RATU IBLIS

RATU IBLIS
Masalah


Entah kemana perginya Aron, mengapa ia tak berpamitan pada Ziya jika memang ingin pergi jauh. Saat ini Xiao Ziya hanya bisa menunggu Aron gege datang untuk menghampirinya.


"Apakah terjadi sesuatu yang buruk pada Aron gege." ucap Xiao Ziya sambil duduk di salah satu kursi yang ada di kamarnya.


Setelah menunggu hingga beberapa saat akhirnya yang ditunggu tunggu tiba. Aron benar benar datang lewat dari jendela kamar Xiao Ziya. Mengapa banyak orang aneh yang mengelilingi Xiao Ziya, padahal kamar Ziya memiliki pintu kenapa harus lewat jendela.


"Saya melapor pada nona Ziya." ucap Aron yang kini berada di depan Xiao Ziya. Xiao Ziya menatap Aron dengan kesal namun pemuda itu belum menyadarinya. Dengan cepat Xiao Ziya menjewer telinga Aron hingga ia kesakitan.


"Adik Ziya apa yang kau lakukan mengapa kau menjewer telingaku, kesalahan apa yang kuperbuat." ucap Aron dengan polos seperti tidak punya kesalahan pada Ziya.


"Kau pindah rumah tanpa mengabariku, aku sangat takut jika tiba tiba kau menghilang seperti itu." ucap Xiao Ziya yang sedang merajuk pada Aron. Sedangkan pemuda itu hanya tersenyum memandangi tingkah Ziya yang lucu.


"Apakah kau menyayangi kakak laki lakimu ini? Bukankah kau memiliki banyak kakak laki laki?." ucap Aron yang sepertinya ingin mengerjai Xiao Ziya.


Xiao Ziya tak menjawab pertanyaan dari Aron dia hanya memalingkan wajahnya dan melihat ke arah lain.


"Aku ada tugas untuk gege, awasi perbatasan laporkan apa saja yang terjadi di sana." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin. Kemudian gadis itu melesat pergi.


Aron merasa mungkin ucapannya tadi terlalu berlebihan hingga membuat Ziya kesal. Aronpun segera melaksanakan tugas yang diberikan Xiao Ziya, dan berniat untuk meminta maaf dengan Xiao Ziya nanti setelah tugasnya selesai.


Ditempat lain tepatnya di hutan yang ada di luar wilayah Kekaisaran Qiyu berkumpul banyak orang. Mereka adalah bandit bandit dari kelompok tombak hitam. Sepertinya mereka merasa bahwa pergerakan mereka sudah di cium pihak Kekaisaran Qiyu.


"Sudah ada beberapa anggota kita yang menghilang, apakah kekaisarsan menangkap mereka." ucap salah seorang pemimpin dari kelompok kecil bandit tombak hitam.


"Bukankah kondisi Kekaisaran Qiyu belum stabil, mengapa mereka bisa secepat ini." ucap salah satu anggota bandit tombak hitam.


Sekarang mereka tengah merencanakan sesuatu, mungkin saja mereka akan menyerang saat diadakan pesta ulangtahun Xiao Ziya nanti.


"Kita akan menyerang saat mereka lengah." ucap pemimpin besar dari bandit tombak hitam.


Ditempat lain tepatnya di pasar wilayah Kekaisaran Qiyu, para saudara perempuan dan laki laki Xiao Ziya sedang berbelanja untuk memberi hadiah pada Xiao Ziya. Namun dari tadi mereka hanya mampir ke satu toko ke toko yang lain tanpa membeli apapun.


"Untuk memberi adikku hadiah ulang tahun saja aku sampai pusing seperti ini." ucap Xiao Yan, yang masih belum bida memutuskan hadiah apa yang akan ia berikan.


"Wanita itu biasanya suka perhiasan, namun adik Ziya jarang mengenakannya." ucap Pangeran Zeeling.


Entahlah mengapa acara ulang tahun Xiao Ziya yang kurang satu hari itu membuat semua orang pusing memikirkan hadiah yang bagus untuk Xiao Ziya.


