
Raja Artur sampai di dunia bawah dan ia turun tepat di hadapan Xiao Ziya, sang raja menatap ke arah penerusnya itu dengan tatapan bingung sekaligus terkejut. Bagaimana bisa Xiao Ziya mengalami fase kedua sebagai bagian dari bangsa iblis padahal saat ini usianya baru akan menginjak enan belas tahun beberapa bulan lagi, ini terlalu cepat karna Raja Artur mengalaminya ketika ia berusia tujuh puluh tahun.
"Kalian semua mundur jangan ada yang mendekat, akan lebih baik jika kalian masuk ke dalam rumah masing masing dan tidak menampakkan diri." triak Raja Artur yang memberikan peringatan pada para penduduk yang ada di sana.
"Lalu bagaimana dengan adik saya Raja Artur? saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja." ucap Xiao Yan yang masih merasa cemas dengan kondisi adiknya itu.
"Pergilah ke tempat aman, Nona Ziya akan menjadi urusan saya. Percuma Tuan Muda Xiao Yan berada di sini karna Anda tidak akan bisa melakukan apapun untuk membantu Nona Ziya." ucap Raja Artur.
Dengan terpaksa Xiao Yan menuruti perintah dari Raja Artur yang merupakan kenalan dari sang adik, lagipula apa yang dikatakan oleh Raja Artur menang benar. Ia tidak akan bisa membantu apapun untuk memulihkan kesadaran adiknya itu, yang ada ia malah memperkeruh keadaan. Akhirnya Xiao Yan berlari menuju rumah tabib tempat Putri Zo Ruhi dirawat sedang para penduduk yang lain kembali ke rumah mereka masing masing.
"Ini terlalu cepat untuk mu gadis nakal, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah ini?." tanya Raja Artur pada dirinya sendiri.
Raja Artur menggores beberapa jarinya menggunakan sebuah belati, ia menggambar sebuah pola sihir yang mengelilingi tanah tempat Xiao Ziya berpijak. Setelah kurang lebih lima belas menit akhirnya Raja Artur selesai membuat pola sihir itu. Di sisi lain Dewa Hiloz turun ke dunia bawah dan menyita perhatian Xiao Ziya yang sedang dalam mode seutuhnya menjadi iblis, melihat seorang Dewa yang datang tentu memancing amarah dari gadis itu.
"Arghhhh bunuh para Dewa dan orang orang suci itu!!." triak Xiao Ziya dengan suara lantang. Gelombang suara yang sangat besar kembali menggema dan membuat suasana semakin kacau.
Raja Artur menepuk jidatnya pelan saat melihat kedatangan Dewa Hiloz, untuk apa sang dewa turun ke dunia bawah dan ikut campur dalam masalah ini. Saat ini Xiao Ziya diluar kendali dirinya sendiri karna ia sedang dalam proses kebangkitan sebagai seorang iblis seutuhnya.
"Haish mengapa kau datang di waktu yang tidak tepat. Kembalilah ke Alam Dewa Dewi sebelum terlambat." ucap Raja Artur yang memberikan peringatan pada Dewa Hiloz.
"Saya datang untuk melihat Nona Muda Xiao Ziya, apa yang sedang terjadi padanya?. Mengapa ia bisa seperti ini." tanya Dewa Hiloz dengan rasa khawatir yang menyelimuti tubuhnya.
Reflek Dewa Hiloz berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya untuk melihat lebih dekat kondisi gadis itu, Xiao Ziya yang merasa terusik hendak mencakar Dewa Hiloz menggunakan kuku kuku panjangnya itu. Untung saya sihir yang di buat oleh Raja Artur mampu menahan pergerakan dari Xiao Ziya, jika tidak Dewa Hiloz sudah mendapatkan luka parah akibat cakaran itu.
"Cepatlah pergi saya tidak bisa menahan Nona Ziya terlalu lama. Meskipun dia seorang penerus yang saya pilih namun kekuatannya jauh lebih besar dari milik saya!." tegur Raja Artur dengan tatapan serius. Ia tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada Dewa Hiloz karna ia sudah memberi peringatan beberapa kali.
"Anda benar-benar tidak membutuhkan bantuan saya untuk mengatasi masalah ini?." tanya Dewa Hiloz untuk memastikan.
"Tidak!! segeralah pergi dari sini. Sihir penghalang saya sudah tidak sanggup lagi menahan Nona Xiao Ziya!." triak Raja Artur.
Dewa Hiloz menganggukkan kepalanya kemudian ia kembali terbang menuju Alam Dewa Dewi, di saat bersamaan sihir pembatas milik Raja Artur hancur karna tidak mampu menahan ledakan energi iblis dari dalam tubuh Xiao Ziya. Sepasang sayap hitam legam muncul di belakang tubuh gadis itu, kedua sayap Ziya membentang dengan lebar dan gadis itu terbang melesat ke atas langit untuk menyusul Dewa Hiloz sebelum sang dewa sampai ke alamnya.
