
Saat ini Xiao Xun dan ketiga kamarnya hampir sampai di Akademi Kekaisaran Binzo, namun di pertengahan jalan mereka bertemu dengan sekelompok wanita cantik dan wanita wanita cantik itu menghalangi jalan Xiao Xun beserta teman temannya.
"Maaf namun kami tak ada kepentingan dengan kalian." ucap Ling Fuen yang ingin segera lewat karna mereka harus segera sampai di Akademi Kekaisaran Binzo.
"Shut diamlah saya tak tertarik padamu. Siapa nama pemuda tampan ini?." tanya Yang Jingra ketua bandit rubah putih yang memegang wajah Xiao Xun. Sepertinya wanita rubah putih itu tertarik dengan ketampanan yang dimiliki oleh Xiao Xun.
"Tolong jangan sentuh wajah saya, bisakah kalian minggir karna kami sangat sibuk." ucap Xiao Xun yang merasa geli dengan tingkah wanita yang ada di hadapannya itu.
Mendapat penolakan dari seorang pemuda tampan tentu Yang Jingra semakin semangat untuk mendapatkannya, dengan kecntikan yang ia miliki banyak pria ataupun pemuda yang rela menyerahkan nyawa mereka untuk dirinya baru kali ini ada seorang pemuda yang berani menolaknya secara terang terangan.
"Ahaha sungguh pemuda yang manis, siapa namamu? beritau aku maka akan kupersilahkan kau dan teman temanmu untuk lewat." ucap Yang Jingra dengan sebuah senyuman penuh arti. Sepertinya perkataan wanita itu tak sesederhana yang teman teman Xiao Xun fikirkan.
"Saya Xiao Xun, tolong biarkan kami lewat." ucap Xiao Xun yang memberitaukan siapa namanya pada wanita aneh yang masih berdiri di hadapannya itu.
Yang Jingra memberi isyarat pada anggota banditnya yang lain untuk membuka jalan dan membiarkan pemuda bernama Xiao Xun dan teman temannya untuk lewat. Setelah Xiao Xun dan ketiga temannya pergi wanita itu tertawa dengan suara yang sedikit mengerikan.
"Sungguh pemuda yang menarik, aku harus mendapatkannya." ucap Yang Jingra, ia sudah memutuskan bahwa Xiao Xun harus menjadi miliknya entah bagaimanapun caranya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang berada di sebuah desa yang kondisinya lebih parah daripada desa desa yang lain, entah apa yang para bandit itu lakuka hingga banyak mayat yang tergeletak di luar rumah.
"Ah sungguh pemandangan yang menyebalkan." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya, ia harus segera membereskan para bandit itu agar tak ada penduduk yang mati secara sia sia seperti ini.
Xiao Ziya mendekati salah satu jasad warga dan mencoba mengamatinya, jika dilihat dari dekat tak ada luka luar yang terlihat namun tubuh mereka membiru seperti terkena racun. Saat Xiao Ziya sedang sibuk mengidentifikasi penyebab kematian warga di desa itu tiba tiba ada sekelompok kalajengking merah dengan ukuran besar yang mendekat ke arahnya. Karna menyadari adanya hal yang mengancam Xiao Ziyapun dengan cepat melesat menjauh.
"Jadi kalian yng menjadi penyebab kematian warga desa ini." ucap Xiao Ziya yang menatap sekelompok kalajengking merah itu dengan tajam.
Seekor kalajengking yang lebih besar dari kalajengking merah yang lain berubah menjadi sesosok manusia, artinya mereka adalah kelompok bandit kalajengking merah yang pernah Aron ceritakan.
"Hey gadis kecil kembalilah ke rumahmu ini bukan tempat untuk bermain." ucap Xenzo ia adalah ketua dari kelompok bandit kalajengking merah.
"Mengapa kalian melakukan ini?." tanya Xiao Ziya dengan suara pelan namun masih bisa terdengar.
"Mereka sangat menyebalkan, membayar umpeti sebanyak sepuluh koin emas saja tidak mampu. Itu artinya semua warga desa ini tidak berguna dan kami tidak membutuhkan mereka." ucap salah seorang anggota bandit kalajengking merah.
Xiao Ziya mengepalkan tangannya dengan kuat, ia benar benar marah mendengar alasan gila seperti itu. Mereka hanyalah orang asing yang masuk kewilayah Kekaisaran Binzo, mereka datang hanya untuk membuat kekacauan dan menyengsarakan penduduk kekaisaran itu artinya para kelompok bandit yang ada di sini tak lebih dari sampah.
