
Hari sudah malam dan Xiao Ziya kesulitan untuk tertidur sehingga gadis itu memilih untuk berjalan jalan keluar paviliunnya. Ada beberapa murid Akademi Merpati yang sedang berlatih walau hari sudah larut malam.
"Wah ternyata mereka sangat rajin." ucap Xiao Ziya yang kagum dengan murid murid Akademi Merpati yang sangat rajin.
Seorang pemuda menghampiri Xiao Ziya ia adalah Xu Yansu salah satu murid akademi yang mewakili turnamen tahunan. Ia menghampiri Xiao Ziya karna ingin meminta saran tentang pelatihannya selama ini.
"Selamat malam nona Ziya." ucap Xu Yansu yang sudah berada di hadapan Xiao Ziya.
"Iya selamat malam, bukankah kau salah satu murid Akademi Merpati yang ikut berpartisipasi dalam turnamen tahunan?." tanya Xiao Ziya yang masih ingat dengan wajah pemuda itu. Xu Yansu merasa senang karna gadis yang sangat hebat seperti Xiao Ziya masih mengingatnya dengan sangat baik.
"Saya datang menemui nona untuk meminta saran mengenai pelatihan pedang saya." ucap Xu Yansu yang ingin berlatih pedang dengan Xiao Ziya. Kemampuan gadis yang ada di hadapannya tak bisa dianggap remeh.
Xiao Ziya mengajak Xu Yansu untuk pergi ke tengah tengah lapangan, Xiao Ziya memberikan sebuah pedang berwarna biru cerah pada pemuda itu sedangkan Xiao Ziya menggunakan pedang berwarna merah darah.
"Apa yang akan kita lakukan?." ucap Xu Yansu yang tak tau apa yang ingin dilakukan oleh Xiao Ziya.
"Kita akan bertarung, pelajari setiap gerakan saya." ucap Xiao Ziya yang ingin mengajak Xu Yansu untuk bertarung, karna dari pertarunganlah kita akan belajar banyak hal baru mulai dari gerakan, langkah kaki, dan kecepatan lawan merupakan hal hal yang bisa dipelajari dalam pertarungan antar dua orang.
Setelah siap Xi Yansu menyerang Xiao Ziya terlebih dahulu namun Xu Yansu sangatlah lambat sehingga Xiao Ziya dapat dengan mudah menghindari serangannya.
"Terlalu lambat." ucap Xiao Ziya yang kini bergantian menyerang Xu Yansu. Dengan gerakan yang sangat cepat Xiao Ziya berusaha agar tak melukai pemuda yang kini sedang ingin berlatih pedang dengannya. Xu Yansu yang melihat gerakan Xiao Ziya merasa sangat kagum kini pemuda itu berusaha untuk mempercepat langkah dan juga gerakannya. Melihat sedikit perkembangan dari pemuda yang sedang belajar dengannya itu membuat Xiao Ziya tersenyum tipis.
"Lebih cepat lagi." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Xu Yansu untuk mempercepat gerakannya. Xu Yansu yang mendengar itu berusaha untuk mempercepat gerakannya lagi.
Setelah dua jam berlatih Xu Yansu merasa kelelahan sehingga pemuda itu terduduk di tengah tengah lapangan mereka berdua tak tau saat berlatih pedang pandangan semua murid yang ada di sana tertuju pada mereka. Banyak murid yang tak percaya jika gadis yang merupakan seorang master Akademi Kekaisaran Qiyu merupakan seorang master pedang yang sangat hebat.
"Apakah kau lelah?." tanya Xiao Ziya yang masih berdiri tanpa tersirat raut wajah lelah, mungkin jika hanya berlatih seperti itu Xiao Ziya mungkin sanggup selama dua bulan.
Xu Yansu tersenyum ke arah Xiao Ziya dia merasa sangat beruntung karna bisa bertarung langsung dengan seorang ahli pedang dan mendapat banyak pelajaran yang sangat berharga.
"Trimakasih sudah melatih murid biasa sepertiku." ucap Xu Yansu.
"Jika ada masalah lagi dalam pelatihanmu yang bisa menyelesaikan hanyalah dirimu sendiri, jangan pernah merasa puas atas sebuah pencapaian yang baru saja kau dapat karna di atas langit masih ada langit." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit nasehat pada Xu Yansu. Karna hari sudah semakin larut akhirnya Xiao Ziya memilih untuk pergi ke paviliunnya.
