RATU IBLIS

RATU IBLIS
Reaksi Racun


Tabib istana datang dengan tergesa gesa kemudian ia melihat ke arah Wi Xume yang tertidur dengan wajah pucat, sang tabis mencoba mendiaknosis penyakit dari gadis itu namun saat melakukan pemeriksaan tubuh Wi Xume baik baik saja.


"Sepertinya nona hanya kelelahan dan kurang tidur saja sehingga ia pingsan. Minumkan ramuan ini dua kali sehari untuk membuat kondisi nona pulih." ucap sang tabib yang memberikan sebetol cairan berwarna merah terang pada Kaisar Yan. Sang kaisar menerima obat pemberian sang tabib tanpa rasa curiga sedikitpun.


Sang tabib keluar dari kamar Wi Xume kemudian berjalan keluar istana, setelah beberapa saat tabib itu berubah wujud menjadi Xiao Ziya. Benar gadis itu sudah merencanakan semuanya, tabib istana yang asli ia bius hingga pingsan kemudian ia menyamar menjadi tabib itu. Cairan berwarna merah yang diberikan Xiao Ziya adalah racun yang dapat membuat siapapun yang meminumnya akan merasakan panas yang luar biasa setelah meminumnya tiga hari berturut turut.


Efek racun itu memang sangat lambat Xiao Ziya sengaja memberikan racun seperti itu untuk menyiksa Wi Xume. Selain itu tak akan ada yang curiga pada tabib istana karna saat orang lain yang memeriksa racun milik Ziya yang mereka temukan adalah obat biasa.


"Permainan bagus baru saja dimulai." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan sangat mengerikan.


Xiao Ziya memutuskan untuk berjalan jalan di pasar yang ada di dekat Istana Kekaisaran Qiyu, ia membeli beberapa makanan untuk dibawa kembali ke Klan Xiao. Setelah membeli apa yang ia butuhkan Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju Klan Xiao. Setelah sampai di Klan Xiao ia masuk kedalam paviliun miliknya menyajikan semua makanan yang ia beli tadi di meja makan. Beberapa saat kemudian Wi Algi keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi.


"Gege sudah bangun?? saya sudah membeli beberapa makanan saat diluar tadi mari kita sarapan." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah Wi Algi. Pemuda itu tersipu malu karna tak ada orang yang memperhatikannya seperti ini selain ibu kandungnya.


"Trimakasih adik Ziya." ucap Wi Algi yang duduk di salah satu kursi kosong kemudian ia menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh Xiao Ziya.


Saat ini Wi Xume sudah sadar, gadis itu membuka mata dengan raut wajah ketakutan. Gadis itu masih mengingat dengan jelas bagaimana ular ular merah itu menggeliat di atas tubuhnya dengan mata merah menyala yang menyeramkan.


"Yang Mulia Kaisar malam ini tolong tidurlah bersama saya karna saya sangat ketakutan." ucap Wi Xume secara spontan dan membuat Kaisar Yan cukup terkejut. Ada sebuah aturan yang melarang pasangan tidur bersama sebelum mereka menikah, Kaisar Yan sangat kebingungan tak mungkin ia melanggar peraturan yang sudah ada sejak lama.


"Maaf saya tak bisa menuruti permintaanmu kali ini." ucap Kaisar Yan yang terpaksa menolak permintaan dari kekasihnya itu. Wi Xume sedikit kesal karna sang kaisar tak dapat menurutinya.


"Saya harus pergi karna banyak berkas berkas yang harus saya selesaikan, jika kau butuh sesuatu panggil saja pelayan." ucap Kaisar Yan, ia langsung keluar dari kamar Wi Xume dan berjalan menuju ruang kerjanya.


"Sialan sepertinya aku harus segera menikah dengan kaisar sebelum ia berubah fikiran dan tak mencintaiku lagi. Setelah menjadi ratu aku akan mengajak ibu dan kakakku tinggal di sini." ucap Wi Xume yang sudah tak sabar menduduki tahta ratu. Mungkin setelah mendapat apa yang ia inginkan Wi Xume akan membunuh Kaisar Yan agar ia bisa menjadi penguasa seutuhnya.


