RATU IBLIS

RATU IBLIS
Penguntit


Sorepun tiba dan Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidurnya, gadis itupun segera membersihkan diri kemudian menggunakan sebuah gaun berwarna hijau tua dengan sebuah hiasan rambut berbentuk merak. Setelah itu Xiao Ziya keluar dari kamarnya bersama dengan harimau kesayangannya. Xiao Ziya berkeliling di sekitae area Kekaisaran Binzo.


"Salam nona Ziya." ucap seorang pemuda yang merupakan pangeran kedua yaitu Pangeran Zo Linhu.


"Salam juga pangeran kedua." ucap Xiao Ziya yang membalas salam dari pangeran kedua.


"Nona ingin pergi kemana biar saya temani." ucap Pangeran Zo Linhu yang menawarkan diri untuk menemani Xiao Ziya berjalan jalan di sekitar Istana Kekaisaran Binzo.


"Saya hanya ingin berkeliling saha." ucap Xiao Ziya.


Pangeran keduapun pergi karna ia tau bahwa apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya barusan mengisyaratkan bahwa gadis itu hanya ingin pergi bersama harimau kecilnya saja. Xiao Ziya kembali berkeliling, setelah bosan gadis itu masuk lagi kedalam kamarnya karna tak banyak hal yang bisa ia lakukan di sini.


"Sebaiknya nanti malam aku langsung mengajak Yin Jung untuk pergi ke pasar gelap." ucap Xiao Ziya yang tak bisa berlama lama ada di wilayah Kekaisaran Binzo, karna ia juga harus mempersiapkan pasukan khususnya dengan matang.


Tok tok tok


Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang, Xiao Ziya mempersilahkan orang itu untuk masuk namun tak ada tanda tanda orang yang membuka pintu kamarnya.


Tok tok tok


Pintu kamar Xiao Ziya diketuk lagi sama seperti sebelumnya tak ada yang beranjak masuk membuka pintu, karna merasa gemas akhirnya Xiao Ziya membuka pintu kamarnya namun tak ada orang di depan kamarnya.


"Siapa yang mengetuk pintuku?." ucap Xiao Ziya yang kebingungan, apakah mungkin ada hantu yang menjahilinya jika benar maka Xiao Ziya akan memasukkan hantu itu kedalam neraka dan membakarnya hingga hangus tak tersisa.


Tiba tiba saja ada sepasang tangan kecil yang memeluk kaki Xiao Ziya, karna terkejut Xiao Ziya langsung menengok kebawah ternyata Putri Zo Ruhi sedang memeluk kaki Xiao Ziya.


"Ah tuan putri mengagetkan saya saja." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong balita lucu itu.


"Ciya ciya." ucap Zo Ruhi yang belum bisa menyebut nama Xiao Ziya dengan benar.


Xiao Ziya keluar dari kamar, dan Putri Zo Ruhi masih ada di dalam gendongannya sedangkan Zier sudah Xiao Ziya masukkan kedalam cincin semestanya. Harimau kesayangan Xiao Ziya itu sempat merajuk agari dimasukkan kedalam cincin semesta karna disana Zier bisa bermain dengan hewan hewan pengikut Xiao Ziya yang lain.


"Baiklah jadi putri kecil ingin pergi kemana?." tanya Xiao Ziya pada Putri Zo Ruhi yang tampak bingung karna ia juga tak tau kemana akan pergi.


"Mam cama cama mam." ucap Putri Zo Ruhi yang ingat bahwa sang ibu yaitu Yang Mulia Ratu Zo Binji mengatakan bahwa semua anggota istana kekaisaran akan hadir dalam jamuan makan malam bersama dengan Xiao Ziya.


"Putri Ruhi ingin makan?." tanya Xiao Ziya yang mengira balita lucu yang ada di dalam gendongannya itu sedang meminta makan.


Namun dengan sekuat tenaga Putri Zo Ruhi menggelengkan kepalanya.


"Mam cama ciya mam." ucap Putri Zo Ruhi, dan akhirnya Xiao Ziya mengerti dengan maksut dari sang putri.


Xiao Ziyapun berjalan menuju aula utama istana Kekaisaran Binzo gadis itu berharap bahwa sang ratu ada di sana. Saat masuk kedalam aula suasana sangatlah ramai ternyata Kaisar Zo Linzu sedang memilih milih perhiasan yang akan ia berikan pada ratu kesayangannya sehingga aula utama dipenuhi oleh pedagang perhiasan.


