RATU IBLIS

RATU IBLIS
Balasan Untuk Mereka


Setelah Xiao Xun dan ketiga temannya itu pergi kini tinggal Xiao Ziya sendirian di dalam ruang vip, gadis itu sedang menggenggam tangannya penuh dengan kemarahan ia akan membalas apa yang telah orang orang bodoh itu perbuat, karna kemarahannya yang meluap begitu besar Xiao Ziya menghancurkan meja besi yang ada di hadapannya hingga hancur lebur menjadi debu. Setelah emosinya kembali stabil Xiao Ziya keluar dari ruangan vip dan membayar kerusakan yang ia sebabkan, setelahnya Xiao Ziya keluar dari penginapan dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan gadis itu berjalan menuju Istana Kekaisaran Binzo walau hari sudah sangat larut dan kemungkinan orang orang yang tinggal di istana kekaisaran sudah tidur Xiao Ziya tidak peduli dengan hal itu jika bisa ia akan membuat mereka semua tak akan pernah tidur dengan tenang untuk selama lamanya.


Saat ingin masuk kedalam istana Kekaisaran Binzo beberapa prajurit penjaga gerbang menghentikan Xiao Ziya dan mengatakan bahwa saat ini kaisar, ratu, dan seluruh pangeran dan putri sedang tidur dan tak bisa diganggu. Mendapati penolakan dari prajurit penjaga gerbang membuat Xiao Ziya semakin geram bagaimana mereka bisa tidur dengan nyenyak setelah membuat rencana yang hampir menewaskan kakak laki lakinya.


"Ah jadi mereka sedang tidur nyenyak sekarang ini baiklah." ucap Xiao Ziya yang tersenyum penuh dengan arti. Gadis itu mengucapkan sebuah mantra.


"Guncang istana kekaisaran ini dengan kencang wahai tornado air." ucap Xiao Ziya yang menggunakan sihir elemen air gadis itu membuat sebuah tornado air yang sangat besar. Para penjaga gerbang utama kelabakan karna tak mengira Xiao Ziya akan menyerang merek.


"Beritau jenderal utama kita sedang diserang." ucap beberapa prajurit yang langsung masuk kedalam dan berlari ke lapangan belakang Istana Kekaisaran Binzo, disana ada tenda tenda yang dibangun sebagai tempat tinggal para prajurit.


Tornado air milik Xiao Ziya berputar dengan kencang dan mulai merusak taman depan Istana Kekaisaran Binzo. Semua anggota kekaisaran yang tadinya sedang tertidur dengan lelap menjadi terbangun karna air yang masuk kedalam kamar mereka. Suara ribut para prajurit membuat kondisi istana Kekaisaran Binzo semakin kacau Kaisar Zo Linzu langsung keluar dari kamarnya dan menanyakan apa yang terjadi pada beberapa prajurit yang sedang berlarian kesana kemari.


"Apa ada hujan besar hingga air masuk kedalam istana?." tanya Kaisar Zo Linzu pada salah satu prajuritnya.


"Nona Ziya sedang menyerang istana kekaisaran." ucap prajurit itu yang membuat Kaisar Zo Linzu sangat terkejut, apa yang membuat Xiao Ziya sangat murka sampai seperti ini? apakah ini ada kaitannya dengan rencana yang ia buat bersama dengan Akademi Kekaisaran Binzo, seharusnya gadis itu tak mengetahui rencana mereka secepat ini.


Kaisar Zo Linzu bersama beberapa pangeran keluar dari istana untuk bertemu dengan Xiao Ziya dan bernegosiasi secara damai dengan gadis itu. Saat keluar dari istana hal mengerikan yang mereka lihat adalah tornado air yang sangat besar sedang menghancurkan halaman depan Istana Kekaisaran Binzo dan menyerang prajurit hingga mereka terluka parah setelah berhasil melalui gerbang utama istana kekaisaran, Kaisar Zo Linzou bersama ketiga pangeran bertemu dengan Xiao Ziya.


"Salam kami pada nona Ziya." ucap Kaisar Zo Linzu dan ketiga pangera yang memberikan salam pada Xiao Ziya.


"Saya tidak butuh salam dari kalian." ucap Xiao Ziya dengan nada bicaranya yang datar dan juga menyebalkan.


"Apa yang membuat nona Ziya sangat marah pada kami?." tanya Raja Zo Linzu yang berpura pura tak tau atas apa yang sedang terjadi walaupun begitu ia tak akan bisa menipu Xiao Ziya.