Dua hari berlalu dengan sangat cepat kini Xiao Ziya sudah semakin dekat dengan Wi Algi, gadis itu juga mengenalkan Wi Algi pada anggota Klan Xiao yang lain. Mereka mendengarkan cerita dari Wi Algi tentang Wi Xume yang telah mengabisi keluarganya.


Selama dua hari itu racun yang diberikan oleh Xiao Ziya mulai bekerja, tubuh Wi Xume terasa sangat panas meski ia sudah mandi berkali kali, bahkan air mandinya akan menguap saat bersentuhan dengan kulit Wi Xume. Sudah banyak tabib yang berusaha menyembuhkan atau mencari tau penyabab keanehan pada tubuh gadis itu, tadinya Kaisar Yan curiga dengan obat yang diberikan oleh tabib istana dan meminta seorang ahli obat untuk memeriksanya. Namun tak ada keanehan pada cairan merah itu.


"Argh sangat panas Kaisar Yan tolong saya, semua ini terasa sangat menyakitkan." ucap Wi Xume yang merintih kesakitan gadis itu sudah tak tahan dengan rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya itu.


"Siapa yang bisa membantumu sayang, para tabib sudah menyerah, ahli racun juga tak menemukan keanehan dalam tubuhmu." ucap Kaisar Yan yang merasa sangat frustasi. Seketika ia ingat pada adiknya yaitu Xiao Ziya gadis itu dapat menyembuhkan racun dari tuan putri dari Kerajaan Barar yang tak bisa disembuhkan oleh siapapun.


"Rasanya seperti terbakar di dalam neraka." ucap Wi Xume yang mulai menangis karna ia belum pernah merasakan panas seluarbiasa itu sebelumnya.


Kaisar Yan menggendong Wi Xume dan mengajaknya naik ke atas kereta kuda yang telah disiapkan, kemudian kereta kuda itu berjalan menuju Klan Xiao. Setelah sampai di sana Kaisar Yan dan Wi Xume keluar dari kereta kuda saat mereka akan masuk kedalam Klan Xiao ada beberapa penjaga gerbang yang menahan.


"Mohon maaf Kaisar Yan saat ini para ketua sedang rapat sehingga anda tak diizinkan masuk kedalam." ucap salah seorang penjaga gerbang yang memberi peringatan pada Kaisar Yan.


"Sejak kapan saya memerlukan izin untuk masuk kedalam klan saya sendiri?." ucap Kaisar Yan yang merasa bingung sekaligus kesal berani beraninya prajurit biasa seperti mereka menghadang jalan.


"Sejak kau bersikap buruk pada adik Ziya." ucap Xiao Xun yang tiba tiba saja muncul entah dari mana. Ia menatap ke arah Kaisar Yan dengan tatapan tajam.


"Peraturan macam apa itu. Lagipula saya datang kesini untuk bertemu dengan adik Ziya bukan para ketua." ucap Kaisar Yan, ia memaksa agar bisa masuk kedalam. Kondisi Wi Xume semakin memburuk dan kaisar tak ingin hal yang lebih buruk terjadi pada kekasihnya.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang berada di dalam paviliunnya bersama dengan Zoe dan juga Wi Algi mereka sedang menyiapkan piknik di depan halaman paviliun milik Xiao Ziya. Tiba tiba saja ia merasakan aura yang tak asing baginya, ternyata Kaisar Yan datang lebih cepat dari perkiraanya.


"Algi gege tolong petikkan buah buah yang ada di belakang bukit, saya harus menyabut tamu yang datang." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Wi Algi untuk memetik beberapa buah yang ada di belakang bukit.


Tanpa banyak bertanya Wi Algi pergi kebelakang paviliun dan mulai masuk ke area bukit. Ia tak bertanya pada Xiao Ziya siapa tamu yang akan datang karna ia sadar itu adalah privasi milik adiknya.


Benar yang di duga oleh Xiao Ziya, Kaisar Yan datang padanya dengan membawa gadis yang sangat ia benci itu. Kaisar Yan menatap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan mendekat ke arah Xiao Ziya, sedangkan Wi Xume ada dalam gendongan sang kaisar.


