
"Lalu balas budi apa yang akan nona berikan pada saya?." ucap Ratu Rexuca yang sudah tidak sabar untuk melihat sesuatu yang akan diberikan gadis manusia itu padanya.
Xiao Ziya tersenyum dengan lembut dan mulai menatap semua yang ada di sana. Mungkin mereka tak akan pernah menyangka bahwa ia mampu memberikan ini sebagai tanda balas budu.
"Sebelum memberikannya, saya akan bercerita dimana dan bagaimana saya bisa menemukannya." ucap Xiao Ziya yang sengaja membuat mereka semakin penasaran.
"Baiklah silahkan." ucap Ratu Rexuca yang mewakili semua yang ada di ruang rapat.
"Beberapa hari yang lalu saat saya masih di akademi saya merasakan ada yang tidak beres dengan paviliun sebelah paviliun yang saya tinggali, akhirnya saya memutuskan untuk mencari tau apa yang sebenarnya ada di sana, awalnya saya keheranan sebenarnya beliau itu siapa namun pada akhirnya saya mengetahuinya juga." ucap Xiao Ziya yang sengaja mempersingkat cerita.
Terlihat sang ratu, para pangeran, dan juga putri sudah tidak sabar untuk melihat hal luar biasa yang Xiao Ziya sebutkan. Akhirnya Xiao Ziya mengeluarkan seorang pria dari dalam cincin semestanya. Pria itu tampak kebingungan ketika melihat keterkejutan orang orang yang menatapnya.
"Bagaimana... bagaimana bisa." ucap Ratu Rexuca yang mendadak lemas melihat pria yang tak asing baginya itu.
Ia adalah Raja Richal sekaligus suami yang sangat ia rindukan, sudah seratus tahun ia tak bertemu dengan suaminya itu ini adalah sebuah hal yang sangat mengejutkan dan juga membahagiakan bagi dirinya.
"Maaf nona Ziya mereka ini siapa?." tanya Raja Richal yang sepertinya memang kehilangan sebagian dari ingatannya.
"Mereka adalah keluargamu, orang orang yang menantikan kepulanganmu Raja Richal." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dengan hangat.
Terlihat anak anak dari Raja Richal meneteskan air mata mereka, walau para pangeran dan putri terlihat masih sangat muda namun umur mereka jauh lebih tua dari apa yang terlihat. Bangsa peri diakui memiliki ketampanan dan kecantikan yang abadi selain itu mereka memiliki umur yang sangat panjang hingga ribuan tahun.
"Akhirnya ayah handa kembali." ucap Putra Mahkota Robert yang langsung memeluk ayahnya dengan antusias diikuti oleh adik adiknya yang lain.
Akhirnya mereka bisa berkumpul kembali, ini adalah suatu keajaiban. Ratu Rexuca sudah mengerahkan semua pasukan untuk mencari suaminya namun tak ada yang berhasil menemukan jejak sang raja.
"Trimakasih telah menyelamatkan suami saya dan mengembalikannya pada saya. Benar apa yang nona katakan walau saya memberikan seluruh pohon peri yang ada di istana ini, itu belum cukup untuk membalas kebaikan dari nona." ucap Ratu Rexuca yang masih berlinang air mata.
"Kalau begitu saya harus pamit terlebih dahulu, saya harus segera kembali ke akademi." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada penghuni istana peri itu.
Kali ini Xiao Ziya sudah mempelajari sihir kuno yang dugunakan oleh Pangeran Roze ketika mengantarnya, itu tak terlalu rumit untuk seorang jenius seperti Xiao Ziya. Saat ini Xiao Ziya sudah ada di gerbang keluar istana peri. Semua anggota istana peri mengantar kepergiannya.
"Trimakasih telah menyelamatkan ayah saya dan maaf atas ketidaksopanan saya waktu itu." ucap Putra Mahkota Robert yang merasa tak enak hati pada Xiao Ziya karna ia sudah berkali kali menaruh curiga pada gadis itu.
"Saya sudah memaafkan Yang Mulia Pangeran Mahkota." ucap Xiao Ziya dengan tulus, karna kesalah fahaman adalah hal yang biasa saat orang pertama kali bertemu dengannya.
"Lain kali aku akan berkunjung untuk membeli cemilan di sana." ucap Pangeran Roze yang sepertinya menyukai makanan yang berasal dari dunia bawah.
"Apakah itu enak?." tanya Putri Orwen yang penasaran dengan perkataan kakak laki lakinya itu.
"Apakah tidak masalah kami membiarkanmu pulang sendiri?." tanya Ratu Rexuca yang sedikit khawatir, jika gadis itu hanya mengandalkan kemampuan meringankan tubuhnya maka akan diperlukan waktu yang lama.