"Apa yang sedang Yang Mulia Kaisar Lakukan?." tanya Xiao Ziya yang tak mengerti mengapa di aula itu hanya di dominasi oleh laki laki dan perhiasan saja. Sempat dalam fikirannya terbersit bahwa Kaisar Zo Linzu ingin membeli kalung mewah untuk ia kenakan.


"Ternyata nona Xiao Ziya, saya sedang memilih perhiasan yang bagus untuk ratuku tercinta." ucap Kaisar Zo Linzu yang tampak sedang melihat lihat berbagai perhiasan, namun diantara sekian banyak perhiasan tak ada yang mampu membuat Xiao Ziya tertarik.


"Kualitan perhiasan yang para pedagang ini bawa sangatlah rendah." ucap Xiao Ziya dengan spontan dan tak mempedulikan respon para pedagang perhiasan itu nantinya.


Bernar saja mendengar seorang gadis asing mengatakan bahwa perhiasan perhiasan yang mereka miliki tak layak diperlihatkan pada Yang Mulia Kaisar Zo Linzu membuat para pedagang naik pitam.


"Hey nona muda jika kau tak tau apa apa maka diamlah." ucap seorang pedangan pria yang merasa tak terima dengan perkataan Xiao Ziya.


"Saya kira apa yang mereka bawa sudah sangat bagus namun saya tak tau bahwa selera anda sangatlah tinggi nona Ziya." ucap Kaisar Zo Linzu yang mengira Xiao Ziya tak akan tertarik dengan perhiasan karna ia juga jarang melihat gadis itu mengenakan perhiasan mewah.


"Nona muda itu hanya membual saja, lihatlah ia bahkan tak memakai perhiasan." ucap salah satu pedagang yang ada di sana.


"Jika saya menggunakan pergiasan yang saya miliki maka saya akan terlihat seperti toko emas berjalan." ucap Xiao Ziya yang memang tak terlalu suka memakai satu set lengkap perhiasan.


Para pedagang itu masih berusaha memojokkan Xiao Ziya, namun gadis itu terlihat tak peduli sedangkan sang kaisar merasa pusing dengan pertengkaran yang sedang terjadi. Putri Zo Ruhi yang merasa terganggu dengan perkataan para pedagang perhiasanpun menangis sejadi jadinya ia tak suka mendengar mereka mengolok olok Xiao Ziya.


"Tenanglah putri karna saya baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa sang putri kecil sedang mengkhawatirkannya.


"Kalian semua tenanglah, kalian sudah menakut nakuti putriku." ucap Kaisar Zo Linzu yang merasa kesal karna putrinya menangis disebabkan para pedagang perhiasan yang sangat berisik.


"Maafkan kami Yang Mulia Kaisar." setelah para pedagang mengucapkan hal itu akhirnya suasana menjadi hening tak ada yang berani berbicara kecuali Xiao Ziya yang sedang menjahili Putri Zo Ruhi.


"Jika nona muda itu mengatakan perhiasan yang kami bawa tak layak ditunjukan pada kaisar maka perhiasan apa yang layak diperlihatkan?." ucap seorang pemuda yang ingin tau seperti apa selera perhiasan dari seorang gadis yang nampak polos dan tak memakai perhiasan sama sekali.


Xiao Ziya tersenyum ia tau bahwa pemuda itu sedang berusaha merendahkannya hanya karna ia tak memakai perhiasan, andai saja pemuda itu tau hiasan rambut berbentuk merak yang Xiao Ziya pakai bernilai ribuan koin emas mungkin ia akan pingsan. Namun Kali ini Xiao Ziya akan menunjukkan beberapa kalung permata yang ia miliki di dalam cicin penguasa mutlak miliknya.


Empat kalung berlian yang sangat mewah, yang pertama adalah kalung berlian merah dilima dengan bentuk yang sangat elegan dihiasi sebuah berlian berwarna merah dan beberapa mutiara. Yang kedua kalung berlian dewi kematian sebuah kalung yang terlihat sederhana dan hanya dihiasi sebuah berlian hitam yang bernilai jutaan koin emas, walaupun terlihat sangat sederhana namun kalung itu memancarkan aura yang sangat kuat. Yang ketiga sebuah kalung dengan berlian putih berbentuk angsa dihiasi ribuan permata berharga. Yang keempat sebuah kalung yang terbuat dari emas dan juga perak dihiasi dengan sebuan liontin berbentuk hati berwarna merah muda. Yang terakhir sebuah kalung yang terbuat dari batu permata yang dirangkai menjadi satu dihiasi sebuah berlian berbentuk lingkaran yang memiliki warna setengah hitam dan setengahnya lagi putih.