"Sampah seperti kalian beraninya mengusik wilayah yang ada di bawah perlindunganku." ucap Xiao Ziya yang kini matanya sudah berubah warna menjadi merah. Para anggota bandit kalajengking merah menatap gadis muda yang ada di hadapan mereka dengan tatapan remeh, semua anggota bandit kalajengking merah berubah ke wujud manusia mereka.
"Dibawah perlindunganmu? Kekaisaran Binzo adalah milik para bandit." ucap Zo Wunro dengan tawa yang terdengar sangat menyebalkan bagi Xiao Ziya.
Kali ini Xiao Ziya akan melampiaskan sedikit kemarahan yang ia pendam semenjak datang ke Kekaisaran Binzo, kelompok bandit kalajengking merah akan ia ratakan dengan tangannya sendiri. Xiao Ziya mengumpulkan api hitam di kedua genggaman tangannya gadis itu melesat menuju pemuda yang tadi menertawakannya.
Bugh.
Satu tinju mendarat dengan mulus, Zo Wunro terbental jauh kebelakang dan langsung mati ditempt karna tinju yang dilayangkan oleh Xiao Ziya dilapisi api hitam miliknya. Setelah itu Xiao Ziya melesat ke arah anggota bandit kalajengking merah yang lain dan memukul mereka satu persatu. Sudah banyak anggota bandit kalajengking merah yang mati hal itu memancing kemarahan dari ketua mereka yaitu Xenzo.
Xenzo berubah kembali dalam wujud kalajengking merah raksasa, ia menyerang Xiao Ziya menggunakan ekornya yang terdapat racun mematikan. Setiap serangan yang dilayangnan oleh Xenzo dapat ditangkis dan dihindari dengan baik oleh Xiao Ziya.
"Mengapa gadis sepertimu ikut campur dengan urusan kami." triak Xenzo yang sangat marah ia akan membunuh gadis yang menjadi lawannya itu.
Xiao Ziya mengambil pedang hitamnya dari dalam cincin semesta, gadis itu mulai bertarung dengan serius. Tebasan demi tebasan pedang hitam milik Xiao Ziya melukai tubuh Xenzo yang masih dalam wujud kalajengking merah, lama kelamaan Xenzo kehabisan aura siluman miliknya dan berubah menjadi manusia.
"Jika kau tanya mengapa saya ikut campur? itu salah kalian mengusik wilayah kekuasaan saya." ucap Xiao Ziya yang melesat ke arah Kenzo dengan cepat dan memenggal kepala pria itu. Saat itu juga kelompok bandit kalajengking merah musnah tak bersisa. Xiao Ziya membakar mayat anggota bandit kalajengking merah menggunakan api hitam miliknya agar tak meninggalkan jejak yang membuat anggota bandit yang lain merasa curiga.
"Ini hanya permulaan saja." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari desa itu untuk melanjutkan tugasnya.
Xiao Xun sudah sampai di depan gerbang Akademi Kekaisaran Binzo, ia ingin masuk kedalam namun beberapa penjaga menghalanginya dan ketiga temannya. Mereka mengatakan bahwa saat ini Akademi Kekaisaran Binzo tak dapat menerima tamu dari luar karna kondisi kekaisaran yang sangat kritis.
"Kami dari Akademi Kekaisaran Qiyu datang kesini karna ada hal penting yang ingin kami bahas dengan para murid yang sedang menjalani misi akhir." ucap Yu Azof yang mencoba menjelaskan pada para penjaga gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Kepala akademi melarang kami membukakan pintu untuk siapapun, mohon pengertiannya." ucap para penjaga gerbang yang hanya menjalankn tugas mereka saja.
Dengan terpaksa Xiao Xun dan ketiga temannya pergi karna mereka tak mungkin memaksakan masuk kedalam Akademi Kekaisaran Binzo. Sebenarnya ada kejadia yang terjadi beberapa saat sebelum kelompok Xiao Xun sampai di dekat wilayah akademi. Para bandit utara datang ke Akademi Kekaisaran Binzo dan memaksa untuk bertemu dengan kepala akademi, setelah bertemu dengan kepala akademi mereka meminta agar Kepala Akademi Kekaisaran Binzo tak membukakan gerbang untuk orang luar yang datang siapapun itu walau Kaisar Zo Linzu yang datang, jika kepala akademi tak dapat melakukan hal itu maka para kelompok bandit akan membunuh seluruh murid Akademi Kekaisaran Binzo.