Raja Artur tidak bisa tinggal diam karna ini sangat berbahaya, ia mengeluarkan rantai hitam dari kedua telapak tangannya. Rantai rantai hitam itu berhasil melilit kedua kaki Xiao Ziya kemudian Raja Artur menariknya ke bawah.
"Lepaskan saya!! para Dewa harus mati setelah mereka melanggar perjanjian yang telah dibuat. Semua perusak tatanan Alam Semesta harus mati!!." jerit Xiao Ziya dengan histeris.
Raja Artur masih berusaha untuk menarik Xiao Ziya ke bahwa sedangkan gadis itu bersikeras untuk terbang dan menyusul Dewa Hiloz. Untunglah sang dewa mempercepat laju terbangnya sehingga ia segera sampai di Alam para Dewa dan Dewi.
"Hah.... untunglah saya selamat. Jika terlambat satu detik saja maka saya akan berubah menjadi mayat." gumam Dewa Hiloz sembari menghela nafas lega. Meskipun hubungannya dengan Raja Artur tidak terlalu baik, untunglah sang raja dari alam neraka itu bersedia untuk membantunya.
Ziloz dan beberapa dewa yang lain menghampiri Dewa Hiloz yang saat ini berada di altar alam dewa dewi. Mereka semua mencemaskan kondisi Dewa Hiloz setelah mendengar teriakan kedua dari Xiao Ziya yang ingin menghancurkan para Dewa dan Dewi yang ada di dunia ini.
"Ayah baik baik saja? apakah ada sesuatu yang terjadi pada ayah saat turun ke dunia bawah?. Saya sangat khawatir setelah mendengar teriakkan dari Nona Xiao Ziya." ucap Ziloz sembari melihat lekat ayahnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Ayah baik baik saja, tidak perlu khawatir dengan kondisi ayah." jawab Dewa Hiloz sembari tersenyum tipis.
"Apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana, mengapa Nona Xiao Ziya bisa berubah drastis seperti itu." tanya Dewa Agni dengan tatapan bingung.
"Saat saya sampai di Dunia Bawah di sana sudah ada Raja Artur yang berusaha untuk mengatasi Nona Muda Xiao Ziya. Menurut keterangan dari Raja Artur saat ini Nona Xiao Ziya sedang memasuki fase kedua sebagai pemimpin para iblis. Sebaiknya kita tidak turun ke bawah hingga kesadaran Nona Ziya kembali, dia akan menyerang para Dewa dan Dewi jika kita nekat datang." peringatan Dewa Hiloz pada rekan dewanya yang lain.
"Untunglah Raja Artur bersedia untuk membantu Anda, setidaknya setelah masalah ini selesai kita harus berterimakasih." ucap Dewa Yengmu.
"Itu benar, kita harus berterimakasih pada Raja Artur nanti." jawab Dewa Hiloz.
Saat ini Raja Artur berhasil menarik Xiao Ziya untuk kembali memijakkan kakinya ke tanah meskipun sang raja harus mengeluarkan lebih dari setengah energi iblis yang ia miliki. Xiao Ziya yang marah atas tindakan Raja Artur berusaha untuk menyerang kakek tua itu, namun tiba tiba setengah kesadaran miliknya mulai kembali.
"Siapapun yang menghalangi jalan saya harus mati meskipun itu Raja dari Alam Neraka sekalipun!" ucap kesadaran milik Xiao Ziya yang sudah menjadi iblis sempurna.
"Dia adalah sosok yang penting bagi saya, jangan membantah dasar iblis sialan!!. Tubuh ini adalah milik saya sedangkan kau hanya menumpang." ucap Xiao Ziya pada dirinya yang lain.
"Tanpa keberadaan saya kau hanyalah sesosok gadis lemah yang menyedihkan, tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirimu secara murni." ucap sosok iblis dalam jiwa milik Xiao Ziya.
"Jika bukan saya wadah yang kau tempati maka tidak akan pernah ada dirimu yang sekarang ini. Diamlah dan turuti saja apa kehendak saya sebagai pemilik tubuh ini." tegas Xiao Ziya pada sosok iblis dalam jiwanya itu.
Beberapa kekuatan yang berada di dalam tubuh Xiao Ziya mulai berputar putar secara tidak karuan kemudian saling bertabrakan dan menjadi kekuatan yang sangat besar. Sepuluh warna cahaya yang berbeda keluar dari tubuh Xiao Ziya secara bersamaan, kekuatan besar itu menekan iblis yang berada di dalam jiwa Ziya hingga iblis itu tidak berani melawan lagi.
Bruk.....
Xiao Ziya jatuh pingsan di dalam pelukan seseorang. Orang itu adalah Lee Brian, ia sengaja tidak datang sejak awal karna akan mengganggu proses kebangkitan Xiao Ziya. Setelah kondisi tidak terkendali lagi, Lee Brian sempat masuk ke alam bawah sadar milik Ziya untuk membangunkan kekuatan lain di dalam tubuh gadis itu. Untunglah semuanya belum terlambat dan masalah ini selesai tanpa ada korban jiwa yang jatuh.