"Biarkan salah satu putraku mengantarmu nona." ucap Raja Richal yang juga cemas dengan keselamatan Xiao Ziya.
"Ketika saya berpergian dengan Pangeran Roze saya berusaha untuk menghafalkan mantra kuno yang ia ucapkan, dan saya sudah bisa sekarang." ucap Xiao Ziya yang membuat mereka sangat terkejut. Bagaimana gadis itu bisa hafal dengan waktu yang sangat singkat.
"Baiklah kami akan mengunjungimu dilain waktu, trimakasih atas kebaikan nona." ucap Raja Richal yang senang akhirnya bisa ingat dan kembali pada keluarganya.
Setelah itu Xiao Ziya merapalkan mantra yang sama dan menyebut tempat yang akan ia tuju. Seketika gadis itu langsung berada di paviliunnya yang ada di akademi.
"Wah mantra teleportasi ini sungguh luar biasa namun memakan banyak energi Qi, jika orang biasa atau kulivator tingkat rendah yang menggunakannya mereka akan mati." ucap Xiao Ziya yang sedang menilai betapa hebatnya mantra kuno yang dimiliki oleh bangsa peri.
Karna merasa sedikit lelah Xiao Ziya memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sepertinya belajar di akademi dengan tenang adalah harapan yang sia sia saja gadis itu pasti akan sibuk dengan berbagai hal yang datang. Sebelum benar benar terlelap Xiao Ziya memutuskan untuk ikut ujian kenaikan lebih cepat dari yang lain dan ia harus segera lulus dari Akademi Kekaisaran. Namun sebelum itu ia harus ikut serta dalam turnamen antar akademi yany ada di dunia bawah.
Ditempat lain tepatnya di istana kekaisaran, Xiao Yan sedang menyambut tamu kehormatan yang baru saja sampai beberapa saat yang lalu. Mereka adalah orang orang dari kerajaan Xingmen.
Kali ini yang datang adalah Raja, permaisuri, Pangeran Xi Mingu, Pangeran Xi Binxi, dan juga Pangeran Xi Sihu. Mereka datang lebih lambat dari perkiraan Xiao Yan sepertinya ada kendala saat perjalanan menuju Kekaisaran Qiyu.
"Maaf kaisar sedari tadi saya tidak melihat nona Ziya." tanya permaisuri Xi Wunjin yang ingin segera menemui Xiao Ziya agar gadis itu bisa memulihkan putranya.
"Karna beberapa saat yang lalu kondisi ayah saya sedang kritis sehingga adik saya sibuk menjaga ayah, namun karna ayah saya sudah pulih sekarang, mungkin adik saya sudah kembali ke akademi." ucap Xiao Yan dengan ramah.
"Apakah kami bisa menemuinya?." tanya Xiao Mingu yang sangat ingin bertemu dengan Xiao Ziya.
"Sebaiknya kalian istirahat terlebih dahulu, besok saya akan mengutus jenderal saya untuk mengantar kalian ke akademi." ucap Xiao Yan, dia mengatakan hal itu bukan karna takut orang orang dari kerajaan Xingmen akan kelelahan saat menempuh perjalanan menuju akademi. Xiao Yan hanya ingin agar adiknya itu memiliki waktu untuk beristirahat.
Sebenarnya Xiao Yan begitu sedih saat mendengar ayahnya dalam keadaan sekarat saat kembali dari misi klan. Saat ia pergi kesana hanya Xiao Xun yang ia jumpai, saat itu Xiao Yan sempat berfikir bahwa adik perempuannya sedikit berubah. Namun ketika Xun bercerita bahwa saat itu Xiao Ziya sedang pergi untuk mencari daun peri agar ayah segera sembuh Xiao Yan merasa sangat bersalah pada sang adik. Entah mengapa ia bisa berfikir hal buruk seperti itu padahal adik perempuannya itu sangat menyayangi keluarganya. Tanpa disadari sikap Xiao Yan memang sedikit berubah semenjak Xiao Ziya tau bahwa ia dan Xun bukanlah saudara seibu.
"Maafkan gegemu ini, sepertinya gege memang hanya bisa menyusahkammu saja adik." gumang Xiao Yan dengan pelan kemudian ia mengantar tamunya itu ke kamar yang telah dipersiapkan.
**Hai hai semuanya duh maaf banget ya baru nisa update setelah satu minggu hiatus, kalian jangan marah ya author juga manusia biasa yang punya kesibukan di dunia nyata author.
Semoga kalian bisa maklumin ya.
Jangan lupa Vote, Like, Komen, Rate, and Share ya**.