"Bukankah ini sangat aneh? sebelum kita datang kesini Kepala Akademi kita mengatakan bahwa kita harus datang ke Akademi Kekaisaran Binzo namun mengapa mereka mengusir kita seperti itu?." ucap Ruo Lihe yang merasakan sebuah kejanggalan dalam kejadian ini.
"Karna kondisi Kekaisaran Binzo sedang tidak aman mungkin saja ada sekelompok bandit yang mengancam mereka." ucap Ling Fuen yang mencoba menebak apa yang sedang terjadi. Jika demikian berati ada yang memata matai mereka semenjak menginjakkan kaki di wilayah Kekaisaran Binzo.
"Sebaiknya kita lebih berhati hati sekarang."ucap Yu Azof.
Akhirnya Xiao Xun dan ketiga temannya memutuskan untuk tinggal di penginapan selama mereka sedang menjalankan misi klan, akan sangat mencurigakan jika mereka tinggal di istana Kekaisaran Binzo, kemungkinan besar para musuh akan semakin mengawasi gerak gerik mereka jika melakukan hal itu. Setelah datang kebeberapa penginapan akhirnya Xiao Xun dan teman temannya menginap di sebuah penginapan yang tak terlalu jauh dari Istana Kekaisaran Binzo. Keempat pemuda itu tidak menyadari bahwa penginapan yang mereka tempati adalah wilayah kekuasaan bandit rubah putih yang artinya saat ini Xiao Xun sedang dalam bahaya.
Di sisi lain saat ini kelompok bandit mawar hitam sedang mencari keberadaan gadis yang meracuni teman mereka, entah mengapa sangat sulit menemukan gadis itu apakah ia sudah kembali kedunia atas dan melaporkan hal ini pada ayah angkatnya jika hal itu memang terjadi maka para bandit yang menduduki wilayah Kekaisaran Binzo sedang dalam bahaya.
"Sebenarnya kemana gadis itu pergi mengapa sangat sulit untuk menemukannya." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang merasa lelah karna sudah berkeliling kesana kemari namun tak kunjung menemukan gadis yang mereka cari.
"Bagaimana jika ia sudah kembali ke dunia atas?." tanya salah satu anggota bandit mawar hitam yang merasa khawatir karna Kerajaan Hitam adalah salah satu kerajaan terkuat yang ada di dunia atas.
"Sepertinya gadis itu bukanlah seorang pengecut yang suka mengadu pada ayahnya." ucap Zo Hijiyu yang dapat menilai Xiao Ziya dari sorot mata tajam gadis itu ketika sedang memarahi mereka.
"Sebaiknya kita segera menemukan gadis itu jika tidak kondisi Yuzume akan semakin parah." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang takut bila hal buruk terjadi pada wakil ketua mereka. Akhirnya anggota bandit mawar hitam melanjutkan pencarian mereka.
Sedangkan gadis yang sedang dicari cari oleh kelompok bandit mawar hitam sedang berada di atas pohon mangga yang sedang berbuah lebat, pohon itu tumbuh di sebuah ladang milik salah seorang warga Xiao Ziya hanya ingin beristirahat saja bukan mencuri buah mangga yang terlihat menggoda itu.
"Hah sebaiknya saya tidur sebentar." ucap Xiao Ziya yang memejamkan matanya, gadis itu terlihat begitu santai.
Beberapa warga yang melintasi pohon mangga itu hanya diam saja ketika melihat seorang gadis tidur di sebuab batang pohon yang cukup besar karna mereka kenal siapa gadis itu.
"Biarkan nona Ziya tidur di sana mungkin ia kelelahan." ucap salah seorang warga yang melarang temannya yang ingin membangunkan Xiao Ziya.
"Bukankah punggungnya akan sakit bila tidur beralaskan batang pohon yang keras?." ucap warga lain yang ingin membangunkan Xiao Ziya dan meminta gadis itu untuk beristirahat di rumahnya saja.
"Nona Ziya pasti sengaja tidur di sana agar tak membahayakan kita, saat ini para bandit masih berkeliaran dimana mana sebaiknya kita segera pergi." ucap salah seorang warga yang menyarankan agar mereka segera pergi dari tempat itu.
Tak terasa haripun berganti menjadi malam dan Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidur pulasnya, gadis itu membuka matanya perlahan kemudian mulai melihat kesekitar ia baru sadar bahwa ia terlalu lama tidur di atas pohon.
"Hoaam sepertinya saya terlalu lama tidur." ucap Xiao Ziya yang langsung loncat kebawah, ia berjalan menuju sebuah pasar terdekat untuk mampir kesebuah kedai ataupun restoran.