"Siapa yang sedang ingin kau tipu?." ucap Xiao Ziya yang kini menatap tajam ke arah Kaisar Zo Linzu tentu tubuh sang kaisar menjadi gemetaran setelah ditatap seperti itu oleh Xiao Ziya.


"Apa yang nona Ziya maksut? ayah kami tak mungkin memiliki niatan jahat pada nona." ucap Pangeran Zo Runjin yang percaya bahwa ayahnya yaitu Kaisar Zo Linzu tak akan berani membuat masalah dengan Xiao Ziya apalagi saat ini Kekaisaran Binzo sedang ada dalam pengawasan dan perlindungan gadis itu.


"Iya ayahmu memang tak melakukan apapun padaku namun pada salah satu kakak laki lakiku. Apa kau fikir saya akan tinggal diam jika salah satu dari mereka terluka?." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin meluluh lantahkan Kekaisaran Binz saat itu juga, namun ada cara lain yang bisa ia lakukan untuk membuat Kaisar Zo Linzu jera.


"Maksut anda Xiao Xun yang sedang menjalankan misi di kekaisaran kami?." tanya Pangeran Zo Linhu yang penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Ya karna ayah kalian yang tak becus menjabat sebagai kaisar ini kakak laki laki saya hampir mati. Jika kau tak sanggup menjaga kekaisaranmu dengan kekuatanmu sendiri maka lepaskan saja mahkotamu itu." ucap Xiao Ziya yang sedang tak terkendali, perkataan gadis itu bisa membuat mental siapa saja menjadi kacau.


"Memangnya apa yang terjadi pada kakak laki lakimu iti bukankah dia sangat kuat sehingga mampu melawan beberapa kelompok bandit?." ucap Kaisar Zo Linzu degan mudan tanpa ia tau bahwa Xiao Xun hampir saja kehilangan jiwanya dan mati.


Plak.


Satu tamparan keras dari Xiao Ziya pada pipi kiri Kaisar Zo Linzu, sang kaisar sampai terpental benerapa meter kesamping kiri, beberapa gigi Kaisar Zo Linzu juga rontok akibat tamparan yang sangat keras itu.


"Tutup mulutmu kaisar sialan." ucap Xiao Ziya dengan nada marahnya, gadis itu memberi perintah pada tornado airnya untuk menghancurkan bangunan utama Istana Kekaisaran Qiyu. Karna penghancuran bangunan utama banyak orang yang terluka beberapa anggota keluarga kerajaan juga mati seperti perdana mentri, jenderal, dan beberapa tuan putri.


"Beraninya kau menghancurkan istanaku. Bukankah dulu kau mengatakan bahwa kekaisaran ini ada di bawah perlindunganmu." triak Kaisar Zo Linzu yang bangkit dan menatap penuh kebencian ke arah Xiao Ziya, ia tak biasa mempercayai apa yang gadis itu katakan.


"Kau kira mereka yang melindungi tak bisa menghancurkan?. Jika bukan karna kebodohanmu yang sudah mendarah daging hingga ketulang tulang maka semua ini tak akan terjadi. Kau kira kau siapa hingga berani sekali membuat rencana busuk yang melibatkan keluargaku!!! Saya bahkan bisa membunuh semua silsilah keluarga Kekaisaran Binzo jika saya mau." triak Xiao Ziya dengan kemarahannya yang tak terbendung, torado milik gadis itu semakin murka dan menghancurkan semua bangunan Istana Kekaisaran Binzo hingga tak tersisa.


Ketiga pangeran yang tak tau menau tentang apa yang dilakukan sang ayah hanya bisa diam, mereka memilih untuk masuk kedalam dan menyelamatkan anggota keluarga mereka yang masih hidup. Sedangkan Kaisar Zo Linzu hanya bisa menatap geram ke arah Xiao Ziya perbedaan level kulivasi yang sangat jauh membuatnya tak mampu menandingi gadis itu.


"Jadi inikah balasanmu atas apa yang telah kulakukan?." tanya Kaisar Zo Linzu yang ingin memastikan bahwa Xiao Ziya tak akan melakuka hal lainnya padanya ataupun anggota Kekaisaran Binzo yang lain.


"Di kekaisaran ini siapa orang yang paling anda sayangi Kaisar Zo Linzu?." tanya Xiao Ziya dengan nada datar tanpa aura membunuh yang biasanya meluap luap dari tubuh gadis itu.


"Tentu saja Ratu Zo Binji." ucap Kaisar Zo Linzu dengan santai.


"Maka kau harus merasakan apa yang saya rasakan, perasaan takut dan putus asa saat saya akan gagal menyatukan jiwa Xun gege." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan mengerikan meski ini bukan sepenuhnya salah Kaisar Zo Linzu namun gadis itu akan memberikan hukuman yang sepadan.