Semua pedagang perhiasan tercengang dengan koleksi kalung berharga yang dimiliki oleh Xiao Ziya, pantas saja gadis itu mengatakan jika ia menggunakan perhiasan yang ia miliki maka ia akan terlihat seperti toko perhiasan berjalan.


"Ini tak lebih dari 0,0001% perhiasan yang ku miliki." ucap Xiao Ziya yang menatap para pedagang itu dengan tatapan tajam, mereka merasa malu karna mengira Xiao Ziya hanyalah nona muda miskin yang tak memiliki perhiasan.


"Maaf karna kami telah meremehkan nona, jika boleh kami tau dari mana nona mendapatkan kalung kalung mewah itu." tanya seorang pedagang perhiasan yang terlihat sangat tertarik dengan kelima kalung yang dimiliki Xiao Ziya.


"Saya mendapatkannya dari berbagai tempat yang ada di penjuru dunia bawah sebagian lagi adalah pemberian dari kenalanku yang tinggal di lapisan dunia yang berbeda." jawab Xiao Ziya dengan jujur, para pedagang perhiasan itu mengerti mengapa tiga diantara lima kalung yang Xiao Ziya perlihatkan tak pernah mereka jumpai sebelumnya.


"Apakah nona mau menjualnya satu kepada saya?." tanya Kaisar Zo Linzu yang tertarik dengan sebuah kalung berliontin hati yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


"Jika Yang Mulia Kaisar menyukai salah satu dari kalung yang saya pegang anda bisa mengambilnya secara gratis." ucap Xiao Ziya yang memang tak berniat menjual kalungnya namun ia tak keberatan jika Kaisar Zo Linzu meminta salah satu dari kelima kalung yang ia pegang itu.


Kaisar Zo Linzu berjalan mendekati Xiao Ziya kemudian mengambil kalung yang ia inginkan.


"Trimakasiha atas kebaikan nona, saya tau kalung ini pastilah sangat mahal namun nona bersedia memberikannya secar gratis pada saya." ucap Kaisar Zo Linzu yang langsung membungkukkan badannya.


Beberapa pedagang menatap Xiao Ziya dengan tatapan penuh minat mungkin saja mereka ingin membeli beberapa kalung ataupun perhiasan lain milik gadis itu.


"Yang Mulia Kaisar tolong bawa Putri Zo Ruhi untuk pergi dan saya meminta izin untuk meminjam aula ini." ucap Xiao Ziya pada Kaisar Zo Linzu dan sang kaisar langsung menyetujuinya.


Kaisar pergi bersama dengan Putri Zo Ruhu, kini yang berada di aula utama tinggallah Xiao Ziya bersama para pedagang perhiasan yang masih menatap kearahnya.


"Jadi apa yang kalian inginkan?." tanya Xiao Ziya pada para pedagang itu, mereka saling bertatap tatapan satu sama lain.


"Kami ingin membeli perhiasan yang nona miliki." ucap salah seorang dari mereka.


"Apa kalian yakin saya akan menjualnya?." tanya Xiao Ziya yang tersenyum penuh dengan arti.


Ia bisa melihat lebih dalam niatan para pedagang perhiasan itu dari binar mata yang mereka pancarkan, keserakahan terlihat dengan jelas di sana dan Xiao Ziya tak ingin menjalin kerja sama dengan orang orang seperti mereka.


"Jika nona tak mau menjualnya dengan cara baik baik maka kami akan melakukannya dengan cara kasar." ucap pemuda yang tadinya ingin menjatuhkan harga diri Xiao Ziya di depan sang kaisar.


"Oh benarkah? apa kalian yakin dapat menang melawanku?." ucap Xiao Ziya yang menantang para pedagang perhiasan itu, jika mereka mampu mengalahkan Xiao Ziya maka mereka akan mendapatkan gelar yang sangat luar biasa.


"Tentu saja karna jumlah kami banyak dan nona hanya sendirian." jawab salah satu dari mereka, merasa menang sebelum bertarung adalah kesalahan besar yang tengah mereka lakukan.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru muda, ia menatap dingin kearah pedagang pedagang itu tiba tiba saja suhu ruang aula turun drastis bahkan sebagian dindingnya membeku. Para pedagang itu tak pernah memprediksi bahwa gadis yang ada di hadapan mereka memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.