Waktu berjalan dengan sangat cepat hari ini adalah hari terakhir Xiao Ziya berada di Akademi Merpati dan sorenya Xiao Ziya akan memulai perjalanan untuk sampai ke Wilayah Kekaisaran Qiyu. Di hari terakhir ini Xiao Ziya sedang sibuk mempersiapkan sedikit hadiah untuk para petinggi Akademi Merpati yang sudah menerimanya dengan baik walau ia sempat berselisih dengan beberapa orang yang ada di Akademi Merpati.
Saat Xiao Ziya sedang sibuk memilih milih pedang yang akan ia berikan sebagai hadiah tiba tiba ada seseorang yang mengetuk ngetuk gerbang depan paviliunnya, karna merasa terganggu akhirnya Xiao Ziya membuka gerbang depan ternyata orang yang mengetuk ngetuknya adalah Wu Ning.
"Selamat pagi." ucap Wu Ning dengan ketus, entah apa yang ingin dilakukan gadis itu semoga ia tak mengajak Xiao Ziya untuk beradu tarik menarik rambut lagi.
"Pagi juga ada keperluan apa kau datang ke paviliunku." tanya Xiao Ziya dengan santai seperti tak pernah memiliki masalah dengan gadis yang ada si hadapannya.
"Bagaimana kau memiliki takdir yang sangat bagus, memiliki kekuatan yang mumpuni. Sedangkan aku yang berlatih sangat keras tak bisa sekuat dirimu." ucap Wu Ning yang merasa sangat iri dengan takdir yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Bagaimana bisa gadis yang ada di hadapannya itu memiliki semua yang ia inginkan.
"Apakah kau pernah melawan para dewa?." tanya Xiao Ziya pada Wu Ning karna apa yang ia dapatkan sekarang juga penuh dengan perjuangan. Takdirnya tak seindah yang Wu Ning sangka.
Wu Ning Menatap ke arah Xiao Ziya sejenak ia memikirkan apa yang dimaksud oleh gadis itu, melawan dewa adalah sesuatu yang sangat tak mungkin dilakukan oleh orang orang yang ada di dunia bawah. Namun mengapa Xiao Ziya berani mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya.
"Ya saya pernah melawan para dewa saat saya masih ada di titik terendah." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan tulus pada Wu Ning kemudian Xiao Ziya menutup pintu gerbangnya dan membiarkan Wu Ning berada di luar gerbang agar gadis itu bisa mencerna dengan baik perkataanya tadi.
Dengan kekuatan yang Xiao Ziya miliki saat ini bukan berarti gadis itu selalu bisa bersantai santai banyak tanggung jawab yang harus ia pikul banyak orang orang terdekat yang harus ia jaga karna semakin kuat seseorang akan semakin sulit pula ujiannya dan semakin banyak pula musuh musuh yang mengancam nyawanya dan nyawa orang orang yang dekat dengannya. Karna itulah Xiao Ziya akan terus berlatih hingga ia bisa menyadi lebih kuat lagi.
Wu Ning yang masih berada di luar gerbang paviliun Xiao Ziya akhirnya mengerti apa maksut dari melawan dewa.
"Ah ternyata gadis itu telah melewati banyak hal." ucap Wu Ning yang langsung pergi dari sana.
Xiao Ziya telah selesai memilah milah pedang yang akan ia berikan pada petinggi Akademi. Pedang yang ia berikan hanya ada di tingkat langit akhir walaupun begitu pedang di tingkat langit akhir juga tak ada di Akademi Merpati. Karna semua pedang Milik Akademi Merpati yang paling tinggi adalah pedang tingkat bumi awal.
Saat ini Xiao Ziya tengah berjalan ke aula pertemuan para petinggi Akademi Merpati, saat membuka pintu di sana sudah banyak orang yang berkumpul mereka memang sedang menunggu kedatangan Xiao Ziya.
"Selamat datang nona Ziya silahkan duduk." ucap Xi Sunbi yang mempersilahlan Xiao Ziya untuk duduk di salah satu kursi kosong.
