengan tadi siang, Xiao Ziya sudah ceria seperti biasanya dan gadis itu makan dengan lahap.
"Pelan pelan saja putriku." ucap Xiao Cunyu yang ingin tertawa melihat tingkah putrinya.
"Tak ada yang berani mengambil makanan di piringmu." ucap Xiao Xun yang juga sangat gemas ketika melihat adik perempuannya itu sedang makan dengan lahapnya.
Pipi Xiao Ziya menggembung besar karna banyak sekali makanan yang ia masukkan. Gadis itu bisa memiliki tubuh yang ideal walau makan seperti orang yang sedang kerasukan dewa makanan.
Setelah semua selesai makan mereka mulai bersenda gurau di sana suasana di paviliun milik Xiao Cunyu sangat ramai tak seperti biasanya. Malam itu mereka terus saja bersama untuk menghabiskan waktu. Karna satu persatu mulai mengantuk merekapun kembali ke kamar masing masing.
Saat Xiao Ziya masuk ke dalam kamarnya di sana sudah ada Aron yang sudah menunggunya sedari tadi. Melihat yang ditunggu tunggu akhirnya datang membuat Aron merasa senang dan langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat.
Xiao Ziya dapat memaklumi jika Aron sudah mengetahui mengenai hal ini karna bagaimanapun pemuda itu telah ia latih menjadi mata mata dan informan yang sangat hebat. Mungkin di dunia bawah ini tak ada yang bisa menandingi Aron kecuali Xiao Ziya dalam hal memata matai.
"Kau tak pamit padaku?." ucap Aron dengan suara yang sedikit bergetar.
"Bukankah saat ini kita sedang berpamitan Aron gege." jawab Xiao Ziya yang membuat Aron kesal dan sangat ingin memukulnya.
"Jika aku tak datang apakah kah akan tetap berpamitan padaku?." tanya Aron yang tak yakin nona mudanya itu akan berpamitan padanya.
"Iya, namun bukan hari ini melainkan esok karna adikmu yang cantik ini sudah mulai mengantuk." jawab Xiao Ziya yang membuat Aron semakin gemas dan mencubit pipi Xiao Ziya.
"Baiklah jika begitu esok pagi aku akan datang kesini dan ikut bergabung dengan kakak laki lakimu yang lain. Selamat tidur dan mimpi indah adikku sekaligus nona mudaku." ucap Aron yang melesat pergi memalui jendela Xiao Ziya.
"Untung saja saya sudah terbiasa dengan hal seperti itu." ucap Xiao Ziya yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai masuk kedalam alam mimpinya.
Hai hai semua akhirnya aku update lagi gimana kabar kalian somoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys karna tiket vote itu ga bisa dikumpulin, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya ke temen temen kalian.