
"Apakah aku harus melawan kalian yang sangat menggemaskan ini?." tanya Xiao Ziya pada kedua srigala yang ada di hadapannya itu.
Seperti mengerti apa yang Xiao Ziya katakan kedua srigala itu menggelengkan kepala yang artinya Xiao Ziya tak perlu melawan mereka berdua karna kedua srigala itu juga tak ingin menyakiti gadis baik yang ada di hadapan mereka.
Pintu menuju lantai kesepuluh terbuka, Xiao Zita segera beranjak dari tempatnya untuk masuk kelantai kesepuluh namun kedua srigala itu mengikutinya dari belakang dan ikut masuk ke lantai sepuluh.
"Mengapa kalian ikut denganku? kalian ingin aku menjadi pemilik kalian?." tanya Xiao Ziya yang mencoba untuk menerjemahkan apa yang diinginkan oleh kedua srigala itu. Srigala api dan srigala salju itu mendekat dan menggosok gosokkan badan mereka ke kaki Xiao Ziya.
"Wah kalian sangat manja ya, kalau begitu kalian bisa ikut denganku. Aku ingin memasukkuan kalian ke cincin semesta namun aku tak tau apakah itu boleh di lakukan saat ada di dalam paviliun seratus menara." ucap Xiao Ziya yang mengajak kedua srigala itu untuk pergi bersama dengannya.
Dilantai kesepuluh ini terlihat ratusan srigala hitam yang menatap Xiao Ziya dengan tajam, Xiao Ziya meminta kedua srigalanya untuk diam di sana dan tak ikut menyerang biar ia saja yang menyelesaikannya. Xiao Ziya mengeluarkan pedang yang baru saja ia dapatkan untuk menyerang seratus srigala hitam yang mulai menyerangnya secara berutal.
Xiao Ziya mendapatkan luka cakar di salah satu tangannya, darah milik gadis itu mulai berceceran. Darah yang menetes itu tiba tiba menghitam dan berubah menjadi kabut asap yang pekat dan sangat beracun. Srigala srigala hitam yang tadinya berutal menyerang Xiao Ziya tiba tiba mulai berjatuhan karna keracunan mereka mati dengan begitu mudah.
Xiao Ziya mulai membelah bagian tengah untuk mengambil batu spirit binatang itu, selain mengambil batu spiritnya Xiao Ziya memasukkan srigala srigala itu kedalam cincin semestanya karna daging srigala hitam tingkat jenderal memiliki rasa dan nilai yang tinggi.
"Baiklah aku baik baik saja ini hanya luka kecil kalian jangan khawatir." ucap Xiao Ziya pada kedua srigalanya yang terlihat cemas padanya, Xiao Ziya segera memperban tangannya yang terluka dan menunggu pintu sebelas terbuka, ternyata tantangan di pintu kesepuluh belum berakhir.
Tiba tiba saja tanah yang Xiao Ziya pijak bergetar dengan hebat, Xiao Ziya melihat kedalam tanah yang terdapat lahar panas yang begitu mengerikan.
"Srigala srigala manisku bisakah kalian berubah dalam bentuk yang kecil?." ucap Xiao Ziya yang berharap srigala salju dan srigala api miliknya bisa berubah menjadi kecil.
Benar saja kedua srigala itu berubah menjadi kecil, Xiao Ziya langsung menggendong kedua srigalanya dan melompati retakan tanah yang lebar itu. Jika saja Xiao Ziya gagal mala ia dan kedua srigalanya akan hangus terbakar. Untung saja Xiao Ziya berhasil dan pintu kesebelas terbuka.
"Hah akhirnya." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat lega karna bisa melaluinya dengan mudah. Pada saat masuk ke pintu kesebelas pintu kedua belas terbuka begitupin hingga pintu kedua puluh. Xiao Ziyapun merasa sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi apakah sebelumnya juga terjadi hal seperti ini?.
"Mengapa ini terasa sangat aneh ya? Dimana ujian lantai kesebelas hingga semnilan belas." ucap Xiao Ziya yang tak mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Diluar paviliun seratus menara Ling An dan para panatua yang lain tak menyangka kurang dari satu hari Xiao Ziya sudah bisa sampai di lantai dua puluh bukankah itu sangat luar biasa.
"Gadis itu sebenarnya siapa?." ucap Luo Zi yang merupakan panatua kedua Akademi Kekaisaran Qiyu. Kecepatan Xiao Ziya dalam menyelesaikan tantangan yang ada di dalam paviliun seratus menara benar benar diluar nalar manusia.
"Entahlah setiap saat gadis itu selalu membuatku terkejut." ucap Ling An yang sangat takjub dengan kemampuan yang Xiao Ziya miliki.
Dilantai kedua puluh ada sekitar sepuluh pria dewasa yang sedang menghadangnya kesepuluh pria itu menggunakan zirah yang berbeda beda.
"Jika anda ingin lolos dari lantai duapuluh maka anda harus mengalahkan kami semua. Apakah anda sudah siap?." tanya salah satu dari mereka yang menggunakan Zirah warna biru muda yang terlihat sangat indah.