Saat ini Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju istana kekaisaran. Ada banyak orang yang memperhatikan Xiao Ziya. Gadis itu memang sangat menarik perhatian.


"Lihatlah betapa mengagumkannya nona Ziya." ucap salah seorang pedagang yang ada di tepi jalan.


"Andai saja dia mau dijodohkan dengan putraku." ucap salah seorang pedagang yang memiliki kios besar.


Xiao Ziya yang mendengar apa yang diucapkan orang orang di sepanjang jalan hanya bisa menunduk malu. Bagaimana bisa mereka ingin menjodohkannya dengan anak anak mereka. Bukankah Xiao Ziya masih sangat kecil untuk memikirkan hal semacam itu.


"Mengapa mereka mengatakan hal yang sama." ucap Xiao Ziya yang masih berjalan menunduk hingga tak sengaja menabrak seseorang. Anehnya biasanya orang yang ditabrak Ziyalah yang akan jatuh, namun kali ini Xiao Ziyalah yang terjatuh.


Karna penasaran siapa yang ditabraknya, Ziyapun mendongakkan kepalanya ke atas. Betapa terkejutnya Xiao Ziya karna orang yang ia tabrak memiliki aura seorang dewa.


"Siapa anak laki laki ini? Mengapa aura dewanya begitu pekat." gumang Xiao Ziya pelan karna tak ingin di dengar anak laki laki yang menabraknya.


"Apa kau tak melihat saat berjalan." ucap anak laki laki itu dengan nada yang sangat angkuh. Xiao Ziya berusaha menahan amarahnya.


"Maaf aku tadi tidak melihat kedepan." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk mengalah daripada bertengkar tak jelas dengan anak laki laki yang baru ia temui itu.


"Cih kali ini kau lolos, jika lain kali aku melihatmu akan ku beri pelajaran." ucap anak laki laki itu kemudian pergi tanpa membantu Xiao Ziya berdiri terlebih dahulu.


"Mengapa akhir akhir ini banyak hal hal ganjil yang terjadi." ucap Xiao Ziya sambil mengerucutkan bibirnya. Mengapa ia tak bisa istirahat dengan baik, selalu saja ada masalah yang tiba tiba datang.


Karna tak ingin mendapatkan masalah lagi dalam perjalanan menuju istana kekaisaran. Xiao Ziya memilih untuk menggunakan ilmu meringankan tubuhnya agar capat sampai di sana. Setelah sampai di gerbang masuk istana pemandangan yang menjengkelkan yang ia lihat.


Terlihat beberapa orang yang sedang berselisih paham dengan para penjaga, saat Xiao Ziya amati sepertinya orang orang itu berasal dari Klan Yin. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan.


"Ada apa ini mengapa kalian bertengkar di sini." ucap Xiao Ziya yang mengejutkan para penjaga yang sedang berjaga dan juga beberapa orang yang berasal dari Klan Yin.


"Hormat kami pada nona Xiao Ziya." ucap sang penjaga sambil membungkuk hormat, sekarang mereka memandang Xiao Ziya sebagai gadis yang kuat dan juga layak bila nanti Xiao Ziya yang akan memimpin Kekaisaran Qiyu.


"Kuterima hormat kalian, sebenarnya apa yang sedang kalian ributkan di sini?." tanya Xiao Ziya dengan tegas sambil menatap orang orang dari Klan Yin.


"Mereka bersikeras untuk masuk nona, saat kami menanyakan ada keperluan apa mereka datang kemari, mereka malah membentak kami." jelas salah seorang penjaga. Bukannya Xiao Ziya telah memperingatkan mantan permaisuri untuk tidak mengusik istana kekaisaran lagi. Lantas mengapa orang orang dari Klan Yin datang dengan kasar seperti ini.


"Apa yang kalian ingin lakukan di istanaku." ucap Xiao Ziya dengan dingin sambil menatap mereka tajam.