"Saya tau kau sangat hebat jadi kau pasti bisa menyembuhkan penyakit kekasihku ini." ucap Kaisar Yan, ia memiliki harapan yang sangat besar pada adik perempuannya itu.


Xiao Ziya mentap ke arah Wi Xume dengan tatapan yang membuat siapa saja akan merasa tersinggung, apakah Kaisar Yan sudah menjadi sangat bodoh. Kaisar Yan tau jika adiknya itu tak menyukai Wi Xume jadi sangat kecil kemungkinan Xiao Ziya mau membantunya.


"Walaupun saya tau bagaimana cara menyembuhkan gadis itu saya tak akan melakukannya. Hal yang sangat tak berguna dan buang buang tenaga." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya.


"Saya mohon sembuhkan kekasih saya karna kami akan menikah beberapa minggu lagi." ucap Kaisar Yan yang membuat Xiao Ziya cukup terkejut. Entah rayuan macam apa yang Wi Xume lakukan hingga membuat Kaisar Yan mau menikahinya dalam waktu dekat padahal mereka belum lama saling mengenal satu sama lain.


"Apakah Yang Mulia Kaisar kira saya peduli dengan pernikahan anda?? itu urusan anda dan tak ada hubungannya dengan saya." ucap Xiao Ziya yang tak akan pernah menyembuhkan Wi Xume dengan alasan apapun.


Kaisar Yan menggertakkan giginya dengan cukup keras, ia harus membujuk Xiao Ziya dengan cara apa lagi agar gadis itu mau membantu Wi Xume. Jika kondisi kekasihnya tak kunjung membaik maka pernikahan mereka bisa saja batal.


"Tolong maafkan saya adik ipar, selamatkan saya." ucap Wi Xume dengan air mata yang bercucuran. Jika orang lain yang melihat ekspresi Wi Xume mereka pasti kasihan pada gadis itu, namun itu tak berlaku pada Xiao ziya.


Xiao Ziya membalikkan badannya kemudian berjalan masuk kedalam paviliunnya ia meninggalkan Kaisar Yan dan Wi Xume yang masih berada di halaman paviliunnya. Xiao Ziya masuk kedalam kamar mandi kemudian mengganti gaun yang tadinya berwarna pink muda menjadi hitam.


"Bagaimana ini kaisar jika adik anda masih keras kepala seperti itu maka ia tak akan mau menyembuhkn saya, ini terasa sangat menyakitkan saya tak tau sampai kapan sanggup menahannya." ucap Wi Xume dengan nada bicara yang sangat lemas tubuhnya terasa semakin panas.


"Saya akan memikirkan sebuah cara agar Ziya mau membantu anda." ucap Kaisar Yan ia mengajak Wi Xume untuk kembali ke istana terlebih dahulu.


Xiao Ziya keluar dari paviliunnya dan melihat bahwa kedua orang menyebalkan itu telah pergi. Xiao Ziya melesat menuju hutan di dekat perbatasan, setelah sampai gadis itu naik ke atas pohon yang paling tinggi dan melihat semua dari atas sana. Entah mengapa perasaan Xiao Ziya sangat cemas seperti akan muncul sesuatu yang sangat buruk nantinya karna itu ia akan mengawasi seluruh bagian dunia bawah dari atas pohon. Sebelum pergi Xiao Ziya menuliskan sebuah surat agar Wi Algi tak mencarinya kemana mana ia juga meminta pada pemuda itu untuk tetap berada di paviliunnya.


Sedangkan di sisi lain saat ini para dewa sedang mengadakan rapat besar besaran karna mereka mendapat informasi jika orang orang dari lapisan dunia semesta tingkat rendah sedang mengincar Xiao Ziya dan ingin menjadikan gadis itu sebagai kelinci percobaan dalam penemuan baru mereka. Entah mengapa dari jutaan kultivator yang ada mereka harus mengincr Xiao Ziya yang sulit untuk didapatkan. Karna gadis itu telah menjadi seorang dewi agung setelah mengalahlan sang dewa agung tentu saja para dewa dan dewi akan berusaha untuk melindunginya.