"Baiklah saya siap." ucap Xiao Ziya dengan begitu yakin bahwa ia bisa mengalahkan kesepuluh pria yang ada dihadapannya.
Pria pertama maju dan membawa sebuah cambuk berwarna hitam. Xiao Ziya menatapnya apakah ia juga harus melawan menggunakan cambuk?.
"Saya harus menggunakan sesuatu yang mirip dengan cambuk?." tanya Xiao Ziya yang sedang berfikir apa yang bisa ia gunakan untuk melawan pria yang ada dihadapannya itu.
"Tentu saja." jawab pria itu dengan singkat sambil tersenyum tipis.
Xiao Ziya menguarkan sulur hitam yang ia miliki, sulur yang ia miliki memang sedikit mirip dengan sebuah cambuk jika tidak terlalu panjang. Pria pertama yang akan dilawannya itu setuju jika Xiao Ziya menggunakan sulur hitam itu.
Pria itu mulai mengayunkan cambuknya dengan cepat dan berusaha untuk melukai Xiao Ziya. Xiao Ziya bisa menghindari setiap cambukan yang dilayangkan untuknya. Karna tak ingin hanya menghindar saja akhirnya Xiao Ziya melawan dengan mengayunkan sulur miliknya, percobaan pertama berhasil melukai pria pertama yang menantangnya.
"Saya mengaku kalah anda begitu hebat." ucap pria itu yang kemudian menghilang begitu saja namun cambuk hitam itu melayang dan mendekati Xiao Ziya, cambuk hitam itu mengakui Xiao Ziya sebagai pemilik barunya.
"Sekarang giliranku." ucap pria kedua yang langsung maju dan menantang Xiao Ziya dengan sebuah tombak panjang, Xiao Ziya meminjam sebuah tombak dari pria itu karna ia tak memilikinya.
Mereka saling menyerang satu sama lain, walau tak pernah menggunakan tombak namun kemampuan Xiao Ziya tak bisa dianggap remeh, pria kedua itu juga kewalahan menghadapi Xiao Ziya yang menyerang tanpa berhenti.
Kedua srigala itu ingin membantu namun nona mereka pasti akan melarang karna takut kedua srigala itu akan terluka. Pria keduapin kalah dan tombak hitam dengan lambang naga yang terukir indah menjadi milik Xiao Ziya.
Dengan mengalahkan kesepuluh pria itu Xiao Ziya mendapatkan sepuluh barang berbeda dengan tingkatan yang sangar tinggi. Xiao Ziya merasa senang karna koleksi benda berharganya bertambah banyak. Kedua srigalanya juga senang ketika nona mereka merasa senang.
Hingga saat ini selain pemilik paviliun setarus menara tak ada yang pernah naik hingga lantai seratus yang paling tinggi hanyalah para panatua Akademi Kekaisaran Qiyu yang sampai di lantai ketigapuluh.
Xiao Ziya terus melewati semua unjian yang ada, gadis itu berjuang dengan sangat keras hingga dalam waktu beberapa jam ia bisa sampai di lantai kelima puluh. Rekor baru telah dipecahkan oleh gadis itu dilantai kelima puluh ini tentu saja akan ada bahaya yang mungkin saja mengancam keselamatan gadis itu.
Saat pintu kelantai lima puluh terbuka Xiao Ziya dengan senang hati masuk kedalam baru saja ia dan kesua srigalanya menginjakkan kaki dilantai lima pulih sudah ada pemandangan mengerikan yang ada di depan wajah Xiao Ziya.
"Apa apaan ini?." ucap Xiao Ziya yang sedikit terkejut. Sebuah altar yang berlumuran dengan darah dan bangkai bangkai binatang tingkat tinggi yang berceceran. Apa yang sebenarnya terjadi di lantai limapuluh.
Seorang wanita yang cantik memghampiri Xiao Ziya, wanita itu seperti berusia tiga puluh tahun.
"Selamat datang di lantai kelimapuluh gadis manis, jika kau ingin lolos maka kau harus menyerahkan kedua srigalamu itu sebagai persembahan." ucap wanita itu yang memberikan instruksi agar Xiao Ziya menumbalkan kedua srigala miliknya.
Xiao Ziya menatap srigala api dan srigala salju miliknya. Mengapa ia harus menumbalkan kedua hewan yang sangat imut dan lucu itu apakah wanita yang ada si hadapannya itu sudah gila dan kehilangan akal sehat.
"Tidak akan mereka ini milikku dan sebagai pemilik mereka aku harus melindungi mereka berdua." ucap Xiao Ziya yang menolak dengan tegas permintaan dari wanita yang ada di hadapannya itu.
"Jika begitu kau tak akan lulus dalam ujian lantai kelimapuluh." ucap wanita itu yang sedang mengancam Xiao Ziya.
"Biarlah langkah saya terhenti di sini jika memang seperti itu, namun saya tak akan pernah menumbalkan mereka." triak Xiao Ziya yang memilih terhenti di lantai lima pulub daripada harus merelakan srigala salju dan srigala api miliknya menderita.