"Kamu tak perlu tau apa yang ingin kami lakukan di sini, cepat panggil penguasa baru kekaisaran." ucap salah satu pria yang sepertinys merupakan ketua dari Klan Yin.


Xiao Ziya yang sedari tadi merasa kesal karna banyak hal hal yang tak terduga terjadi, kini gadis itu sedang tersulut emosi aura membunuh seketika keluar dari tubuhnya dan aura itu sangat pekat.


"Bicaralah dengan baik atau ku bunuh kau di sini!!." triak Xiao Ziya yang membuat beberapa ketua dari Klan Yin terpental.


Mereka menatap Xiao Ziya dengan penuh rasa takut, bagaimana bisa gadis itu memiliki aura membunuh yang melebihi panatua mereka. Seberapa banyak nyawa yang sudah melayang di tangan gadis ini.


"Kami hanya ingin menuntut hak kami saja. Bagaimanapun Pangeran Yin Liu pantas menempati posisi kaisar." ucap salah satu ketua dari Klan Yin. Xiao Ziya mengenal beberapa ketua yang ada di Klan Yin termasuk yang ada di hadapannya ini.


"Apakah ketua muda Yin Zinxi dan juga Yin Zinxu ingin memberontak?" ucap Xiao Ziya sambil menatap sinis ke arah kedua ketua muda itu.


"Kami hanya menuntut hak dari Pangeran Yin Liu." ucap mereka berdua yang sepertinya sangat keras kepala. Usia mereka berdua masih sangat muda sangat disayangkan bila kedua ketua muda itu mati dengan sia sia.


"Hak? hak apa yang kalian bicarakan. Saat kaisar merenggut hak hak rakyat dan juga klan kecil seperti kami, ada dimana kalian semua? mengapa saat Klan Yin jatuh kalian baru muncul." ucap Xiao Ziya penuh dengan amarah mengingat apa yang telah kaisar lakukan.


Tak lama kemudian datanglah saudara dan saudari Xiao Ziya yang baru saja pulang dari pasar. Terlihat mereka membawa beberapa belanjaan yang entah berisi apa.


"Ada apa ini adikku, dan siapa mereka ini?." tanya Xiao Yan yang merasa heran dengan kedatangan orang orang yang tidak ia kenal di istana kekaisaran.


"Mereka adalah beberapa ketua dari Klan Yin, dan mereka menuntut hak Pangeran Yin Liu untuk menjadi kaisar. Apakah itu tak terdengar sangat lucu?." ucap Xiao Ziya sembari tertawa saat menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Mendengar penjelasan dari Xiao Ziya membuat saudara dan saudarinya juga tertawa geli, lelucon macam apa yang sedang Klan Yin mainkan ini sungguh menggelitik dan membuat orang muak.


"Kekuasaan kekaisaran kali ini jatuh ke tangan Klan Xiao, apakah kalian tak setuju maka akan ku hancurkan Klan Yin kalian." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum jahat. Gadis itu benar benar mencerminkan seorang ratu dari neraka.


"Baiklah kali ini kami akan mundur, namun lain kali akan ku hancurkan kesombonganmu itu." ucap para ketua dari Klan Yin, setelah mengatakan itu mereka memilih untuk pergi.


Karna hari ini sangat banyak hal yang terjadi, dan itu membuat Xiao Ziya merasa sedikit lelah. Xiao Ziyapun berpamitan pada saudara saudarinya untuk pergi ke kamar dan memulihkan diri.


"Sepertinya saudari Ziya sangat kelelahan." ucap Xiao Yuna sambil melihat kepergian Xiao Ziya.


"Kita akan menanyakan itu nanti." ucap Pangeran Kegelapan yang tak ingin waktu istirahat Xiao Ziya diganggu.


Hai hai semua maaf ya aku bisanya up malem hari ini. Semoga kalian semua sehat selalu ya.


Jangan lupa vote novel ini sebanyak banyaknya. Rate bintang lima. Komen yang banyak asal jangan spam promosi. Like juga ya kalau bisa share ke temen temen kalian lop you guys