Xiao Ziya menggambar sebuah pola sihir di atas tanah menggunakan ranting pohon yang jatuh tak jauh dari tempatnya berdiri, karna merasakan firasat buruk pada pola sihir itu Kaisar Zo Linzu berusaha untuk menghancurkannya namun anehnya pola sihir milik Xiao Ziya tak dapat di hapus.


"Dengan ini saya Xiao Ziya akan membebaskan jiwa Ratu Zo Binji dari tubuhnya, jiwa yang bebas pergilah kemanapun kau ingin pergi dan tak akan bisa masuk kembali kedalam tubuh inti. Ini adalah kutukan yang saya berikan untuk Kaisar Zo Linzo yang tak bisa menjaga wilayah kekaisarannya sendiri." ucap Xiao Ziya dengan suara yang lantang saat itu juga beberapa lapisan dunia bergetar karna ini pertama kalinya Xiao Ziya menjatuhi kutukan pada seseorang.


Ratu Zo Binji yang saat itu sudah berada di tempat yang aman bersama dengan putra dan putrinya merasakan rasa sakit yang luar bisa menjalar di seluruh tubuh, tiba tiba saja ia bisa melihat bahwa anak anaknya sedang menangis di hadapan tubuhnya.


Sedangkan Kaisar Zo Linzu langsung panik dan mencari keberadaan sang ratu, ia tak ingin kehilangan orang yang paling ia cintai namun saat sampai di tempat evakuasi ia melihat tubuh Ratu Zo Binji sudah terbujur kaku, ucapan Xiao Ziya yang ingin mengutuknya bukanlah lelucon semata.


Sedangkan Xiao Ziya menghentikan tornado airnya kemudian gadis itu meninggalkan Istana Kekaisaran Binzo yang sudah hancur berantakan kini gadis itu pergi menuju Akademi Kekaisaran Binzo karna mereka juga perlu mendapatkan hukuman yang setimpal karna telah membuat Xiao Xun dalam bahaya. Saat ini Xiao Ziya ada di dekat bangunan Akademi Kekaisaran Binzo sebelum masuk kedalam ada sesuatu yang ingin ia lakukan.


Xiao Ziya mengambil sebuah cairan berwarna emas ia meminum satu botol kecil cairan penetralisir segala jenis racun yang ada di dunia bawah hingga dunia dewa tentu saja cairan berharg ini dibuat sendiri oleh Xiao Ziya di masa masa senggangnya tak ada yang mengetahui hal ini kecuali dirinya sendiri.


"Biklah mari kita mulai." ucap Xiao Ziya yang tersenyum jahat kemudian ia meloncati dinding tinggi yang menjadi tembok pembatas antara wilayah Akademi Kekaisaran Binzo dengan wilayah lain di sekitarnya.


Setelah berhasil mesuk kedalam Akademi Kekaisaran Binzo Xiao Ziya melihat seorang murid perempuan yang sedang berjalan di sebuah lorong kelas yang cukup gelap kemungkinan murid perempuan itu mendapat giliran untuk berjaga.


"Tuan Kenzo." ucap Xiao Ziya yang sedang memanggil buku bersampul tengkorak yang ada di dalam titik dantiannya.


"Ada apa nona mudaku?." tanya Kenzo yang sedang mencoba untuk menebak kira kira apa yang ingin Xiao Ziya katakan.


"Apakah saat ini kemampuan untuk merubah wajah sesuai yang saya inginkan sudah bisa saya gunakan?." tanya Xiao Ziya yang ingat dengan jelas beberapa kekuatan yang ia dapatkan setelah berhasil membuka buku bersampul tengkorak itu.


"Tentu nona muda bisa menggunakannya kapanpun dan dimanapun, namun ada satu hal yang perlu nona ingat nona tak bisa merubah wajah menjadi sosok yang kultivasinya ada di atas anda." ucap Kenzo yang memberikan sebuah peringatan pada Xiao Ziya agar gadis itu tak melakukan kesalahan kedepannya nanti.


"Baiklah saya mengerti." ucap Xiao Ziya yang tersenyum senang.


Xiao Ziya melesat menuju seorang murid perempuan yang masih menyusuri lorong kelas, setelah jaraknya cukup dekat dengan murid perempuan itu Xiao Ziya langsung memukulnya dengan keras hingga ia pingsn.