"Kalian tau siapa yang memenangkan turnamen tahunan antar akademi yang diselenggarakan di Kekaisaran Binzo?." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada para pedagang perhiasan yang berani menantangnya itu.


Dengan serempak par pedagang itu menggelengkan kepala mereka.


"Orang itu adalah saya." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba saja menebas jari kelingking dari masing masing pedagang. Mereka terkejut karna jari kelingking mereka hilang begitu saja dan menggelinding di lantai.


"Jadi siapa yang ingin menantang saya?." ucap Xiao Ziya yang sudah kembali dalam posisi semula, para pedagang perhiasan merasa sangat ketakutan.


"Kami tak akan berani menggangu nona lagi." ucap mereka semua yang langsung pergi dari aula Kekaisaran Binzo. Potongan jari kelingking yang masih berserakan langsung dibereskan oleh Xiao Ziya setelah itu ia juga pergi dari aula.


Tak terasa malampun sudah tiba semua orang sudah berkumpul di ruang makan, berbagai makanan lezat sudah di tata rapi dimeja makan. Xiao Ziya duduk di samping Yin Jung ia tau jika pemuda itu akan malu jika ia tak duduk di sampingnya.


"Baiklah jamuan makan malam akan segera dimulai sebelum itu saya mengucapkan trimakasih pada nona Xiao Ziya yang sudah banyak membantu kami semua." ucap Kaisar Zo Linzu yang memberikan kata kata pembuka pada acara jamuan makan malam.


Melihat kalung yang begitu indah membuat sang ratu sangat terharu, ternyata suaminya masih sama romantis seperti saat mereka berpacaran dulu.


"Trimakasih suamiku ini adalah kalung terindah yang pernah saya lihat." ucap Ratu Zo Linzu yang sedang meneteskan air matanya.


Semua pangeran dan putri merasa sangat senang karna orang tua mereka sangatlah akur, beberapa anak dari Permaisuri Nixu juga senang dan tak merasa marah karna mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan putra putri kandung ratu.


"Ah mengapa saya merasa ini terlalu berlebihan." ucap Xiao Ziya yang tak tertarik dengan hal hal semacam itu.


"Itu karna nona masihlah sangat muda sehinga tak tertarik dengan percintaan." ucap Yin Jung yang mendengar perkataan dari Xiao Ziya. Xiao Ziya hanya menatap malas ke arah salah satu anggota pasukan khususnya itu. Bagi Xiao Ziya percintaan adalah hal yang memuakkan karna ia pernah dihianati oleh seseorang yang sangat ia cintai.


"Baiklah kalian bisa memakan semua hidangan yang telah di sajikan." ucap Kaisar Zo Linzu yang sedang sibuk memasangkan kalung itu ke leher sang istri.


Xiao Ziya mengambil beberapa piring lalu mengisinya penuh dengan makanan, selera makan Xiao Ziya sangatlah tinggi sehingga membuat para tuan putri kebingungan bagaimana bisa dengan selera makan yang tinggi tubuh Xiao Ziya sangatlah bagus dan proporsional.


"Nona Ziya makan dengan porsi yang sangat banyak." ucap Putri Zo Jeni yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Gadis itu memang luar biasa dalam berbagai hal termasuk makan." ucap Pangeran Zo Binje.


Semua menikmati makanan mereka masing masing, Xiao Ziya yang sudah selesai makanpun berpamitan pada Keluarga Istana Kekaisaran Binzo karna ia dan juga Yin Jung ingin melanjutkan perjalanan mereka.


"Ini sudah larut malam sebaiknya nona menginap di sini." ucap Ratu Zo Binji yang khawatir pada Xiao Ziya karna ia adalah seorang gadis dan seorang gadis tak boleh keluar di malam hari.


"Saya sangat buru buru Ratu Zo Binji sehingga tak bisa menginap si sini, semoga kalian sehat selalu." ucap Xiao Ziya yang mengajak Yin Jung untuk pergi. Mereka keluar dari area Istana Kekaisaran Qiyu diantar oleh beberapa anggota istana Kekaisaran Binzo.


Xiao Ziya meminta pada Yin Jung untuk memimpin jalan karna pemuda itu yang mengetahui lokasi pasar gelap yang ada di dekat wilayah Kekaisaran Binzo. Saat mereka berdua berjalam dalam kegelapan Xiao Ziya bisa merasakan ada yang mengikuti mereka. Karna tak ingin ambil pusing akhirnya Xiao Ziya mengabaikan mereka.