"Baiklah karna yang kita tunggu tunggu telah tiba maka saya persilahkan pada nona Xiao Ziya untuk menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan." ucap Xi Sunbi yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk mengucapkan beberapa patah kata sebelum dia pulang ke Akademi Kekaisaran Qiyu.
Xiao Ziya berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah aula agar ia bisa melihat semua petinggi Akademi Merpati yang ada di sana dan datang untuk mendengarkan kata kata terakhirnya sebelum ia benar benar pergi dari tempat itu.
"Selamat pagi semuanya, saya sangat bertrimakasih pada kalian semua yang sudah datang kesini, saya tau bahwa tak semua petinggi Akademi Merpati yang datang namun ini saja sudah cukup untuk saya. Yang ingin saya sampaikan adalah saya merasa sangat senang karna bisa tinggal di sini beberapa hari, saya juga senang karna kalian bisa menerima kehadiran saya di sini dengan baik, dan maaf jika selama berada di Akademi Merpati saya membuat masalah dengan beberapa orang. Selama saya tak ada di sini kalian para petinggi yang datang bisa menempati paviliun milik saya karna ada banyak sekali kamar yang tersedia namun saya harap kalian tak masuk ke ruangan ruangan dengan pintu emas. Kalian mencoba masukpun tak bisa karna saya sudah memasang pelindung di sana. Selain itu saya ada sedikit hadiah untuk para petinggi yang sudah bersedia hadir di sini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan setumpuk pedang.
"Wah semua senjata spiritual tingkat langit akhir ini milik anda?." tanua Sin Linji yang tak percaya bahwa ia bisa melihat tumpukan pedang yang sangat hebat seperti itu.
"Masing masing dari kalian bisa memilih satu senjata saja." ucap Xiao Ziya yang membuat para petinggi yang datang ke aula merasa sangat senang.
Satu persatu dari mereka mulai mengambil pedang yang mereka inginkan, setelah mendapatkan sebuah pedang merekapun kembali duduk ke kursi masing masing. Hanya Xi Sunbi yang tak mengambil satu dari tumpukan pedang itu karna ia sudah diberikan sebuah pedang tingkat tinggi oleh Xiao Ziya dan Xi Sunbi sudah merasa sangat cukup memilikinya.
"Kepala akademi tak ingin mengambilnya?." tanya Xiao Ziya yang mempersilahkan kepala akademi untuk mengambil sebuah pedang namun Xi Sunbi menggelengkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia tak ingin mengambilnya.
"Baiklah karna kalian semua sudah mendapatkan pedang yang kalian inginkan saya akan memasukkan sisanya." ucap Xiao Ziya yang memasukkan sisa pedangnya kedalam cincin semesta.
Semua petinggi yang ada di sana mengucapkan trimakasih pada Xiao Ziya atas senjata spiritual yang telah ia berikan. Karna urusannya dengan para petinggi Akademi Merpati telah selesai Xiao Ziyapun pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kelaparan.
"Bibi saya pesan seperti biasanya ya." ucap Xiao Ziya pada pemilik kantin, sang pemilik kantin dengan segera membuatkan pesanan Xiao Ziya.
Xiao Ziya memilih sebuah meja yang ada di pojok seperti biasanya, semua murid yang ada si sana menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang sedikit aneh sehingga membuat gadis itu merasa risih.
"Kenapa kalian semua melihatku seperti itu?." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat risih dengan tatapan para murid yang ada di kantin.
"Ah maafkan kami nona Ziya, kami semua hanya merasa sedih karna nona akan pergi dari akademi." ucap seorang murid yang mewakili teman temannya yang lain.
"Jadi kalian sedih karna saya akan pergi?." tanya Xiao Ziya yang merasa keheranan karna ia baru ada di Akademi Merpati hanya dalam jangka waktu yang sangat singkat mengapa para murid Akademi Merpati merasa sangat dekat dengannya.
"Tentu kami akan merasa sangat kehilangan karna kami banyak belajar dari nona." ucap Xu Yansu yang ternyata juga ada di sana. Xu Yansu dan benerapa murid Akademi Merpati yang kenal dekat dengan Xiao Ziya datang menghampiri gadis itu.
Hai hai semuanya aku update lagi. Jangan lupa follow buat yang belum follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian dan jangan lupa tips juga ya.