"Maaf namun wajahmu akan saya pinjam dulu." ucap Xiao Ziya yang langsung berubah penampilan menjadi sama persis dengan murid perempuan itu sedangkan sang murid perempuan dimasukkan kedalam cincin semesta milik Xiao Ziya agar tak bisa kabur keman mana dan mengacaukan rencna yang telah Xiao Ziya buat.


Xiao Ziya mulai menjalankam rencannya ia meletakkan beberapa botol kaca yang berisi racun di beberapa tempat racun itu bisa meledak dan menjadi asap bercun jika Xiao Ziya meledakkannya menggunakan sihir. Saat sedang berkeliling di sekitar wilayah murid inti, Xiao Ziya bertemu dengan beberapa murid laki laki yang sedang berjaga juga.


"Kau mendapatkan giliran jaga hari ini Lee Hebi?." tanya seorang murid laki laki pada Xiao Ziya yang sedang menyamar, jika dilihat dari kultivasi murid perempun tadi maka murid laki laki yang ada di hadapannya adalah seorang senior.


"Iya saya berjaga hari ini senior." ucap Xiao Ziya yang ingin memerakankan sosok Lee Hebi dengan baik.


"Tak perlu bicara seformal itu padamku, sebaiknya kau istirahat saya biar aku dan teman teman yang lain berjaga." ucap murid laki laki itu, sepertinya murid perempuan bernama Lee Hebi ini cukup populer di kalangan para seniornya.


"Trimakasih senior aku pergi ke kamar jika begitu." ucap Xiao Ziya yang sedang menyamar, gadis itu lupa bahwa ia tak tau dimana letak asrama putri dan dimana kamar Lee Hebi. Akhirnya Xiao Ziya memilih untuk meledakkan racun yang telah ia letakkan di beberapa titik.


Seketika kepulan asap beracun ada di sekeliling mereka dan menyebar keseluruh Akademi Kekaisaran Binzo, satu perstu murid yang berjaga pingsan karna situsi sudah aman Xiao Ziya kembali dalam wujud aslinya gadis itu akan menunggu para petinggi akademi keluar dari persembunyian mereka. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya beberapa orang keluar.


"Siapa yang telah membuat bom asap racun ini?." tanya seorang pria sepertinya ia adalah wakil kepala akademi karna Xiao Ziya pernah melihatnya saat turnamen beberapa tahun yang lalu.


"Saya." ucap Xiao Ziya yang mengangkat tangannya seolah olah apa yang ia lakukan bukan hal yang besar.


"Bukankah kau Xiao Ziya dari Akademi Kekaisaran Qiyu, mengapa kau melakukan hal ini?." tanya wakil kepala Akademi Kekaisaran Binzo yang belum mengetahui situasi bahwa Xiao Xun adalah kakak laki laki dari Xiao Ziya.


"Karna kalian kakak laki laki saya hampir mati." jawab Xiao Ziya dengan singkat.


Bukankah itu hampir? artinya kakak laki lakimu masih hidup." ucap salah satu guru murid dalam dari Akademi Kekaisaran Binzo yang meremehkan Xiao Ziya.


"Ah jadi itu pendapat kalian para petinggi Akademi Kekaisaran Binzo?." tanya Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan.


"Kalau begitu kalian semua harus merasakan rasanya ada di ambang kematian." ucap Xiao Ziya dengan serius gadis itu tak pernah bermain manin dengan kata kata yang ia ucapkan.


Xiao Ziya mengambil sabit kematian miliknya, ia memejamkan matanya sebentar lalu saat membuka mata warna matanya berubah bukan menjadi merah melainkan menjadi hitam secara keseluruhan. Bukankah itu sangat menyeramkan? sampai sampai para petinggi Akademi Kekaisaran Binzo gemetaran dan terkencing kencing di celana mereka.


"Dengan ini maka seluruh petinggi Akademi Kekaisaran Binzo akan merasakan sakitnya saat ada di ujung kematian. Saya menghukum kalian semua dalam waktu satu tahun kalian akan merasakan rasa sakit itu setiap malam hingga pagi datang." ucap Xiao Ziya yang seperti sedang dirasuki oleh iblis yang sangat jahat, setelah ia mengatakan hal itu tubuh para petinggi akademi Kekaisaran Binzo menjadi sangat panas di leher mereka terdapat sebuah simbol iblis.


Setelah beberapa saat kesadaran Xiao Ziyapun kembali, gadis itu menatap puas ke arah para petinggi Akademi Kekaisaran Binzo mereka harus merasakan apa yang Xiao Xun rasakan saat itu rasakan. Setelah itu Xiao Ziya pergi menuju penginapan tempat kakak laki laki dan temannya tempati.


Hai hai semua jangan lupa jaga kesehatan ya, follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, Like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.