"Itu gadia yang kita lihat di restoran tadi pagi." ucap salah seorang wanita yang terlihat seperti menemukan mangsanya yang hilang.


"Sebaiknya kita berhati hati agar pergerakan kita tak bisa di deteksi." ucap pria yang ada di samping wanita itu.


Entahlah mengapa banyak sekali orang yang gemar mencari masalah dengan Xiao Ziya padahal gadis itu tak mengenal siapa mereka.


"Yin Jung sebaiknya kau pegang tanganku erat erat." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yin Jung untuk menggenggam tangannya.


"Untuk apa saya menggenggam tangan nona muda bukankah itu hal yang tak sopan?." tanya Yin Jung yang merasa kebingungan dengan perintah nona mudanya, lagi pula ia juga tak akan melakukan hal lancang seperti itu.


"Ini perintah cepat lakukan." ucap Xiao Ziya yang tak memiliki waktu untuk menjelaskan pada pemuda yang ada di sampingnya.


Yin Jung hanya bisa pasrah karna ia tak ingin membantah perintah dari nona mudanya, Yin Jung menggegam tangan Xiao Ziya dengan erat setelah itu Xiao Ziya melesat dengan sangat cepat.


Orang orang yang mengincar Xiao Ziya kehilangan jejak gadis itu lagi, mereka tak menyangka bahwa gadis itu sudah merasakan keberadaan mereka sedari awal dan gadis itu sengaja berpura pura tak tau agar mereka tak menyerang terlebih dahulu.


Xiao Ziya sampai di perbatasan luar dari Wilayah Kekaisaran Binzo, Yin Jung sedang berusaha untuk menetraklan jantungnya yang hampir saja loncat dari tempatnya. Baru kali ini ia melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa gila.


"Lain kali nona harus mengatakan lebih detail apa yang ingin nona lakukan." ucap Yin Jung dengan nafasnya yang terengah engah.


"Saya hanya menghindari beberapa orang yang menguntit dari belakang karna saya tak punya banyak waktu untuk mengurusi mereka." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan secara singkat apa yang sedang terjadi.


Xiao Ziya dan Yin Jung melanjutkan perjalanan mereka, setelah beberapa saat mereka sudah ada di bagian paling dalam hutan itu.


Hutan itu sebenarnya banyak binatang buas namun tak ada yang berani mendekati Xiao Ziya dan Yin Jung karna aura yang dipancarkan oleh Xiao Ziya membuat mereka ketakutan.


"Kita telah sampai di Pasar Gelap Yunghue." ucap Yin Jung yang berhenti di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi.


Melihat ada dua orang asing yang mendekat ke arah pasar gelap membuat para penjaga gerbang masuk pasar gelap mendekati Xiao Ziya dan Yin Jung untuk menanyakan maksut kedatangan mereka.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini, ini bukan tempat bermain main." ucap salah seorang pria berprawakan tinggi dan besar dengan wajah yang menyeramkan.


"Saya kesini karna ada barang yang ingin saya beli." ucap Xiao Ziya yang menjawab pertanyaan dari pria itu.


Sang pria melihat Xiao Ziya dari ujung kepala hingga ujung kaki, dari penampilan gadis yang ada di hadapannya terlihat gadis itu sederhana dan tak memiliki apapun yang berharga.


"Lebih baik kau pulang ke rumahmu." ucap penjaga itu yang mengusir Xiao Ziya.


Namun Xiao Ziya menghiraukan perkataan sang penjaga, gadis itu menghempaskan tangannya kemudian gerbang yang menjulang tinggi itu terbuka dengan sendirinya. Xiao Ziya melangkah maju kedalam diikuti Yin Jung dibelakangnya.


"Hey apa kau tak mendengarku." ucap pria itu yang meneriaki Xiao Ziya namun tetap dihiraukan.


"Kalian sangat berisik." ucap Xiao Ziya dengan dingin, para penjaga gerbang masuk itu ingin menangkap Xiao Ziya dan Yin Jung namun tiba tiba gerbangnya tertutup dan tak bisa di buka.


Saat ada di dalam wilayah Pasar Gelap Yanghue suasana sangatlah ramai banyak toko yang menjual barang barang yang dilarang peredarannya selain itu banyak barang barang langka yang dijual. Xiao Ziya menengok kesana kemari untuk mencari siapa yang memiliki tanggung jawab atas tempat itu.