Wanita itu tertawa seram seperti tawa kuntilanak saja, Xiao Ziya menatap wanita itu dengan jengah apa yang wanita gila itu lakukan.
"Siapa yang mau berikan persembahan seperti ini." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat kesal dengan wanita yang tak bermoral.
"Saya memberikan persembahan pada penguasa neraka agar jiwa saya bisa tenang dan terbebas dari tempat itu." ucap wanita itu yang pernah memberi persembahan pada dewa namun mereka menolaknya ketika wanita itu sudah mempersembahkan jutaan binatang tingkat tinggi.
"Apa kau gila, kau kira kakek tua itu mau menerima persembahan darimu yang seperti ini?." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin memukul wanita yang ada dihadapannya itu dengan sangat keras agar otaknya bisa berjalan lagi.
"Saya lelah berada di sini." ucap wanita itu yang terlihat begitu sedih. Namun apa yang ia lakukan tetaplah salah entah apapun alasannya ia harus mendapatkan hukuman.
"Kau siap menanggung karma atas apa yang kau perbuat?." tanya Xiao Ziya pada wanita itu. Dan sang wanita menganggukkan kepalanya. Setidaknya setelah mendapatkan hukuman dineraka jiwanya akan berreingkarnasi lagi.
"Baiklah sebagai ratu dari neraka saya Xiao Ziya akan memgabulkan permintaan dari wanita yang ada dihadapan saya, biarlah wanita ini menerima semua karma atas perbuatannya kemudian jiwanya bisa berreingkarnasi lagi." ucap Xiao Ziya yang membuat wanita itu terkejut bukan main ternyata gadis muda yang ada di depannya adalah ratu penguasa neraka? apakah ia sedang bermimpi.
Tiba tiba jiwa wanita itu menghilang dan pergi keneraka. Xiao Ziya segera melanjutkan tantangan dilantai kelimapuluh yang belum selesai juga.
Xiao Ziya harus melawan berbagai jenis binatang ganas yang menyerangnya dengan berutal, kali ini srigala salu dan srigala api milik Xiao Ziya ikut membantu. Xiao Ziya ingin memanggil Zier dan yang lainnya namun entah mengapa ia tak bisa mengeluarkan mereka dari cincin semesta mungkin saja itu sudah peraturan dari paviliun seratus menara, untung saja ia mempunyai dua srigala yang siap membantunya saat akan mencapai puncak menara.
Hari sudah menjelang pagi, semua orang yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu melakukan kegiatan masing masing, para murid sibuk dengan kelas mereka tak ada yang pergi ke paviliun seratus menara karna mereka ingin mendapat kejutan dari Xiao Ziya sampai di lantai mana gadis itu bisa bertahan.
"Semoga adik Ziya baik baik saja di sana, aku sangat khawatir." ucap Xiao Yuna yang takut bila sesuatu terjadi pada adik kesayangannya.
Walaupun Xiao Ziya sangat kuat namun menurut cerita para panatua yang pernah sampai ke lantai ke empat puluh mereka butuh waktu bertahun tahun untuk menyelesaikannya karna ujiannya sangat sulit dan rumit bukan hanya kekuatan saja yang diuji kecerdasan dan logika kita akan dipermainkan saat masuk kedalam paviliun seratus menara.
"Kau sangat cemas pada saudarimu? bagaimana kalau kita pergi kesana untuk melihatnya." ucap Muyen yang tak tega pada kekasihnya itu yang terlihat sangat khawatir.
"Kalian berdua tak akan bisa masuk kesana tanpa ijin kepala akademi. Karna tempat itu ditutup sekarang." ucap Xiao Feng yang sudah mencoba kesana tadi pagi pagi buta namun dihadang oleh benerapa panatua yang sedang berjaga jaga.
"Ah ternyata seperti itu sayang sekali." ucap Xiao Yuna yang merasa kecewa, ia harus bersabar sampai saudarinya itu keluar dari sana.
Saat ini Xiao Ziya sudah menyelesaikan semua ujian yang ada di lantai lima puluh gadis itu sudah siap untuk melewati ujian di lantai berikutnya. Xiao Ziya merasa waktu berjalan dengan begitu cepat saat ia ada di dalam paviliun. Gadis itu sedang menebak nebak berapa lama ia sudah ada di sana.
"Apakah aku sudah satu minggu di sini?." ucap Xiao Ziya yang kebingungan.
**Hai hai semuanya aku update lagi nih, jadi jadwal updateku tuh seenggangku aja jadi ga ada jadwal tetapnya ya, aku harap kalian bisa ngerti.
Jangan lupa follow aku yang belum follow, vote buat yang masih punya tiket vote, like like like.ya guys semua chapternya, komen buat ninggalin jejak karna aku suka baca baca komen gitu kadang komenanya lucu gitu wkwkwk, Rate, share, gift hadiah apapun seikhlas kalian bunga juga boleh**.