Lee Brian menatap lekat wajah cantik milik keponakannya itu kemudian ia mengalihkan perhatian pada Raja Artur yang sudah kewalahan mengatasi Xiao Ziya.
"Terimakasih telah menjaga Xiao Ziya hingga saya datang. Ini pasti sangat sulit untuk Anda karna kekuatan Ziya yang terlalu besar. Ambil ramuan ini, minumlah agar energi iblis Anda pulih kembali dalam waktu cepat." ucap Lee Brian sembari melemparkan sebuah botol kecil ke arah Raja Artur.
Untung saja lemparan itu tidak melesat dan dapat di tangkap oleh Raja Artur, jika tidak maka ramuan berharga itu akan terbuang sia-sia.
"Anda membuat saya terkejut Tuan Lee Brian. Saya melakukan semua ini bukan karna takut pada Anda jika sesuatu terjadi pada gadis itu, namun sudah menjadi kewajiban saya untuk memastikan bahwa Xiao Ziya baik baik saja." jawab Raja Artur atas pernyataan dari Lee Brian.
"Saya akan membawa Xiao Ziya pergi untuk melihat bagaimana kondisinya setelah bangun nanti, akan sangat berbahaya jika iblis yang ada di dalam tubuhnya masih mendominasi. Sebaiknya Anda tetap di sini untuk mengabari anggota keluarganya yang ada di wilayah ini. Saya permisi terlebih dahulu." pamit Lee Brian sembari membopong tubuh Xiao Ziya.
Lee Brian mengepakkan kedua sayap hitam indahnya dengan lebar kemudian ia terbang tinggi ke atas langit hingga tidak terlihat lagi oleh Raja Artur. Sang raja tidak bisa menghentikan keinginan dari pemimpin para malaikat maut itu, jujur saja Lee Brian memang lebih tangguh dan pantas untuk menjaga Xiao Ziya namun sangat disayangkan keduanya masih memiliki hubungan darah.
"Semoga gadis nakal itu baik baik saja. Saya titipkan Nona Xiao Ziya pada Anda Tuan Lee Brian." gumam Raja Artur sembari tersenyum tipis.
Raja Artur meminum ramuan yang diberikan oleh Lee Brian, dan dalam sekejap semua energi iblis yang terkuras kembali. Raja Artur merasa bahwa ia sudah pulih kembali bahkan kapasitas energi iblis di dalam tubuhnya bertambah besar.
"Sebaiknya saya mengabari Xiao Yan terlebih dahulu untuk memberitahukan keberadaan adik perempuannya itu." ucap Raja Artur. Ia berjalan menuju sebuah rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh, Raja Artur ingat dengan jelas bahwa Xiao Yan masuk ke dalam rumah itu.
Tok tok tok..
Suara pintu rumah sang tabib yang diketuk oleh Raja Artur, setelah menunggu beberapa saat ada seorang pria paruh baya yang membuka pintu itu dan menatap ke arah Raja Artur dengan tatapan bingung.
"Ada apa Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?." tanya pria paruh baya itu dengan perasaan was was.
"Saya teman Nona Ziya dan ingin bertemu dengan Tuan Muda Yan untuk memberitahukan kondisi adiknya saat ini." ucap Raja Artur secara terus terang pada sang tabib.
"Silahkan masuk ke dalam, saya akan memanggilkan Tuan Muda Xiao Yan." tabib itu mempersilahkan Raja Artur untuk masuk ke dalam rumahnya.
Di sisi lain saat ini Lee Brian telah menginjakkan kakinya di sebuah lapisan dunia tempat para malaikat kematian berkumpul. Sebuah dunia dengan aura yang sangat suram bahkan sinar matahari tidak dapat menerobos masuk ke dalam, kedatangan Lee Brian langsung disambut oleh para malaikat kematian yang lain dan mereka semua penasaran dengan sosok gadis yang sedang dibopong oleh pemimpin mereka.
"Bukankah gadis itu adalah Nona Xiao Ziya, apa yang terjadi padanya?." tanya salah seorang malaikat kematian dengan tatapan bingung.
"Dia mengalami kebangkitan ke dua di umurnya yang masih sangat muda. Untuk sementara waktu dia akan tinggal di sini hingga iblis itu dapat dikendalikan dengan baik." jawab Lee Brian dengan singkat dan jelas.
"Ah ternyata begitu, semoga Nona Ziya baik baik saja. Kami semua akan membantu Anda untuk menjaganya." jawab beberapa malaikat kematian mewakili ratusan ribu malaikat yang lain.
"Terimakasih, saya permisi terlebih dahulu." jawab Lee Brian setelah itu ia menghilang dari pandangan seluruh malaikat maut yang berkumpul.
Hai hai semua author balik lagi, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.