"Apa nona muda sedang mencari sesuatu?." tanya seorang wanita paruh baya yang bertanya pada Xiao Ziya.


"Bisakah bibi mengantarku ke tempat orang yang bertanggung jawab atas pasar gelap ini karna ada sesuatu yang ingin saya beli." ucap Xiao Ziya yang bersikap sopan pada wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


Yin Jung hanya mengikuti Xiao Ziya dari belakang, ia hanya ingin memastikan nona mudanya akan selalu aman.


"Perkenalkan saya Hue Sinling istri pemilik dari pasar gelap ini." ucap wanita paruh baya itu yang ternyata nyonya pemilik Pasar Gelap Yanghue.


"Saya Xiao Ziya dari Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya, mendengar nama Xiao Ziya membuat Hue Sinling terkejut, ia pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Ah anda adalah adik dari Kaisar Yan." ucap Hue Sinling yang mengingat sedikit informasi tentang Xiao Ziya.


Hue Sinling mengajak Xiao Ziya dan Yin Jung untuk pergi ke rumahnya yang tak jauh dari sana. Menurut Hue Sinling, Xiao Ziya adalah tamu kehormatan yang harus diperlakukan dengan baik.


Setelah sampai di sebuah rumah yang mewah, Hue Sinling mengajal Xiao Ziya dan Yin Junh untuk masuk kedalam. Hal pertama yang Xiao Ziya lihat adalah seorang pria dewasa dan empat orang pemuda yang terlihat sedang bersantai.


"Siapa gadis dan pemuda yang sedang kau bawa itu istriku?." tanya Hue Yingha.


"Perkenalkan saya Xiao Ziya dan ini Yin Jung pengawal saya." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dan Yin Jung sebagai pengawalnya.


Mendengar nama Xiao Ziya membuat pria dan ketiga pemuda itu langsung berdiri dari tempat duduknya. Mereka tak menyangka akan kedatangan tamu yang sangat istimewa.


"Ah ternyata nona Ziya, ada perlu apa hingga nona jauh jauh datang ketempat kami." ucap Hue Yingha yang sangat penasaran dengan tujuan gadis itu datang kesana.


"Saya ingin membeli budak." ucap Xiao Ziya dengan singkat dan jelas.


"Berapa jumlah budak yang ingin nona beli?." tanya Hue Yingha yang akan menyiapkan budak budak terbaik yang ia miliki.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah senjata berupa busur panah tingkat tinggi dan sebuah kalung mewah bertahtakan berlian putih sebanyak tiga buah.


"Saya ingin membeli budak yang seharga dengan kedua benda ini." ucap Xiao Ziya yang menunjuknnya pada Hue Yingha.


"Ini sangatlah berharga busur panah tingkat tinggi dan kalung berlian yang mewah, kami akan menyiapkan semuanya. Namun karna hari sangat larut sebaiknya nona menginap di sini saja, saya akan menyiapkan semuanya." ucap Hue Yingha yang menawarkan Xiao Ziya dan Yin Jung untuk menginap di sana karna ia memerlukan waktu untuk menyiapkan budak dalam jumlah yang sangat banyak.


Xiao Ziya yang mengerti bahwa pria itu membutuhkan waktu untuk menyiapkan semua budak yang ia mintapun mengiyakan permintaan dari pria itu.


"Saya akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Ketiga putraku temani tamu kehormatan kita." ucap Hue Sinling yang menyiapkan kamar yang akan digunakan oleh Xiao Ziya dan Yin Jung.


"Apakah di sini ada sebuah lahan kosong yang tak terlalu tamai orang?." tanya Xiao Ziya pada ketiga pemuda yang ada di hadapannya.


"Kami akan mengantarkan nona kesana." ucap ketiga pemuda itu yang ingin mengantar Xiao Ziya ke tempat yang diinginkan oleh gadis itu.


Akhirnya mereka sampai di sebuah lahan kosong yang ada di dekat rumah mereka, Xiao Ziya menatap ke atah ketiga pemuda itu.


"Jadi kalian mengalami masalah kultivasi?." ucap Xiao Ziya yang dapat melihat bahwa ada sebuah rantai yang menjerat di lautan spiritual ketiga pemuda itu.


"Bagaimana nona muda bisa mengetahui hal itu?." tanya ketiga pemuda yang tekejut karna nona muda yang ada di hadapannya tau akan hal itu.


Hai hai semua aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.