"Kita harus memantau keadaan di sekitar nona Ziya karna saya yakin orang orang itu tak akan menyerah dengan cepat." ucap Dewa Hiloz yang pernah bertemu beberapa kali dengan orang orang dari lapisan dunia semesta tingkat rendah.


Orang orang dari lapisan dunia semesta tingkat rendah memiliki ambisi yang sangat tinggi tentang penemuan penemuan yang mereka lakukan, mereka juga terkenal sangat congkak dan merendahkan orang orang yang berasal dri dunia bawah mereka menganggap bahwa dunia bawah adalah dunia buangan. Para dewa sudah beberapa kali berselisih dengan pemimpin mereka dari awal dunia itu tercipta.


"Mereka pasti sedang menyusun sebuah rencana untuk membawa nona Ziya kedunia mereka." ucap Dewa Bixu dengan raut wajah yang sangat serius.


Para dewa dan dewi mengambil sebuah keputusan dalam rapat itu. Untuk menjaga dan mengawasi salah satu dewi agung yaitu Xiao Ziya, maka mereka akan mengutus beberapa jenderal dewa untuk turun ke dunia bawah dan mengawasi gadis itu dengan jarak aman yang cukup jauh agar Xiao Ziya tak merasa risih ataupun tersinggung dengan kehadiran mereka.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di titik tengah wilayah dunia bawah terjadi fenomaena yang sangat aneh awan yang biasanya hanya berwarna putih cerah tau biru mendung tiba tiba berubah warna menjadi merah darah. Selain itu muncul ratusan monster serigala merah secara misterius di sana, karna titik tengah wilayah dunia bawah adalah sebuah hutan yang sangat rimbun maka para penduduk aman aman saja untuk sekarang. Sedangkan Xiao Ziya yang masih berada di atas pohon melihat ada yang aneh dari awan merah itu namun ia memilih untuk mengamatinya terlebih dahulu sebelum pergi kesana untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Akhirnya malampun tiba malam ini suasana lebih hening daripada malam malm biasanya. Beberapa kerajaan yang dekat dengan titik tengah dunia bawah mendapat laporan tentang kajadian aneh itu dan mereka menyiagakan ribuan prajurit di wilayah perbatasan masing masing.


Tiba tiba saya wilayah dunia bawah seperti diguncang gempa dengan tekanan yang sangat tinggi semua orang keluar dari rumah mereka karna mungkin saja bangunan yang mereka tinggali hancur akibat getaran hebat itu. Xiao Ziya memasang perisai pelindung di wilayah Kekaisaran Qiyu dengan segera agar tak ada rumah atau bangunan yang runtuh.


"Mengapa tiba tiba dunia bawah diguncang gempa sekuat ini." ucap Xiao Ziya yang sangat penasaran karna ini pertama kali ia merasakan gempa setelah berpindah dimensi.


Ternyata saat gempa itu mengguncang dunia bawah muncul sebuah retakan yang cukup besar di titik tengah wilayah dunia bawah kemudian muncul sebuah gunung berwarna merah yang sangat besar di sana. Para prajurit yang telah disiagakan oleh beberapa kerajaan yang berbatasan langsung dengan titik tengah dunia bawah bergegas pergi ke gunung merah itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana.


"Bagaimana bisa gunung sebesar ini muncul secara tiba tiba?." ucap salah seorang prajurit yang merasa keheranan.


"Tak ada pohon yang tumbuh di sini, dan warna tanahnya juga merah seperti darah." ucap prajurit yang lainnya. Kejadian ini baru pertama kali mereka lihat.


Saat para prajurit itu ingin naik ke bagian gunung yang lebih tinggi lagi tib tiba ratusan monster srigala merah dengan mata merah menyala menyerang mereka. Karna serangan itu sangat mendadak banyak prajurit yang mati karna tak melawan balik sang monster srigala. Beberapa prajurit yang selamat memutuskan untuk melarikan diri mereka akan melaporkan kejadin ini pada raja mereka masing masing.


Hai hai guys author hadir lagi setelah sekian lama ga up novel. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.