Setelah berjalan cukup lama Xiao Ziya sampai di sebuah restoran yang terlihat sangat ramai, gadis itu juga tak merasakan adanya aura membunuh di dalam restoran yang artinya tak ada kelompok bandit di dalam restoran itu.
"Sebaiknya makan di sini saja." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam restoran itu, ia memesan beberapa menu makanan dengan porsi besar pelayan restoran sampai menanyakan apakah Xiao Ziya datang bersama teman temannya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan yang ia pesan datang berbagai menu laut seperti ikan bakar, cumi asap, udang goreng, sup kerang, sup ikan itulag makanan yang Xiao Ziya pesan cukup banyak bila hanya dimakan sendirian saja. Xiao Ziya menyantap makananya dengan lahap karna rasanya yang sangat nikmat namun ketenangan itu akan segera berakhir karna anggota bandit mawar hitam ada di dekat restoran itu.
"Bukankah itu gadis yang kita cari?." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang menunjuk ke arah Xiao Ziya.
"Benar mari kita masuk kedalam." ucap Zo Hijiyu yang memberi perintah pada anggotanya yang lain.
Kelompok bandit mawar hitam masuk kedalam restoran itu, pemilik restoran dan beberapa pelayan menyambut mereka dengan ramah karna tak ingin ada kekacauan. Beberapa pengunjung restoran memilih untuk menundukkan kepala mereka dan pura pura tak mengetahui kedatanga kelompok bandit mawar hitam.
"Apa ada yang bisa saya bantu?." tanya pemilik restoran itu dengan ramah. Namun pemimpin kelompok bandit mawar hitam mendorongnya dengan kencang sehingga jatuh tersungkur ketanah.
"Jangan menghalangi jalanku." ucap Zo Hijiyu yang berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya. Sedangkan Xiao Ziya masih menikmati makanan yang ia pesan dengan santai seolah olah ia tak mengetahui kedatangan para bandit itu.
Merasa diabaikan oleh gadis yang ada di depannya itu Zo Hijiyu langsung mengambil semangkuk sup ikan panas yang ada di meja Xiao Ziya kemudian ia mengguyurkan sup ikan yang masih panas itu ke wajah Xiao Ziya. Tentu saja gadis itu terkejut karna untuk pertama kalinya ada orang yang berani memperlakukannya seperti itu, dengan cepat Xiao Ziya mengelap wajahnya.
"Kau ingin mati dengan cara seperti apa?." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan aura membunuh yang sudah meluap luap dari dalam tubuhnya.
"Jangan berlagak di depan kami." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang memberi peringatan pada Xiao Ziya.
"Husst saya tak sedang bertanya padamu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajamnya.
Tiba tiba saja Xiao Ziya sudah memegang kepala Zo Hijiyu dari depan kemudian ia menggebrakkan kepala wanita itu kemeja makannya, belum puas melakukannya sekali Xiao Ziya meminta pelayan mengambil satu baskom air panas dengan cepat seorang pelayan berlari kedapur dan mengambilkan sebaskom air panas. Setelah itu Xiao Ziya memasukkan wajah Zo Hijiyu kedalam baskom berisi air panas itu.
Anggota bandit mawar hitam yang lain merasa terkejut dengan apa yang Xiao Ziya lakukan. Mereka langsung maju melawan untuk membantu ketua mereka, dengan satu kibasan tangan semua anggota mawar hitam jatuh tersungkur kemudian Xiao Ziya mengikat mereka menggunakan sulur hitam miliknya agar para anggota bandit mawar hitam yang lain tak ikut campur.
Zo Hijiyu hanya bisa pasrah karna saat ingin mengambil sebuah botol racun dari saku bajunya tiba tiba saja Xiao Ziya menarik kepalanya kebelakang dengan cukup keras lalu melemparnya kedalam baskom berisi air panas hingga matanya merasa kesakitan, wajah wanita itu mungkin udah melepuh parah.
"Lepaskan ketua kami." triak para anggota bandit mawar hitam yang masih terikat mereka tak tega melihat sang ketua disiksa seperti itu.
"Hey jangan datang mencari saya jika kalian hanyalah sekumpulan pecundang, dan satu lagi jangan berlagak menjadi sekelompok wanita jahat jika mental kalian masih cupu." ucap Xiao Ziya yang menggunakan beberapa kosa kata saat ia masih menjadi seorang mafia.
Hai hai guys maaf upnya satu dulu lagi ga fokus soalnya, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.